
Zhou Shiyun dibaringkan Lin Mu di alas yang lebih nyaman. Itu mungkin kamarnya yang sebenarnya. Lin Mu berdiri tegak setelah membalutkan selimut tebal ke tubuh Zhou. Setelahnya, ia mulai mengedar pandangnya ke sekeliling.
"Sangat bersih. Dia wanita yang kritis terhadap kebersihan sepertinya," kicaunya seraya berkeliling dengan langkah-langkah kecil.
"Tunggu! Apa itu?" Pandangannya lalu jatuh pada dinding di satu sisi ruangan. Tiga susunan bata merah yang tak terbalut plester tembok, sedikit menonjol. Lin Mu mendekatinya kemudian perlahan menarik salah satunya. "Bata ini longgar. Seseorang meletakannya dengan sengaja," asumsinya.
Lin Mu membungkukan tubuhnya untuk melihat ke arah lubang dari bata yang baru saja diambilnya. "Ternyata di dalam sini tersimpan sesuatu."
Dua amplop coklat persegi panjang berukuran sedang, diambilnya dari dalam celah dinding. Sesaat Lin Mu membacanya tulisan yang tertera di bagian depan salah satu kertas itu. "Ternyata surat gurunya untuk Dokter Zhou."
Dilihat dari tampangnya yang lusuh dan sedikit berdebu, jelas benda itu telah lama tak tersentuh.
Walaupun tak cukup sopan, rasa penasaran Lin Mu jauh mengalahkan pengaturan sebuah adab kecil untuk mengacau urusan orang lain. Isi keseluruhan surat itu, ia jelas perlu tahu. Tidak masalah untuk kali ini, kata hatinya iya saja.
Ia mulai membaca ....
Namaku Mu Renqing. Mempelajari warisan keluarga, metode rahasia.
Menggunakan jarum emas panjang, menangkap Yin dan mengembalikan kehidupan. Dengan satu nama inti cahaya kehidupan.
Jika berhasil mempelajari metode ini, dapat menghidupkan orang mati. Tapi sayangnya serangkaian pelatihan kekuatan batin yang diperpadukan sudah hilang.
Tanpa pencapaian pengembangan yang mendalam, tidak mungkin dapat menggunakan banyak teknik dalam metode rahasia ini.
Mereka yang mencoba menggunakannya secara paksa, akan mati karena kehabisan energi fisik pada akhirnya.
Ketika aku berkeliling di dunia ini mempraktekan pengobatan untuk membantu orang, aku telah menyinggung sebuah organisasi misterius. Mereka mulai memburuku dan merebut metode rahasia ini. Hingga aku harus menyembuhkan diriku di Donghai.
Saat itu aku terluka parah.
Kekuatanku semakin melemah.
Akhirnya aku harus menyegel kekuatan Qi-nya, untuk mempertahankan hidupnya selama sepuluh tahun.
Sepuluh tahun kemudian, jika tidak ada yang mengontrolnya ... dia pasti akan mati.
__ADS_1
Untaian paragraf itu ditatap Lin Mu nanar.
"Di sini tertulis tentang penyakit Dokter Zhou."
Penyesalan terbesarku adalah tidak dapat menyembuhkan Yun. Dengan ini secara khusus, aku meninggalkan metode rahasia satu inci cahaya kehidupan kepada orang yang bertakdir.
Hanya berharap, suatu saat akan datang orang bertakdir yang dapat menggunakan metode ini untuk menyembuhkan Yun. Aku akan berterima kasih padanya dari dunia sana.
Lin Mu melipat kembali kertas itu dengan kerutan tebal di wajah.
Namun sebelum ia masukan kembali ke dalam amplopnya, deretan tulisan di belakang kertas surat itu rupanya tertinggal dibacanya.
Jika tidak memiliki pengembangan yang mendalam, jangan sekali-kali mencoba metode pengembangan inti cahaya kehidupan. Konsekuensi tanggung sendiri.
Mengangkat wajahnya dengan tatapan menerawang, Lin Mu mengingat kembali bagaimana racun milik Qing She begitu menyakitinya, dan Zhou Shiyun telah berhasil menyembuhkannya.
"Ternyata metode rahasia yang menyelamatkanku bernama; satu inti cahaya kehidupan," gumamnya. "Aku harus segera memperlihatkan ini pada Dokter Zhou."
Namun tidak untuk sekarang, tentu ia akan menunggu wanita itu sadar lebih dulu.
"Apakah itu berarti ... hanya mereka yang memiliki pencapaian pengembangan yang mendalam, yang dapat mempelajari metode ini?" Sepasang matanya melebar menanggapi hal demikian.
