Aku Seorang Sampah

Aku Seorang Sampah
Episode 9


__ADS_3

"Grup Baolong?!"


Jika yang bersarang di tubuhnya adalah jiwa sebenarnya, Lin Mu mungkin tidak akan memasang wajah bertanya sekental itu.


Karena grup itu adalah sebentuk departemen yang berdiri di bawah naungan pemerintah saat ini. Jadi sedikit banyaknya, orang-orang mungkin pernah mendengar tentangnya.


Sehubungan jiwanya kini digantikan jiwa Cang Kunzi, maka sudah pasti, tak ada jalur yang terhubung dengannya di dunia yang dipijaknya saat ini, kecuali bentuk kekuatan yang sedikit menyerupai dengan apa yang dikuasainya.


"Bicara tentang Grup Baolong, maka harus membicarakan alam Wudong terlebih dahulu!" Beibei menerangkan dengan sorot tegas. "Apakah kamu percaya, ada petarung hebat yang bisa melukai orang tanpa jejak?!" lanjutnya bertanya.


Mata milik Lin Mu dan pikiran milik Cang Kunzi sinkron bekerja seperti saling bersahutan.


Apakah perkumpulan dari kekuatan spiritual? terkanya dalam hati.


"Ternyata ada petarung hebat seperti itu? Apa kamu mengenalnya?!" tanya Lin Mu masih di antara keterkejutannya.


"Petarung hebat bukan sayur kubis! Mana mungkin bisa ditemui dengan mudah?!" Beibei menghalau keras.


Namun seperti dilintasi sesuatu yang cukup menyakitkan, ekspresi tegas gadis itu perlahan meredup. Kepala yang sedari tadi ia tegakkan seolah menantang, kini turun membentuk tunduk yang cukup dalam.


"Kakekku pernah bertemu. Para petarung hebat itu sudah mencapai alam bawaan. Dan kakekku mendekati mereka untuk sementara waktu."


Kata demi kata yang terucap menjadi cerita, melambungkan bayangan Beibei pada sosok sang kakek yang tengah terbaring rapuh di sebuah ruang perawatan rumah sakit jiwa.


"Sayangnya Kakek menjadi gila setelah berlatih. Kekuatan seumur hidupnya hancur dalam sekejap." Terdengar hembus napas berat dari mulut gadis tomboy tersebut. "Untung saja hidupnya masih bisa diselamatkan."


Pemandangan itu cukup mencuri hati kecil Lin Mu untuk peduli. Dipegangnya kedua pundak Beibei, lalu melontarkan kalimat yang diharapkannya bisa menguatkan gadis itu. "Beibei jangan bersedih. Bukankah bisa tetap hidup itu, lebih baik dari apa pun."


Mendapat perhatian demikian, seulas senyum dihadiahkan Beibei untuk Lin Mu. "Tidak apa-apa. Sekarang Sekte Tang kami juga memiliki beberapa orang dengan bakat luar biasa. Bahkan ada junior yang memiliki harapan untuk mencapai alam bawaan," ujarnya kembali bersemangat seperti semula. "Kakek sendiri yang membimbing pelatihan mereka. Sekte Tang kami juga cepat atau pun lambat, pasti akan berjaya lagi."


Sedikit menimbulkan tanya di wajah Lin Mu. "Sekte Tang? Apakah dari Sichuan itu?"


Lain dari pada ekspresi serius Lin Mu, Beibei menanggapi pertanyaan itu dengan gelak tawa lucu. "Haha! Kamu pasti memikirkan Sekte Tang yang sering dibicarakan di dalam novel seni bela diri itu, 'kan?!" serunya seraya menekankan telunjuknya ke kening Lin Mu.


"Tapi benar! Sekte Tang dari Kota Sichuan, memiliki penawar racun dan senjata rahasia satu-satunya di dunia!"

__ADS_1


Sejenak Beibei terdiam untuk sekedar meraup udara, lalu melanjutkan kembali ceritanya, "Saat kejayaannya, ia memiliki beberapa petarung hebat alam bawaan, yang bisa membunuh orang tanpa jejak."


Susunan demi susunan kata yang terangkai dari mulut Beibei, mulai meresapi kepala Lin Mu jiwa Chang Kunzi. Ia mulai berpikir berbagai hal terkait pengetahuan itu.


Seraya mengusap kening bekas sentuhan telunjuk Beibei, pemuda itu melontarkan keingintahuannya, "Sebenarnya ... alam bawaan itu, alam seperti apa?"


Dan dijawab langsung saja oleh Tang Beibei, "Aku dengar dari Kakek ... merekalah yang telah menciptakan seni bela diri yang kita pelajari."


Informasi yang cukup mengejutkan bagi Lin Mu. Sepasang bingkai matanya sontak melebar. Membayangkan betapa kuatnya alam bawaan tersebut.


"Kalau begitu ... apakah Grup Baolong itu didirikan oleh petarung hebat seperti ini?" tanyanya.


