AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Rencana yang gagal


__ADS_3

Sabtu siang,,Indra Sudah ada di rumah Santi,menunggu kekasih hatinya pulang.Masih jam dua belas siang,jadi Santi masih di kantornya.Sambil menunggu,bi Minah menyiapkan teh hangat dan sepiring pisang goreng.Biasanya dia akan ditemani pak Dodo,tetapi sekarang pak Dodo sedang bekerja,jadi tidak bisa menemani Indra.Jadilah Indra duduk sendirian di bernda sambil menunggu Santi.


Sementara di kantornya,Santi tengah


melakukan audit bagian pembelian,dan Selvie yang duduk di depannya ikut berdebar debar juga.Mengapa bavian pembelian lagi yang melakukan kekeliruan.Saat kekeliruan ya g Pertam saja,di sudah dapat SP 1,entahlah kalau . nanti terbukti bagiannya melakukan kecurangan lagi,bisa habis dia.


"Tenang dulu,ya,Vie,"kata Santi ramah."Aku juga nggak akan gegabah melaporkan kalau nggak separah kemarin."


"Bantuin aku,dong,San,"katanya memelas."Aku emang nggak cek lagi laporan anak buahku,langsung aku tanda tangani aja.Kamu kan tahu,anakku lagi sakit,pusibg aku."


"Mungkin itu yang membuat anak buahnya melakukan ini,karena kamu ceroboh.Sumoah,deh Vie,i ni bukan kamu banget,"kata Santi.


Sekarang mereka berdua mencari letak kejanggalan itu.Mereka menemukan adanya data yang seperti direkayasa di bagian pembelian acecories,d an selisihnya adalah dua puluh juta rupiah.Selvie nampak gugup dengan penemuan itu.


"Sekarang coba kamu panggil Yanti agar datang ke kantor,"kata Santi,karena bagian aceckries memang namanya Yanti.


Selvipun segera menelpon bawahannya tersebut untuk datang ke kantor sekarang juga.Mereka berdua masih mengamati catatan di laptop itu.Selvie yang terus tegang,beekeringat dingin dan Santi yang merasa iba pada Sa ha batnya itu.Mereka saling diam.


"Dan,"kata Selvie pelan memecah keheningan.Santi mendongakenatapnya."Bisakah masalah ini kita selesaikan dulu,tanpa memberitahu Bu Elissa?Aku...aku..aku takut dipecat,San."


"Mengapa kamu harus dipecat?"tanya Santi heran.


"Ka....kka...karena ini kedua kalinya anak.buahku melakukan kesalahan,dan sialnya aku langsung tanpa membaca.Ini...ini sangat ceroboh bukan?"kata Selvie mulai menitikkan air matanya.Dia takut sekali dipecat,karena suaminya hanyalah karyawan biasa di sebuah perusahaan dengan gaji UMR,dan dialah yang selama ini selalu menutupi kekurangan kebutuhan dalam keluarganya.Akhir akhir ini dia memang tidak meneliti lagi laporan dari anak buahnya lebih dulu,langsung menandatangani setiap lembar yang mereka berikan padanya.Anaknya dinyatakan sakit,dan butuh waktu beberapa bulan untuk kontrol,agar sembuh.Itu yang membuatnya sangat sedih dan kehilangan konsentrasinya dalam bekerja,padahal dia dikenal sangat teliti dalam pekerjaannya,itulah mengapa dia ada di posisinya sekarang ini.S anti menepuk pundaknya.


"Tenang,Vie,aku ngak akan membahayakan posisiku.Aku tahu pikiranmu akhir akhir ini sedang kacau.Bagaimana kalau sebelum tandatangan kamu bawa laporannya kepadaku?Selama kamu fokus anakmu,aku akan bantu tangani kerjaanmu,sehinhga sebelum kamu tandatangani,semua sudah benar benar sesuai dengan alokasi dana yang dibutuhkan?Aku tahu kali ini fokusmu terpech dengan penyakit anakmu,tapi percayalah,aku akan selalu siap membantumu,"kata Santi.


Selvie menatap sahabatnya itu tak percaya.Dia tahu pekerjaan Santi sendiri juga butuh konsentrasi dan waktu yang banyak,wtapi sahabatnya itu menawarkan bantuan u tuknya.


"K...Kamu serius?"tanyanya,menaap Santi penuh harap.


"Sejuta rius malah,"sahut Santi bercanda."Selesaikan masalahmu,kalau kamu sudah bisa fokus pekerjaanmu lagi,katakan padaku.Hanya itu yang bisa aku lakukan untuk sahabatku."


Sudah hampir jam satu,dan Santi bahkan lupa kalau dia berjanji dengan Indra untuk pergi ke waduk dan mampir ke rumah orangtuanya.Dia hanya fokus pada pekerjaannya dan tersenyum. ketika melihat yang ditunggu tunggu memasuki area kantor mereka.


"Tuh,anak buahmu dateng,"kata Santi.


