AKU MENCINTAI KEMBARANKU

AKU MENCINTAI KEMBARANKU
Bab 70 Kecemburuan Daniel


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Daniel masih dirawat untuk memulihkan kondisinya. Dukungan dari semua orang membuatnya bisa pulih lebih cepat. Apalagi Angel yang selalu bersamanya selama 24 jam, mulai membersihkan tubuhnya, menyuapinya makan, dan menidurkan nya saat tak bisa terlelap.


Daniel merasa diprioritaskan oleh Angel setiap hari.


Hari ini keadaan Daniel sudah tampak lebih baik dan segar. Angel akan konsultasi kepada dokter Albert, apakah Daniel boleh di bawa pulang dan menjalani rawat jalan saja. Karena sesungguhnya, Angel juga merasa jenuh berada di rumah sakit selama dua minggu ini.


"Apakah kau lelah merawatku Queen.? " tanya Daniel setelah mendengar kalau Angel akan konsultasi tentang perawatannya.


"Tidak bukan begitu, aku selalu ikhlas merawatmu. Bagaimanapun kau adalah suamiku dan orang yang sangat aku cintai, mana mungkin aku lelah, sayang. " ujar Angel tidak mau Daniel merasa salah paham. "Aku hanya ingin kau dirawat dirumah, karena jika di rumah aku lebih leluasa merawatmu. Jika kita bosan, kita bisa berjalan-jalan di taman, atau bersantai di tepi kolam. Seperti yang biasa kita lakukan. Kalau di rumah sakit, aku hanya melihat tembok putih di sekitar kita. Aku bosan. " Angel mengatakan dengan mengerucutkan bibirnya.


Daniel tekekeh mendengar gerutuan istrinya itu.


"Baiklah, tanyakan bagaimana keadaanku kkepada dokter Albert nanti. Tapi nanti saat pemeriksaan dan konsultasi, kau tidak boleh jauh dariku. Tetaplah di sampingku." Daniel memperingatkan.


Ganti Angel yang terkekeh melihat Daniel menunjukkan kecemburuan nya kepada Dr Albert.


"Kenapa kau merasa cemburu dengan Dr. Albert. Dia itu orang baik lho, yang sudah merawatmu selama ini. " kekeh Angel.


"Apakah kau tidak merasa kalau dr Albert itu mengagumimu? " tanya Daniel dengan memicingkan matanya.


"Aku tau. " jawab Angel santai.


Daniel terkejut dan membulatkan matanya. "Kau tau tapi kau bisa sedekat itu dengan dia? "


Angel tekekeh. "Aku tau sejak pertama kali bertemu dengannya, di matanya menyiratkan kekaguman padaku, bahkan aku mendengar isi hatinya waktu itu."


"apa?" tanya Daniel penasaran.


"Waktu aku menangis saat melihatmu meneteskan airmata dalam keadaan koma Dia berkata, 'Andai kau bukan istri orang, mungkin saat ini aku yang memelukmu. " Angel semakin menggoda suaminya itu.


Daniel yang mendengar semua itu langsung melotot, dan itu membuat Angel tertawa terbahak-bahak.


"Ayolah sayang, kau tak perlu cemburu buta seperti itu. Kita tidak tau kenapa kita mengagumi seseorang, perasaan itu datang begitu saja.Dan kita tidak bisa menyalahkan perasaan yang muncul tiba-tiba,walau ditempat yang salah.Selama aku bisa menjaga hatiku hanya untukmu, semua itu tidak masalah. Karena kesempatan itu akan muncul jika kita memberi celah, namun jika kita mengunci rapat hati kita untuk satu orang, maka tidak akan ada hati atau perasaan lain yang masuk ke dalam hati kita. " ujar Angel memberi pengertian kepada Daniel.


"Jadi, apa kaau sudah mengunci hatimu hanya untukku? " tanya Daniel ingin mengetahui perasaan Angel


Angel mengangguk. "Hmmm, bahkan sejak di dalam kandungan jiwa kita sudah terpatri. Itu yang di katakan mommy, mendengar tangisanmu saat dilahirkan, aku ikut meronta-ronta ingin di keluarkan juga agar segera bertemu denganmu. Jadi jangan pernah meragukan perasaanku padamu. Karena itu tidak akan pernah terganti." Angel memastikan perasaan sebenarnya pada Daniel, agar Daniel tidak meragukan cintanya lagi.


"Terimakasih." ucap Daniel dengan menggenggam erat tangan Angel. Dan Angel membalas genggaman tangan itu dengan begitu hangat.


Tak berapa lama, dokter Albert masuk dengan beberapa perawat, untuk memeriksa perkembangan Daniel. Seperti biasa Dokter Albert selalu mencuri-curi pandang kepada Angel yang berada disisi Daniel.

__ADS_1


Daniel yang melihat itu merasa sangat kesal, namun dia tahan. Demi menjaga image nya, dan semakin menggenggam erat tangan Angel. Angel yang melihat kelakuan Daniel, enyimpulkan senyum tipis, agar mereka bisa melakukan tugasnya dengan profesional.


Setelah melakukan pemeriksaan, Angel mengajak Dokter Albert bicara, namun Daniel tidak mengijinkan mereka bicara berdua. Daniel menyuruh Angel dan dr. Albert bicara di dekatnya dan tidak jauh-jauh. Angel menghela napas kasar karena melihat keposesifan suaminya itu. Akhirnya Angel mengalah.