Yang kemudian ia lanjutkan dengan asumsi di kepalanya, Kelihatannya alam bawaan yang dikatakan itu, adalah orang yang menembus alam dasar!


"Tentu saja bukan!" Beibei menyambar. Kembali menyusun langkahnya ke depan, seraya menautkan kedua lengannya ke balik punggung. "Baolong adalah departemen khusus yang didirikan oleh pemerintah Thiongkok, yang digunakan untuk menghadapi beberapa kasus khusus," tuturnya menjelaskan. Udara di sekitarnya cukup tenang dan sepi, hingga terasa tak ada batasan untuk ia terus memberi penjelasan sedetail mungkin pada Lin Mu. "Oleh karena itu, ada beberapa sekte yang akan mengutus orang baru untuk berlatih di sana. Dengan maksud, agar secepatnya menghancurkan hambatan pada dirinya!"


Nampak sepulas siratan beban di wajah Lin Mu. Dengan raut tak yakin, ia kemudian bertanya, "Kalau begitu, aku orang yang tidak punya sekte, apakah bisa bergabung?"


"Tentu saja boleh!" Beibei menjawab cepat. "Selain itu, dengan dasar yang kamu miliki, setelah melewati pelatihan yang tepat, pasti tidak akan lebih buruk dari para pemula yang biasanya." Sorot matanya sedikit menyiratkan harapan pada Lin Mu. "Kalau begitu, apakah kamu bersedia bergabung dengan Grup Baolong?"


Sampai sepersekian detik kemudian ....


"Baik, kalau begitu ... biarkan aku mengganti sebuah kehidupan!"


____


Gemerlap lampu-lampu di seantero kota telah ramai saling berkedip. Di atas ketinggian, bulatnya bulan dengan ceria menyumbang keindahan tanpa debat.


Malam telah menyapa.


Sepenggal jalanan lebar ditapaki percaya diri oleh dua orang anak manusia yang melangkah saling berdampingan.


Lin Mu dan juga Beibei.


"Apa mungkin markas Grup Baolong itu ada di sini? Ini 'kan pusat kota!" Memecah irama tenang, Lin Mu bertanya.

__ADS_1


Ia cukup bingung dengan pemikirannya. Akan kemana gadis barbar itu membawanya?


Dengusan tipis terhembus dari mulut Beibei. Ternyata cukup memusingkan menanggapi seorang newbie, begitu mungkin pikirnya.


"Kalau tidak, sebagai departemen di bawah pemerintah, apakah harus di dalam gunung?!" hardiknya sarkas. "Jika terjadi sesuatu hal mendesak, dan menunggu mereka datang, itu sudah pasti akan terlambat!"


"Hehe." Mengangkat satu tangannya, menggaruk kepala, Lin Mu menanggapi dengan tampang bodoh, "Benar juga!"


Pasang kaki kedua anak manusia itu mulai memasuki area dalam sebuah gedung.


Dan saat ini, sebilah pintu mulai mereka masuki tanpa harus menekan atau memutar knop. Otomatis terbuka setelah mendeteksi sebuah pergerakkan di depannya.


Sehelai kartu berwarna emas terang menyerupai bentuk kartu identitas, didekatkan Beibei pada sebuah layar yang masih nampak abu, di depannya sejajar dada. Namun layar itu berubah biru terang dengan deretan huruf dan beberapa opsi di dalamnya, setelah kartu tersebut berhasil terpindai.


"Grup Tenglong hanya sebuah tipuan saja," Beibei mengungkapkan seraya mengetuk bagian layar yang diketahuinya agar bisa mencapai fungsi. "Lihatlah!"


Lin Mu masih menunggu. Sepasang tangannya ia susupkan terbagi ke dalam kiri dan kanan saku celananya.


Sampai sebuah gerak tanpa diduga, membuatnya terperanjat hingga mundur untuk menyandarkan punggungnya ke bagian lift yang tengah dipijaknya. "A-ada apa ini? Apakah lift-nya sedang turun ke bawah?" tanyanya dengan wajah bodoh lagi-lagi.


Beibei menanggapi tenang saja.


Hingga sebuah suara muncul dari layar kecil di depan mereka tersebut.


Tiiiitt ....


Bersamaan dengan menyembulnya sebuah tombol bulat berwarna merah, bertuliskan; STOP.


Saat itulah, pintu lift perlahan terbuka melebar.


"Ini barulah, markas Grup Baolong yang sesungguhnya!" ungkap Beibei bangga.


Ia diikuti Lin Mu di belakangnya mulai melangkah menapaki sebuah ruangan luas, yang di mana di dalamnya terdapat berbagai alat-alat canggih. Beberapa orang berpakaian putih menyerupai profesor--mungkin, tengah sibuk dengan tugasnya mengendalikan, memantau atau mungkin meneliti alat-alat tersebut.


Entahlah!

__ADS_1


__ADS_2