Aku Seorang Sampah

Aku Seorang Sampah
Episode 72


__ADS_3

BIRO KEAMANAN KOTA DONGHAI


Gedung menjulang dengan banyak sekatan ruang itu nampak ramai. Beragam aktifitas hukum lalu lalang dihiasi berbagai ekspresi.


Di sebuah ruangan.


Tersekat sebuah meja berwarna biru persegi panjang, Zhou Shiyun tengah berhadapan dengan seorang polisi. Keduanya baru saja usai melakukan sesi interogasi, di mana Zhou bertindak sebagai saksi atas kekacauan yang terjadi di Yinghuang Zhaoge, dengan terduga dalang masalah jatuh pada Lin Mu.


"Anak muda bernama Lin tadi sudah mengaku, selanjutnya Nona sudah bisa pergi," kata polisi itu seraya mencatat bait akhir di komputernya.


"Pak Polisi, tadi itu benar-benar mereka yang memulai duluan. Aku diculik, dan Lin Mu datang menolong. Kami hanya me--"


"Sudah!" sergah polisi itu memungkas kalimat Zhou Shiyun. "Kami akan memeriksa lebih jelas masalah ini!" tandasnya.


Cukup terhenyak Zhou Shiyun menanggapi. "Lin Mu sekarang ada di mana? Selanjutnya sekarang dia akan bagaimana?!" tanyanya dalam mode cemas bercampur gusar.


Polisi itu hanya menyikapi dengan gelengan tipis.


___


PUSAT PENAHANAN


Berderet ruang dengan jeruji besi nampak naas terlihat. Ratusan orang berjejal terbagi berdasarkan kejahatan yang mereka buat, mengisi setiap petak.


Dan Lin Mu berada di salah satunya.


"Sekarang aku akan memberikanmu sedikit pelajaran!"


"Ugghhh!!"


Kepalan tangan Lin Mu mendarat di salah satu pipi pria residivis yang berada satu ruang tahanan dengannya


Sepertinya ia terusik. Karena pemuda itu tidak akan memulai jika tak ada yang mencubitnya.


"Aaarrggh!" teriak pria itu ketika punggungnya keras membentur tembok.


"Aku ingin istirahat! Jika kamu mengerti, jangan menggangguku!" seru Lin Mu memperingatkan. Kedua tangannya masih belum turun dari angkat kepalnya.


Hari ini cukup merepotkan sepertinya--bagi Lin Mu.

__ADS_1


Dua orang pria menghampiri pria yang terpental itu untuk menolongnya terbangun.


"Kenapa kalian malah bengong?! Serang dia!" Pria korban tonjokan Lin Mu berseru lantang pada teman-temannya, seraya memegangi dada yang cukup terasa kebas.


Satu orang yang sedari tadi menjadi penonton di tepian nampak terpancing. Penasaran juga menjajal kekuatan tinju Lin Mu rupanya. "Bocah, jangan terlalu sombong!" semburnya geram.


"Kamu ingin memukulku ...?" Lin Mu bernada mengolok. "Rasakan pukulanku!" serunya. "Tapi jangan menyesal setelahnya!" Ia menandaskan seraya melangkah maju.


Pria berambut merah itu siaga mengarahkan kepal kanannya ke wajah Lin Mu. Dan berhasil mengenai kening pemuda itu. Namun ....


DUAAKK


KRETAAKK


"Aaarrrggh, tanganku!"


Satu plintiran Lin Mu sepertinya berhasil meretakkan pergelangan tangan pria itu. Dengking teriakannya menggema hingga memancing perhatian sekitar hingga ruang tahanan lain.


Di sudut kiri tak jauh dari posisi Lin Mu, seorang pria dengan kulit legam, pemilik tubuh kekar juga rambut cepaknya, berdiri dengan tatapan geram.


Anak ini tidak mudah dikalahkan! Dia jelas adalah orang yang terlatih, decit hatinya menilai.


Dari gesturnya, pria itu mulai mempersiapkan diri. Satu kakinya ia majukan, menekuk lalu membentuk kuda-kuda. Dua kepal dibuatnya menegang dengan kekuatan penuh.


