
"Hah!"
SWUUUSSSHH
Walaupun cukup terkejut, Lin Mu sempat juga menghindari pukulan kilat Kojiro. Mengelak dengan memiringkan sedikit tubuhnya demi tak terkena hantam kepalan ketat tangan sang rival.
Yagyu lebih kuat daripada Guangrui, tapi ....
WUSSHH
Kojiro melesatkan tendangannya secara cepat dan beruntun. Berputar-putar seperti gangsing.
Masih jauh dibandingkan denganku!
"HAP!"
"HAP!"
"HIAAT!"
Namun sayangnya, itu malah terlihat hanya seperti lalat yang melintas di depan wajah Lin Mu. Gerakan pemuda itu tentu tak kalah cepat. Ia menghindar kiri dan kanan tanpa membiarkan setitik pun Kojiro menyentuhnya.
Sesuai dengan yang dikatakannya, Kojiro tak sedikit pun terlihat main-main dengan gerakannya. Bertenaga penuh dan energik. Benar-benar penuh ambisi yang berisi tema; 'Mengalahkan' ... hanya itu!
Pertarungan berlangsung cukup menegangkan. Walau baru saja memakan waktu beberapa menit saja. Terlihat berkelas dan mumpuni. Siapa pun akan dibuat menganga karenanya. Kecepatan mereka nyaris seimbang. Namun belum terlihat Lin Mu mengeluarkan jurusnya walau seoles untuk membalas, selain gerakan menghindar yang justru membuat Kojiro semakin meradang melontarkan serangannya.
"Semangat, Ketua!"
"Kalahkan dia!"
Barisan pendukung Yagyu Kojiro terus bersorak menyemangati. Tawa puas bahagia memulas di wajah mereka, seakan ketua mereka tak akan bisa ditandingi siapa pun. Apalagi hanya sampah seperti Lin Mu. Sungguh menggelikan, pikir mereka.
"Lin Mu benar-benar ditekan oleh Ketua sampai tidak mampu membalikkan pukulan!" Satu orang paling depan berujar percaya diri dan tentu saja dalam kurung ... membanggakan.
Namun ... lain pandangan mereka, lain pula pandangan Ji Qinglan. Gadis itu menatap muak menanggapi suara-suara sumbang menjengkelkan menurutnya itu.
Orang lain beranggapan Lin Mu telah ditekan, tidak kesempatan untuk membalas, dan berada di posisi yang sangat tidak menguntungkan.
Mata tajamnya ia gilir kembali pada Lin Mu yang masih bertangkis ria di depan sana.
Tapi langkah kaki Lin Mu tidak berantakan. Sepertinya dia sedang berusaha menghabiskan stamina lawan, ia menilai dengan sorot memicing. Lebih intens memperhatikan.
"TERIMA INI!" Yagyu Kojiro berteriak lantang. Kaki kanannya terangkat tinggi untuk menendang--bagian apa pun dari tubuh Lin Mu.
Dan lagi-lagi, Lin Mu dengan sigap mengelak, memundurkan tubuhnya ke sisi paling memungkinkan untuk menghindar, tanpa mudah ditimpa tendangan selanjutnya.
Hampir saja kena tendangannya! decit hati Lin Mu. Kini ia harus lebih waspada.
__ADS_1
Tak memberi celah walau untuk sekedar diam, Yagyu Kojiro terus menghentak serangan layaknya seekor ayam jago mengejar betina--ingin kawin. Menghadapi Lin Mu cukup membuatnya terpancing secara emosional.
HOSH
HOSH
HOSH
Deru napas lelah Kojiro terdengar jua pada akhirnya. Ia mundur dengan posisi tangan masih terkepal siaga juga kuda-kuda kokohnya, untuk sejenak menetralkan napas yang terasa berat dan menekan.
Sedang Lin Mu ....
Wajah manis yang terlihat seperti anak kecil tengah mengemut permen, diperlihatkannya tanpa beban. Ia masih berdiri ringan di posisinya, tanpa terlihat akan balas menyerang sedikit pun.
"Tuan Lin Mu, kenapa kamu hanya di posisi bertahan? Apa kamu memandang rendah aku?!" tanya Kojiro dengan rahang mengetat dan sorot tajam memangsa yang kental--merasa diremehkan.
"Maaf, aku terlalu sibuk memperhatikan teknik Tuan Yagyu," kata Lin Mu seraya mengusap tengkuknya dengan kekehan renyah. "Aku jadi lupa kalau kita sedang bertanding."
Apa?! Kojiro melebarkan bingkai mata di antara cucuran keringat yang menggelinding bergiliran melewati pelipisnya. Bagaimana dia bisa mempelajari teknik dalam posisi bertahan? decit hatinya tak percaya.
