AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 18 Kabar Duka dan Kelahiran


__ADS_3

Di rumah sakit


Alex segera berlari menuju UGD,untuk melihat keadaan Daniel dan Cecilia. Namun langkahnya terhenti saat mengingat kalau istrinya sedang hamil besar. Lalu dia menengok kebelakang, dan melihat istrinya berjalan tergopoh-gopoh dengan membawa perut besarnya.


Akhirnya dia kembali dan menggandeng tangan istrinya. Bertanya kepada suster dimana pasien yang bernama Daniel, yang baru saja mengalami kecelakaan. Suster itu lalu menunjukkan ruangan yang terdapat banyak dokter berlalu lalang.


"Bagaimana keadaan sahabat saya dok?" tanya Alex kepada dokter yang merawat Daniel.


"Keadaan tuan Daniel kritis karena kecelakaan itu sangat parah. Istrinya juga kritis. Bayi yang ada di kandungan nya harus segera diselamatkan. Kalau tidak ibu dan bayinya tidak bisa tertolong. " kata dokter menjelaskan.


Lovely yang mendengar penjelasan dokter langsung menangis histeris. Alex segera memeluknya untuk menenangkan.


"Lakukan yang terbaik untuk kedua sahabatku dokter. "


Dokter mengangguk lalu segera beranjak meninggalkan mereka berdua.


"Dokter... " panggil vely


"Bolehkah aku menemui Cecilia sebelum dia dioperasi. Aku ingin melihatnya sebentar saja." tanya lovely


"Baiklah nyonya." kata dokter


Tak lama Brian datang dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Bagaimana ini bisa terjadi tuan. "


"Aku tidak tau. "


Semua terdiam dengan pikiran masing-masing.


"Nona Lovely... " panggil seorang perawat


"Iya saya... " kat Lovely.


"Nyonya Cecilia ingin bertemu dengan anda. " kat la perawat.


Lovely masuk ke dalam ruangan mengikuti perawat.


Didalam ruang rawat. Lovely membekap mulutnya, merasa tak percaya dengan apa yang dia lihat. Lalu dia mendekat ke ranjang Cecilia, dia menangis histeris melihat keadaan sahabatnya itu.


Cecilia yang masih punya sedikit kesadaran, menggenggam tangan Lovely,


"Jika terjadi sesuatu padaku dan suamiku. Tolong selamatkan anakku, jaga dia seperti anakmu sendiri. " pesannya.


"Diamlah tidak akan terjadi apapun dengan mu dan Daniel. Kalian akan baik-baik saja percayalah. " Vely meyakinkan.


"Aku titipkan anakku padamu Vel...? " Kata Cecilia dengan tenaga yang masih tersisa.


Lovely begeming, dia hanya terisak. melihat keadaan sahabat satu-satunya itu.


Lalu dokter masuk dan membawa brankar Cecilia keruang operasi.


Alex masuk menemui istrinya yang masih terisak sendirian di ruangan itu.


"Cecilia... Cecilia..." panggilnya lirih.


"Sudah ayo... kita juga harus melihat keadaan Daniel" kata Alex.


Lalu membawa Lovely keluar.


"Brian, tolong kau berjaga di ruang operasi. Aku akan melihat keadaan Daniel dulu. Kalau ada apa-apa segera kabari aku. "


"Baik tuan. "


Di ruangan Daniel,


"Apa anda tuan Alex. " tanya seorang dokter.


"Iya dok, saya Alex. Ada apa? Bagaimana keadaan Daniel? " tanya Alex tak sabar.


"Tuan Daniel sedikit siuman. Tp kondisinya masih tidak stabil, dia memanggil-manggil nama anda. "


"Izinkan saya masuk dok. "

__ADS_1


"Masuklah tuan. "


Alex masuk dengan langkah gontai menemui sahabat nya.


Daniel yang melihat Alex memaksakan senyumannya.


Alex mendekat lalu menggenggam tangan Daniel, dia tak kuasa menahan air mata yang dengan lancang nya keluar.