Malam harinya ....
Bulan tengah congkak menguasai pelataran langit, beriring gumpalan awan yang melintas lambat tersapu angin.
Lin Mu sudah duduk dengan tenang di sebuah kursi kayu di samping Zhou. Rupanya lumayan cukup lama ia di sana. Sesekali dipandanginya raut pucat wanita itu dengan perasaan iba di antara kedua tangannya yang bersilang.
Kenapa dia harus berkorban sejauh ini untukku?
Selang beberapa waktu kemudian ....
Kelopak mata bulat milik Zhou Shiyun akhirnya terbuka, sedikit demi sedikit dan perlahan menyesuaikan cahaya.
"Kamu sudah sadar, Dokter Zhou?" Cukup senang Lin Mu menyikapi. Dilerainya kedua tangannya yang semula bersedekap. "Bagaimana perasaanmu?" tanyanya ingin tahu.
__ADS_1
Merasa tak nyaman dengan posisinya, Zhou mengangkat hati-hati tubuhnya untuk duduk. Sedikit rasa sakit di kepalanya membuat satu tangannya naik untuk memijat. "Ya, jauh lebih baik," jawabnya apa adanya.
Untuk beberapa saat mereka bercokol tentang keadaan masing-masing. Setelahnya, Lin Mu mulai mengatakan hal yang tadi ditemukannya di balik dinding bata di kamar itu.
"Dokter Zhou, ada yang ingin kutunjukan padamu."
"Apa itu, Lin Mu?" tanya Zhou seraya menengok ke arahnya.
"Peninggalan kakekmu," ungkap Lin Mu. "Ada di meja itu." Seraya mengarahkan tangannya pada apa yang baru saja dia katakan.
Mendengar nama kakeknya disebut, Zhou tentu tertarik. Dengan gerak tergesa ia turun dari ranjangnya lalu melangkah gegas menuju meja di sudut ruangan. Benda itu telah ditangkap pandangnya saat ini.
"Lin Mu, ini ...."
"Kamu akan tahu setelah selesai membacanya," kata Lin Mu seraya melangkah mendekati wanita itu.
Mata Zhou terus bergulir menatap tulisan itu, membacanya dalam hati. Semakin lama, kelopak matanya mulai berair. "Guru," gumamnya pedih. Titik air matanya mulai berjatuhan seiring kedip. "Kasih Guru tak terbalaskan, bahkan sampai ajalnya, Guru masih mengkhawatirkanku. Aku tidak dapat membayar budinya dengan sisa hidupku." Zhou mulai terisak sesenggukan. Didekapnya kertas itu di depan dada, lalu bertanya pada Lin Mu, "Lin Mu, dari mana kamu menemukan ini?"
Lin Mu menjawab dengan senyuman tipis. "Di sebuah lubang dinding. Tadi aku berniat ingin membersihkan altar, lalu tak sengaja menemukan bata yang longgar," bebernya.
"Ternyata begitu," Zhou menanggapi. "Tapi sayang sekali, kedua benda ini tidak dapat menunggu orang yang ditakdirkan," keluhnya getir.
"Aku tidak berpikir begitu," sanggah Lin Mu. "Mungkin orang yang bertakdir yang disebutkan dalam surat itu ... adalah aku," ujarnya percaya diri.
Menyikapi argumen pemuda itu, Zhou menghardik keras, "Lin Mu, jangan sembarangan! Walaupun kamu seorang jenius, tapi tidak akan mudah memperoleh metode rahasia ini secara langsung!" Cukup menggebu terdengar. "Kamu akan membawa kehancuran pada dirimu sendiri, jika tidak ada fondasi yang kuat dengan pencapaian pengembangan yang mendalam!"
Lin Mu paham itu, tapi ....
"Kamu tenang saja, Dokter Zhou!" ucapnya. "Tidak perlu khawatir tentang hal itu."
"Apa maksudmu?!" sergah Zhou tak mengerti.
Sebelum melontarkan jawaban, Lin Mu menaikan tangan kanannya ke depan dada dengan posisi telunjuk dan jari tengah ia acungkan merapat, dan sisa jari lainnya terlipat ke dalam. "Dokter Zhou mengerti tentang latihan pengembangan. Menurutmu ... apa aku cukup memenuhi syarat?"
Detik itu juga, sepasang mata Zhou Shiyun dibuat terbelalak. Dua jari Lin Mu yang bersatu itu, mengeluarkan cahaya kuning keemasan menyerupai pendar cahaya lilin.
__ADS_1
"Mengumpulkan kekuatan Qi hanya pada ujung jari?!" decit wanita itu tak percaya. "Guru pun tidak dapat melakukannya!"