
Keadaan Indra masih seperti biasa,lemah tak berdaya.Dia sudah minta dirawat di rumah saja tetapi Albi dan team dokter tak meluluskan permintaannya.T Ak seperti biasanya,Albi selalu memenuhi permintaanya,tetapi tidak kali ini karena kondisi Indra benar benar lemah dan butuh bantuan dokter.K eadaan seperti ini mbuat Albi dilema.Di satu sisi,dia ingin memenuhi janjinya pada Indra,tetapi di sisi lain,dia juga ingin berbagi beban ini ada Santi.Tak dipungkiri kalau Santi memiliki pengaruh besar pada Indra,tetapi Albi tak bisa begitu saja mengingkari janjinya pada Indra.Dia tahu seberapa besar cinta Indra pada Santi dan sebaliknya,tetapi demi kebahagiaan gadis itu,Indra merelakannya untuk bahagia dengan yang lain.Itulah yangasih membuat Albi tetap pada pendiriannya,menutupi
kenyataan dari Santi.Biarlah gadis itu tetap pada perasaannya sekarang,membenci Indra yang meninggalkannya pada saat dia tengah mencintai pria itu.
Saat ini,Albi duduk di depan ruang tunggu dan bermain dengan ponselnya.Sudah hampir seminggu ini dia menunggui Indra yang kondisinya kembali drop setelah bulan kemarin diijinkan pulang.
Sementara itu di kediaman Santi,nampak ada keributan kecil,karena baby Satriya dan baby Surya tiba tiba badannya panas.Santi yang sudah sampai di kantor dengan panik segera menyuruh babysitternya membawa kedua anaknya ke rumahsakit dan dia segera menwlpon suaminya untuk segera menuju rumah sakit,semwntara dia sendiri setelah ijin ke hrd,segera memesan taxi online dan menuju rumah sakit.Karwna dikabari babysitternya kalau mereka sudah ada di IGD,Santi segera berlari ke IGD,dan tanpa sengaja dia malah menabrak seseorang dan jatuh terjerembab ke belakang.Sambil meringis karena pantatnya yang sakit,dia berdiri daninta maaf.
"Maaf,maaf,saya tidak sengaja,saya sangat panik karena anak saya sakit,sekali lagi maaf,"kata SNti.
"Iya,bu,nggak apa apa....loh,Dik Santi?"
Santi sangat terkejut ketika dia disebut.Dengan segera dia menatap orang yang ditabraknya tadi,dan terperangah kaget.Dia adalah Dewo,kakaknya Indra.
"Kak Dewo?Siapa yang sakit?"
"A....eh....Nggak ada...cuma cek up kok,kamu sendiri?"
"Anak anakku sakit,kak,makanya aku sangat panik,sampai sampai nggak fokus,sekali lagi maaf,ya kak.Kabar keluarga gimana,kak?"
"Baik...tapi...."
"Dik....Sik Santi ayo...cepetan,itu Nurul sama Minda kebingungan,"kata Brian yang baru datang.
Santi tbah panik,segwra dia meninggalkan Dewo tanpa pamit,mengejar suaminya menuju IGD.Dewo yang merasa sudah tak ada hubungannya lagipun segera meninggalkan tempat itu dan menuju ke ruangan Indra.Dia menghempaskan bovot tubuhnya di samping Albi sambil menghembuskan nafas lelah.
"Huffffft.....hampir saja,"katanya,membuat Albi menengoknya.
"Ada apa,Mas?"
"Itu...Aku ketemu Santi,hampir keceplosan bilang kalau nunggu Indra."
"Hah?Ketemu dimana?"
"Deket IGD."
__ADS_1
"Siapa yang sakit?"
"Katanya anak anaknya,emang berapa anaknya?Kok bisa sakit barengan gitu?"
"Kembar,mas,barangkali yang satu sakit yang lain ikutan sakit juga."BTW dia sendirian?"
"Nggak,sama cowok,suaminya kali.Gila,ninggalin Indra yang penyakitan dapat cowok ganteng banget.Tega itu anak,saat Indra sakit parah malah ditinggal nikah."
"Mas Dewo salah,bikan Santi yang ninggalin Indra,tepatnya Indra yang ninggalin Santi."
"Yang bener?"Sudah gila apa si Indra itu?Kurang apa coba Santi itu,cantik,kaya,baik hati,ditinggalin.Harusnya dinikahin,jadi ada yang biayain pengobatannya.Kalau gini kan keluarganya yang harus nanggung biayanya."
"Indra nggak mau kalau sampai Santi jadi janda,Mas,makanya ditinggalin,biar dapat yang lebih dari dia.Lagian kan biaya pengobatannya juga dari hasil jual aset aset Indra,Mas,nggak begitu merepotkan keluarga juga."
"Lagian kenapa,sih,kita nggak boleh ngasih tahu Santi kalau Indra sakit dan sudah separah ini?Kalau dia dikasih tahu,pasti mau bantu."
"Itulah yang Indra nggak mau.Dia inginnya .Santi tetap seperti sekarang ini,tahunya kalau Indra jahat,ninggalin dia pas dia sedang bucin sama In dra,sehinhga sakit hati.Padahal Indra jauh lebih sakit,Mas."
"Bener bener ya,Indra ini bodoh tingkat dewa,nggak ngerti lagi aku dengan jalan pikirannya.Harusnya dia manfaatkan kesempatan sebaik baiknya,malah diepas.Haaaah....Aku balik dulu,ya,Al,ntar biar Kiara yang nemenin kamu."
"Kenapa?Selama ini hanya Kiara yang belum pernah nungguin Indra,padahal di keponakan tersayang Indra,kan?"