"Sekarang aku menyerang!" ujar Lin Mu. Satu kaki diangkatnya tinggi lalu ditekuknya, sedang lengan ia buat siaga masing-masing depan dan belakang. Kedua telapak tangan itu ia buat merentang, tanpa kepal. "Bersiaplah, Tuan Yagyu!"
Mendengar dan melihat perangai Lin Mu, Kojiro mulai mengangkat tubuhnya menegak. Tangan kanan ia kepalkan dan memposisikannya tepat di dekat pinggang. Sedang satu lainnya ia majukan ke depan dengan kelima jari merapat mengacung ke atas. Kedua kakinya lurus dalam kuda-kuda sempurna.
"Kemarilah, Tuan Lin Mu. Biarkan aku melihat--"
"Apaa?!!" Pekikan itu justru menjadi sambungan kosakatanya.
WUUSSSHH
BUGH
Sepuluh meter jauhnya, tubuh Yagyu Kojiro terpental. Hanya dengan satu dorongan Lin Mu menggunakan telapak kanan tangannya. "Aaarrrgghh!" Teriakannya menggema bergaung memenuhi stadium, memancing pekik jerit para penonton di sekeliling.
GUBRAK
"HAAA??"
Semua pasang mata dibuat terbelalak.
"Apa?!"
"Apa yang baru saja terjadi?!"
"Tidak tahu!"
"Tadi aku hanya melihat Lin Mu tiba-tiba muncul di hadapan Ketua!"
__ADS_1
Tak terkecuali Qinglan. Gadis itu bahkan hingga menutup mulutnya saking terkesima. Bola matanya terpental membelalak. "Gerakannya sangat lebih dari cepat. Apakah Lin Mu ...."
"Ukhh!" Rintihan Yagyu Kojiro terdengar parau. Pria bertubuh kekar itu masih geming di posisi naasnya. Merasa ini belum berakhir, sekuat tenaga ia mengangkat tubuh, meraih tegak tubuhnya kembali untuk berdiri. "Aku terlalu ceroboh," keluhnya pada dirinya sendiri.
Lin Mu menatapnya penuh selidik.
Aku hanya mengeluarkan sedikit kekuatan Qi. Apa itu terlalu cepat untuknya?
Dengan tampang konyol seolah menyesalkan mainannya yang terinjak, Lin Mu menepuk keningnya seraya tersenyum-senyum.
Sepertinya aku gagal menggunakan dia untuk menguji kekuatan alam roh-ku. Sangat mengecewakan!
Yagyu Kojiro sudah siap kembali dengan ancang-ancang serangannya. Sorot tajam matanya menusuk ke arah Lin Mu tanpa belas kasih.
Serangannya tadi membuatku tahu perbedaan kekuatanku dengan Tuan Lin Mu, tapi ....
"AKU TIDAK AKAN MENYERAH BEGITU SAJA!" Teriakan Kojiro mendengking membelah langit.
Yang kemudian disambut Lin Mu dengan tatapan takjub. Ternyata itu membangkitkan semangat bertanding dalam dirinya. Kemudian tersenyum. Tapi tetap saja tak ada gunanya.
"KYAAAAAKKK!"
Layaknya seekor banteng yang mengamuk, Kojiro menyusun langkah cepat menjangkau titik di mana Lin Mu berdiri, seraya berkicau penuh harap dalam hatinya, kumohon, biarkan seranganku ini menembusnya. Entah pada siapa permohonan itu ia tujukan. Aku harus dapat memukulnya!
SWUUSSSHH
Kepalan ketatnya mulai mendekat ke arah Lin Mu, dan ....
"Ba-bagaimana bisa?!" Matanya dibuat terbelalak lagi-lagi. Serangan yang dibuatnya terhenti tiba-tiba dalam posisi mengambang.
Padahal hanya sedikit Lin Mu menekan pundaknya. Bahkan tanpa merubah geraknya sedikit pun.
"Kamu ... siapa kamu sebenarnya?!" tanya Yagyu Kojiro terbata-bata dipulas raut terperangah.
Lalu dengan santainya, Lin Mu mendekatkan wajah ke telinga Kojiro yang masih membatu di posisinya. "Aku juga mahasiswa di Universitas Donghai. Sama sepertimu," bisik Lin Mu dengan tampang menjengkelkan. "Bahkan aku ini hanya seorang junior." Kemudian tanpa lagi banyak meracau .... "Maaf, Tuan Yagyu!"
....
"Whoaaa ... aaarrgghh!"
Kembali mendengking mengacau irama, teriakan Kojiro menjadi penanda, bahwa ia memang benar-benar harus patuh pada kekalahan dan bertekuk lutut di bawah kaki seorang Lin Mu--pemuda polos, yang manis seperti bayi.
GEDEBUK
Tubuh tegap Kojiro menyongsong dasar lantai, setelah terlempar cukup jauh akibat tepisan kecil rentangan telapak tangan Lin Mu.
Tenaganya ini ... sangat kuat ... seperti monster!
__ADS_1