Aku Seorang Sampah

Aku Seorang Sampah
Episode 62


__ADS_3

"Fiuh!!" Hembusan napas kasar Lin Mu terdengar jelas. "Hampir saja kena!" kicau pemuda itu seraya merapikan dasinya yang sedikit merosot, akibat gerakan cepat saat menghindari serangan dadakan para ninja itu beberapa saat lalu.


Sayang sekali.


Tiga pisau dalam bentuk bayangan itu cukup menyulitkan Lin Mu. Namun karena dia Chang Kunzi, hal itu tentu bukan termasuk masalah besar.


"Bagaimana dia bisa menghindar?"


Masih dengan sisa gerakan terakhir mereka, ketiga Ninja itu nampak terguncang, saking terkejut mendapati kenyataan pemuda itu masih berdiri kokoh tanpa cacat apalagi darah walau setetes.


Apa ada yang salah dengan pisau terbang mereka?


Sedikit kurang asah--mungkin.


SWOOOSSSHH


Lin Mu kembali dalam antisipasi pandang dan geraknya. Satu orang dari ketiga lawannya tertangkap bergerak secepat kilat oleh matanya.


SWUSH


GEP


"Apakah kalian hanya bisa menyerang secara diam-diam?!" Lin Mu bertanya sarkas, sesaat setelah ia berhasil menyergap satu tangan pria berbaju hitam itu.


Saat satu tangannya dicengkram Lin Mu, orang itu menyerang dengan memutar tubuhnya tak kalah cepat.


"HIAAATT!"


DUUUGG


Namun lagi-lagi, Lin Mu berhasil menggagalkannya dengan lebih dulu melayangkan tinju ke wajahnya.


"MENYEBAR!" Entah orang itu mengintruksikan jurusnya sendiri atau mungkin meminta bantuan kedua temannya yang masih asyik menjadi penonton di tepian jalan.


Sayangnya, tak sempat ninja itu melakukan serangan berikutnya, pukulan keras Lin Mu lebih dulu memelantingkan tubuhnya hingga terbang melambung beberapa meter di atas permukaan tanah.


Satu ninja maju menyusul cepat dalam serangan.


SWUUSSHH


"Terlalu lama!" seru Lin Mu mengolok. Kepal geramnya mengayun cepat tanpa diprediksi lawannya.


"Apa?!"

__ADS_1


BUUGGG


"AAAARRGGHH!!"


BRUKK


BRUKK


Dua tubuh mendarat naas secara bersamaan di hadapannya.


Dalam sekejap bisa memukul dua orang, siapa dia sebenarnya?


Satu ninja tersisa nampak meradang ketar-ketir dengan mata terbelalak melebar. Pemandangan di depan sana seketika menelan kesombongan juga rasa percaya diri yang sebelumnya mereka tunjukan seperti berdiri di puncak nirwana.


"GILIRANMU!"


Lin Mu mulai menikmati pertarungan dadakan itu sepertinya. Dengan kepal terjulur, ia bergerak menghantam pria sisa yang masih berdiri. Namun ....


"Ngg?!" Apa yang terjadi? Sepasang mata Lin Mu seketika melebar. Kosong ... decit hatinya terheran.


Hanya kepulan asap hitam yang dipukulnya.


"Untung reaksiku cepat!" kata Ninja itu sembari mengusap-usap punggung tangannya oleh telapak tangan lainnya. Posisinya berada sedikit menjauh dari Lin Mu di depannya.


"Kamu memang hebat! Tapi kali ini tidak akan lolos dari pukulanku!" teriaknya seraya maju dengan kepal ketat disertai seringai penuh cemooh.


"Apa yang terjadi?!" Rupanya ia terlalu percaya diri. Wajahnya menampilkan perangah yang mewakili rasa tak habis pikir.


Lagi-lagi hanya udara kelam yang ia pukul. Orang itu telah berubah menjadi gumpalan asap hitam, yang kemudian hilang, lalu tahu-tahu sudah berdiri berjejer dengan kedua kawannya dalam beberapa jarak di depannya.


Sial!


"Hati-hati! Orang itu sangat sulit," kata satu dari ketiga Ninja itu seraya menahan tubuh rekannya yang terhuyung. "Tapi aku ada cara untuk mengalahkannya," tukasnya penuh percaya diri dengan pandangan licik mengarah pada Lin Mu.


Cukup baik disambut kedua temannya. Sejenak saling beradu pandang, ketiganya lalu mengangguk bersamaan, tanda saling menyetujui atas sebuah rencana.


SWOSH


SWOSH


SWOSH


Dalam sekejap, tubuh ninja-ninja hitam itu sudah berubah menjadi gumpalan asap hitam seperti yang tadi dilakukan ninja terakhir, yang kemudian bergerak mengelilingi Lin Mu membentuk cincin yang memutar.

__ADS_1


"Jurus apa ini?!" kicau Lin Mu bertanya--pada dirinya sendiri, seraya mengedar tatap waspada dengan pasang kuda-kuda kokoh lengkap dengan kepalan tinjunya.


Gumpalan-gumpalan asap hitam itu semakin pekat mengelilinginya. Dengan sorot mata hijaunya, Lin Mu terus mengamati.


Dan ....


"Aku mengerti, ternyata begitu," katanya dipulas senyuman tipis.


Menggunakan sedikit Qi-nya, Lin Mu bisa melihat dengan jelas, bagaimana wujud ninja-ninja itu dalam gumpalan asap. Cukup memudahkannya mengambil tindakan selanjutnya.


Kali inu ia tidak akan main-main lagi.


"HABIS KALIAN BERTIGAAA!"


BUG


BUG


BUG


JEDAG


"Aaaarrrgghhh!!"


Lin Mu menyerang ketiganya membabi buta.


Setiap kepal tangannya seolah menjadi besi dengan api menyala yang menghujam tanpa belas kasih.


"Aaaarrggghh!"


Teriakan demi teriakan bermakna erang kesakitan membahana menembus langit.


Bukan salah Lin Mu, ia hanya melawan.


BRUK


BRUK


BRUK


Para ninja itu terkapar hanya dalam satu menit saja.


Kembang kempis napas Lin Mu masih terdengar. Pemuda itu menegakkan tubuhnya dengan seulas senyuman puas. "Kalian ... selamat beristirahat di ruang IGD!" oloknya lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan tempat itu tanpa menoleh lagi.

__ADS_1


__ADS_2