
Pagi hari yang cerah, secerah suasana hati dua insan yang sedang dimabuk cinta. Yang sedang bergelung dengan selimut, saling berpelukan dan enggan melepaskan. Mereka adalah Daniel dan Angel yang masih asik dengan mimpi indahnya. Namun cahaya mentari yang mengintip dari balik gorden mengusik tidur lelap Angel.
Akhirnya Angel mulai mengerjap-ngerjapkan matanya menetralkan penglihatannya. Setelah semua jelas, dia hendak menggeliat kan tubuhnya, namun kaki dan perutnya tidak bisa bergerak karena seperti tertimpa beban berat. Ia menolehkan kepalanya kearah samping, dilihatnya seseorang yang sangat dicintainya itu tengah terlelap dengan damai. Tanpa terganggu adanya sinar matahari yang sedang mengintip dari balik gorden. Daniel memeluk Angel dengan dengan erat, seperti sedang memeluk sebuah guling.
Angel mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Daniel namun sia-sia. Daniel tak mau melepaskannya. Angel coba lagi dan lagi, hingga akhirnya dia berhasil melepaskan kedua tangannya dari pelukan Daniel.
Diusap nya wajah Daniel dengan lembut. "Kau semakin tampan king.. ucapnya lirih sambil terkikik... Suamiku memang selalu tampan dari dulu, itulah sebabnya aku jatuh cinta padamu. Kalau kau tidak tampan aku tidak mungkin mencintaimu." gumamnya lirih.
Lalu mencuri ciuman dibibir Daniel.
Satu kali "Cup."
Dua kali "Cup."
Tiga kali "Cup."
Saat dia ingin melepaskan kecupan ketiga, Tiba-tiba tengkuknya di tahan oleh tangan besar yang mendekatkan bibirnya di bibir Daniel. Dengan lu****n yang lembut dan lama Daniel mencium Angel. Hingga mereka kehabisan nafas.
"Morning kiss sayang. " sambutan pagi dari Daniel dengan senyuman manis dibibirnya.
Angel yang merasa bodoh, memukul-mukul dada Daniel dengan keras. "Ternyata kamu sudah bangun ya, kenapa diam saja. Kenapa tidak membuka mata. Kamu ngerjain aku yah.? " kata Angel dengan kesal karena merasa dibodohi.
"Aku hanya ingin mendengar apa yang kamu katakan dan kamu lakukan saat aku tidur. Tidak ada maksud lain. " Kata Daniel membela diri.
Angel mengurucutkan bibirnya, karena merasa sangat kesal.
"Hei... Hei... jangan marah gitu dong. Aku jadi gemas melihat bibirmu itu. Ingin aku makan. " Kata Daniel menggoda.
Angel langsung membungkam bibirnya lalu menatap sengit kearah Daniel.
"Hei,,, jangan pandang aku seperti itu. Kita baru bertemu sayang, ga asik ah kalo udah berantem gini. " Kata Daniel pura-pura merajuk.
Angel segera beranjak dari ranjang. Lalu berjalan menuju kamarnya, melalui pintu doraemon yang Daniel buat.
"Hai.... sayang, jangan marah... aku cuma bercanda maafkan aku. " teriak Daniel saat melihat Queennya masih merajuk. Lalu ikut beranjak dan mengikuti angel.
"Ayolah jangan marah... aku hanya bercanda maafkan aku. Aku janji tidak akan melakukan itu lagi" katanya sambil mengikuti Angel ke kamarnya.
Daniel mengikuti kemanapun Angel berjalan, sampai didepan kamar mandi, Angel berhenti. Lalu melirik tajam kearah Daniel.
"Aku mau mandi, apa kau juga mau mengikuti ku mandi? " Kata Angel dengan sengit.
Daniel hanya nyengir kuda, "kalau boleh ikut mandi bersamamu aku ikut, sayang. " kata Daniel tanpa rasa berdosa.