Selvie melihat kedatangan Yanti dan segera menyuruhnya untuk ke ruangannya.Dia menyusul kesana diikuti Santi di belakangnya.Yanti yang merasa tidak bersalah pun duduk santai di sofa,di ruang kerja Selvie.


"Ada apaan,sih,mbak?Ini hari libur lih,"kata Yanti cemberut.


Selvie diam saja,lalu melemparkan lembar laporan yang dibuat Yanti kemarin.

__ADS_1


"Baca dan tunjukkan padaku,apakah ada yang salah?"kata Selvie emosi.


Yanti tertegun lalu meraih kertas di depannya,pura pura membacanya,pada hal jantungnya sudah berdebar tidak karuan lagi.


"Ketemu?"tanya Selvie.


Yanti menunduk takut.Dalam hati dia memaki Selvie yang bisa menemukan apa yang dia lakukan.Ya,kafena dia butuh uang untuk membayar kontrakan rumah,membiayai sekolah ketiga anaknya,dia merekayasa laporan pembelian acecories,dan dia sudah tenang karena tanpa meneliti Selvie langsung menandatangani permintaannya.Dan kelebihan uang yang dia pilih juta itu dalam bayangannya akan menyelesaikan masalahnya,tetapi yang tidak dipikirkannya,saat semuanya kan diterima.anya,Selvie menemukan ke ruangannya.


"Kenapa,Yan?"tanya Santi."Ada yang ingin kamu katakan?"


Sial,runtuk Yanti dalam hati.Manager keuangan satu ini memang selalu teliti dalam pekerjaannya?Dia yakin bukan Selvie yang menemukan kecurangannya ,pasti Santi.


"Maaf,mbak,"hanya itu yang keluar dari mulutnya.


"Kamu nggak belajar dari pengalaman Anton,ya?Dia sekarang dipenjara,loh,Yan,karena ketahuan korupsi,kenapa kamu malah mengikuti jejaknya?"tanya Santi datar,tapi mampu membuat Yanti ketakutan."Sekarang kamu kembalikan uang perusahaan yang sudah masuk ke dalam rekening pembelian kamu."


"T...tapi mabak,"kata Yanti tergagap."S...S...saya sudah menggunakannya lima juta untuk bayar sekolah,mbak.Kemarin itu sangat mendesak."


"Oke,nggak apa apa,saya bisa bantu kamu,dan kamu bisa mencicilnya selama lima bulan,bagaimana?Saya tidak akan melaporkan penemuan ini ke ibu,tapi kamu kembaLikan uangnya."


Yanti menggeleng pelan.Ngvak mungkin di mengembalikan uang yang sudah masuk ke rekening pembelian,dan sayangnya,uang itu belum ditransfernya ke rekening g pribadinya.


"Aku nggak bisa,mbak,aku sangat butuh uang itu untuk bayar kontrakan rumahku,"kata Yanti nekat.


"Aku akan blokir rekening pembelian,Vie,"kata Santi lalu mengambil ponselnya dan meminta pihak bank memblokir nomer rekening yang disebutkannya.


Yanti nampak histeris,dengan marah dia menjambak rambut Santi dan menampar pipi Santi,membuat Selvie dan Santi terkejut dan Santi mendorong wania itu sampai terbentur tembok di belakangnya.Dirabanya pipinya yang ditampar tadi,dan dirapikannya rambutnya yang jadi acak acakan.


"Ingat,Santi,kamu dan aku sama,hanya buruh orang kaya.Apa salahnya aku mengbil sedikit uang orang kaya itu untuk memenuhi kebutuhan ku?"teriak Yanti emosi.


"Kita di sini memang sama sama karyawan,Yan,tapi mikir juga dong kalau jadi karyawan,"balas Santi emosi.


"Hah,mau cari muka,ya?Setelah dapat penghargaan karena memenjarakan Anton,kamu dapat simpati seluruh jajaran staff sekarang mau mengorbankan aku untuk popularitasnya agar semakin baik?Untuk apa?Dasar perawan tua nggak tahu kalau,"kata Yanti.


Plak!Plak!


Yanti terbelalak.Pipinya memerah karena tamparan Santi yang cukup keras mendarat di dua pipinya.


"Kamu boleh memaki aku karena pekerjaan,tapi jangan pernah menyinggung masalah pribadiku dalam pekerjaan.Ingat itu,bukan aku mengorbankan kamu demi popularitas,tapi kamu yang bodoh dan tak punya otak,tak punya rasa malu sedikitpun,sudab mencuri,diberi jalan keluar baik baik,malah berbuat semaunya.Jangansalahkan aku kalau aku akanelakukan yang lebih jahat pada kamu,"kata Santi.Wajahnya sudah merah padam karena marah."Suruh dia pergi,Vie,dan tunggu apa yang akan aku lakukan untuknya besok Senin.Hari ini aku akan menemui ibu,entah apa tanggapan beliau."


