
Daniel, Angel dan kedua asistennya telah selesai makan siang. Kini mereka berempat telah berada di ruang CEO.
"Angel nanti kau akan duduk di kursi itu. " kata Daniel menunjuk ke arah meja yang bertuliskan CEO 1 yang masih kosong.
"Kenapa disana? "
"Karena kau adalah pewaris tunggal Alexander. Dan aku hanyalah anak seorang Abraham. Kau yang lebih berhak duduk dikursi itu. "
Angel menunjuk jarinya di bibir Daniel, lalu menggelengkan kepalanya. "Jangan pernah bicara seperti itu lagi. Meskipun aku pewaris Alexander, tapi kau adalah suamiku. Jangan pernah membawa-bawa nama keluarga disini. Karena kau tetaplah anak mom dan Daddy yang sudah merawat dan membesarkan kita bersama. Kau dan aku itu satu, tidak ada bedanya. "
Daniel langsung memeluk Angel erat.
"Hei.. hei... hei.... apakah kalian lupa kalau ada kami berdua disini. Dasar bucin. " Sinis Peter yang melihat kebucinan atasannya.
Daniel lalu memberikan tatapan mematikan kepada Peter. "Kenapa kau masih ada disini. Pergi sana."
Peter hanya menggedikkan bahunya acuh.
"Sudah... aku ingin melihat-lihat perusahaan. Bolehkan? " kata Angel menengahi.
"Aku antar. " sahut Daniel.
"Maaf tuan, tidak bisa karena sebentar lagi anda ada rapat dengan..... " kata-kata Peter terpotong.
"Kau saja yang meng-handle nya. " sahut Daniel cepat.
"Cih... dasar tidak bertanggung jawab. "
"Rapat itu meski tanpa aku akan tetap bisa berjalan selama kau bisa menggantikan ku. "
"Baiklah... baiklah... " jawab Peter pasrah. "Hansel kau ikut dengan ku.
" Baiklah.." lalu mereka berdua beranjak meninggalkan ruang CEO.
"Kalu begitu ayo.. aku ingin melihat-lihat perusahaan ini. " ajak Angel.
"Tunggu sebentar, " Daniel meninggalkan Angel menuju keruangan istirahatnya, lalu mengambil sesuatu. Tak lama, Daniel kembali menemui Angel.
"Ada apa? " tanya Angel
"Aku punya sesuatu untukmu. "
"Apa, jangan buat aku penasaran. "
__ADS_1
"ini." Daniel menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Angel.
Angel mengambil kotak yang diberikan Daniel kepadanya. Lalu membukanya.
Mata Angel berbinar melihat sesuatu yang ada didalam kotak itu.
"Apa ini untuk ku? " tanya Angel tak percaya.
Daniel mengangguk, "Iya itu untukmu. Aku membelinya beberapa waktu lalu saat kami ada kunjungan kerja di kantor cabang. "
"Indah sekali.. pakaikan. " kata Angel. Lalu Angel mengulurkan tangannya.
"Gelang ini pasti indah saat berada di pergelangan tanganmu. "
Angel tersenyum memandangnya. "Terimakasih, ini indah sekali. Aku suka. " Lalu berhambur memeluk Daniel.
"Ayo aku antar kau berkeliling, agar lebih mengenal perusahaan ini. " ajak Daniel.
Angel melepas pelukan, lalu berdiri menggandeng lengan Daniel. Mereka berdua keluar ruangan CEO dengan saling bergandengan tangan. Beberapa karyawan yang melihat CEO mereka keluar dengan wanita cantik melongo. Mereka masih tidak percaya kalau tuan muda mereka bisa berdekatan dengan seorang wanita. Karena dari yang mereka tau selama ini CEO mereka anti dengan perempuan. Hanya Clara yang selama ini berani berkeliaran di dekat CEO, tapi meski begitu Daniel tidak pernah memberikan respon apapun kepada Clara.
Angel berjalan dengan anggun disisi Daniel sambil berkeliling, tanpa menghiraukan kekaguman orang-orang disekitarnya. Daniel memperlihatkan beberapa ruangan di perusahaan, sampai pada akhirnya mereka sampai di kantin. Angel memutuskan untuk beristirahat disana dan memesan minuman, tanpa menghiraukan tatapan beberapa orang yang sedang berada disana.
"Daniel, apa kau sudah menyiapkan ruangan untuk Hansel? "
"Peter sudah mengaturnya. Ruangannya sedang disiapkan, berada di sisi ruangan Peter. "
"Kenapa kau perhatian sekali dengan Hansel. " kata Daniel dengan nada tak suka.