"Kia memang keponakan tersayang Indra dan juga Santi.Kalau Kia tahu,pasti Santi akan tahu juga,itu sebabnya Indra minta agar ini juga dirahasiakan dari Kia."
"Dasar bocah gendeng,membuang kesempatan emas.K kalau aku jadi dia,aku manfaatin tuh Santi,samapi aku sembuh."
"Sayangnya dia bukan Mas Dewo.Jadi tolong,ya,Mas,jangan kasih tahu Kia,biar rahasia ini aman,setidaknya sampai kita tahu apa yang akan terjadi pada Indra,tolong banget,ya,Mas,soalnya semua keliarga sudH setuju,bahkan ibu Kia juga merahasiakan ini dari Kia."
"Hhhhhh....terserah kalian sajalah,aku sih apa bagi kalian,kan aku yang nggak pernah bantu dana,karena kalian tahu sendiri bagaimana istriku,"kata Dewo pasrah.
Akhirnya Dewo segera pergi dan lagi lagi di depan IGD dia berpapasan dengan Santi dan kedua babysitternya dan suaminya.Kali ini wajah Santi dan suaminya sudah tidak sepanik tadi.
"Loh....Mas belum pulang?"tanya Santi.
"Eh...belum,San,"sahut Dewo.
__ADS_1
"Maaf,tadi Santi gugup dan panik,karena anak Santi sakit,mas.Oh,ya,kenalin Mas Deqo,ini suami aku mas Brian,,Mas Brian ini kakaknya Mas Indra,namanya Mas Dewo."
Kedua laki laki itu saling berjabat tangan dan melempar senyum saat berkenalan.Santi lalu menatap Dewo dengan curiga.
"Mas Dewo kayaknya sehat,deh,trus kenapa ke rumahsakit?Sebenarnya siapa yang sakit,Mas?Ibu?Atau yang lain?"
"Iya,aku sehat,yang sakit itu iiii....eh,ya ,ibu...ibu yang sait,tapi sudah baikan,kok,sudah pulang,aku yang tertinggal mengurus adminnya,"kata Dewo hampir kwlepasan memberi tahu kalau Indra yang sakit.
"Duuh...Kok nggak ada uang ngabarin aku,sih,Kia juga nggak bilang apa apa.Sakit apa?"
"Biasa,San,audah tua juga,"sahut Dewo."Ya udah,aku balik dulu,San."
"Iya,Mas,titip salam hormat buat ibu,semoga cepet pulih."
"Iya,makasih,ya,San,"kata Dewo lalu berlalueninggalkan Santi dan rombongannya.
"Huuuufffft....hampir saja aku keceplosan memberitahu dia kalau Indra yang sakit,dasar bibirku ini les emang,hampir saja ketahuan.Untung aku segera kepikiran untukenyebut ibu tadicoba kalau kwlepasan Indra,bisa diamuk aku sama Albi.Untuuuuung....untuuuuung....Aku masih beruntung.Lain kali aku harus lebih hati hari kalau ketemu dengan Santi,atau juga dengan Kia.Heran keluargaku yangemsukung keinginan gila Indra ini.Nggak ada apa niat sedikit saja ngasih tahu Santi keadaan yang sebenarnya,agar dia juga bisa bersimpati sama penderitaan Indra?Heran aku."monolog Dewo sambilelangkah meninggalkan tempat itu.
Brian ijin kbali ke kantor,semwntara Santi milih pulang dengan kedua babysitternya.M ereka duduk di bangku belakang mobil yang diaopori oleh pak Jo.Santi dengan penuh kasih mbelai belai kedua anaknya yang ada dalam pangkuan Nurul dan Minda,dia ada di tengah tengah mereka.
"Jagoan Mama jangan bikin Mama panik lagi,ya....Untung hanya panas biasa.Mbak,mbak,tolong ya,suau dan makanan mereka diperhatiin,aku pasti akan sangat berterimakasih sama mbak mbak,dan pasti akan ada bonus kalau kerja mbak mbak dapat saya andalkan.Maklum,mbak,bukqn egois meninggalkan anak.anak demi pekerjaan,tetapiang aku nggak bisa seenaknya keluar dari.pekwrjaan, ini juga untuk masa depan mereka juga.A ku hanya nggak mau mereka nggak terpenuhi semua kebutuhannya."
"Iya,bu...maaf,karwna kami juga sama paniknya tadi,mas Satriya panas,tiba tiba Mas Surya uang baik baik saja ikutan panas."
"Namanya kembar identik,mbak,kembar dengan satu plasenta,jadi mereka benar benar terikat satu dengan yang lainnya.B bahkan lihatlah,wajah mereka bak pinang dibelah dua,hanya kepribadiannya yang agak beda.Satriya lebih mirip papanyasedang Surya cenderung mirip saya.Makasih,yambak mbak...makasih pak Jo yang sigap membantu."
"Sama sama,mbak...itu sudah tugas kami."
Merekapun segera sampai di rumah dan dia bi Minah dengan gugup.
"Mana cucu cucuku?Apa mereka baik baik saja?"
"Iya,bi...mereka hanya dwmam biasa,kok,sokter sudah kasih obat tadi,sekarang mereka sudah bailanrisur nyenyak malah.Malaikat malaikat kecilku yang lucu...aaahhhhh...terimakaaih,Tuhan,buat anugrah yang luar biasa ini....Ayo mbak,bawa masuk,tisurkan saja.Ayo,bi,pak..."
Mereka masuk ke dalam rumah danenurup Pinru rumah itu.
__ADS_1