AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 50 Pembatalan Kerjasama


__ADS_3

Satu minggu kemudian diadakan rapat direksi, yang akan membahas tentang kontrak kerja bersama perusahaan Ellmund. Mereka semua yang ada di ruang rapat disodorkan dua berkas dari Ellmund. Yang pertama berkas sebelum revisi, dan yang kedua adalah berkas setelah revisi.


Awalnya para peserta rapat tidak melihat keanehan di dalam berkas itu. Lalu Angel menjelaskan kejanggalan-kejanggalan yang ada di dalam kedua berkas itu. Dan memberikan kesimpulan.


"Ellmund ingin bermain-main dengan kita. Dan ini tidak bisa dibiarkan. " Jelas Angel.


"Lalu apa yang akan anda lakukan nona? " tanya salah satu anggota dewan direksi.


"Kita akan memutuskan hubungan kerja sama dengan perusahaan Ellmund. Tidak peduli berapa pun kerugian kita. Lebih baik kita putuskan hubungan kerjasama sekarang daripada nanti kita mendapat kerugian yang lebih besar lagi. " Angel memutuskan.


Para anggota dewan saling berpandangan mereka merasa kagum dengan CEO baru mereka. Mereka tidak menyangka, aura kepemimpinan Nona mudanya sama dengan sang ayah, yang tegas dan berani mengambil resiko.


"Baiklah nona, terserah anda keputusan kami serahkan ke tangan anda. " kata salah satu anggota dewan yang lebih tua.


"Iya nona, kami percaya kepada Anda. Apapun keputusan anda kami akan mengikuti. Sekarang kami tidak akan meragukan anda lagi. Karena menurut kami anda sangat mirip dengan tuan Alex. Tegas dan berani mengambil resiko. Benarkan saudara-saudara. Apakah kalian setuju dengan pendapat saya? " Tanya salah satu anggota dewan lainnya meminta persetujuan.


"Benar." jawab semua orang serempak.


"Baiklah. Terimakasih atas kepercayaan kalian kepada saya, dan jangan lupakan Tuan Daniel yang selama ini juga memimpin perusahaan ini. Kami berdua adalah partner kerja dalam satu ruangan yang saling bertukar pendapat dalam menghadapi masalah bersama. " ujar Angel.


Semua orang menganggukkan kapala setuju.


"Kalau begitu, kita sudah sepakat akan mengakhiri kerjasama dengan Ellmund. Apapun yang terjadi. Kalau begitu rapat saya akhiri sampai disini. Terimkasih. " Angel menutup rapat dan langsung meninggalkan ruang rapat itu, diikuti Daniel dan kedua asistennya.


Di ruang rapat,


Masih ada beberapa orang yang duduk disana. Mereka sedang membicarakan CEO mereka.


"Kau lihat tadi. Aura yang sangat mencekam. Sama seperti tuan Alex saat memimpin perusahaan ini. "


"Benar. Aura kepemimpinan nona Angel sangat kuat. Berbeda dengan Tuan Daniel. Walau dia sangat dingin kepada kita, tapi Tuan Daniel masih bisa bersikap lembut. Sama seperti Tuan Abraham dulu. "


"Kau benar, aku pernah bertemu Tuan Abraham dulu, walau sebentar. Beliau memang sangat baik kepada semua orang. Berbeda dengan Tuan Alex yang sangat dingin dan tegas. "


Mereka terus bergosip tentang kedua CEO mereka tanpa mengindahkan kalau ada CCTV disana.


"Kau lihat mereka sedang membicarakan kita. " kekeh Angel sambil memperhatikan layar laptop di depannya


"Mereka pasti membandingkan kita. " ujar Daniel tak suka.


Angel mengangguk. "Iya mereka bilang aku tegas seperti daddy, dan kau walau dingin tapi lembut seperti papa Abraham. " kata Angel berubah sendu saat mengatakannya.


"Kenapa? " tanya Daniel saat melihat perubahan mimik wajah Angel.


"Andai papa Abraham masih ada, mungkin kita bisa melihat dan merasakan kebaikannya. Apalagi mama pernah bercerita kepadaku, kalau Mama Cecilia adalah seorang wanita yang sangat lembut hatinya dan penyayang. Dia adalah orang pertama yang merawat mommy saat mommy terluka. " setetes air mata meluncur dari pelupuk mata Angel.


Daniel yang mendengarnya pun merasakan sesak didadanya. "Papa... Mama... " gumamnya tercekat.


Angel langsung berhambur memeluk Daniel dengan terisak. Daniel membalas pelukan Angel berharap dia mendapatkan kekuatan dari pelukan itu.

__ADS_1


Setelah beberapa saat akhirnya mereka berdua bisa tenang dan bisa mengendalikan dirinya.


"Maafkan aku karena aku sudah membuatmu sedih. " kata Angel kemudian.


"Tidak apa-apa, karena dari ceritamu itu aku bisa tau betapa baiknya papa dan mama, walau hanya dari sebuah cerita saja. " Daniel mengulumkan senyumnya, untuk menahan rasa rindu akan kedua orang tuanya yang sudah tiada.


"Sudah ya,jangan menangis lagi." Daniel menghapus air mata dari pipi Angel. "Sekarang kita kembali ke urusan pekerjaan. Tunjukan kalau kau adalah seorang Alexander. " kekehnya.


Angel ikut terkekeh.


"Aku akan mengirim Peter untuk menyerahkan pembatalan kontrak kerjasama kita kepada Ellmund dengan alasan yang masuk akal. Sedangkan Hansel akan menghubungi beberapa perusahaan yang bekerja sama dengan Ellmund untuk melakukan pemutusan kerjasama setelah kita melakukan pembatalan. " ujar Daniel.


