AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 23 Perpisahan


__ADS_3

Malam hari pukul 21.00


Alex dan keluarga menuju bandara XX ditemani Peter dan Brian. Seperti yang sudah kita ketahui kalau Mom Vely akan membawa Angel ke suatu tempat untuk melatih pengendalian diri dan menyempurnakan kekuatannya. Jadi disinilah mereka berada.


Daddy Alex akan mengantar mom Vely dan Angel sampai tempat tujuan. Sedangkan Daniel akan tetap tinggal bersama Peter dan Brian..


"Sudah saatnya kita berangkat. " ujar mom Vely.


Daniel menggenggam erat tangan Angel seolah-olah enggan untuk melepaskan. Angel yang mengerti itu, lalu berhambur memeluk Daniel erat.


"Saat aku pergi, jangan pernah lupakan aku, jangan nakal, jaga dirimu baik-baik, dan jangan sampai sakit. Kalau kau sakit tidak ada aku disisimu yang akan menjagamu. " bisik Angel dalam pelukan Daniel.


Daniel hanya menghela nafas panjang. "Kau juga Hati-hati disana. Jaga dirimu baik-baik. Kalau kau kesakitan ingatlah kebersamaan kita, canda tawa kita. Mungkin itu bisa mengobati rasa sakitmu. Aku akan menjaga hatiku untukmu. " ungkap Daniel. "Aku sangat menyayangi mu Angel, my Queen. "


Angel yang mendengar ungkapan Daniel menagis terisak.


"Sayang... sudah.. sudah waktunya kita berangkat. " kata mom Vely melepaskan pelukan mereka. "Hati-hati dirumah ya Daniel sayang. Nanti akan tiba waktunya, Angel akan kembali padamu. Sekarang biarkan kami pergi dulu" lanjutnya lagi.


Disisi lain Daddy Alex berbicara dengan Peter dan Brian.


"Pet, aku titipkan Daniel padamu. Tolong temani dia selama kami pergi. Tidur lah di mansion untuk menemaninya, agar dia tidak kesepian. " Kata Daddy Alex.


"Baik paman, paman jangan khawatir aku akan menjaga Daniel dengan baik. Paman tenang disana. " kata Peter.


"Baguslah kalo begitu. Brian Aku titipkan Daniel dan perusahaan padamu. bimbinglah dia agar menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana. " kata Alex kepada Brian.


"Tentu tuan serahkan semua kepada kami.Hati-hati disana tuan. " kata Brian


"Iya, ku akan kembali lebih dulu untuk memantau keadaan Daniel, jika istri dan anakku sudah berhasil menemukan tempat yang sempurna. " kata Daddy Alex kemudian lalu beranjak menuju anak istrinya.


Setelah berhadapan dengan Daniel, Daddy langsung memeluk Daniel, "bersabarlah ini hanya sementara. Setelah itu tidak akan ada yang akan memisahkan kalian lagi. Percayalah... Angel akan selalu ada di sisimu selamanya. " ujar Daddy Alex sambil memeluk anak laki-laki nya itu.


"Iya dad... " kata Daniel sedikit terisak.


" Ya sudah, kami pergi dulu. Jaga dirimu baik-baik ya? " pamit mom dan daddy.


Angel dan Daniel saling terisak,enggan melepaskan genggaman tangan mereka. Setelah tangan mereka terlepas, Daniel manatap nanar kepergian cintanya dengan lelehan air mata yang mengalir di pipinya. Seolah enggan untuk berhenti.


Peter yang melihat itu, langsung mendekat kearah Daniel dan merangkulnya dari samping.


"Sudah bersabarlah... sekarang ayo kita pulang. Aku akan menemanimu.Apa aku saja yang menggaantikan Angel untuk tidur denganmu? " kata Peter menghibur Daniel.


"Kau ini, emang aku cowok apa'an. " kata Daniel kesal.


Brian yang melihat keakraban Anak dan tuan mudanya merasa bahagia.


"Ayo anak-anak kita pulang. " ajaknya.


Dengan langkah gontai Daniel mengikuti Brian untuk pulang, namun Peter selalu mengganggunya. Hanya sekedar menghibur agar Peter tidak sedih lagi.


Diluar bandara, Daniel melihat terbangnya pesawat yang membawa cintanya.


"Selamat jalan Cintaku, jaga dirimu baik-baik disana. Aku akan menjaga cintaku disini." gumamnya dalam hati.


🏡🏡🏡🏡

__ADS_1


Mansion Alexander.


Sesampainya dirumah, Daniel hendak beranjak ke kamarnya. Namun panggilan yang menggangu itu membuat nya kesal.


"Hai bro, aku tidur dimana... Aku sudah membawa pakaian ku ini. " kata Peter dengan menunjukkan koper besarnya.


"Terserah kau mau tidur dimana, pilih saja kamar yang kau sukai. Aku sudah lelah aku mau tidur dulu. "


"Hei... "


"Bibi Aaaannn... " teriak Daniel.


"iya tuan muda. " bibi An datang dengan tergopoh-gopoh.


"Antarkan Peter mencari kamar yang dia sukai. Aku sudah mengantuk. Pet, kita bicara lagi besok aku sudah sangat lelah dengan pikiranku saat ini. " kata Daniel.


"Baiklah... baiklah. aku akan minta bantuan bibi An saja. Kau pergilah istirahat. Besok kita ke kantor. " kata Peter sedikit kesal.