Setelah mengatakan itu,S anti keluar dari ruangan pembelian dan membereskan meja kerjanya lalu membawa lsptonta dan dia langsung menuju rumah owner kantornya.D ia sudah benar benar melupakan janjinya dengan Indra.

__ADS_1


Di rumah Bu Elissa,Santi disambut ramah oleh owner garment yang masih nampak cantik dan awet muda meskipun usianya sudah memasuki limapuluh tahun.Mereka duduk di beranda.Setelah bernada basi sebentar,Santi membuka laptopnya dan menunjukkan hasil auditnya kepada Bu Elissa.


"Selvie yang pertama kali menemukan kejanggalan ini,bu,dan saya segera melakukan audit terkait ini,"kata Santi.


"Bisa ya,seorang Yanti,yang seperti wanita lembut begitu,mencurangi aku?"desah Bu Elissa."Oke,San,besok Senin saya sendiri yang akan menyelesaikannya,tidak usah HRD."


"Baik,bu,kalau begitu saya permisi,"kata Santi lalu berlalu.


Dia pulang dan saat sampai di rumahnya,jam ditangannya menunjukkan angka 15.30.Dia memarkir motornya di garasi lalu mengernyit heran karena melihat motor Indra.O penasaran,dia segera melangkah ke ruang.ahnya.Dk ruang tamu,di atas sofa terlihat Indra yang tertidur nyenyak.Santi melangkah hati hati agar tidak menimbulkan suara,lalu masuk ke kamarnya,meletakkan laptopnya dan mandi.Selesia mandi,dia menuju mejaaakan,mengambil segelas air putih hangat dan meminumnya,lalu kembali ke ruang tamu.Si sentuhnya bahu Indra dan digoyang goyangnya pelan,membuat Indra membuka matanya,mengerjap ngerjap lalu tersenyum dan bangun,m melihat kekasihnya yang sudah nampak segar.


"Baru pulang,dik?"tanyanya lalu menepuk sebelahnya,agar Santi duduk."Kerjaannya banyak,ya?"


"Lumayan menguras emosi,sih,mas,"sahut Santi duduk di sebelah Indra."Mas Indra sudah lama?"


"Dari jam dua belas tadi,dik,"jawab Indra tersenyum kecut.


"Apa?"teriak SNti."Mengapa Mas Indra tidak chat aku,atau telpon aku,mas?"


Indra menggenggam erat tangan Santi dan tersenyum.Dia menggeleng pelan,lalu menepuk nepuk tangan kekasihnya itu.


"Aku tahu kamu sedang sibuk,makanya aku tidak mau mengganggumu.Aku ditemani pak Dodo tadi,bahkan aku sudah makan siang,loh,diberi bi Minah,"kata Indra tetap dengan wajah ramahnya.


"Tetep aja Santi nggak enak,mas,"kata Santi."Kalau Mas Indra telpon,kan Santi bisa aja pulang,kerjaan bisa aku teruskan di rumah,mas.Ngomong ngomong ada apa a,tumben mas Indra Sabtu siang dateng ke rumah?Biasanya sore,kan?"


Indra mengerutkan keningnya mendapat pertanyaan itu.Ditatapnya Santi sambil tersenyum tipis.


"Dik Santi lupa?"tanyanya.


"Lupa?"tanya Santi balik."Lupa apa?"


"Kan hari ini kita mau ke waduk,trus pulangnya mampir ke rumah orangtuaku?"


Santi terperanjat,baru dia ingat dengan janjinya pada Indra waktu itu.


"OMG....,"keluhnya ambil menepuk keningnya."Maaf,mas,beneran aku lupa.Tadi tuh ada masalah dengan kerjaanku,yang membuat aku naik darah,sampai harus menghadap bos aku.Maaf,mas,maaf,ya....aku benar benar lupa.Please....maafin aku,yaaaa."


I ndra tertawa melihat tingkah kekasihnya yang sangat menggemaskan itu.Dicoelnya hidung sang kekasih sampai wanita itu tersipu malu.


"Nggak perlu segitunya merasa bersalah,dik,aku maklum kok,kalau kamu tidak sengaja melupakan janji kita.Santai saja,nggak usah merasa sangat bersalah gitu,dong,"kata Indra."Sekarang sudH beres Kerjaannya?"


"Bagianku sih sudah,mas,tinggal bagian bos aku,yang akan menindak lanjuti laporan ku besok Senin.Emosi aku kalau ingat tadi,beraninya dia menjambak ku,menamparku dan mengataiku.Kalau nggak ingat harga diri,sudah dihancurkan dia tadi.Untung aku masih bisa melihat ahan emosiku,"kata Santi berapi api."Maaf,ya,mas,gara gara kerjaanku,rencana kita gagal."

__ADS_1


"Tidak apa apa,dik,sungguh,aku tidak marah,kok,tenang saja,masih ada waktu lain,"kata Indra.


"Maaf,"hanya itu yang keluar dari bibir Santi dn Indra mengangguk sambil tersenyum,membuat wanita di depannya nampak lega.


__ADS_2