"Lex... aku titipkan perusahaan ku padamu, sesuai perjanjian kita dulu. " katanya dengan terbata-bata.


"Diamlah, kau akan baik-baik saja"


Daniel menggeleng pelan.


"Jika anak dan istriku selamat, tolong jaga mereka untukku, Lex. " kata Daniel kemudian.


Alex tak kuasa lalu menghambur memeluk tubuh sahabatnya yang penuh dengan luka itu.


"Jangan pergi... jangan tinggalkan aku niel. Hanya kau satu-satunya keluarga yang kumiliki. " tangis Alex dalam pelukan Daniel.


"Kau yang terbaik Lex... " Kata-kata terakhir Daniel yang terdengar sebelum dia menghembuskan nafas terakhirnya.


"Daniel... Daniel... bangun... jangan bercanda brengsek... ayo bangun... "Alex mengguncang-guncang tubuh Daniel untuk membangunkan sahabatnya itu.


Lalu beberapa perawat dan dokter masuk mendengar teriakan histeris Alex kemudian melepaskan pelukan Alex dari tubuh Daniel yang sudah tidak bernyawa itu.


Dokter memeriksanya, lalu menggeleng.


"Pasien dengan nama Daniel Abraham meninggal dunia pada pukul 21.30.


Tubuh Alex luruh seketika. Lovely yang melihat kejadian itu dari luar ruangan membekap mulutnya untuk menahan tangisnya. Lalu berjalan menuju Alex untuk menguatkannya.


" Mari tuan nyonya kita keluar, biarkan perawat melakukan tugasnya membersihkan jenazah tuan Daniel." kata seorang dokter.


Alex dan Lovely berjalan keluar dengan gontai.


Diluar ruangan Alex langsung memeluk Lovely, seolah membutuhkan kekuatan, karena kerapuhan nya kehilangan satu-satunya orang yang dia sayang, yang telah bersamanya sejak kecil. Yang sudah dianggap saudara sendiri.


Alex mengangguk, lalu berjalan dengan gontai menuju ruang operasi Cecilia.


Sesampainya di sana. Brian yang melihat wajah tak biasa tuannya bertanya-tanya. 'Apa yang terjadi? ' Llau menghampiri Alex.


"Tuan, nona... apa yang terjadi? Bagaimana keadaan tuan Daniel" tanya Brian penasaran.


Alex hanya menggeleng lemah.


Brian yang mendapat respon seperti itu, langsung terdiam mematung dengan pikirannya sendiri.


Tak lama pintu ruang operasi terbuka. Muncul seorang dokter dengan langkah gontai.


"Keluarga Nyonya Cecilia."


Mendengar panggilan, ketiga orang yang sedang bersedih itu mereka langsung menemui dokter.


"Bagaimana dokter? " tanya Vely.


"Maaf... " hanya satu kata itu yang terdengar dari mulut dokter, tapi sudah bisa mengartikan semuanya.


Alex tampak semakin frustasi. Mendengar kabar itu. Dua saudaranya harus pergi dalam waktu yang bersamaan.


Seketika Lovely teringat sesuatu.


"Bagaimana dengan bayinya dokter, apa dia selamat?" tanya Vely kemudian.


Alex dan Brian seketika berpandangan.


"Bersyukurlah putranya bisa kami selamatkan. Tapi ibunya tidak bisa kami selamatkan. Karena mengalami pendarahan hebat, akibat benturan saat kecelakaan. " kata dokter menjelaskan


Mereka merasa senang sekaligus sedih mendengar kabar itu. Senang karena bayi itu selamat, dan sedih karena dia sudah harus menjadi yatim piatu saat dia dilahirkan.


Tak lama terdengar rintihan kecil dari Lovely...


"Aduh... " rintihnya sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


Alex yang mendengar istrinya kesakitan jadi panik.


"Sayang apa yang terjadi... mana yang sakit? "


"Dokter... tolong istri saya... selamatkan istri saya."