"Bagus, itu lebih baik. Kita yang akan menawarkan kerja sama dengan mereka yang telah memutuskan kerjasama dengan Ellmund. Siapa yang tidak mau bekerjasama dengan DnA. " Seringai Angel.


🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾


Di Perusahaan Ellmund.


Peter sudah berada disana dengan beberapa orang yang mengawalnya, sedang bertemu dengan Raymond. Daniel tidak akan membiarkan sahabat sekaligus asistennya itu pergi sendiri. Karena Daniel tau Raymond adalah orang yang licik.


"Selamat siang Tuan Raymond," sapa Peter basa basi.


"Selamat siang Tuan Peter ,ada apa gerangan Anda datang kemari? "


"Saya diutus Tuan Daniel dan nona Angel kemari untuk mengembalikan berkas kerjasama Anda. "


"Maksud Anda?" tanya Raymond tak mengerti.


Raymond merasa tidak percaya dengan apa yang terjadi. "Kenapa tiba-tiba kalian membatalkan kerja sama kita? Berikan aku alasan yang masuk akal. "


"Maaf sebelumnya. Berkas pertama yang Anda berikan kepada kami sudah terbukti ada kecurangan di sana, kami memberikan kesempatan untuk merevisi kontrak kerjasama itu. Namun apa yang terjadi, kami menemukan kejanggalan pada setiap kalimat yang Anda tulis dalam berkas itu. Apakah anda ingin bermain-main dengan kami? " ujar Peter dengan dinginnya.


Wajah Raymond berubah pias. Semua kecurangan bisa diketahui dengan mudah oleh DnA.


"Jadi dengan alasan itu, kami memutuskan untuk membatalkan kerjasama kita. Kalau begitu kami permisi. " Peter beranjak dari duduknya dan melenggang keluar dari ruangan Raymond diikuti beberapa bodyguard dibelakangnya.


Raymond merasa lemas di sekujur tubuh nya. Dia gagal bekerjasama dengan DnA perusahana raksasa yang siapapun ingin bekerjasama dengan mereka.


"Anakku gagal, Orang-orang ku gagal, sekarang kesepakatan kerjasama pun gagal. Sial... kenapa mereka bisa secerdik itu, bisa mengetahui kecurangan ku dalam waktu singkat. " geram Raymond sambil mengusap wajahnya kasar.


"Daddy... aku butuh uang untuk belanja. " Clara masuk keruangan Raymond tanpa permisi.


"Kau ini... uang.. uang.. terus yang kau minta. Tidakkah bisakah membantuku sedikit saja." kesal Raymond


"Kenapa daddy marah? "


"Kau tau DnA sudah membatalkan kontrak kerjasama dengan kita. Sekarang harapan kita untuk maju sangat kecil. "


"Kita bisa mengajukan kerjasama dengan perusahaan lain dad. " Clara berucap santai

__ADS_1


"Ck... kau ini tau apa. Perusahaan lain tidak sebanding dengan DnA. Jika bisa bekerjasama dengan DnA maka perusahaan lain akan dengan senang hati bekerjasama dengan kita. Tapi kalau DnA membatalkan kerjasama dengan kita, aku tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya. "


"Maksud daddy?


" Sudahlah kau tidak akan mengerti. Yang kau tau hanya menghambur-hamburkan uang saja. Untuk menggaet satu pria saja kau tidak becus. Dasar tidak berguna. "


"Apa maksud daddy. "


"Kau bodoh, tidak berguna sama sekali. Kau tidak bisa membantu daddy mengembangkan perusahaan ini, walau hanya dengan tubuhmu itu. Dasar sial. " umpat Raymond dengan segala kemarahannya


Clara yang mendapat kata-kata menohok dari daddy nya merasa tak Terima, lalu dia pergi begitu saja tanpa menghiraukan daddy nya yang sedang marah-marah.


"Aahhhh.... sial. Kenapa bisa begini. " Raymond merasa kesal dan marah karena gagal melakukan kerjasama dengan DnA.


🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


DnA corp.


"Bagimana hasilnya. " tanya Daniel saat berkumpul dengan Angel dan kedua Asistennya.


"Semua berjalan baik Tuan. Andai Anda tadi melihat wajah keterkejutan Raymond dan wajah itu berubah pias saat kita memberikan alasan pembatalan itu. " kekeh Peter.


"Baguslah... sekarang tinggal tugasmu Hansel. Besok kau harus melakukan dengan baik. Pet kau juga bantu Hansel. "


"Baik Tuan. " ujar mereka berdua.


"Kalian bisa istirahat sekarang. Aku dan Angel akan keluar. Mungkin kami tidak akan kembali ke kantor. "


"Mau kemana Tuan? " tanya Peter.


"Bukan urusanmu. " ketua Daniel.


Angel dan Hansel terkekeh setiap mendengar perdebatan atasan dan asisten itu.


"Sudah.... sudah... Ayo kita berangkat. Hansel, Peter aku titip perusahaan ya. " Angel beranjak lalu merangkul tangan Daniel dan mengajaknya keluar ruangan.


Peter dan Hansel melongo melihat kepergian mereka. Lalu mereka ikut keluar meninggalkan ruangan CEO tak lupa Peter mengunci ruangan itu.


Di mobil.


"Kita akan kemana sayang? " tanya Daniel sambil mengemudikan Venus.


"Pantai... aku rindu suasana pantai. " ujar Angel sambil tersenyum membayangkan suasana pantai.


"Kita pergi ke pantai yang dekat sini saja ya? "


"Terserah padamu, asalkan itu pantai. "


"Baiklah, kita akan bersenang-senang dipantai. " kata Daniel lalu melajukan mobilnya dengan lumayan kencang agar bisa cepat sampai.

__ADS_1


Bersambung


Terimakasih sudah membaca.


__ADS_2