
Usai melakukan sesi latihan, saat ini Lin Mu dan Yao Xianxian berada di sebuah restoran mewah. Dua buah gelas piala berisi anggur berdiri di hadapan masing-masing.
"Kemampuan aktingmu pagi ini membuatku takjub, apa triknya?" Xianxian bertanya setelah menyesap tipis anggurnya dengan sangat elegan.
"Nona Yao terlalu berlebihan. Mana ada trik. Hanya berdasar sedikit pengalaman saja." Senyuman mengiringi jawaban bernada sungkan Lin Mu.
Satu kaki diangkat Xianxian untuk ditumpangkan pada kaki lainnya--bersilang.
"Tapi bukan semudah banyak pengalaman saja, bukan?" Diraihnya kembali gelas anggur di hadapannya untuk ia sesap ke sekian kali. "Lin Mu, jangan berpura-pura. Sebenarnya kamu orang yang ahli dalam seni beladiri, 'kan? Apa perkataanku benar?"
Tampang terkejut dipasang Lin Mu menanggapi pertanyaan wanita itu. "Bagaimana kamu tahu?"
Seulas senyum dilemparkan Xianxian. Kini punggungnya ia benturkan ke sandaran kursi, tetap tenang dengan kaki bersilang. "Keluargaku mempunyai sedikit latar belakang. Tidak akan susah mencari tahu." Pandangannya terus memberi kesan menawan. Dengan kepala dimiringkannya tipis saja, Xianxian kemudian bertutur, "Sekarang reputasimu lumayan terkenal. Masalah di Biro Keamanan Umum Kota, membuatmu masuk dalam daftar orang yang dipandang keluarga besarku."
Lin Mu menanggapi ringan, "Benarkah? Itu membuatku tersanjung."
Seorang pelayan datang menyela, mempersilahkan satu menu yang baru saja diletakannya di atas meja Lin Mu dan Xianxian untuk keduanya santap.
Lin Mu melirik Xianxian dengan sedikit tatapan heran, lalu mengalihkan pada makanan yang mulai diaduknya menggunakan sepasang sumpit berwarna kelabu.
Aku hanya meminta Xing Weilong untuk menghubungi Grup Baolong, tidak disangka kekuatan mereka begitu kuat. Kurang dari satu jam dapat mengeluarkanku.
Obrolan Lin Mu dan Yao Xianxian merambah semakin jauh, hingga sampai pada titik informasi yang dicetuskan Wanita artis itu. Entah berapa banyak yang ia ketahui tentang Lin Mu.
"Setelah penyerangan yang terakhir gagal, Keluarga Yan meminta Xue Chi untuk mengirim orang yang lebih hebat dari pada Qing She." Xianxian mengecilkan suaranya ketika berita itu ia sampaikan. "Katanya dari Eropa. Akan sampai dua hari lagi."
Sedikit saja Lin Mu menanggap terkejut. "Berita rahasia ini, Keluarga Yao dengar dari mana?"
Ekspresi Xianxian berubah sedikit aneh. Seperti tersirat rasa penyesalan atas apa yang baru saja ia lontarkan pada Lin Mu. "Jangan tanya aku. Bagaimana pun aku tidak akan katakan. Meskipun di belakangmu ada kekuatan hebat, aku harap kamu tetap berhati-hati."
...*****...
Keesokan harinya.
YINGHUANG ZHAOGE
"Karena akan ada pembunuh susulan, lebih baik aku waspada", batin Lin Mu. "Tapi hal ini tak bisa diurus dengan orang biasa."
Langkah Lin Mu yang baru saja mencapai pintu utama bangunan megah itu, terjegal. Dua orang pria berjas menghadangnya dengan raut keruh.
"Maaf, hari ini tempat ini sedang libur beroperasi. Tidak dibuka!" ungkap salah satunya.
Barang sejenak Lin Mu terdiam. Diraupnya udara untuk sedikit mengisi kerongkongan. "Tidak dibuka? Kalau begitu lebih bagus. Akan sedikit mata yang melihat kekacauan."
__ADS_1
"Bocah! Apa kamu tuli?!" Penjaga yang berdiri di kanan Lin Mu membentaknya. "Kamu pergi sendiri, atau mau biarkan ambulans yang mengangkutmu pergi?!"
Cukup sarkas terdengar. Lin Mu masih tetap dalam bawaan santainya.
Belum sempat ia melontar patahan kata, seorang pria datang dari arah dalam.
"Tuan Lin, maaf. Adik-adikku tidak mengerti."
"Kak ... Kak Ming!" Kedua penjaga tersebut menolehnya dengan raut gentar.
"Aku Wu Tianming, kepala keamanan di sini," kata pria botak itu pada Lin Mu. Dia sudah berdiri di antara dua bawahannya. "Kalian bahkan menghadang Tuan Lin. Cepat minta maaf!"
Tidak ada waktu untuk terkejut atau sekedar mempertanyakan tentang siapa Lin Mu sebenarnya, kedua pria itu gegas membungkukan tubuh mengarah pada pemuda berkulit putih terang di hadapannya tersebut, mengikuti sentakan sang atasan.
"Tuan Lin, maaf!"
"Maaf, kami punya mata, tapi tidak melihat dengan baik."
"Tidak apa-apa. Aku mengerti. Kalian hanya melakukan tugas sesuai peraturan." Lin Mu membalas maklum.