"Tenangkan diri anda tuan. " kata Brian


"Bagaimana aku bisa tenang, aku baru saja kehilangan dua saudaraku. Sekarang istriku yang kesakitan. " Kata Alex frustasi.


Brian langsung terdiam tidak tau apa yang harus dia lakukan.


Lalu beberapa perawat mengangkat tubuh Lovely untuk di masukkan ke dalam ruang lain, untuk melakukan pemeriksaan darurat.


"Jangan menyentuhku lagi." Kata Lovely yang sudah bisa mengontrol kondisi tubuhnya. "Panggilkan suamiku saja. " lanjutnya.


Tak berapa lama Alex masuk dengan wajah paniknya.


"Apa yang terjadi? apa kau baik-saja? "


"Aku butuh privasi, apakah aku boleh meminjam tempat ini sebentar? " tanya Lovely kepada beberapa dokter yang ada di sana, tanpa mengindahkan kepanikan suaminya.


"Kalian tolong pergilah." kata Alex dingin.


Setelah mereka pergi, Lovely menyuruh Alex mengunci pintu dan menutup jendela rapat-rapat.


"Apa yang sebenarnya terjadi sayang? " tanya Alex yang sedikit khawatir.


"Princess akan segera lahir. "


"kalau begitu akan ku panggilkan dokter. "


"Lalu untuk apa kau mengusir mereka barusan. "


"Panik sayang... dalam sehari aku sudah kehilangan dua orang yang berharga dalam hidupku. Aku tidak mau kehilangan lagi. "


"Baiklah... tp aku tidak butuh dokter. "


"Kenapa?


" Apa kau lupa siapa aku? "


Alex hanya menggeleng.


Lovely lalu merebahkan tubuhnya setengah duduk di atas ranjang dan menyelimuti perutnya, Dibawah selimut dia mendorong perutnya dari bawah ke atas, Seolah-olah sedang mengambil sesuatu dari perutnya.Lalu di angkat tangannya, sudah ada bayi perempuan cantik disana. Wajahnya putih mulus dengan rambut putih keemasan.


Alex tertegun melihat kejadian barusan, istrinya melahirkan tanpa bantuan siapapun, tanpa jalan operasi ataupun jahitan. Tiba-tiba sudah muncul seorang bayi yang sangat cantik. Tanpa tangisan, karena mommy nya meminta dia untuk diam.


"Apa kau tidak ingin menggendongnya? dia putrimu... " tanya Vely yang melihat Alex hanya terdiam.


Alex tersadar lalu mendekat. Diambilnya bayi perempuan mungil itu dari tangan Vely. Lalu menggendongnya.


"Dia cantik sekali. " lirih Alex.


"Dia ingin segera lahir, saat mendengar tangisan beby nya Cecilia. Dia adalah jodoh putri kita kelak. " kata Lovely sendu..


"Ayo kita segera keluar dan membawa pulang kedua anak kita, lalu memakamkan jenazah saudara kita. " kata Lovely mengingatkan Alex.


Alex terdiam dan lagi - lagi dia meneteskan air matanya. Mengingat saudaranya yang telah pergi.


"Apa kau tidak Apa-apa, kau baru saja melahirkan sayang. " tanya Alex


"Aku sudah baik-baik saja. Aku bukan manusia biasa yang harus menunggu beberapa hari untuk pulih, aku hanya mengambil anak itu dari perutku dengan kekuatanku. Setelah itu semua sudah kembali seperti semula. " kata Vely sambil menepuk-nepuk perutnya yang sudah rata seperti sebelum hamil.


Alex yang melihat itu, tak habis pikir. Tapi itu sudah terjadi.


Akhirnya Alex, Lovely, Brian dan kedua anaknya pulang bersama jenazah Daniel dan Cecilia untuk segera dimakamkan. "


Flash back off.


Bersambung..


Terima Kasih sudah membaca.. 🙏💕

__ADS_1


__ADS_2