
Waktu adalah sesuatu yang tidak bisa berhenti.Suka tidak suka,mau tidak mau,detik demi detik tetap berjalan sesuai dengan kehendak Sang Pencipta.Susah senang,sakit sehat,kaya miskin,sukses gagal,jaya terpuruk,s emua sudah ada yang mengaturnya.Matahari tetap setia terbit di ufuk timur dan tenggelam di ufuk barat sesuai dengan waktu yang dibuat oleh Sang Pencipta dan semua berjalan sesuai dengan kehendakNya.Demimian juga dengan kehidupan sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia dan sekarang dengan berdebar-debar sedang menunggu kehadiran sang buah hati.Siapa lagi kalau bukan Santi dan Brian.Mereka Bahkan sudah mempersiapkan sebuah koper besar berisikan perlengkapan melahirkan di kamar mereka,sehingga sewaktu waktu Santi melahirkan tinggal bawa saja.
Semakin besar kandungannya,semakin kesulitan Santi untuk posisi tidurnya,karwna perutnya yang besar,dia tidak nyaman dengan posisi tidur apapun.Tetapi posisi yang paling nyan ternyata ada dalam dekapan suami tercinta.Setiap malam,sejak usia kandungannya memasuki 9bulan,Samti akan bersandar di dada bidang suaminya,dan dengan penuh kasih,suaminya itu akan membelai belai lembut kepalanya sampai dia terlelap.T Ak ada rasa lelah pada Brian,tak ada keluhan keluar dari mulutnya,tak ada ....semua hanya rasa yang sangat bahagia karena merasa sang istri sangat bergantung padanya.Rasa cinta yang dia pikir bertepuk sebelah tangan meskipun Santi menerima lamarannya,tetapi dia tahu saat itu Santi sedang terlukatwrnyata berbalasanis karena kesabarannya menerima istrinya apa adanya,meskioun dia tahu,dia hanya alat untuk menggagalkan perjodohan Santi,twtapi sekarang dia tahu kalau istrinya juga sangate mencintainya.Dan kebahagiaan iaanya akan menjadi lengkap sebentar lagi.Dua orang bayi akan mewarnai keceriaan keluarganya.Rasa hidup sebatangkara selama kehamilan ini seakan lenyap tertiup angin,berganti dengan rasa yang sangat bahagia dengan kehadiran Santi,meskipun awalnya hanyalah kesediaanya menerima Santi dengan lapang dada,karena dia sangat mencintai wanita itu.S sekarang lihatlah betapa Sang Pencipta sudah mbalas semua kesabarannya dengan melimpahkan kebahagiaan yang sangat luar biasa dalam hidupnya.Sudah sang istri menerima cintanya sepenuh hati,kini dia akan menjadi ayah dari dua orang bayi yang sangat mereka nantikan kehadirannya.
Hari ini adalah bulan kesembilan bagi Santi dan rencananya nanti siang dia akan mengajukan cuti hamil,karwna hol nya diperkirakan masih dua Minggu lagi.Memang dari awal Santi merencanakan ambil cuti mepet dengan hpl agar dia lebih lama dengan anak anaknya di rumah setelah melahirkan.Memang menyalahi aturan,twtapi Santi tak begitu peduli,yang ada di pikirannya adalah dia ingin lebih lama dengan buah hatinya.Saat ini mereka sedang persiapan untuk berangkat ke kantor.
"Ma...nanti pulang jam berapa?"tanya Brian sambil memakai sepatunya.
"Habis makan siang aja,Pa,"jawab Santi.
"Jangan pulang sendiri,ya?Tunggu aku dulu,aku pasti jemput Mama dan anterin Mama pulang,a ku nggak mau Mama pulang sendiri,lihat itu perutnya sudah kayak drumband aja."
Santi tertawa dikatakan seperti drumband oleh suaminya.Tiba tiba dia meringis kesakitan,membuat Brian berlari ke arahnya.
"Kenapa,sayang?Ada yang sakit?Mana yang sakit?"
