AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab. 52 Rencana


__ADS_3

Saat makan malam, keadaan terasa hening. Tidak ada satupun yang memulai obrolan. Hanya sendok dan garpu yang saling bedenting memcah keheningan. Entah kenapa, mereka semua sibuk dengan pemikirannya masing-masing.


Daniel yang sibuk dengan pemikiran mesumnya yang akan memakan Angel. Peter dengan pemikiran bagaimana caranya segera menangkap Raymond dan memiliki mobil mewah seperti milik Daniel dan Angel. Hansel juga sama dengan Peter bagaimana caranya segera menangkap Raymond.


Angel hanya senyum-senyum saja melihat keheningan itu. Karena dia tau apa yang sedang dipikirkan mereka bertiga.


Setelah selesai makan malam, mereka berkumpul di ruang tengah. Meski berkumpul mereka tetap dalam posisi sam yaitu diam.


"Ehm... " Angel berdehem untuk memecah keheningan. Sontak semua mata memandang ke arah Angel.


"Ada apa Queen? "


"Kalian semua kenapa? kenapa semua pada diam sih. "


Mereka bertiga pun akhirnya kalang kabur mendengar pertanyaan Angel.


"Tidak apa-apa. " jawab Daniel singkat.


"Princess, ada yang ingin aku tanyakan. " kata Peter serius.


"Apa? tanyakanlah. " kata Angel ketus.


"Soal yang tadi. Apa benar kau akan memberikan kami mobil seperti Venus, jika kami berhasil menjebloskan Raymond ke penjara. " Tanya Peter antusias dengan mata yang sudah berbinar.


"Aku mana pernah melanggar kata-kataku. kau akan memberikan kalian mobil yang sama seperti milikku dan Daniel kepada kalian jika kalian berhasil menjebloskan Raymond ke penjara dan... " Angel tidak meneruskan kalimatnya agar mereka penasaran.


"Dan....apa? " tanya Peter tidak sabar.


"Jebloskan Raymond ke penjara, akuisisi perusahaannya dan dia mendapatkan hukuman mati. " Kata Angel dengan senyum Devil nya.


Lagi-lagi Peter dibuat merinding dengan senyuman Angel yang seperti iblis itu. Apalagi dengan pernyataannya barusan.


"Jebloskan, akuisisi dan Hukuman mati. " Kata Angel lagi memastikan kepada ketiga orang disana.


Peter dan Hansel menelan ludahnya kasar.


"Bro... tugas kita sepertinya berat. " kata Peter kepada Hansel.


Hansel hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Aku kira hanya menjebloskannya ke penjara, princess. " Kata Peter tak percaya.


"Kalau hanya untuk menjebloskan nya ke penjara siapapun pasti bisa, bahkan pengusaha biasa bisa melakukannya. Jika mereka memiliki bukti kecurangan Raymond. " Tukas Angel santai.


Dnaiel yang sejak tadi hanya mendengarkan perdebatan mereka, mulai angkat bicara.

__ADS_1


"Disini aku yang punya dendam kenapa kalian yang repot. " dengus Daniel.


"Sayang... ingat kata mommy, kita tidak boleh balas dendam yang kejam kepada seseorang. Jadi kita minta tolong saja kepada mereka. Sekalian untuk melatih mereka bagaimana mengatur siasat untuk menghancurkan seseorang yang berbuat jahat/curang kepada kita. " Tukas Angel kepada Daniel yang masih dalam mode ngambek.


"Benar tuan, biar kami juga sekalian belajar. " ujar Hansel yang pendiam.


"Sepertinya kau juga menginginkan mobil itu Hans. " Decak Daniel.


Hansel hanya nyengir kuda.


"Sejak pertama kali menaiki mobil itu, rasanya luar biasa tuan. Aku juga ingin memiliki nya. Tapi nona bilang itu hanya ada dua di dunia. Jadi aku hanya bisa bermimpi, tuan. Tapi setelah nona memberikan tawaran ini mungkin mimpiku ini bisa jadi kenyataan, tuan. " ujar Hansel semangat.


Daniel hanya mendengus kasar.


"Memang kau bisa membuatnya, sayang? "


"Tentu saja karena desain mobil itu aku yang buat, jadi akulah yang tau semuanya tentang Venus. "


"Benarkah?" Mereka bertiga tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.


Angel mengangguk pasti.


"Jadi jika kalian ingin mobil itu aku akan memberikannya sebagai hadiah kerja keras kalian karena telah menghancurkan orang yang telah menghancurkan keluarga suamiku. Kami akan menikmati hasilnya saja. Karena dia sangat kotor untuk kami sentuh. " Ujar Angel yakin.


"Baiklah, kami akan mencobanya nona. Kami akan berusaha menghancurkan Raymond hingga dia tidak bisa bangkit lagi. " Hansel dengan semangat menggebunya.


"Baiklah, ayo. Kami istirahat dulu. Kalian teruskanlah. Selamat malam" ujar Daniel kepada kedua asistennya.


Daniel dan Angel menaiki tangga menuju kamar mereka.


