
Aku merasakan sakit yang teramat di perutku.Akhir akhir ini memang aku sering merasa sakit perut,tetapi ini yang terparah,sampai aku tak bisa menahannya lagi,e ntah bagaimana ceritanya,aku terbangun sudah di rumah sakit,dan kulihat Kiara dan Santi ada di di dekatku dan tampak cemas.Ya Tuhan,aku sangat sakit melihat wajah khawatir Santi.Kekasihku itu nampak pucat dan khawatir,bahkan ketika dokter menerangkan kalau aku baik baik saja dan hanya kecapekan,dia masih saja terlihat khawatir.Akhirnya aku diantar pulang oleh SNti,dan bisa dibayangkan betapa tetanggaku yang suka usil,pasti mereka langsung heboh karena Santi mengantarkan dengan mobilnya.Sebenarnya aku ingin pulang dengan taxi saja,tetapi dia tidak mau,dia bersikeras mengantarku.
Aku tidak memberitahu Santi kalau aku harus menjalani tahap pemeriksaan selanjutnya,dan ketika aku melakukanya,hatiku sangat hancur melihat hasil pemeriksaan itu.Dokterenaakan kalau aku terkena kanker usus dan tahap lanjut,dan tidak ada obatnya,kecuali hanya obat untuk aku bisa bertahan hidup lebih lama.
Ya Tuhan,betapa hancur hatiku karena hasil pemeriksaan itu.Duniaku hancur lebur,impianku untuk hidup berdampingan dengan kekasihku buyar tak berbentuk,aku benar benar tak punya harapan lagi.Dokter bilang hidupku anya tinggal lima bulan lagi,karena ususku sudah membusuk,itu yang membuat aku sangat kesakitan,apalavi kalau aku mau bab,rasanya aku tak sanggup lagi.
__ADS_1
"Ada satu cara untuk mperpanjang usia Mas Indra ,"kata dokterku kala itu."Operasi,meotonh usus yangbusuk danbuatkan jalan untuk pembuangan melalui pinggang,karena lewat ***** jelas akan sangat menyakitkan."
"Lakukan yang terbaik,dokter,"kataku waktu itu.
Aku masih berharap bisa sembuh,tetapi kata dokter setelah operasi pun,hidupku paling lama cuma setahun.Aku benar benar frustasi.Mengapa harus beginiTuhan,keluhku dalam hati.Saat aku berhasil mengatasi traumaku,dan mencintai wanita,a ku harus dihempaskan dengan kenyataan kalau hidupku hanya setahun lagi?Aku tak mau kekasihku tahu tentang diriku,aku tak ingin melukai perasaannya.Aku sungguh tak sanggup membayangkan kalau kami hanya punya waktu setahun untuk bersama.A ku Ak bisa membayangkan kalau dia harus kutingvalkan sebagai janda,lebih baik tidak usah menikahinya sekalian,agar statusnya tetap.
__ADS_1
Aku ingin dia membenciku dan yang pasti tidak akan sedih kalau nanti aku tinggalkan selam lamanya.Aku tahu ini bahkan men6akiti hatiku sangat dalam,tetapi aku tak punya pilihan lain.Mezkioun ibu tidak setuju dengan caraku menghindarinya,aku tak peduli.Yang aku tahu,dia harus membenci aku dan melupakan aku.Bahkan hatiku makin sakit saat ingat kalau dia pasti mau tidak mau harus menerima pamannya untuk menjadi suaminya.Hatiku makin sakit,k ala ingat bagaimana dia berusaha untuk menggagalkan niat pamannya itu untuk memperistrinya.Aku thu betapa Santi mati matian mencari pendamping untuk menggagalkan niat pamannya itu dan menggantungkan harapan padaku.A ku mulanya juga mau menjadi pendampingnya,tetapi kalau aku hanya punya waktu setahun untuk apa?Bukankah itu hanya kan melukainya?Aku tak mau meninggalkannya terluka dan bersedih,yang akhirnya akan mbutnya menderita karena kehilanganmu.Aku tak bisa,aku tak sanggup.Biarlah aku yang merasakan sakit ini,biarklah aku yang terluka.Aku akan terus menghindarinya,meskioun hatiku sangat sangat dan sangat terluka,tetapi mungkin ini lebih baik.Aku tak ingin melihat kekasihku bersedih.Aku Ak ingin kekasihku kehilanganmu,aku tak ingin melihat kekasihku menderita.Aku harus kuat,aku harus bisa.D an ibuku benar,aku tidak harus menghindarinya,aku harus menghentikannya untuk tetap menaruh harapan padaku.
Dengan air mata bercucuran aku mulai menulis sebuah pesan kepadanya.
("Dik,aku minta maaf kalau selama ini aku telah mbuatmu penasaran.Jujur kukatakan kalau selama ini ternyata aku hanya menganggapnya temanAku tidak mau kita berpacaran apalagi melangkah ke jenjang pernikahan.Kita lebih baik berteman daripada pacaran.A ku tahu kalau kamu berhati mulia,kamu hamba Tuhan yang baik,jadi aku percaya kamu menerima semua keputusanku.Maafkan aku kalau baru sekarang aku mengambil keputusan.Setelah ini,tolong kamu lupakan aku, anggap saja kita tidak pernah bertemu.)sendiri.pesan terkirim,dan langsung centang biru.Tapi tak terbalas.Hanya dibaca saja.Hatiku makin sakit kala membayangkan reaksinya saat ini.Pasti dia sedang menangis.Entah mengapa hatiku seperti diremas remas,sakit sekali.Air mataku tak berhenti mengalir,aku hancur dan aku tahu dimana pasti kekasihku juga hancur,tetapi aku lebih hancur.
__ADS_1
Kalau hatinya sakit,aku lebih sakit.Luka ini tidak berdarah,tetapi mampu membuatku tak punya semangat hidup.P padahal menurut dokter,aku arus punya semangat untuk hidup,agar itu memperpanjang umurku,tetapi hatiku yang sudH hancur ini tak mungkin untuk miliki semangat.Aku sudah menyerah sebelum pengobatan lanjutan.A ku sudah berencana untuk pergi dari hidupnya.A ku harus bisa melupakannya,walau aku tak sanggup menahan rasa dalam hatiku,tetapi aku harus bisa.Aku harus berusaha untuk meninggalkannya.