Mereka akhirnya berbicara di dekat ranjang Daniel. Angel mengatakan maksudnya, yang menginginkan Daniel untuk dirawat jalan saja bila memungkinkan. Setelah menyampaikan maksudnya, Angel menunggu jawaban dari Dr. Albert.


"Baiklah nona, saya akan menyampaikan ini kepada pimpinan dulu, dan bisa di periksa dokter senior secara menyeluruh, apakah tuan Daniel sudah bisa rawat jalan atau masih membutuhkan perawatan disini. " jawab Dr Albert setelah mendengar permintaan dari Angel.


"Terima kasih dokter. Saya sangat berharap kalau suami saya bisa segera pulang, dan menjalani rawat jalan saja. " ungkap Angel menyampaikan keinginannya lagi.


"Baik nona. Kalau begitu saya permisi dulu. "


Setelah kepergian Dr. Albert Angel mendekati Daniel.


"Kenapa? bukankah td aku katakan kalau ga usah terlalu curiga. Percayalah pada istrimu ini, sayang." Angel mencubit hidung Daniel gemas.


Daniel menghembuskan nafasnya kasar,


"Maaf, bukannya aku tidak percaya padamu. Aku hanya merasa tidak percaya diri, setelah semua ini menimpaku. Aku seperti pria lemah yang tidak berdaya. "


Angel langsung membekap bibir Daniel dengan jari telunjuknya.


Daniel membalas pelukan Angel.


"Terimakasih."


Sore harinya semua orang sudah berkumpul di ruang rawat Daniel. Mereka diberi tahu bahwa Daniel akan pulang besok pagi, setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh tadi siang.


Semua orang merasa bahagia mendengar kabar ini. Mereka memberi suport kepada Daniel agar terus semangat, dan yakin semua akan segera berlalu. Dan Daniel akan bisa beraktivitas seprti dulu lagi.


Daniel sangat bahagia dengan semua dukungan dari sahabat dan keluarganya. Karena hanya dengan dukungan itu, bisa mendorong Daniel untuk tetap semangat dan tidak berkecil hati dengan keadaannya saat ini.


Setelah malam mulai larut, satu persatu dari mereka pulang ke rumah masing-masing, termasuk mom dan daddy. Karena mommy berencana akan membuat pesta penyambutan untuk kepulangan Daniel.


Hanya tertinggal Angel dan Hansel di sana. Seperti biasa Hansel akan berjaga di luar, tapi dia tidak sendiri. Selama ini dia meminta dua orang bodyguard untuk berjaga di luar pintu, dan Hansel menyewa sebuah kamar disebelah ruangan Daniel. Sehingga kalau terjadi apa-apa, Hansel bisa cepat tanggap.


Sebelum tidur Angel mengajak Daniel ngobrol, dengan saling berhadapan dan satu tangan saling memeluk pinggang satu sama lain.


"Sayang, kau harus semangat untuk sembuh, karena kau harus menepati janjimu padaku," ujar Angel menatap mata hazel milik Daniel.


"Apa aku menjanjikan sesuatu padamu? " tanya Daniel sambil mengingat-ingat janjinya pada Angel.

__ADS_1


Angel mengerucutkan bibirnya merasa sebal, karena Daniel sudah melupakan janjinya.


"Apa? " tanya Daniel tak mengerti.


"Kita akan pergi bulan madu, setelah membalas dendam kepada orang-orang yang membunuh papa dan mama." kata Angel keceplosan setelah mengatakan pembunuh.


"Maksudmu? apa mereka sudah habis semua? bukankah kita hanya membalas pada Raymond saja? " tanya Daniel tak mengerti.


"Aku sudah membalas semuanya, termasuk Clara putri Raymond. " kata Angel terlanjur mengatakan sesuatu yang seharusnya masih ditutupi


Daniel mengernyitkan keningnya tak mengerti.


"Selain membalas dendam untuk mama dan papa aku juga membalas perbuatan mereka padamu. "


"Maksudmu? "


"kau mengalami kecelakaan bukan karena murni kecelakaan.Namun karena perbuatan seseorang. seseorang yang sengaja mencelakaimu. "


"Apa? Benarkah? "tanya Daniel masih yak percaya.


Angel mengangguk, "dan pelakunya adalah orang yang sama, yang telah membunuh papa dan mama. "


"Simon? "


Lagi-lagi Angel mengangguk.


"Simon namun atas permintaan Clara karena kita sudah memasukan ayahnya ke penjara. Dan dibantu oleh mafia black dragon. Mereka berusaha mencelakaimu. Tapi aku bersyukur kau masih bisa selamat sampai sekarang. " kata Angel sambil mengusap rambut Daniel.


"Lalu bagaimana kabar mereka? " tanya Daniel dingin.


"Aku menahan mereka di suatu tempat, Dan kita hanya tinggal menunggu mereka membusuk. " kata Angel dengan seringaian di sudut bibirnya.


"Baiklah terserah padamu, apa yang akan kau lakukan pada mereka. Aku sudah muak untuk mengurusi mereka. " ujar Daniel.


"Sekarang, istirahatlah. "


Mereka mulai tidur dengan saling berpelukan. Meski keadaan kaki Daniel yang masih belum sembuh sempurna.


Bersambung.


Terimakasih sudah membaca princess.

__ADS_1


__ADS_2