Sesampainya di Kamar, Angel masuk ke kamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi. Setelah itu dia berganti pakain piyama, sekalian mengambilkan piyama untuk Daniel. Dilihatnya Daniel sudah berbaring di atas ranjang dengan bermain ponsel.


"Ganti pakaian dulu. "


Daniel mendongak dan melihat kalau Angel sudah berganti pakaian.


"Duduklah sini. " kata Daniel sambil menepuk tempat di sisi nya. "


Angel menurut lalu duduk disisi Daniel. "Ada apa?." tanyanya kemudian.


"Apa kau serius tentang misi itu dan hadiah nya? " Tanya Daniel masih tidak percaya, kalau Angel akan melakukan itu.


"Tentu saja. Aku sudah katakan tadi kalau aku benar-benar serius. " kata Angel memastikan. "Untuk Raymond aku akan menyuruh Peter dan Hansel untuk menghabisinya sampai tuntas. Sedangkan untuk Simon, itu akan jadi urusan kita untuk menghabisinya. " ujar Angel serius.


"Apa kau yakin dengan kemampuan mereka? " tanya Daniel lagi yang masih ragu.

__ADS_1


"Tentu saja, Peter adalah teman kita sejak kecil, dia juga anak uncle Brian, aku yakin Peter akan meminta bukti kejahatan Raymond kepada uncle Brian untuk menguatkan nya. Sehingga bisa menyeret Raymond ke dalam hukuman mati. Kalau Hansel,.... " Angel mengetuk-ngetuk dagunya tanda berpikir.


"Mungkin inilah saatnya untuk dia, menunjukkan padaku seperti apa kemampuannya. Karena dia adalah orang yang baru kita kenal. Dan kita harus bisa memepercayai kemampuannya. Karena daddy sendiri yang memilih dia untuk menjadi asisten ku, jadi mungkin ini saatnya untuk Hansel menunjukkan kemampuannya pada kita. " kata Angel memantapkan hatinya.


"Kau benar, kita harus mencoba mempercayai mereka berdua saat ini. Dan ini mungkin kesempatan kita mempercayai mereka. " Daniel menggenggam erat tangan Angel.


Ange yang mengerti apa yang diinginkan suaminya itu, langsung mendekatkan dirinya ke tubuh Daniel. Selanjutnya Angel langsung mengecup bibir Daniel. Dan tersenyum lebar.


"Kau semakin nakal ya. " gemas Daniel langsung memeluk Angel.


"Aku tau kau menginginkanku sejak tadi kita naik motor. "


Daniel terkejut, bagaimana bisa tau.


"Tak perlu terkejut, aku seharian tafi menggenggam tanganmu dan memeluk mu dari belakang. Sudah pasti aku tau apa yang kau pikirkan sayang. Apa kau lupa siapa aku? "


Daniel menepuk jidatnya keras. "Astaga, aku lupa. aku tidak berpikir sampai kesitu tadi. " Lalu tersenyum lebar. "Jadi apa boleh? "


Angel mengangguk. "Tentu saja, aku akan melayani mu suamiku. Sampai kau kelelahan. " Kekeh Angel.


Dan terjadilah malam panas antara sepasang suami istri itu. Mereka tidak jadi istirahat, karena keinginan Daniel yang sudah tidak bisa ditahan lagi sejak sore tadi.


Saat di kamar atas ada pergumulan panas, beda halnya dengan keadaan diruang kerja. Disana juga tercipta suasana panas antara Peter dan Hansel.


"Bagaimana cara kita menghancurkan Raymond? " tanya Peter kepada Hansel yang sedang duduk santai di kursi panjang.


"Aku sudah memberi kode kepada perusahaan yang telah dicurangi Raymond. Kita hanya tinggal memberi kode kepada mereka, maka mereka akan melakukan apa yang kita inginkan. Dengan pembatalan kerja sama ataupun penarikan saham. " ujar Hansel.


Mata Peter berbinar, "kau benar, ternyata princess telah memberikan kita jalan, seblum kita diberi tugas ini. "


"Kau benar, nona tidak akan langsung melepas kita melakukan tugas yang rumit, nona pasti sudah memikirkan semua dengan matang. "


"Jadi setelah semua orang membatalkan kerja sama dan penarikan saham, kita akan menyebarkan berita kalau Ellmund akan bangkrut, lalu kita akan memberikan bukti kecurangan dan rencana pembunuhan orang tuan Daniel kepada pihak berwajib, setelah itu.... "


"Mobil baru kita menunggu. " ujar dua orang itu bersamaan dengan senyum lebar dibibir mereka.


"Sempurna... " pekik Peter.


"Kita harus bekerjasama dengan baik, Hans. " ujarnya lagi.


"Ya, tentu saja demi nona, tuan Daniel dan Mobil impian tentunya. " Hansel berkata dengan yakin.


"Baiklah, ayo kita tidur. Kita harus mengumpulkan stamina kita untuk besok. " Peter.


"Baiklah... Ayo. " Hansel.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih sudah membaca


__ADS_2