Aku Seorang Sampah

Aku Seorang Sampah
Episode 60


__ADS_3

"DUA PULUH MILYAAARR!!"


Suara pembawa acara pria itu bergaung memenehi seluruh gedung, melalui micropone yang terpasang di kiri telinganya.


"Dua puluh milyar satu! Dua puluh milyar dua! Dua puluh milyar tiga ...!!" Tak ada satu pun tamu udangan yang kembali mengangkat papan nomornya, dan .... "Dua puluh milyar! Deal!!"


Palu pun diketuknya sebagai tanda keputusan final, bahwa barang yang mereka tawarkan terjual dengan angka dua puluh milyar.


Sebuah vas bunga berbahan guci berwarna putih setinggi setengah meter ... ya, hanya sebuah vas.


"Terima kasih, Nona Lin, atas kontribusinya untuk acara amal ini!" kata pembawa acara itu lagi pada orang yang memberi penawaran tertinggi atas benda itu.


"Vas bunga begitu saja ternyata bisa terjual dengan harga dua puluh milyar!" Lin Mu berkomentar di kursinya berdampingan dengan si gendut Xing Weilong.


"Yang datang ke sini adalah orang yang punya uang, dan dianggap sebagai amal." Weilong kemudian menjelaskan.


"Pameran berikutnya adalah sebuah kalung kuno!" Pembawa acara kembali berkoar di atas pentas. Telapak kanan tangannya mengarah ke samping, di mana seorang wanita berpenampilan formal dengan jasnya, berdiri dengan sebuah bingkai kaca yang di dalamnya terdapat sebuah kalung dengan tali dan bandul berbentuk aneh.


"Misteri kalung ini, tidak dapat diketahui usianya," pembawa acara menerangkan. "Sebelumnya, beberapa ahli mencoba menggunakan metode C14 untuk identifikasi, tetapi mereka sama sekali tak berhasil menemukan apa pun dalam kalung ini!" Tersenyum sesaat, kemudian ia melanjutkan, "Para ahli menunjukkan bahwa tidak ada apa pun yang dapat menghancurkan kalung itu sama sekali."


....


"Kalung yang tidak dapat dihancurkan?" Weilong berkicau. "Perkataan para ahli juga mereka percaya?!"


Tidak ada sahutan, Lin Mu terdiam. Pandangannya terjurus lurus pada kalung di atas pentas itu.


Ia merasakan lagi, cincin di jarinya kembali bereaksi, menunjukkan sinar terangnya seperti tadi, yang kemudian dengan cepat disembunyikannya melalui telapak lain tangannya.

__ADS_1


Semenjak kalung itu muncul, reaksi cincin ini semakin kuat, decit hatinya. Kalung itu ... apakah ada hubungannya dengan cincinku ini?


Dalam keseriusan sejuta asumsi di kepalanya, suara seorang pria memantul lantang mengalihkan seluruh perhatian. "SEPULUH MILYAR!" Seraya mengangkat papan dengan nomor 612 di tangannya itu tinggi-tinggi.


Dari penampilannya, jelas pria itu bukan orang sembarangan.


Xing Weilong terperangah di tempatnya. "Sepuluh milyar?! Orang itu ternyata percaya!"


"Kamu lihat saja, sebentar lagi mungkin ada orang yang menambahkan," ujar Lin Mu.


"Baik, Tuan Liu membuka dengan harga sepuluh milyar! Apa ada lagi?!" ujar pria di atas pentas.


Wanita dengan nomor 086, kemudian mengangkat papannya. "Dua belas milyar!"


Nomor 612 kembali menaikkan penawaran. "Dua puluh milyar!"


"Empat puluh milyar!"


"Tuan Liu sekarang mengeluarkan empat puluh milyar! Apa ada yang lebih tinggi darinya?!"


Keadaan mulai ricuh saling menimpal komentar. Angka itu cukup spektakuler untuk ukuran harga sebuah kalung kuno, kicau mereka yang tak terlibat dalam aksi rebut tawar.


Termasuk si gendut Xing Weilong. "Apa tidak salah? Empat puluh milyar, untuk kalung yang jelek itu!"


Lin Mu tersenyum menyikapi, "Mereka ke sini hanya untuk beramal."


Di atas pentas, pria pembawa acara masih sibuk berteriak dengan microphone-nya.

__ADS_1


Sampai kemudian seorang pria beruban dengan setelan jas tanpa dasi dengan nomor papan 072, mengakhiri sesi rebut tawar untuk kalung aneh tersebut. "SERATUS MILYAR!"


Semua yang hadir jelas dibuat tersentak, terperangah, dan segala bentuk keterkejutan lainnya.


"Tuan Ao mengeluarkan seratus milyar, apa masih ada yang menawar?!"


"Seratus milyar satu! .... Seratus milyar dua! .... Seratus milyar tiga!"


....


"DEAALL! .... Terima kasih Tuan Ao atas kontribusinya untuk acara amal ini!"


....


"Ternyata Ao Shaolong," kicau Weilong seraya memanjangkan lehernya untuk meraih jarak pandang pada pria tua seratus milyar.


"Kamu kenal dia?!" tanya Lin Mu.


Menempatkan satu telapak tangannya di sisi bibirnya sebagai penghalang, Weilong mendekatkan wajahnya pada Lin Mu lalu berbisik, "Ao Shaolong pemilik Keluarga Ao saat ini. Pelaku bisnis legal dan ilegal. Jelas merupakan sosok yang kuat," tuturnya menerangkan. "Karena Ao Shaolong sangat menghormati kalung ini, itu pasti bukan kalung biasa. Tapi itu terlalu ...."


Lin Mu tercenung. Celoteh Weilong seterusnya tak lagi menyesap di telinga dan pikirannya.


Aku baru ingat ....


Legenda mengatakan, bahwa ada enam harta yang mirip dengan cincinku ini di dunia Xiuzhen. Tujuh harta ini secara kolektif disebut satu set abadi kuno. Dan bila terkumpul dalam satu tangan, maka pemegang satu set itu tak terkalahkan!


Hijau matanya menyorot kuat kalung yang masih dipegang wanita di atas pentas.

__ADS_1


Kalung itu mungkin salah satu set abadi kuno, asumsinya. Tidak disangka, bisa muncul kekuatan spiritual di tempat seperti ini!


__ADS_2