
Keesokan harinya Angel sudah terbangun di pagi buta dan sudah membersihkan diri juga. Dia sudah bersiap menyambut pagi dan melihat keindahan Sunrise.
Melihat kearah suaminya dia berdecak.
"Ck... sudah dibangunkan dari tadi juga kenapa tidak bangun-bangun. Sebenarnya siapa yang kelelahan di sini. " gumam Angel sambil memijit pelipisnya.
"Daniel... sayang... ayo bangun. Kau sudah berjanji padaku akan melihat matahari terbit hari ini. " teriak Angel sambil mengguncang tubuh Daniel yang masih asik terbuai mimpi.
"Ini masih pagi... sayang.. " gumam Daniel masih memejamkan mata.
"Justru karena masih pagi, kita harus bangun
Kita harus sudah ada di pantai sebelum mataharinya keluar.. " kesal Angel.
Daniel masih tak bergeming.
"Baiklah kalau kau tidak mau bangun, aku mau kepantai sendiri. Dan jangan harap ada jatah untuk malam ini. " Kata Angel sambil menghentakkan kakinya dan ingin beranjak keluar.
Seketika mata Daniel membola mendengar ucapan Angel. Dia segera bangun dan memegang tangan Angel agar tidak pergi.
"Tunggu sebentar. Jangn pergi dulu aku akan bersiap. Kau akan cuci muka dan menggosok gigi saja biar tidak terlalu lama. Okey... sabar ya..? Kata Daniel memelas.
Angel hanya bergeming, karena sudah merasa sangat kesal.
Daniel segera bergegas kekamar mandi untuk mencuci muka dan gosok gigi saja seperti katanya tadi. Lalu keluar setelah selesai. Dia melihat Angel duduk diatas sofa sambil mengotak-atik ponselnya.
"Ayo... " ajak Daniel, mendekat kearah Angel dan mengulurkan tangannya dihadapan Angel.
Angel yang mendapat uluran tangan Daniel tersenyum dan menerima ukuran tangannya.
"Sudah ya, jangan marah lagi. Maafkan aku. " ujar Daniel.
Angel mengangguk dan akhirnya mereka berjalan kaki menuju pantai untuk menikmati udara pantai sekaligus menyambut matahari terbit.
Sesampainya di tepi pantai, Angel berlari-lari kecil seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Ia merasa bahagia menghirup udara pantai yang menyegarkan. Daniel ya melihat tingkah Angel hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Lalu dia ikut berlari untuk menangkap nya.
"Hap... " Daniel berhasil menangkap Angel dan memeluknya dari belakang.
"Apa kau bahagia? " tanya Daniel berbisik sambil memeluk Angel dari belakang.
"Aku bahagia... sangat bahagia... " kata Angel dengan tersenyum lebar .
"Apa kau bahagia menikah denganku? " Tanya Daniel lagi..
Angel mengangguk, dan berbalik menghadap Daniel lalu berkata. "Aku bahagia... sangat... sangat.. bahagia. Karena aku menikah dengan orang yang aku cintai sejak kecil sampai sekarang, aku tetap mencintaimu hanya kamu seorang. " Angel mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
"Terimakasih karena kau sudah mencintaiku. Aku sangat bahagia,bersamamu dan bisa memilikimu seutuhnya. " ungkap Daniel dalam pelukan Angel.
Mereka saling berpelukan di pagi yang indah itu, Lalu memandang ke lepas pantai, terlihat sang surya sudah mulai memancarkan sinarnya. Sinar keemasan yang memantulkan cahayanya di laut lepas. Menambah keindahan suasana pagi itu.
Mereka berdua terhanyut dalam suasana pagi itu, dengan keindahannya dan segala Keromantisan yang mereka ciptakan.
"Ada yang ingin kutunjukkan padamu. " kata Angel melepas keheningan.
"Apa? "
Lalu Angel melepaskan pelukannya. Dia mengajak Daniel berjalan maju lebih dekat dengan bibir pantai. Lalu dia menggerakkan tangannya kedepan bergerak dari kanan ke kiri, seketika air laut bergerak naik seperti air pancuran yang mengikuti arah gerakan tangan Angel. Membuat suasana di pantai itu menjadi sangat indah. Angel bak pengendali air dalam film Avatar, yang memainkan air sesuka hatinya.
Daniel yang melihat itu, berdecak kagum. Tidak menyangka Angel bisa melakukan hal itu.
"Wah... hebat sekali... " kagumnya.
Lalu Angel menghentikan aksinya setelah merasa mereka basah kuyup. Untung mereka memilih suasana pantai yang sepi sehingga tidak ada yang tahu Angel menunjukkan kemampuannya. Namun mereka salah, ternyata ada dua pasang bola mata yang melihat mereka berdua. Dan ikut menikmati pertunjukkan yang disajikan Angel.
