
Santi hanya terus tersenyum susuk di samping suaminya.Bagaimanapun tadi ada segunung perasaan bersalah pada suaminya itu.A da yang membuatnya penasaran hingga dia melupakan rasa yang mungkin dimiliki oleh suaminya itu.Bagaimanapun Indra adalah manatannya yang audah pergi meninggalkannya dan suaminya adalah orang yang mau menerimanya,meskipun dalam keadaan yang belum saling jatuh cinta.Dia tetap menggenggam tangan suaminya yang duduk di sebelahnya.
"Sayang,kalau akhir pekan nanti kita berkunjung ke rumah ibu bagaimana?Sudah lama sekali loh kita ngga ke sana.Mungkin seusia twins,ya?Gimana,sayang?"tanya Santi memecah kesunyian dalam mobil.
Brian menoleh sejenak.dan mata mereka bertema untuk sekian detik,karena detik berikutnya Brian kembali fokus pada jalan di depannya.
"Bagaimana nanti saja,yang....Kalau twins bisa kita bawa,ya kita pergi.Kasihan kan,baru dua tahun loh mereka,dan perjalanannya lumayan jauh itu."
"Iya juga sih....Takutnya mereka nggak nyaman aja.Ya udah deh,kita ke taman bermain atau apa gitu,biar merwka lebih berinteraksi dengan dunia luar.Kalau mau Dimasukin paud juga kan belum waktunya.Kata temen aku,kalau audah tiga tahun baru masukin paud,supaya anak anak nggak bosen nantinya."
"Bagus juga ide kamu.Oke dwh,ntar kita rencanain mau liburan ke mana,tapi berangkat habis dari gereja,ya..."
"Iya,sayang..."kata Santi manja."Thank's ya selalu ada bagi kami,selalu menjadi yang terbaik buat kami.I Will always love u,more than my self."
"Diiiiiih....istriku pintar nggombal juga,yaaaa...."jawab Brian sambil tersipu malu.Entah mengapa gombalan istrinya benar benar membuat hatinya menghangat dan sepertinya riibuan kupu kupu beterbangan menggelitik perutnya,mbiatnya merebahkan senyum bahagia."Belajar dari mana,sih?Atau....Tadi les sama Albi,yaaa...."
"Ish....apaan sih?Aku nggak gombal tahu....itu beneran dari hati aku.....Sayang nggak percaya,yaa?"
"Duuuuh..... mobil mipi apa aku semalam,yang?Sore sore gini beneran kamu membuat mood aku yang tadi udah anxur jadi membaik,loh....pleaseeee perlakukan aku gini tiap hari,yah?Aku akan berikan semuanya buat kalian,tapi perlakukan aku dengan manis begini setiap hari....Tapi....sedia diabetasol yah,di rumah?"
"Kenapa?"tanya Santi bingung.Bukannya Brian sehat sehat saja dan diabetasol itu untuk orang yang diabetes?"Kamu sakit,yang?"
"Nggak juga,aih,tapi kalau tiap hari kamu perlakukan aku semanis ini,aku takut diabetes jadi sediain diabetasol buat aku,yaaa...."
Santi tersenyu manis mendengar gombalan receh suaminya.Dia nampak sangat bahagia karena melihat mood suaminya sudah membaik kembali.Dalam hatinya dia berjanji tidak akan melukai lagi perasaan suaminya itu,yang telah dengan tulus menerima dan mendampinginya.Mereka tetap saling menebar senyum sampai mobil berbelok memasuki sebuah halaman yang asri,rumah mereka.D ua bocah laki laki tampan berlarian ketika melihat mobilasuki gerbang yang dibuka Pak Dodo.Mereka berlarian sambil melompat lompat.
"Mama.....Papa....."
"Mama....Papa....."
Santi segera menangkap Satriya dan Brianenangkap Surya lalu mereka mengangkat anak anak itu diatas kepala mereka dan berputar putar seperti biasa yang mereka lakukan.
"Pecawaaaaat....."
__ADS_1
"Baling baliiiiiiing....."
Teriakan riuh dua anak.lelaki irubuat tawa bahagia terpancar dari wajah kedua orangtua mereka.Setelah mereka puas tertawa lalu Santi yang masih memggendong Satriya lari masuk ke dalam dikejar Brian yang menggendong Surya.
"Papa kenal Mama....janan kalah Pa.,..Adiiiiik....rindu kakaaaaaaak.....Mama blenti blentiiiiii"pekik Surya dalam gendongan papanya .Selalu mereka akrab seperri itu.Mereka selalu meluangkan waktu untuk hal hal kecil dan sederhana itu untuk membuat dia buah hatinya tertawa.Akhirnya Santi menjatuhkan diri di sofa dengan Satriya ada di pangkuannya disusul Brian dan Sirya."Mama pulang."
"Mana ada Mama culang?"ledek Santi pada si sulung."Iya....maa ada loaggak diitung dulu,ka Papa kalah setat."
Santi tertawa dengan protestan anaknya.Sartriya lalu memeluk kakaknya menenangkannya.
"Kakak nggaknuah takut....Adik mau kok kalah...Bila kakak aja yang w menang....Kakak kan abang aku."
Santi menatap Brian seraya tersenyum.Memang kedua anaknya berbeda watak.Kalau Surya cenderung nggakau kalah,tetapi kalau Satriya akan selalu mengalah pada kakaknya.Tetapi kedua batita itu sangat rukun,saling melengkapi.Itu yang diajarkan mereka pada dua anaknya.
