
Sejak diberitahu kalau dua dari triplets adalah bayi perempuan,Santi dan Brian terlihat makin bahagia.Bagaimana tidak?Dengan dua bayi perempuan yang sudah terdeteksi,setidaknya mereka sudah memiliki anak anak yang komplit,laki laki dan perempuan.Dan anak anak mereka juga sangat membanggakanereka,karena kecerdasanefeka yang mungkin di atas rata rata anak usia sebaya mereka.Terbukti dengan bicara mereka yang sudah lancar di usia yang ketiga tahun,tanpa cadel,bahkan dengan lancar mengucap huruf r,meskipun di usia dua tahun mereka memang masih cadel,teyapi lihatlah sekarang dua kembarnya yang luar biasa itu.Bahkan mereka terlihat sangat pintar.Bisa makan sendiri,sudah tidak mau dimandikan sus nya,cuma pakai baju memang masih dibantu sedikit.Berkat dan anugerah yang luar biasa itu dia syukuri di setiap langkah kakinya menyusuri hidup berumahtangga dengan Santi.Upah dari kesabarannya selama ini,telah dia nikmati sekarang.Walaupun Santi lebih tinggi jabatannya,lebih banyak gajinya,twtapi istrinya itu masih sangat m enghargainya.Dia masih tetap dengan senang hati menerima gaji yang diberikan oleh suaminya dwngan tersenyum lebar.Dia masih dwngan penuh hormat melayani keperluan suaminya.Dia masih seperti sediakala,yang selalu hangat dan selalu membuat suasana rumah selalu ceria.Dia bahkan sesekali membantu sus mengasuh si kembar,karena baginya,si kembar anak anaknya,bukan anak sus.
Keluarga yang selalu Brian harapkan dan selalu dia pinta dalam doa doanya pada Sang Maha Pencipta,nyatanya dikabulkan dengan bonus yang tidak dia duga duga.Bagaimana tidak?Bonus anak kembar dua yang lahir setelah hampir setahun mereka menunggu dalam harapan yang selalu dipanjatkan dalam setiap doa doa,dan sekarang,setelah hampir lima tahun mereka menjalani bahtera rumah tangga kembali dikejutkan dengan bonus ganda,yaitu kehadiran triplets ,yang bagi kebanyakan orang adalah sesuatu yang sangat mustahil,secara kembar dua saja jarang terjadi,ini malah istrinya dinyatakan kembar tiga.. Aaah.....tak ada yang bisa diprediksi dari anugerah Yang Kuasa dalam kehidupan manusia,apalagi manusia yang senantiasa berharap dan bergantung pada KuasaNya.
Hari hari bahagia pun berlalu dalam hati keluarga kecil yang bahagia ini.Dan saat ini usia kehamilannya sudah sampai di Minggu yang ketiga puluh,dan Santi sudah ada janji dengan dokter Mina untuk kembali melakukan USG,setelah pemeriksaan kehamilan biasanya yang rutin dilakukannya setiap bulan.Seperti biasa,yang paling antusias untuk melihat hasil USG adalah duo tampan ,siapa lagi kalau bukan Surya dan Satriya.D uo tampan itu sudah heboh dari rumah,menuju klinik dokter Mina.Keduanya mereka reka rencana,untuk melihat adik adiknya nanti.Mereka akan menguasai monitor yang bisa menunjukkan sang adik adik si dalam perut Mama.M ereka asyik berceloteh,mrmbuat kedua orangtuanya sampai ikut tertawa mendengarnya.Tak lama mereka sampai di klinik,dan. kedua bocah tampan itu langsung meminta nomor atria n tanpa diminta mamanya.K kehadiran mereka sontak menarik perhatian dari orang orang yang antri di sana,terutama ibu ibu hamil yang sedang duduk menunggu giliran.Seorang ibu muda bahkan sampai menitikkan air matanya lalu membelai kepala si kbar tampan itu.
"Kakak kakak yang pintar...."katanya,sambil membelai kepala si kembar.
"Aunty nangis?Kenapa?"tanya Satriya peduli,melihat airmata meleleh dipipi ibu itu.
"Nggak apa apa sayang....Aunty hanya sangat terharu,kalian kakak kakak yang hebat...Mudah mudahan kalian nanti ikut menjaga adik dwngan baik,ya?"
"Adik adik,aunty..."
"Adik adik?"tanya sang ibu muda itu,laluenoleh ke arah Santi yang duduk dengan begah di dekat mereka."Kembar lagi ya,mbak?"
"Puji Tuhan,iya...."sahut Santi."Bahkan ini ada tiga,dik."
"Haaaaa?Tiga?Oh,my.... betapa beruntungnya mbak ini....Jadi nanti anaknya lima dong,ya?"
"Ya,begitulah..."sahut Santi tersenyum cerah.