"Mereka main bola di dalam ,Pa..."kata Santi meringis dan Brian tertawa karena melihat bentuk perut istrinya yang bergelombang,seperti ada sesuatu yang bergolak di dalam,bahkan dia melihat perut itu bergerak gerak cuup keras,membuat Santi makin meringis.Dengan reflek dia mengelus perut itu,
"Satriya,Surya....anak anak kesayangan Papa,ayo,jagan buat Mama sakit,ya?Ayo,nak...kembali ke posisi semula,ya...kasihan Mama,sakit banget ini....Ayi,nak...."
Dan seperti mengerti apa yang diucapkan oleh Papanya,perut Santi kbali bergerak,tetapi kali ini kembali menjadi bulat seperti semula.
Saat Santi berdiri dibantu oleh Brian untuk seger berangkat ke kantor,tiba tiba tanpa disadari Santi,dia mengeluarkan air dengan mbanjiri kakaknya,membuat Brian panik.
"Mama ngompol?"
"Enggak....Nggak tahu...'
Tiba tiba dia merasakanulas yang sangat di perutnya dan dia terduduk lagi di sofa,membuat Brian panik dan memanggil bibi.Wanita paruh baya itu datang tergopoh gopoh ke depan dan segera tahu kalau air ketuban majikannya telah pecah.
"Mas Brian,segera bawa mbak Santi ke rumah sakit,ini air ketuban,cepat,Mas.mbak Santiau lahiran."
"Apaaaaaa?"teriak Brian tambah panik,sementara Santi meringis kesakitan."Ayo,sayang,kamu masih kuat jalan?Atau aku akan menggendongnya ke mobil?"
__ADS_1
"Ak...Aku...Akh....sakit sekali ,sayang....Aku harus dipapah ya....sakit sekali ini,tolong...."rintih Santi.
Brian tak menunggu lagi,dengan sekali gerakan dia menggendong istrinya dan segera masukannya ke mobil yang sudah dibuka oleh bibi.
"Bi,ambil koper yang sudah disiapkan di kamar,bibi ikut,ya.. ."
Akhirnya mereka segera ke rumah sakit.Brian menyetir dengan panik,tetapi tetap berusaha fokus,meakioun di kursi belakang Santi yang dijaga bibi terus merintih kesakitan.
"Sakit banget ya,yang?""
"Iyaaaaaa....cepetan,sayaaaaaaang,makin sakit ini....."
Brianakin menbah kecepatan laju mobilnya sampai bibi ketakutan.
"Mas....sabar Mas...eling Mas....jangan sampai kita celaka...mang sakit,tapi belum tentu segera lahir,itu harus pas bukannya....hati hati saja,mas....eling....ini anak dan istri mas Brian bergantung pada Mas Brian,loh,hati hati...."
Bibi terus mengingatkan Brian sehingga calon bapak itupun sadar diri,dia segera mengurangi kecepatan mobilnya dan menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan berat.Sesekali dia melirik ke belakang dan dia melihat istrinya sudah tak merintih seperti tadi.
"Bapak tunggu diluar,ya?"kata perawat.
"Nggak....Aku harus di dalam,istriku nggak boleh sendirian"
"Gimana ini,dok?"
"Biarkan saja,sus...mungkin malah bisa memberi semangat sama pasien."
"Wah....sudah pembukaan delapan,sus...segera siapkan ruang bersalin,kita bawa segera ke ruang bersalin."
Santi didorong ke ruang bersalin,diikuti Brian yang terus menggenggam tangan istrinya,seolah menyalurkan kekuatan pada istrinya itu.S anti tetap merintih kesakitan,tetapi wanita itu adalah wanita yang kuat,dia tidak menangis,hanya merintih.Tangannya tetap menggenggam erat tangan suaminya.
