AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 46 Uncle Brian


__ADS_3

"Sejak kapan kau merencanakan semua ini. " tanya Daniel yang masih belum bisa percaya dengan apa yang dia lihat barusan.


Angel bergeming, dan membawa Daniel pergi dari ballroom perusahaan.


"Nanti aku jelaskan, sekarang kita pergi dulu dari sini. Kita makan di ruangan apa di luar? " tanya Angel dengan sangat manis, karena tau suaminya itu masih shock dengan apa yang terjadi.


"Di ruangan kita saja. " kata Daniel pasrah.


Angel lalu memanggil Hansel untuk menyiapkan makan siang mereka. Hansel dengan patuh, mengerjakan tugas yang diperintahkan nonanya itu. Sedangkan Peter ditugaskan untuk membereskan masalah di kantor polisi.


Sesampainya di ruangan CEO Daniel langsung menjatuhkan tubuhnya dikursi panjang. Sambil memijit pelipisnya.


"Tolong jelaskan padaku tentang semuanya. Kenapa kau bisa bergerak secepat ini Queen. " Daniel meminta penjelasan.


Angel duduk di samping Daniel dan menggenggam tangannya erat.


"Akan aku jelaskan. "


"Sejak pertama kali aku memasuki perusahaan ini aku merasa ada yang tidak beres disini. Aku bisa melihat dari tatapan beberapa orang yang mengganggu pikiranku. Lalu aku mencoba mendekati mereka. Saat mereka lengah aku mencuri informasi dengan tanganku ini. " jelas Angel sambil menunjukkan tangannya.


"Maksudmu."


"Sangat mudah bagiku untuk membaca pikiran orang dengan situasinya. Hanya dengan Melihat tatapan yang berbeda dari mereka, lalu kupegang tangannya atau pundaknya atau bagian tubuh lainnya. Disitu semua informasi bisa ku dapat. Lalu aku menyuruh Hansel untuk menyelidikinya. " jelas Angel panjang lebar. "And you can see... semua berjalan sesuai rencana."


"Ya.... aku hanya bekerja dengan Hansel. Hansel adalah orang yang cekatan, dia juga petarung hebat. dan satu yang harus kau ketahui. Hansel adalah seorang psikopat. " terang Angel.


"Benarkah? " tanya Daniel tak percaya.


Angel hanya mengangguk.


"Aku tau, saat pertama kali melihatnya. Dia dikeroyok beberapa orang bertubuh besar. Hansel mampu melawan mereka, namun saat melihat lawannya mengeluarkan darah. Dia akan kehilangan akal sehatnya. Dia akan terus memukuli lawannya hingga sekarat, tanpa menghiraukan sekelilingnya. Dia lupa, kalau masih banyak lawan yang harus dia selesaikan. Akhirnya dia pun terkapar karena di keroyok lawannya yang lain. Itulah kelemahan nya. Melihat darah. " jelas Angel panjang lebar.


Daniel mendengarkan cerita Angel dengan seksama. Karena selama ini dia masih tidak begitu mengenal Hansel.


"Apa yang menyebabkannya takut darah? " tanya Daniel


"Dia melihat kedua orang tuanya di aniaya tanpa ampun di depan matanya, saat dia masih kecil. Karena itulah dia jadi berubah kalau melihat perkelahian ataupun pertarungan didepannya bila sampai lawannya mengeluarkan darah" terangnya.


"Sekarang aku mengerti. " kata Daniel. "Sepertinya dia masih trauma dengan masa lalunya. "


"Iya, aku ingin mengatur jadwalnya ke psikolog untuk menyembuhkan trauma nya itu. "

__ADS_1


Daniel hanya mengangguk.


"Lalu siapa orang di balik Dion yang kau katakan tadi. Yang membantu Dion untuk menghianati perusahaan? " Tanya Daniel kembali ke topik semula.


"Ellmund.. "


"Apa.. " teriak Daniel.


"Raymond ada dibalik semua kekacauan ini. Dia yang menghasut Dion untuk berpaling dari perusahaan dan melawan kita."


"Raymond... Lagi-lagi dia. " Daniel mengetatkan rahangnya.


"Ya.. dia adalah dalang dibalik kekacauan DnA." Angel mencoba menjelaskan. "Aku sudah menghubungi beberapa perusahaan yang ikut terkena tipu muslihat Raymond, dengan perjanjian omong kosong itu. Mereka juga akan melaporkan Raymond ke jalur hukum, jika kita mau bekerjasama dengan mereka untuk menghancurkan Raymond. " terangnya.


"Bagaimana kau bisa berpikir cepat? "


"Sebenarnya aku punya kartu As yang membantuku, dan kau tidak akan percaya. " kekeh Angel dengan kekonyolan nya.


"Siapa... katakan. "


"Uncle Brian. hahahaha.... " Angel tertawa terbahak-bahak.