"Aku hanya kasihan padanya. Kita tidak akan pernah tau kehidupan seperti apa yang dia lalui selama ini. Dan Bagaimanapun dia adalah anak angkat Mom dan Daddy. Kita harus menjaganya. Kau tak perlu khawatir, aku perhatian padanya hanya sebatas perhatian seorang kakak kepada adiknya. Tidak lebih. Karena sejak pertama melihatnya Aku merasa kasihan dan iba padanya. Sejak saat itu aku berjanji ada diriku sendiri, akan menggantikan mom dan Dad untuk menjaganya. Dan memenuhi semua kebutuhannya. " jelas Angel panjang lebar agar Daniel mengerti.
"Baiklah kalau begitu, aku juga akan berusaha menganggapnya saudara bukan hanya sebagai asisten tapi juga adik kita. " ujar Daniel.
"Terima kasih. " Angel tersenyum sangat manis kepada Daniel.
Dan Daniel membalas senyuman Daniel tak kalah manisnya, sehingga membuat orang yang melihatnya dibuat meleleh tak percaya dengan apa yang mereka lihat. CEO mereka yang terkenal dingin dan arogan bisa tersenyum dengan sangat manisnya kepada seorang wanita.
🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃🌃
Waktu sudah menunjukkan malam hari, dimana sudah waktunya semua manusia mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah karena bekerja seharian.
Begitu pula dengan Angel dan Daniel yang sudah bersiap untuk mengistirahatkan tubuh mereka.
"Sayang... " rengek Daniel.
__ADS_1
"Hmm... kenapa? " tanya Angel.
"Kita kan sudah makan malam ya, kenapa aku masih lapar? "
"Maksudmu...? " tanya Angel tak mengerti.
"Aku lapar... " rengek Daniel lagi.
"Ayo, aku siapkan makanan untukmu. "
"Bukan lapar itu. "
"Lalu..."
"Aku lapar karena ingin memakanmu. " kata Daniel langsung menindih tubuh Angel.
Angel yang belum siap tidak bisa menghindar. Akhirnya dia hanya pasrah menerima perlakuan suaminya itu, yang menginginkannya malam ini. Dan pergumulan panas suami istri itu, terjadi lagi malam ini.
Tak bosan-bosan Daniel menjamah tubuh Angel yang sudah menjadi candu baginya. Dan Angel tak bisa menolak permintaan suaminya itu, karena dia sendiri selalu tebuai dengan perlakuan Daniel yang selalu membuatnya terbang berkali-kali. Mereka berdua melakukanya hingga lelah mendera dan akhirnya membuat mereka terbuai dalam alam mimpi.
Ditempat lain, tepatnya di sebuah club malam. Tampak seorang wanita yang sudah menghabiskan beberapa gelas alkohol untuk menghilangkan kesedihannya.
"Halo cantik." Sapa seorang pria paruh baya seusia daddynya.
"Om... " balas wanita itu.
"Kenapa kau ada disini? "
"hiks... hiks... hiks... " tangis wanita itu tiba-tiba. "aku patah hati. "
Pria itu mengernyitka keningnya. "Patah hati dengan siapa? "
"Daniel Alexander, CEO DnA corp. Aku mencintainya sejak pertama kali bertemu. Aku coba mendekatinya, tapi dia tidak pernah melirikku sama sekali. Dia tidak pernah menganggapku ada. Tapi hari ini, aku melihatnya tersenyum kepada wanita lain, bahkan menciumnya di hadapan banyak orang. Cintaku bertepuk sebelah tangan ooommm,sakit rasanya... hiks.. hiks..." wanita itu meluapkan segala kekesalannya pada pria itu.
Ya.. wanita itu adalah Clara dan pria itu adalah Simon, sahabat daddy Clara yang juga seorang mafia.
"Sudah lupakanlah pria itu, malam ini bagaimana kalau kita bersenang-senang... hmm... " bujuk Simon.
"Aku akan melayanimu Om, asalkan kau mau membantuku menyingkirkan wanita itu. Agar aku bisa memiliki Daniel... "
"Baiklah-baiklah, aku akan membantumu menyingkirkan wanita yang dicintai pria incaranmu, asalkan malam ini kita bersenang-senang dulu. Okey... "
Clara yang sudah sangat mabuk pun mengikuti Simon, kemana dia membawanya. Dan malam iitu juga terjadi pertarungan panas antara Clara dan Simon, demi untuk menyingkirkan wanita yang ada disisi Daniel pria yang dia cintainya. Entah itu cinta atau hanya sekedar obsesi Clara yang ingin memiliki Daniel.
__ADS_1
Bersambung...
Terimkasih sudha membaca...