AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
perkenalan


__ADS_3

Santi tersenyum saat Sri datang.Ya,sahabatnya itu berjanji akan datang bersama suami dan. temannya.Tapi senyumnya mendadak lenyap melihat Sri hanya berdua.


"Kok cemberut bestie?" kata Sri,melihat wajah temannya yg terlihat cemberut menyambutnya.


"Nggak apa-apa,masuk Sri,masuk,mas Mono",kata Santi mempersilakan temannya dan suaminya untuk masuk.


Santi adalah seorang gadis yang tinggal sendiri di rumahnya yang cukup besar,karena kedua orang tuanya dan dua adiknya tinggal di kota lain,dan dia membeli rumah sendiri dari hasil kerja kerasnya selama ini.


Gadis itu sudah mandiri sejak lulus kuliah dan diterima bekerja di sebuah kantor yang cukup bonafit di kota yang berbeda dengan kota kelahirannya.


Mengawali pekerjaannya sebagai tenaga administrasi yang sebenarnya tidak sesuai dengan ijazahnya,tetapi karena dia gadis yang sangat tekun,sehingga akhirnya dia diangkat pada posisi manager keuangan.


Gadis itu sangat cerdas,rajin,pantang menyerah dan selalu ramah pada siapa saja,tanpa pandang bulu,meskipun itu hanya OB dan OG,sehingga banyak yang suka padanya.


"Nggak ditawari minum ini?",tanya Mono,memecah kesunyian.


Santi tergagap mendengar itu.Gadis itu tersipu malu...


"Maaf....maaf...,"katanya tergopoh."Mas Mono mau minum apa?Kamu mau minum apa,Sri?"


"Yang penting nggak dicampur sianida aja,San,"sahut Sri seenaknya,membuat Santi tambah cemberut.


"Kalau ada kopi hitam,San,biasanya kamu suka Nes****,ada nggak?"sahut Mono.


"Akh....Mas Mono masih ingat aja kalau itu kopi favorit aku...ada,kok...sebentar,ya..."


Santi beranjak ke dalam,beberapa menit kemudian,dia keluar dengan nampan berisi 3 cangkir minuman dan 2toples camilan.Dihidanhkannya di depan kedua tamunya itu sambil mempersilakanereka minum dan makan camilan.


Mono segera menyesap isi cangkirnya,lalu memejamkan mata dengan ekspresi menikmati,membuat Sri agak tersinggung.


"Biasa aja,kaleeee....",katanya sedikit cemburu,membuat Santi salah tingkah.


"Wlah,mah...coba aja sendiri,jauh beda dengan kopi bikinanmu.Nggak percaya?Coba aja",kata Mono.


Penasaran,Sri mengambil cangkir dan imut minum,lalu seperti menikmati,menilai dan membandingkan,membuat Santi ikut penasaran,lalu ikut juga mereguk isi cangkirnya.Menurutnya biasa saja,tidak ada yang istimewa,karena setiap hari dia memang g minum kopi dengan takaran seperti ini.


"Beneran,bestie,enak,nggak kemanisan,tapi bener bener pas gitu...",kata Sri.


"Tanya sama Santi ,gimana takarannya,nggak seperti kamu,selalu saja kemanisan,"kata Mono.


"Apaan sih,cuma kopi juga,kenapa jadi masalah,"kata Santi."Sru,jadi nggak?"


"Jadi,nggak?"tanya Mono."Jadi apaan,San?"

__ADS_1


"Eh...ah...i...itu,mas...aaaah...",kata Santi gugup dan tersipu,membuat Mono makin bingung,sementara Sri tersenyum tipis.


"Papahnya Lina tuh,yang nyebelin,bestie,"katanya,membuat suaminya makin bingung saja.


"Ini....ini apaan,sih,kok jadi aku yang nyebelin ,ada apa sih,mah?"


Santi tertunduk makin dalam,semwntara Sri menatap suaminya dengan tatap tajam,membuat Mono makin bingung.


"Kamu sih,pah....",kata Sri.


"Aku kenapa?Aku salah apa,San?"


"Nggak kok,mas,"kata Santi lalu menatap Sri.