Mereka berdua melongo melihat kehebatan sang princess.
"Aku tidak menyangka. " gumam Peter sambil melongo
"Aku juga.. " sahut Hansel
Ya... mereka adalah Peter dan Hansel sang asisten yang sejak pagi sudah mengikuti kemana tuannya pergi. Namun mereka mengambil jarak aman agar tidak mengganggu keromantisan tuannya. Mereka juga mengambil potret keromantisan tuan dan nonanya, Namun hal tak terduga ikut mereka saksikan.
Setelah puas bermain di pantai, mereka kembali ke penginapan untuk membersihkan diri. Lalu bersiap untuk sarapan dan kembali ke mansion.
Daniel menghubungi Peter agar mereservasi tempat untuk sarapan dan bertemu disana untuk sarapan.
Mereka sarapan dalam diam, dengan pemikiran masing-masing. Angel yang tidak suka keheningan mulai membuka suara.
"Apa semalam kalian berdua tidur nyenyak? "
Peter dan Hansel hanya mengangguk.
Bukan ini jawaban yang Angel inginkan. Akhirnya karena penasaran, Angel memegang tangan mereka berdua. Lalu memejamkan mata, untuk melihat apa yang mereka pikirkan. Peter, dan Hansel yang melihat tangan mereka dipegang nonanya merasa canggung, sedangkan Daniel yang melihat itu sontak melolot merasa tidak terima.
"Angel apa yang kau lakukan. " tanya Daniel dengan emosi.
Tak berapa lama, tangan mereka pun Angel lepas.
"Oohhh... jadi itu alasannya. " Angel mengangguk_ anggukkan kepalanya. "Jadi kalian sudah tau? "
Mereka bertiga berpandangan, tak mengerti.
__ADS_1
"Apan maksudmu? " tanya Daniel kemudian
"Tadi pagi bukanlah kalian sudah melihat semuanya? " kata Angel lagi.
Sontak Peter dan Hansel langsung tersedak.
Daniel yang tidak mengerti merasa bingung.
"Bisa jelaskan padaku? " tanya Daniel.
Peter dan Hansel menunduk.
"Mereka tau apa yang kulakukan tadi pagi di pantai. " kata Angel santai. "Aku memegang tangan mereka karena aku ingin tau apa yang sedang mereka berdua pikirkan. "
Daniel yang mendengarnya sontak ikut tersedak.
"Bagaimana bisa? "
"Tadi sebenarnya kami juga ingin melihat sunrise. tapi kami justru melihat kalian berdua keluar dari kamar. Jadi kami mengikuti kalian, dengan jarak yang cukup jauh. Kami Takut kalau ada yang mengganggu kalian." jelas Hansel.
"Kami juga mengambil beberapa foto kalian yang romantis. " sahut Peter tak mau kalah sambil memperlihatkan foto kedua tuannya.
Angel lalu mengambil Handphone Peter lalu melihat foto yang di ambil Peter. Dia tersenyum dan memperlihatkannya kepada Daniel.
"Sampai pada kejadian itu, kami terkejut. Tidak menduga nona memiliki kekuatan yang luar biasa itu. " lanjut Hansel.
Angel mengangguk... "Ya sudah tidak apa-apa kalau kalian sudah tau semuanya.Tapi aku harap kalian bisa merahasiakannya. "
Peter dan Hansel mengangguk sambil mengarahkan tangannya ke depan mulut. tanda tutup mulut.
Daniel yang sedang asik dengan ponsel Peter hanya tersenyum senyum tidak jelas, sambil mengirimkan beberapa foto ke ponselnya.
"Kau kenapa? " tanya Peter kepada Daniel.
"Tidak apa-apa, ini ponselmu ku kembalikan. " kata Daniel dengan santainya sambil mengembalikan ponsel Peter.
"Aneh."
Daniel menanggapi gerutuan Peter dengan cuek.
"Setelah ini kita pulang. Ada sesuatu yang harus kita bahas tentang beberapa surat kontrak kerjasama yang kutemukan kemarin. " kata Angel.
Peter dan Hansel saling berpandangan, lalu menggedikkan bahu mereka tanda tidak mengerti.
"Nanti sampai dirumah akan aku jelaskan. " lanjut Daniel.
__ADS_1
Akhirnya setelah selesai sarapan mereka beranjak dari resto dan pulang ke mansion alexander.
Didalam mobil hanya tercipta keheningan, diantara mereka enggan ada yang bersuara. Mereka larut dalam pikiran mereka masing-masing. Hanya Daniel yang terus menggenggam erat tangan Angel. Dia enggan melepaskan genggaman tangannya itu. Karena disitulah letak kenyamanannya berada.