
Dua hari telah berlalu, semua persiapan telah dilakukan dengan matang. Hansel yang diberi perintah untuk melaporkan kasus pembunuhan berencana 20 tahun lalu yang menyebabkan kematian dari orang tua Daniel telah melakukan tugasnya dengan baik. Dibantu oleh Brian sebagai orang yang menyelidiki kasus dua puluh tahun lalu itu. Dan bukti-bukti kuat yang menunjukkan bahwa, Raymond adalah dalang dari pembunuhan Daniel Abraham dan istrinya.
Perusahaan-perusahaan yang merasa dirugikan oleh Raymond pun ikut ambil bagian dalam hal ini. Mereka ikut menyerahkan bukti-bukti kecurangan yang Raymond lakukan. Selama ini mereka tidak berani melaporkan Raymond ke pihak yang berwajib karena takut akan adanya mafia yang bekerjasama di belakang Raymond.
Tapi sekarang dengan bantuan dari DnA yang mengajak kerjasama untuk menjatuhkan Raymond, mereka akhirnya berani bersuara. Untuk memberatkan hukuman Raymond.
Begitu juga dengan Peter yang ditugaskan untuk mengurus berkas-berkas pengalihan kekuasaa atas Ellmund, semua berjalan dengan lancar.
Kini tiba saatnya Daniel,Angel dan asistennya juga pengacara yang di tunjuk pergi ke perusahaan Ellmund untuk melakukan kesepakatan. Namun, ada yang berbeda. Biasanya mereka akan di kawal bodyguard, namun saat ini yang mengawal mereka adalah polisi yang menyamar menjadi bodyguard. Meskipun ada beberapa bodyguard yang ikut dalam rombongan itu.
Raymond terlihat antusias menunggu hari ini. Hari ini dia ditemani Clara yang ikut menyambut kedatangan rombongan dari DnA yang akan melakukan kesepakatan.
"Selamat datang tuan, nona. Senang melihat anda berkunjung ke perusahaan kami lagi. " ucap Raymond saat menyambut mereka semua. Dia menyodorkan tangannya kepada Daniel.
"Segera kita lakukan kesepakatan nya, tunjukkan dimana ruangannya. " Daniel membalas perkataan Raymond dengan dingin tanpa membalas jabatan tangan Raymond.
"Sombong sekali. " gumam Clara. "Tapi meskipun begitu aku pernah sangat mencintainya. " gumamnya lagi dalam hati.
Mereka telah berkumpul di ruang rapat dimana penandatangan surat kuasa akan dilakukan. Setelah sedikit berbincang akhirnya penandatangan itu dilakukan. Raymond merasa senang atas apa yang terjadi hari ini. Mungkin dia berfikir akan menghabiskan hari tuanya untuk hidup di desa dan bercocok tanam di Sana.
Namun khayalan Raymond tak sesuai harapan. Beberapa orang di sana tiba-tiba menodongkan pistol ke arah Raymond.
Raymond yang tak tahu apa-apa spontan mengangkat tangannya. Begitu juga dengan Clara Tomy dan pihak pengacara dari pihak Raymond.
"A... ada apa ini tuan Daniel. "
Daniel hanya menggedikkan bahunya acuh, "tanyakan saja pada mereka"
"A... ada apa ini sebenarnya bisa jelaskan padaku?" tanya Raymond pada siapapun yang mau menjawab pertanyaannya.
"Kami dari kepolisian, membawa surat penangkapan untuk anda tuan Raymond. Dengan laporan pembunuhan berencana atas nama saudara Daniel Abraham dan istrinya Cecilia Abraham yang telah anda lakukan dua puluh tahun lalu. " ujar salah seorang petinggi kepolisian yang menyamar.
__ADS_1
Raymond tercengang mendengar keterangan polisi tadi.
"Mana mungkin pak, saya tidak pernah melakukan kejahatan itu. " Raymond mencoba membela dirinya sendiri.
"Jangan banyak bicara tuan, katakan semua di kantor polisi. Karena tidak hanya itu laporan yang kami Terima, beberapa perusahaan juga melaporkan anda atas kasus kecurangan dan penggelapan dana. Anda juga dilaporkan atas kasus penghilangan barang bukti terhadap beberapa bukti penggelapan barang ilegal. "
"Tidak.. saya tidak melakukan itu, memangnya siapa yang berani melaporkan saya.
" Aku, " jawab Daniel dengan suara serak menahan sesuatu.
Angel yang melihat suaminya terpuruk seperti itu segera menggenggam tangannya untuk menyalurkan kekuatan.
"Tu... tuan Daniel.. Sebenarnya apa yang terjadi. kenapa anda. ... " Kata-kata Raymond terputus setelah melihat Daniel yang wajahnya sudah memerah.
"Kau tahu siapa ayah dan ibuku?" tanya Daniel kemudian. "Dia adalah Daniel Abraham, dan Cecilia Abraham. Dua orang suami istri yang tega kau bunuh karena mengetahui kecurangan mu. Tanpa belas kasihan kau membunuh mereka tanpa peduli ada seorang anak yang ada di dalam. kandung wanita itu. " geram Daniel dengan suara tercekat.