"Bu....kita tunggu dedeknya yang ngajak ya,jangan mengejan dulu....ini hampir waktunya....rasakan ya....kala UI dedeknya sudah ngajak,segera mengejan,ayo...satu...dua....tiga ...ayo bu...tarik nafas lalu mengejan yang kuat,ya...."Santi mengikuti petunjuk dokter itu dan mengejan sekuatnya,tetapi belum berhasil melahirkan sang buah hati.Berulang ulang dia m engejan,dan entah yang beberapa,tiba riba dia merasakan seperti ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya dan suara tangisan melengking membuatnyaenghembuskan nafas lega...dia berhasil melahirkan anak pertamanya,yang segera diterima oleh bidan dan dibersihkan.Sekali lagi diaengejam sekuatnya dan putra keduanya lahir,selisih lima-enam t dri putra pertamanya.Setelah plasentanyapun dengan sendirinya keluarSanti akhirnya terkapar kelelahan dan Brian mengecup keningnya lama,dengan air mata berderai di pipinya.
"Terimakasih,sayang....terimakasih....Kamu sungguh wanita yang hebat dan luar biasa...mereka sangat mirip denganmu....tampan sekali....hampir tak bis dibedakan... terimakasih...."
__ADS_1
"Sekarang bapak tunggu di luar dulu,yaaaa,ibunya dibersihkan dulu,bapak bisa melihat anak anak si ruang anak anak,ya,sebwlum nanti kita bawa ke ibu..."
Dengan semangat Brian segera keluar dari rug bersalin dnan ke ruang raeat bayi,diikuti bibi.Mereka menuju ke bayi mungil dalam box bayi,dsngan gelang di tangan,bayi nyonya Santi.Mereka tersenyum bahagia.
"Mirip mbak Santi ya,Mas?Iiiih....tampan sekali....aduuuuh....ini bener bener mirip,nggak tahu nanti bibi bisa bedain nggak ini,ya.....aduuuh....gemeeeeeesh........."
"Aku juga susah,bi....ini yang pertama lahir,bi....dia kakak,dan ini yang lahir berikutnya,dia adik...."
Dua orang perawat masuk dan mengambil kedua bayiingil itu,membuat Brian protes.
"Mau dibawa kemana anak anak saya?"
"Ke ibunya,pak...untuk inisiasi menyusui dini...bapak mau ikut?"
"Ikuut...."
Mereka segera keruang rawat Santi dan kedua bayi itu diletakkan di samping kanan dan kiri Santi.Satu persatu diberikan pada Santi,untuk disusui.Santi meringis ketika mulut mungil itu mulai menyesap buah dadanya.Setelah kenyang,diberikan kepada Brian dan satu lagi disusui Santi.Setelah selesai diberikan pada bibi yang dari tadi seperti ingin menggendongnya.
"So... siapa namanya,sayang?Kamu selalu mnggil mereka Satriya dan Surya...?"
"'Oooh....ini kakak,namanya Eka Satriya Budi Cahyana dan ini adik namanya Dwi Surya Kurnia Pradipta,gimana?Kan kalau perempuan Mama yang kasih nama,kalau laki,papa yang kasih nama."
"Wow....bagus sekali....Eka Satriya Budi Cahyana ...Dwi Surya Kurnia Pradipta....Hmmmm.....Satriya....Surya...."
"Eka itu Nak pertama,satriya agar dia berjiwa kesatria Budi,ahar dia berbisik luhur Cahyana adalah cahaya yangenerangi kedua orang tuanya,dwi,anak nomer dua,surya adalah matahari,kurnia adalah anugrah Pradipta memerangi...artinya,anak kita yang pertama adalah kestriya yang berbudi luhur yang akan menerangi kehidupan keluarga kita,dan anak kedua kita adalah seperti matahari yangwmancarkan sinarnya yang menerangi keluarga kita sebagai anugrah terindah...."
"Luar biasa....terimakasih,sayang...."
"Harusnya aku yang terimakasih,sayang,twrimakasih sudah mauwnerima aku apa adanya,terimakasih sudahwncintai aki,terimakasih sudah mau mengandung danelahirkan anak anak ku...terimakasih sayang .."
Tak ada kata yang luar biasa selain ucapan syukur pad Tuhan yang susah memberikan anugrah yang sangat luar biasa untuk keluarga kecil yang berbahagia itu.
Setelah dua hari di rumah sakit,akhienya Santi pulang dan mereka sangat berbahagia dengan kelahiran kedua bayi mungil yang tampan itu.
__ADS_1