"Pah,kemarin kamu bilang mau kenalin temen kamu,kan?Nah,ini kita ke sini bukan cuma mau main,tapi bawa teman kamu itu,katamu tadi mau nyusul,sekarang mana?"


Mono menepuk jidatnya,baru ngeh sekarang dengan kebingungannya akan sikap Santi yang biasanya banyak omong tapi sekarang banyak menunduk dan diam itu.Ia lalu mengeluarkan ponselnya dan menggulir sampai mendapati sebuah nama dan memencetnya.


Tak menunggu lama ,panggilan langsung tersambung.


"Dra,kamu di mana?"tanyanya.


"Di rumahmu,tapi kata Lina kamu pergi berdua,ya udah,aku tiduran aja."sahut temanya.


"Elah....kamu kok nggak nanya aku ke mana,lalu menyusul kemari?Kan Lina sudah aku kasih tahu.Emang dia nggak ngomong apa apa?"


Mono menarik nafas kesal,,karena Indra memang seperti itu,cuek,nggak pedulian dan cenderung rendah diri.


"Kamu di situ aja,aku sa.peri ,ya,dah ditu vvuin juga."kata Mono kesal.


"Oke,No,aku tungguin,"sahut Indra,lalu mematikan ponsel,membuat Mono menggerutu.


"Dan,aku titip Sri dulu,ya,jemput Indra,sialan tuh anak,udah tahu suruh nyusul,eh,malah ridura. dirumahku,"gwruru Mono.


Santi hanya mengangguk,semwntara Sri juga menggerutu panjang pendek.


"Indra tuh sebenernya baik,kok,bestie,cu.a emang terkesan seenaknya,tapi aku yakin deh,kamu pasti suka kalau sudah kenal dengan dia."


"Aku bukan ABG lagi,Sri,yang hanya cari pacar,kamu tahu kan,kalau orang tuaku sudah mendesak aku untuk menikah,atau mereka mencarikan jodoh sesuai pilihan mereka?Aku nggak mau itu,Sri,aku nggak mau dijodohkan orangtuaku,karwna aku yakin,mereka akan menjodohkan aku dengan sepupu jauhku,yang sudah lama memang melamar aku pada orangtuaku,"kata Santi dengan tetap tertunduk."Itu sebabnya aku mi ta tong Mas Mono,barangkali aja,ada temennya yang bisa diajak kenalan,lalu cocok dan bisa aku ajak menjalin hubungan yang serius,supaya sepupuku itu berhenti mengejar aku."


Sri ikut merasakan keindahan Santi.Bagaimanapun juga,dia sangat tahu kalau Santi tidak menyukai jodoh yang dipilih oleh orangtuanya,karena masih ada hubungan kekerabatan,meskipun kerabat jauh,tetapi Santi terlanjur menganggap hubungan itu dekat.Itulah kenapa dia memohon kepada suaminya untuk mengenalkan sahabatnya itu dengan salah satu temannya yang masih jomblo,dn diantara sekian banyak temannya,Indralah yang terpilih oleh Mono,yang dirasa cocok dengan Santi.Indra anak bungsu dari delapan bersaudara,yang biasa bekerja keras sejak masih remaja,karena dia hanya dari keluarga yang pas Pasan,yang mempunyai tekad baja,untuk sekolah tinggi,dan ternyata kegigihannya membuahkan hasil,dia lulus sarjana ekonomi dengan nilai yang sangat memuaskan,dan membuat bangga orangtuanya,tetapi saudara saudaranya tak satupun yang menghargai jerih payahnya,sehingga dia lebih memilih untuk meninggalkan rumah dan mengadu nasib di kota.Berjuang dari nol,ta paodal karena memang dia tak punya modal,hanya punya semangat dan tekad baja,sampai akhirnya dia berhasil mempunyai toko baja. bangunan,meskipun lokasinya hanya sebidang tanah yang berhasil dia beli dengan mencicil,tetpai akhirnya tanah itu berhasil dia miliki,dan sebuah bangunan ruko 2lantai dia dirikan diatasnya,dibawah untuk toko dan diatas untuk tempat tinggalnya.