"Kakak dan adik mau nggak kalau kita pergi berlibur?"tanya Brian riba riba membuat kedua batita itu tersenyum dengan mata berbinar binar.
"Mau...."
"Mau banget Papa...."
"Pantai papa,"sahut keduanya kompak lalu ber tos ria dan tertawa terbahak bahak.N Rian dan Santi sampai ikut tertawa karena raut lucu keduanya saat tertawa terbahak bahak.
"Oke boys...."kata Brian kemusian."Deal kita ke pantai,oke?Sekarang kalian ke mbak dulu,ya....Mama sama papa mau bersih bersih dulu,lalu kita makan malam bersama,oke?"
"Oke papa...."
Kedua anak lelaki itu merosot turun dari pangkuan orangtuabmereka dan berlarian ke dalam mencari baby sitter mereka.Santi dan Brian pun melangkah meninggalkan sofa,masuk ke kamar mereka.Kembalo rumah itu sepi,karena penghuninya sibuk dengan aktivitas mereka masing masing.
Jam tujuh malam semua berkumpul di ruang makan,sepwrti biasa acara makan malam bersama.Baik bibi,pak dodo,maupun kedua baby sitter mereka juga makan bersama mereka.Itu kebiasaan Brian dan Santi sejak dulu,sejak mereka belumenikah malah,mereka memiliki kebiasaan yang sama,selalu mengajak makan bersama para art dan tukang kebun mereka keluarga,itu yang selalu ditanamkan Santi dan Brian,terlebih pada dua batitanya.M ereka makan dengan akrab,saling berbincang ringan seputar sehRian tadi.Selwsai makan,bibi dan Santi memberesi meja makan dan mencuci alat makan,semwntara Brianbawa dua jagoan kecilnya ke kamar mereka dan menemani bermain swbwntar,swbwlum waktu tidur mereka.Mereka dibiasakan tidur sebelum jam sembilan malam.
Dan hari yang ditunggu tiba.Samti,Brian dan kedua babysitternya si kembar berlibur ke pantai.Bibi dan Pak Dodo menolak ikut karena nggak mau meninggalkan rumah dalam kondisi kosong,dan mereka beralasan kalau mereka sudah tua,terlalu capek kalau harus pergi ke pantai.
Anak anak sangat sdnag bermain pasir di pantai itu ditemani mbak mbak mereka,semwntara Santi dan Brian duduk di gubuk yang ada di tepi pantai sambil menikmati kelapa muda dan beberapa camilan yang ada di depan merwka.
__ADS_1
"I ndah...."kata Brian.
"Hmmmm?"sahut Santi."Pantainya memang indah....Lihat sejauh mata lepas memandang yang....Ombak yang saling berkejaran itu sangat indah...."
"Tapi lebih indah ciptaan Tuhan yang dihadapanku....Yang kumaksuf indah adalah dirimu,sayang....Lihat...."
Brian menyodorkan Ho nya dan Santi tersipu.Dalam tanvkapan kera hp sia
inya ada wajahnya yang ayu,dwngan rambut yang diterbangkan angin,dan senyum cerah karsnaelihat keceriaan buah hatinya,diabadikan suaminya dalam sebuah tangkapan kamera.
"Aku jadiin dp ya?"
"Jangan....Ntar kita foto berempat aja buat jadi wallpapers kita.Setuju nggak?Jadi kita akan selalu ingat kebahagiaan kita,nggak hanya kamu ingat aku dan aku ingat kamu,tetapi kita akan selalu ingat kalau kita adalah sebuah keluarga yang bahagia."
"Boleh juga itu....Aku setuju...."
Santi lalu merebahkan tubuhnya di dada bidang suaminya dan Brianemwluk istrinya dari belakang.Diaenyandarkan dagunya di bahu istrinya itu.Sangatanis momen ini untuk dilewatkan Brian.Dia sangat mencintai istrinya itu.
"Sayang..."katanya lembut.
"Yaaa,"sahut Santi.
"Kita akan selalu bahagia,kan?"
"Tentu saja,sayang....Kita akan usahakan untuk selalu bahagia....Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
*"Aku....Aku hanya takut kalau aku akan kehilangan kebahagiaan kita."
"Jangan berkata seperti itu...."
"Kamu akan selalu jadi milikku kan?"
"Tentu saja sayang....sampai maut memisahkan kita,sayang...."
__ADS_1
"Terimakasih,sayang.....kalian adalah prioritas si hidupku....Jangan pernah tinggalkan aku....Aku tak akan sanggup kehilangan kalian..."
Santi mendekap erat tangan Brian diperutnya.Dia baru menyadari arah pembicaraan Brian.Ya,dia tahu kalau hati Brianungkin masih sakit,twrgorws oleh keegoisannya yang malah mencari tahu tentang masa lalunya.Sekarang dia berjanji pada dirinya sendiri,tidak akan lagi melirik masa lalunya.Biarlah masa lalu dia jadikan pelajaran yang manis dan perjalanan hidupnya.Baginya,masa depannya sekarang adlah Brian dan anak anaknya.Yaaa....dwngan tekad yang kuat dan senyimengembang diaelepasasa lalunya.Dia berjanji tidak akanwngulok lagi masa lalunya,yang alanemyakiti masa depannya.Semakin diedarkannya dekapannya pada tangan suaminya dan semakin disamdarkannya tubuhnya pada tubuh suaminya yangeluknya dari belakang dwngan posesif.Mereka terhanyut dalam bahagia.