Selanjutnya Wu Tianming mengarahkan tangannya ke bagian dalam, lalu berjalan menyusul setelah Lin Mu melewati tubuhnya memasuki area.
"Kakak, Tuan Lin itu siapa sebenarnya?" Satu penjaga bertanya pada lainnya, usai Lin Mu dibawa menjauh oleh atasannya.
Di sela langkah yang kini berganti Wu Tianming sebagai pemimpin, pria paruh baya itu bertanya pada Lin Mu, "Tuan Lin, hal apa yang membawamu datang ke sini hari ini?"
Lin Mu tak menjawab berlebih, hanya menyebutkan beberapa yang mendasar. Pria keamanan itu mungkin bukan termasuk dalam pilihan keperluannya datang ke tempat itu saat ini. Cukup bersikap biasa saja.
Menanggapi pertanyaannya tak bersambut banyak, Wu Tianming memilih tema lain dalam obrolan di sela langkah tersebut. "Tuan Lin, sepertinya hari ini bukan waktu yang tepat. Beberapa orang sedang mendiskusikan rencana renovasi."
"Benarkah?" Lain wajah tak enak Wu Tianling, lain wajah Lin Mu yang justru kebalikannya. "Bagus sekali. Bukankan dengan begitu bisa sekalian mendapat perhatian?" Ia jelas merasa senang.
Walaupun cukup terheran dengan kalimat Lin Mu, Wu Tianling tak ingin banyak bertanya.
Langkah keduanya kini telah sampai di depan sebuah pintu ruangan.
"Tuan Lin, mereka semua ada di dalam, aku tidak leluasa masuk. Kamu--"
"Aku mengerti. Aku masuk sendiri." Lin Mu menyergah.
Setelah beberapa ketukan pintu dilakukannya, Lin Mu memutar handle tanpa menunggu seseorang membukakannya dari dalam. Lalu ia mulai masuk, meski tak ada yang mempersilahkan.
Wu Tianling mengikuti dengan ragu di belakangnya.
__ADS_1
"Maaf mengganggu!"
Setidaknya lima orang pria, berada di dalam ruangan itu. Kelimanya duduk berjauhan, mengisi lima kursi tunggal yang mungkin memang disediakan pas untuk mereka.
Tatapan mereka cukup terkejut, mendapati seorang pemuda yang tiba-tiba masuk tanpa mereka undang.
"Aku datang hari ini, karena ada hal yang ingin kudiskusikan dengan kalian semua." Lin Mu melanjutkan.
"Siapa kamu?! Tidak tahu aturan!" Lagi-lagi, seorang pria botak. Bedanya yang ini memiliki wajah sedikit seram dibandingkan Wu Tianling. "Pelayan, bawa anak ini keluar!"
Belum sempat titahnya mendapat sambutan ....
"Lin ... Lin Mu!"
Satu pria dengan rambut mohawk bercat kuning terang, menatap Lin Mu tergagap. Setelah menyadari jelas sosok pemuda shameless yang berdiri congkak di depan sana. "Kamu kenapa di sini?"
Dilanda keterkejutan lagi, pria botak berkumis lalu menyela dengan pertanyaan, "Kak Ji, siapa dia?"
Pertanyaan itu tak segera dijawab pria berambut mohawk yang disapa Kak Ji tersebut. Pikirannya bergerak mundur pada kejadian di dalam Pusat Penahan Biro beberapa waktu lalu.
"Ingat! Jangan memprovokasi Lin Mu di masa depan. Atau kamu akan mati tanpa tempat untuk jasadmu dikuburkan."
Penggalan kalimat peringatan Shen Zuguang saat itu menggema di kepalanya.
Mendapat tepukan di pundak dari si pria botak, ia terperanjat, seketika kembali pada kenyataan. "Namanya Lin Mu. Direktur Shen bahkan sangat menghormatinya," ungkap pria mohawk itu dengan nada ketar-ketir.
"Apa kau bilang?! .... Bahkan Direktur Shen ...."
"Maafkan kami, silahkan duduk." Pria botak mempersilahkan Lin Mu seraya bangkit dari kursinya.
"Tidak apa-apa." Lin Mu memaklumi. Ia kemudian duduk mengambil posisi sesuai yang diarahkan si pria botak.
Semua orang di ruangan itu saling melempar pandang menanggapi perangainya.
"Sudah, tidak perlu melirik sana-sini! Aku tahu apa yang kalian pikirkan."
"Tidak, tidak! Tuan salah paham!" Satu pria dengan bekas luka goresan miring diwajahnya mengelak. "Kami bermain mahjong hingga larut. Jadilah kelopak mata kami berkedut."
Omong kosong! Lin Mu tersenyum menanggapi bualan itu. "Jangan khawatir. Aku di sini bukan untuk merebut wilayah. Aku ke sini ... ingin meminta bantuan kecil dari kalian."
"Tuan Lin, ada masalah apa? Katakan saja di telepon. Tidak perlu datang sendiri seperti ini." Pria mohawk memberi ruang dengan raut yang mulai tenang.
"Tidak akan leluasa jika di telepon. Lebih sesuai membicarakannya secara langsung," tukas Lin Mu seraya merogoh sesuatu dari dalam saku jasnya.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG ....^^^