Itulah sebabnya Mono memilihnya dari sekian banyak temanya untuk dikenalkan pada Santi,karena dia juga tahu kalau Santi juga pekerja keras,dN tidak meraih posisinya sekarang dengan mudah tetapi penuh perjuangan.Mwnurut Mono,Santi dan Indra adalah pasangan yang serasi,sama sama berasal dari keluarga yang biasa biasa saja,sama sama pekerja keras dan sama sama sukses,meskipun Santi sukses berkarir dan Indra sukses berwiraswasta,tapi menurutnya sangat cocok untuk menjadi pasangan.Apalagi selama ini Indra juga belum pernah menjalin hubungan serius dengan perempuan,dan Santi juga belum pernah menjalin hubungan serius dengan lelaki.

__ADS_1


Setengah jam kemudian,Mono memasuki halaman rumah Santi,memboncengkan temannya itu.Santi melirik sekilas ke beranda depan.Mono berjalan masuk,diiringinseorang pemuda yang cukup tampan,memakai celana jeanz dan Hem wawarn navy,dengan lengan yang digulung separo lengan,memakai topi hitam.Mereka masuk dan Mono langsung duduk di sebelah istrinya,meningvalkan Indra yang berdiri mematung.


"Duduk,Ndra",kata Sri,mencairkan suasana yang kaku.


"Eh,i...iya...",kata Indra tergagap lalu duduk di seberang Santi.


"Ndra,ini Santi,yang aku ceritakan kemarin,"kata Mono.


Indra menengadahkan mukanya laluenatap Santi sekilas lalu menu duk lagi


"Kenalan,gih....kok malah pada diem dieman gitu,"kata Sri.


Indra mengulurkan tangan ke Santi,yang diterima dengan gugup oleh gadis manis itu.


"Indra".


"Santi."


Lalu diam,tak ada lagi yang dapat dikatakan keduanya,membuat Mono dan Sri tertawa.


"Woiiii....kalian bukan ABG lagi loh....masak kayak anak SMP aja,Indra,Santi,trus diem....ngomong kek...",teriak Mono yang masih diiringi tawanya,mem uat Santi tersipu malu dan Indra hanya tersenyum .


"Sebentar,aku ke belang,buat minum untuk Mas Indra,"kata Santi laluasuk tergesa ke dalam.


Sungguh,jantungnya berdebar sangat keras,danungkin sekarang pipinya merona merah,karena dia sangat malu dan grogi menghadapi Indra.


Memang tidak terlalu tampan,tetapi bagi Santi sudah lebih dari cukup untuk ya.Pipinya makin merona membayangkan kalau dia benar benar jadian dengan Indra.Dia mengibaskan kepalanya,sambil tersenyum malu,menhalau bayangan bayangan yang ada di kepalanya.Sejurus kemudian dia keluar membawa secangkir kopi untuk I dra dan meletakkannya di depan Indra.


"Minum,mas,"katanya lirih.


"Terimakasih,dik,"sahut Indra lalu menyesap isi cangkirnya,dan seperti Mono,dia juga berhenti sebentar sambil menikmati aroma kopi dan menikmati rasa kopi yang pas."Mmmm....ini sih,kopi mbak Marni lewat,ya,Mon..."


"Biasa aja kali,mas,"kata Santi ti tersipu.


"Tub,kan,kopinya aja cocok,dH deh,lannutin obrolan kalian ,aku d. istirku mau ke pasar."


Mono mengajak Sri pulang,meni ggalkan Indra dan Santi.


"Loh...loh...loh...kok pergi,aku pulangnya gi.ana ini?"kata Indra.


"Ada Santi,ndra,minta anterin,salah sendiri gak bawa motor,atau nginap juga boleh,"kelakar Mono,membuat Santi dan Indra salah tingkah.


"Mas Mono iiiih....nggak asyik ini,masak pulang...,"kata Santi cemberut.

__ADS_1


"Aku sudah penuhi janjiku,kenalin kamu dengan temanku,selanjutnya,ya terserah kalian,masak aku dan istriku nonton kalian.Udah,ah,aku pulang dulu."


Mono mengajak istrinya pulang...


__ADS_2