Lin Mu hanya menolehnya dengan seringai.


"Menyerang dada dan perut?" tanyanya ringan. "Sepertinya kamu juga orang yang terlatih, tapi ...." Ditahannya kedua kepal pria legam itu tetap dengan senyumnya.


"Aarrggh!!"


"Kamu masih jauh dibandingkan denganku!" tandas Lin Mu seraya membalik pukul.


Tubuh pria legam berambut cepak setengah senti itu sudah terkapar membentur kerasnya dinding. "Anak hebat! Kekuatan tenaga dalammu begitu kuat!" decitnya di antara rasa sakitnya.


Semua tahanan jelas terbelalak dibuatnya.


"Bagaimana mungkin?"


"Kak Huang yang paling hebat dikalahkan bocah itu dengan satu kali pukulan?!"

__ADS_1


***


Ruang kerja Petugas Shen Zhuguang.


"Shen Zhuguang! Dengan dasar apa kamu menangkap Lin Mu?!" Seruan orang di seberang line teleponnya.


"Petugas Li, Lin Mu memang memukul orang! Aku hanya mengikuti aturan dan peraturan ...." Pria bertubuh sintal dengan kacamata bening berseragam polisi itu mengelak.


"Sudah! Untuk apa bicara aturan padaku? Lin Mu adalah orang yang tidak bisa kita sentuh. Cepat lepaskan dia!"


"Tapi, jika aku melepaskan Lin Mu, Keluarga Yan--"


"Cih! Aku berpikir kenapa kamu tiba-tiba berurusan dengan anak muda, ternyata perbuatan Keluarga Yan!" hardik orang di seberang telepon. "Aku beritahu kamu. Jika Lin Mu bermasalah, sepuluh Keluarga Yan pun tidak ada yang bisa melindungimu!"


Kata-kata terakhir yang didengarnya membuat Petugas Shen Zhuguang menegang. Sepasang bola matanya melebar dengan ritme jantung yang mulai tak beraturan.


"Petugas Li?! .... Petugas Li?!"


TUT TUT TUUTT


Telepon dimatikan sepihak lawan bicaranya. Alat komunikasi di tangannya ia tatap gamang, yang lalu diturunkannya perlahan.


Pandangannya kini jatuh ke depan.


"Administrasi umum ... Petugas Li, menelepon langsung untuk melepaskan orang," ia bergumam nyalang dengan raut tak percaya. "Pemuda itu ... Lin Mu ... apa latar belakangnya?"


Tanpa mengikuti arus pikirnya lagi, Shen Zhuguang meraih topi dinasnya di atas meja setelah meletakkan telepon kembali ke tempatnya. Gegas kemudian keluar dari ruangannya.


"Xiao Liu, cepat ikut denganku ke Pusat Penahanan!"


Pria muda yang sedari tadi berada di depan ruang kerjanya, menatap dengan raut heran. "Petugas Shen, ada apa sebenarnya?" tanyanya ingin tahu.


"Jangan tanya! Yang jelas, kali ini kita telah dicelakai oleh Keluarga Yan!" jawab Shen Zhuguang di tengah langkah cepatnya.


...🍃🍃🍃...


Terima kasih buat yang masih setia nunggu kelanjutan novel ini. Muun maaf buat slow update-nya, juga panjang bab yang sedikit.


Kesibukan dunia nyata gak bisa dielak, ditambah Author juga dubber, dikejar deadline. Tapi sebisa mungkin tetep up, biarpun merangkak dengan rentang waktu yang gak tentu. Mohon dipahami.

__ADS_1


Satu lagi!


Buat yang kadang komentar gak enak, tolong ya, nulis itu gak gampang. Novel ini alurnya bukan Author yang tentukan, tapi sudah disiapkan editor tanpa diizinkan merubah apa pun. Author hanya bertugas mengembangkan paragraf, karena ini misi kepenulisan. Jadi buat yang gak berkenan, gak ada yang menahan kalian untuk tinggal. Silahkan cari bacaan lain!


__ADS_2