Angel melotot mendengar kata-kata Daniel barusan. Dia mendekat sampai dihadapan Daniel, lalu dia menarik tengkuk Daniel dan "Cup... Morning kiss. " katanya tanpa rasa bersalah, lalu berlari menuju kedalam kamar mandi dan menguncinya
Daniel yang mendapat serangan tiba-tiba dari Angel tertegun. Hingga akhirnya kesadarammya pulih... lalu menggedor pintu kamar mandinya
"Hei... gadis nakal. Ternyata kau mengerjai aku ya."
Angel di dalam kamar mandi terkikik geli, karena berhasil mengerjai suaminya.
"Mandilah, setelah itu kita turun untuk sarapan, aku sudah sangat lapar. " Teriak Angel dari dalam kamar mandi nya.
Daniel yang mendengar teriakan Angel hanya geleng-geleng kepala, lalu dia beranjak menuju kamarnya sendiri untuk membersihkan dirinya, sesuai perintah tuan putri.
__ADS_1
Dilantai bawah.
Hansel yang sudah terbiasa bangun pagi, sudah terlihat segar dengan pakaian santainya. Kini dia sudah berada di taman belakang, berjalan-jaan menikmati suasana pagi di Mansion Alexander.
"Ternyata tidak hanya rumahnya yang besar, tamannya pun sangat luas. Ada kolam renang juga disana. " gumamnya sambil melihat-lihat suasana di sekeliling mansion.
Setelah puas berkeliling, Hansel memutuskan untuk kembali masuk ke dalam Mansion. Saat dia sampai di ruang tengah, bertepatan dengan Peter yang keluar dari kamarnya.
Peter menajamkan matanya, melihat seseorang yang sudah lancang masuk ke mansion Alexander. Karena tidak sembarang orang yang bisa seenaknya keluar masuk mansion ini.
"Siapa kau... Kenapa bisa masuk ke Mansion ini. " tanya Peter ketus.
Hansel yang mendapat sapaan yang tidak bersahabat dari seseorang yang diyakininya adalah Peter sang Asisten tuan muda hanya tersenyum, Lalu mendekat dan mengulurkan tangannya.
Peter yang melihat uluran tangan itu ragu-ragu untuk menerima uluran tangan itu. Tapi tetap dia Terima uluran tangan Hansel.
"Hansel... namaku Hansel. "
"Hansel.. " gumam Peter, "Sepertinya aku tidak asing dengan nama itu. "
Hansel hanya tersenyum hangat mendengar gumaman Peter.
"Darimana asalmu. Dan kenapa bisa masuk ke Mansion ini. " tanya Peter lagi, dengan pertanyaan yang sama.
"Aku dari negara Xx, dan aku... " kalimatnya terpotong.
"Kalian sudah berkenalan... " kata suara seseorang yang menuruni anak tangga.
Sontak kedua pria itu mengalihkan pandangan ke asal suara. Peter yang melihat siapa yang berjalan disisi tuannya langsung melebarkan matanya tak percaya.
Angel tersenyum dengan sejuta pesona yang menghanyutkan kaum adam. Melihat Peter yang terpesona dengan senyuman Angel membuat Daniel kesal.
"Jaga pandangan mu, Pet. " kata Daniel dengan kesal.
Sontak Peter mengalihkan pandangannya.
Setelah sampai di hadapan Peter, Daniel melirik kearah pria disamping Peter.Lalu bertanya. "Siapa dia? " tanya Daniel dengan wajah dan suara datarnya.
Angel yang melihat tingkah Daniel hanya menggelengkan kepalanya. Lalu berajalan ditengah - tengah mereka.
"Perkenalkan semuanya, Daniel, Peter, dia Hansel. Asisten pribadiku. "
Daniel yang mendengar itu sontak menajamkan pandangannya kepada Angel dan Hansel. Angel yang merasa biasa saja, hanya terkikik geli melihat respon dari Daniel.
"Sudah, jangan melotot seperti itu, nanti kamu cepat tua. Ayo kita bicarakan baik-baik sambil duduk disana. " kata Angel sambil menunjuk kursi di ruang tengah.
Mereka menurut dengan ucapan Angel dan mulai duduk ditempat masing-masing. Daniel yang tak mau jauh dari Angel duduk bersebelahan dengan Angel sambil terus memegang tangannya.
Peter yang melihat kelakuan tuan mudanya hanya berdecih. "cih... dasar posesif. " gumamnya.