"Sebenarnya saat kau bilang tidak mempercayai Peter karena takut uncle Brian melapor ke daddy itu, dalam hati aku tertawa lebar. "


"Maksudmu...." Daniel tak mengerti.


"Sebenarnya Daddy pernah berpesan kepada uncle Brian, jika kau ingin balas dendam. Maka Uncle Brian harus membantumu. Karena semua bukti kejahatan Raymond dari dulu ada di tangan uncle Brian. " kekeh Angel sambil menutup mulutnya.


"Jadi... "


"Aku yang mengatakan kepada uncle Brian kalau kau ingin membalas dendam kepada Raymond. "


"Ah, sial... ternyata selama ini aku dikerjai kalian semua.. " kesal Daniel sambil mencebikkan bibirnya.


"Sayang.... ayolah jangan cemberut seperti itu, atau aku akan memakan bibirmu itu. " goda Angel yang merasa gemas kepada suaminya itu.


Daniel masih merajuk, karena merasa di kerjai selama ini dan tidak tau apa-apa.


"Aku tidak bermaksud lain. aku hanya ingin membantumu, karena itu aku butuh bantuan uncle Brian. Uncle Brian sudah bergerak cepat sejak aku meminta tolong kepadanya. Bahkan semua kejahatan Raymond sudah ada di tangan kita saat ini. Jika kau menginginkan Raymond masuk penjara saat ini, kita bisa langsung menjebloskan nya ke penjara sekarang juga. " terang Angel.


Daniel membeku. Dia masih tidak percaya ternyata Daddy sudah menyiapkan semuanya untuknya.

__ADS_1


"Dady tidak membalas dendam kepada Raymon dengan cara kejam karena dilarang oleh mommy, dan daddy ingin keturunannya lah yang mengambil keputusan apa yang sebaiknya di lakukan untuk pembunuh sahabatnya sekaligus orang tuamu. "


Daniel masih diam, dia memjamkan matanya beberapa saat. "Aku akan membalas dendam kedua orangtua ku. Bagaimanapun caranya dia harus membusuk didalam penjara, atau di hukum mati. " gumam Daniel yang masih bisa di dengar Angel.


"Baiklah kita akan melakukannya secara perlahan tanpa mereka duga. Awalnya kita sudah menghukum tikus- tikus perusahaan. Sekarang target kita adalah Ellmund. " ujar Angel dengan senyum devilnya.


"Kau benar... Kita akan bergerak tanpa mereka duga. Kita akan memberi kejutan untuk Raymond."


🪨🪨🪨🪨🪨🪨🪨🪨🪨


Ditempat lain


Raymond yang sedang bertemu dengan Simon dikejutkan dengan kedatangan asistennya Tomy yang melaporkan bahwa Dion dan para pengikutnya sudah diringkus pihak kepolisian.


"Siaal... bagaimana ini bisa terjadi. " geram Raymond


"Kenapa? " tanya Simon santai.


"Aku sudah berhasil meracuni pikiran Dion selama ini agar mau membelot dari Alexander. Tapi dalam sekejap semuanya hancur, karena CEO baru mereka. "


"Maksudmu, anak tunggal Alex. Gadis cantik itu mengalahkanmu dengan mudah. " Simon tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan sahabatnya itu.


"Diam kau. "


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, mengumpankan anakmu sudah gagal, menghasut orang kepercayaan Alex berhasil tapi pada akhirnya gagal juga. Lalu apa lagi. "


"Haaah... " Raymond menghembuskan nafas kasar. "Entahlah, aku tidak tau. Aku ingin menguasai DnA dengan berbagai cara tapi ternyata semua gagal. "


"Berhati-hatilah, kemungkinan mereka sudah mencium keterlibatanmu dengan semua kasus ini. Mungkin kau target selanjutnya. " Simon mengingatkan.


"Tidak mungkin, karena aku bermain cantik sehingga mereka tidak mungkin mencurigai ku. Aku dan mereka bertemu sesekali, itupun karena sedang mengadakan rapat. Dan disanalah aku memulai rencanaku, menghasut mereka. " kata Raymond percaya diri. "Namun ternyata rencanaku gagal total. Sial... "


"Aku hanya mengingat kamu, Berhati-hatilah dengan kedua pemimpin DNA. Aku rasa mereka bukan anak sembarangan. Apalagi gadis cantik itu. Ingatlah, mereka dididik langsung oleh Alex. Jadi kemungkinan sekecil apapun bisa terjadi. " ujar Simon menasehati.


Mendengar nasehat dari sahabatnya itu Raymond membeku. Dia lupa, siapa Alex. Pemimpin berdarah dingin yang mampu mendirikan perusahaan di usianya yang masih sangat muda.


"Aku pergi dulu... dan berhati-hatilah. Itu pesanku." Mata Simon berpamitan dan meninggalkan ruangan Raymond.


Sedangkan Raymond tidak menghiraukan kepergian Simon, dia masih bergelut dengan pemikirannya sendiri.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2