Daniel hanya mengembuskan nafas kasar. Lalu beranjak ke kamar, bukan kamarnya melainkan masuk ke kamar Angel. Setelah masuk ke kamar Angel, dia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Dihirupnya udara dalam-dalam untuk merasakan kehadiran Angel. Dilihatnya boneka besar yang pernah dia belikan waktu itu, Daniel menyunggingkan kan senyumnya lalu melangkah mendekati ranjang. Di ambilnya boneka itu, lalu di peluknya erat.


"Angel... my Queen, aku merindukanmu padahal kita baru saja berpisah. " desisnya.


Lalu dia merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan mulai memejamkan mata untuk mengistirahatkan hatinya yang lelah sambil memeluk boneka besar itu.


Pagi harinya,


Daniel terbangun dari tidurnya. Dia tersenyum saat menyadari kalau saat ini dia tertidur dikamar Angel. Lalu beranjak ke kamarnya untuk membersihkan diri.


"Sepertinya aku akan membuat pintu doraemon disana, agar kamar ini bisa terhubung dengan kamar Queen. " pikirnya sambil menyunggingkan senyumnya.


Setelah bersiap dia menuju ruang makan, di sana sudah ada Peter yang sedang menunggunya.


ucap Peter sambil berdiri dan membungkukkan tubuhnya.


"Kau ini apa-apaan hah... "


"Mulai hari ini kau akan menjadi asisten pribadimu. "


"Asisten kalau di tempat kerja, ini masih dirumah. Bersikaplah seperti biasanya. Jangan membuat suasana menjadi canggung. " kata Daniel ketus.


"Baiklah bro... " kata Peter, mengindahkan sopan santun nya.


"Ck... kau ini. " Daniel berdecak kesal melihat tingkah asisten sekaligus sahabatnya itu.


Peter hanya nyengir bodoh.


Setelah selesai sarapan, merekapun berangkat menuju kantor.


"Pet, tolong nanti kita parkir di basement perusahaan, aku akan menggunakan lift daribasement saja t. Aku tidak mau menjadi pusat perhatian, wanita-wanita itu. " ketus Daniel


"Baik tuan muda. " jawab Peter formal.


Sesampainya di perusahaan, sesuai instruksi Daniel tadi mereka parkir di basement, dan langsung menuju lantai CEO berada.


Daniel yang berjalan didepan memancarkan aura dingin tak tersentuh. Peter yang melihatnya bergidik ngeri melihat perubahan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kenapa jadi begini? kemana Daniel yang kukenal dulu? " gumamnya dalam hati. Lalu diA mencoba memberanikan diri untuk bertanya.


"Are you oke? " tanyanya setelah sampai di kantor CEO.


'Why..? "


"Wajah dan sikapmu menyeramkan Niel. Tidak seperti biasanya. " ungkap Petet.


"Mulai saat ini seperti inilah aku, tak tersentuh, dan akan menutup pintu hatiku. Jika dia kembali mungkin dialah yang akan membuka nya. " kata Daniel.


"Baiklah - baiklah terserah padamu. " kata peter. "Dasar bucin" gumamnya.


"Pet... aku mendengarnya. "


"Ups.... sorry... " kata Peter sambil menutup mulutnya.


"Kembalilah keruangan mu. Aku akan memanggilmu jika membutuhkanmu nanti. "


"Baik tuan muda. " Peter membungkuk lalu mengundurkan diri keluar dari ruangan atasan sekaligus sahabatnya itu.


"Dasar Peter. " gumam Daniel.


"Ternyata banyak juga yang harus ku kerjakan, aku mulai dari mana ya? " pikirnya. Lalu mengerjakan satu persatu berkas-berkas yang menggunung di mejanya.


tok... tok.. tok...


pintu ruangan di ketuk.


"masuk"


Masuklah seorang wanita cantik bertubuh seksi mendekat kemeja CEO. Daniel yang sedang fokus pada pekerjaannya tidak menyadari kalau ada seseorang yang berjalan mendekat.


Lalu wanita itu berhenti tepat di depan meja CEO.


"maaf tuan saya mau mengantarkan berkas. " kata wanita tadi lemah lembut.


Daniel langsung mendongak melihat siapa yang ada di hadapannya.


"Ck... " dia berdecak kesal., lalu mengambil telpon untuk menghubungi seseorang.


"Datanglah ke kantorku. sekarang. " bentaknya


"Iya... iya tunggu sebentar tuan muda, " jawab orang diseberang telpon. "Ada apa sih dia. " gumamnya lalu beranjak ke ruangan CEO.


"Ada apa tuan muda memanggil saya, " kata Peter langsung menerobos masuk ke ruangan CEO tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


"Kau ini... usir wanita ini dari ruangan ku. aku tidak mau ada wanita manapun masuk ke ruangan ku. oke. " kata Daniel menjelaskan.


"Ba... Baik tuan muda. "


"Satu lagi, pindahkan semua pegawai wanita di lantai ini dengan pegawai laki-laki semua. " lanjutnya.


"Baik tuan muda. . " kata Peter sambil menyeret pegawai perempuan itu.


Pegawai itupun hanya menatap nyalang tak mengerti dengan sikap atasan barunya itu.

__ADS_1


Aku tak kan membiarkan sekecil apapun peluang bagi wanita yang ingin masuk ke dalam hidupku. sekecil apapun, tidak akan pernah Angel. " ungkapnya sambil melihat pemandangan kota dari balik kaca besar di belakang meja kerjanya.


Bersambung...


__ADS_2