Hansel yang mendengar gumaman Peter hanya tersenyum tipis.
"Sekarang jelaskan. " Kata Daniel meminta penjelasan.
Angel menarik nafas dalam, lalu mulai menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Sebenarnya latihan ku sudah selesai satu minggu yang lalu. Tapi mommy menyuruhku mencari seseorang dulu. Seorang anak yang dulu pernah diangkat mommy dan dady menjadi anak angkatnya. Mommy dan daddy tidak mengadopsinya namun memberikan kehidupan yang layak untuknya.. dan membiarkannya hidup mandiri diluar sana. Dan anak itu kini sudah dewasa dan seumuran dengan kita. " jelas Angel. sontak Daniel dan Peter mengalihkan pandangan ke arah Hansel.
"Jadi... " Daniel tidak meneruskan kata-kata nya.
"Iya, anak asuh mom dan dad adalah Hansel. Jadi secara tidak langsung dia adalah Saudara angkat kita. " Kata Angel lagi.
Daniel dan Peter manggut-manggut mengerti.
"Aku menemukan Hansel di kota Xx dengan keadaan yang memprihatinkan. " Lalu angel menceritakan bagaimana dia menemukan Hansel.
Akhirnya Daniel dan Peter bisa mengerti. Mereka juga tidak bisa membantah atau menolak kehadiran Hansel sebagai asisten Angel, karena itu sudah menjadi keputusan kedua orang tuanya.
"Jadi, aku akan meminta bantuan Peter dan uncle Brian untuk mengajari Hansel agar bisa menjadi asisten yang baik dan kompeten seperti kamu, Peter. " lanjut Angel.
Peter yang mendengar namanya disebut langsung mendongakkan kepalanya, dan menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk. "Aku..? " tanyanya.
"Iya siapa lagi, kamu dan ayahmu yang akan melatih Hansel. " kata Angel dengan sedikit kesal melihat tingkah Peter.
"Tenang sayang, Peter pasti mau. " kata Daniel menenangkan.
"Cih gunung es sudah mulai mencair rupanya. " Decih Peter kepada Bosnya.
"Diam kau, atau ku potong gajimu bulan ini. "
"Bisanya cuma mengecam. " ucap Peter sambil memutar bola matanya malas.
Hansel yang melihat interaksi antara asisten dan tuannya hanya tersenyum geli. Sedangkan Angel hanya menggelengkan kan kepalanya tak habis pikir.
"Ternyata, kalian masih sama saja. " kekeh Angel.
Hening...
Beberapa saat ruangan itu mendadak hening sejenak, hingga suara Daniel memecah keheningan.
"Baiklah kalau begitu, Hansel... selamat datang di keluarga Alexander. " kata Daniel sambil mengulurkan tangannya, Hansel pun tanpa ragu menyambut uluran tangan Daniel. Namun tiba-tiba Daniel menarik tubuh Hansel, lalu memeluknya.
"Welcome in our family. " bisiknya
Hansel yang mendengar itu, tanpa sadar meneteskan air matanya.
"Terimakasih." ucapnya kemudian.
Lalu disusul Peter yang ikut memeluk Hansel. "Jangan mudah mengeluarkan air mata, karena kenyataan di luar sana sangat keras. Terutama saat kita bekerja di bawah naungan DnA corp. Kau harus bermental baja. " kata Peter menasehati.
"Baiklah mohon bantuannya. " kata Hansel melepas pelukannya dan membungkukkan badan kepada Daniel dan Peter sebagai tanda hormat.
"Sudah tak perlu sungkan. Disini kita adalah saudara. Sesuai pesan daddy, kami akan menganggap mu saudara kami sendiri. " ucap Daniel.
Angel yang melihat suami dan asistennya bisa akur akhirnya bisa tersenyum bahagia.
"Sudah ya, perkenalannya. Sekarang ayo kita sarapan. Aku sudah sangat lapar ini. Nanti kita lanjutkan lagi ngobrolnya. " Kata Angel membubarkan reuni mereka.
Mereka pun menuruti apa kata tuan putri mereka, dan mulai beranjak menuju Meja makan untuk sarapan.
Bersambung...
__ADS_1