__ADS_1
Perhatian orang orangpun segera terpusat pada Santi yang memang perutnya sangat besar.Bahkan duduknyapun sudah sangat kesusahan.D ia duduk bersandar pada kursi tunggu,semwntara perut buncitnya tampak bergerak gerak,membuat dia tersenyum sambil meringis dan mengelus elus perut buncitnya.Kembali duo tampan itu heboh.
"Hei,kakak,lihat .. adik adik pada kelahi di perut Mama..."teriak Satriya lalu mendekati ibunya dan mengelus perut ibunya yang terus bergerak gerak itu dengan gemas.
"Hei,adik adik...."kata Surya yang duduk disamping Satriya sambil juga ikut mengelus perut ibunya."Jangan berisik di dalam,ya....Jangan beri lagi juga,nanti kakak minta Mama makan yang banyak agar kalian tidak berebut,ya... Ayo,pada diam,dulu,kasihan Mamanya ya,ini sudah meringis karena kalian berkelahi di dalam....Ayo,tenang,kakak sayang kalian...."
Ibu ibu dan juga beberapa bapak yang ada di sana sangat gemas dan ngan tingkah duo t ampan itu,bqhkan Brian sampai menepuk keningnya karena ulah Satriya dan Surya yang menasehati adik adik mereka.
Akhirnya giliran mereka untuk masuk ke dalam ruang periksa dokter cantik itu.Mereka masuk disambut senyum cerah sang dokter dan seorang perawat yang membantunya.
"Selamat sore kakak kakak tampan...."sapa dokter cantik itu yang lalu disambut dengan hangat tangan penuh hormat dengan mencium punggung tangan dokter cantik dan perawat itu oleh duo tampan itu."Bagaimana kabarnya ini?Sudah sekolah belum,nih,kakak kakak?"
"Kami baik,bu dokter..."
"Sekarang Mama mau di USG dulu ya.. Ayi,Ma,naik ke tempat tidur,bisa dibantu Sus?"
Santi dibantu Brian dan suster segera naik ke tempat tidur lalu dengan cekatan perawat cantik itu mengoleskan gel ke perut buncit Santi dan dokter Mina segera melakukan tugasnya sambil terus menjelaskan pada keluarga bahagia itu.Kebetulan saat di USG,ketiga bayi itu bergerak gerak,mbuat kedua anak lelaki itu berteriak teriak heboh,semwntara Brian hanya menitikkan airmatanya menyaksikan keajaiban itu di layar monitor.
"Oh,hai....seee....rupanya kedua putri cantik ini mendorong si pemalu untuk menampakkan diri....Seee.. yes... he is a. boy.....Congrats boys....You get two sisters and a boy now...."
"Yeeeeeeiiiiiii....."teriak heboh keduanya.
__ADS_1
"Thank you Bu dokter cantik....Ayo adik asik cantik,tendang laki laki pemalu itu biar menampakkan diri lagi..."teriak Surya,membuat dokter Mina sampai menitikkan air mata karena terlalu kencang tertawa.
"Kok kakak pertama begitu,aih?"protes perawat itu.
"Ya iyalah,sus...kenapa harus malu malu coba,sampai dua adik cantikmu harus membuatnya menampakkan diri?Biar ditendang pantatnya oleh dua adik cantikmu itu...."
"Bu dokter,cetak gambarnya tiga lagi,ya?Kakak juga ingin pegang..."
"Tentu,boys... Apapun buat kalian yang tampan...."
Dokter Mina lalu memberikan foto hasil USG iru kepada mereka yang diterima dengan sangat senang hati.
"Mam...kondisi triplets sangat baik...Apa ada keluhan selama ini?"
"Selama ini sih baik baik saja,dok....Cuma agak kesulitan saja kalau mau bangun...Perutnya ini loh,terlalu besar...'
"'Oooh....iru biasa,mam....Jangankan dwngan tiga janin,dengan satu kan n saja akan kesulitan kok...Tapi tidak ada keluhan yang berarti bukan?"
"Tidak,dok..."
"Oh,ya....dalam kondisi kehamilan triplets ini segala sesuatu mungkin terjadi,ya,mam,pap....Mungkin HPL nya akan maju banyak,tapi kita juga hanya berserah sih,ya,sama Yang Di Atas,kalaupun Dia sudah berkehendak kita bisa apa,ya,kan?Yang jelas,nanti dua munggu lagi Mama sebaiknya datang lagi buat periksa,ya...kita lihat kondisi triplest.Mulai sekarang kita ketemu setiap dua minggu sekali,ya,mam?Sepertinya Mama tetep butuh vitamin ini,sebwntar saya resepkan dulu,ya..."
__ADS_1
Setelah menulis resep dn menyerahkannya pada Brian,dokter cantik itu lalu mempersilakan merwka keluar,dan dwngan gemas sang dokter mencium pipi duo tampan itu yang disambut kekehan tawa suo tampan itu,lalu merwka keluar dari ruang periksa,menuju ke apotik di samping klinik utuk menebus obat sekaligus membayar jasa sang dokter di kasir.Setwlah selesai,keluarga kecil itupun pulang dengan hati yang riang gembira.