Raymond rupanya lupa, siapa Daniel. Mungkin karena dia terlalu fokus dengan perusahaannya yang akan bangkrut, sehingga dia melupakan sosok Daniel yang dia mintai tolong selama ini adalah putra dari orang yang telah dia habisi dua puluh tahun lalu.
"Lalu apa yang akan kau lakukan kau tidak akan punya bukti apapun untuk menjerat ku ke jeruji besi. " Sombong Raymond. Walau dia sudah di borgol.
"Cih, sejak dulu Daddy Alex sudah punya bukti kejahatan mu, namun Daddy tidak menghukummu karena mommy melarang hukum balas dendam. Akhirnya daddy Alex memiliki cara lain untuk menghancurkan mu, yaitu dengan cara membuatmu bangkrut. Apa kau masih ingat? "
Mata Raymond membola mendengar fakta yang baru di dengar. Ternyata yang membuatnya bangkrut dan hancur adalah Alex.
"Ja., jadi... "
"Ya, daddy ku yang melakukannya Membuatmu dan keluargamu menjadi gelandang dalam waktu yang cukup lama adalah kebahagiaan baginya. " Kata Angel. "Namun saat di tangan kami, kau tidak akan lolos, selain menghancurkan perusahaanmu kau juga akan mati. " Desis Angel berbisik di telinga Raymond.
Lagi-lagi mata Raymond membola......
"Kalian tidak akan bisa menghukumku, kalian tidak punya bukti. aku tidak bersalah. " teriak Raymond meronta-ronta dengan tangan yang sudah diborgol. "Aku tidak bersalah." teriaknya lagi.
__ADS_1
"Anak-anak sialan, kalian telah mengerjai ku. Lihat saja kalian akan aku balas. " teriak nya tidak Terima.
"Membalas apa, kau tidak akan bisa keluar dengan selamat dari penjara. Bodoh. Kau akan mati membusuk di sana. " ketus Daniel.
"Dan ini," Daniem mengangkat berkas yang baru mereka tanda tangani. "terimakasih karena kau telah memberikan perusahaan sampahmu ini kepada kami, tanpa kami harus membayarnya. Sebagai kompensasi karena kau telah membunuh kedua orang tuaku dan membayar kerugian orang-orang yang telah kau curangi dalam bisnis. " Sinis Daniel lagi. Angel dan Daniel tersenyum sinis ke arah Raymond yang berteriak-teriam tidak Terima dengan apa yang sudah terjadi padanya.
"Tidak... tidak mungkin... tidaakkk...lepaskan aku...lepaskan aku..." teriakan Raymond menggema diseluruh gedung perusahaan itu.
"Bawa dia pak polisi beri dia hukuman setimpal atas semua perbuatannya. Pengacara kami akan mengurusnya nanti" perintah Daniel.
"Baik tuan Daniel. Terima kasih atas kerjasamanya. Kami pergi dulu. " Pamit kepala Polisi itu, dan menyuruh anggotanya untuk menggiring Raymond pergi dari sana.
Clara yang sejak tadi tertegun melihat apa yang terjadi pada daddy nya, kini mulai sadar dengan teriakan daddy nya.
"lepas kan daddy ku... daddy tidak bersalah... lepaskan daddy ku.... " teriaknya kepada para polisi yang membawa Raymond, namun tidak di gubris oleh para petugas itu.
Clara lalu berlari menuju Daniel, "tuan tolong lepaskan daddy ku... kumohon lepaskan dia, aku hanya punya daddy, aku sudah tidak punya siap-siapa lagi tuan, ku mohon lepas kan daddy ku. " Mohon Clara kepada Daniel, berharap Daniel mau melepaskan daddy nya.
"Bersyukur kau sudah dibesarkan oleh daddy mu, sedangkan aku. Daddy mu lah yang telah membunuh kedua orang tua ku bahkan saat aku di dalam kandungan. Saat itu, di mana letak kasihan yang ada pada daddy mu itu ha.. saat membunuh kedua orang tuaku. " Bentak Daniel kepada Clara yang sedang menangis dan memohon untuk melepaskan daddy nya. Lalu Daniel beranjak pergi.
"Kalau begitu, serahkan uang pembelian saham dan perusahaan ini kepada ku. " Tantang Clara tanpa rasa takut sedikitpun.
Daniel menyeringai. "Bahkan harga saham dan perusahaan mu ini tidak sebanding dengan kematian kedua orang tuaku. Dia telah menyalahi kontrak kerjasama nya dengan papa ku. Jadi jangan pernah mengharapkan uang sepeserpun dari penjualan perusahaan sampah ini. " Ketus Daniel dengan amarahnya.
"Sudahlah, jangan hiraukan dia. Ayo kita pergi." Angel menggenggam erat tangan Daniel, agar Daniel tidak lepas kendali.
"Pergilah selagi kau tidak ikut campur dalam kejahatan ayahmu. Hiduplah dengan baik diluar sana. " nasehat Angel. Lalu dia melangkah pergi bersama orang-orang yang ikut bersamanya, meninggalkan Clara di sana sendirian.
Clara mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, dia menghapus air matanya kasar dan bergumam, "Lihat saja aku pasti akan membalas kalian. Atas apa yang kalian lakukan padaku dan daddy. " tekadnya dengan mata penuh dendam dan amarah.
Bersambung.
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca.