
Di sebuah kontrakan yang kecil,duduk seorang lelaki rapuh yang kurus,dengan rambut yang gondrong seperti tak terurus.Dia duduk di sebuah kursi yang ada di ruang tamu kontrakan itu.Tatapannya kosong dan dia hanya termenung saja.Di deoannya,sahabatnya yang selama ini mendampinginya dengan sedih menemaninya.
"Sampai kapan kamu akan bersembunyi,Ndra?"tanya Aldi sedih.
"Sampai aku dipanggil pulang Al,"sahut Indra pasrah."Hanya menunggu waktunya saja,bukan?"
"Harusnya kamu beri tahu Santi tentang sakitmu ini,bukan malah menyakitinya dengan memutuskan hubungan sepihak seperti tindakannya itu.Menyakitkan,tahu?"kata Aldi tak setuju dengan tindakan Indra.Baginya tindakan Indra sudah keterlaluan,menyakiti hati kekasihnya yang sedang bahagia bahagianya menjadi kekasihnya dan dicampakkan begitu saja.
Indra menarik nafas panjang,lalu menghembuskan nya denan kasar.Kalau ditanya sakit,dia juga sakit.Berminggu Minggu dia melihat usaha Santi yang gfih untuk bertemu dengannya dan menuntut penjelasan dengan keputusannya,tetapi dia tidak pernah mau menemuinya,bahkan karena wanita itu terus menelpon,chat dan menghubunginya,akhirnya dia blokir nomernya.Sakit melihat wanitanya kelimpungan karena keputusannya,dan dia ingin seluruh keluarganya,kecuali Kia,untuk tidak memberitahukan keberadaannya pada kekasih hatinya itu.K arena Santi yang selalu gifih untuk terus mencarinya,akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari rumahnya,mengintrak sebuah rumah kecil,ditemani oleh sahabatnya sejak kecil,yang sangat peduli padanya.
"Aku tidak mau Santi menderita karena penyyakitku,"kata Indra pelan,sedih dan putus asa.
__ADS_1
"Lalu dengan mencampakkannya kamu tidak membuatnya menderita?"tanya Aldi.
"Setidaknya dia masih bisa melanjutkan hidupnya dengan lebih baik,Al,"kata Indra.
"Lalu kamu pikir itu mudah buat dua?Kamu aja yang nggak tahu bagaimana dia seperti orang kurang kerjaan setiap pulang kerja ke ruko,ke rumahmu,ke tepi waduk,ke pasar,entah apa lagi yang dilakukannya.Semua keluargamu juga ikut membohonginya,lengkap sudah penderitaannya,"kata Aldi.
"Kalau dia menderita karena keputusanku,aku jauh lebih terluka,Al,"teriak Indra emosi."Aku seperti mau mati rasanya,tapi Tuhan tak kunjung memanggilku pulang,ini sangat menyiksa,Al."
"Kamu yang mencampakkan dia,mengapa kamu yang terluka?"tanya Aldi tak mengerti.
"Karena kamu sendiri yang mengganggalkannya,Ndra,"kata Aldi.
__ADS_1
"Karena penyakit ini,Al,kamu tahu nggak sih,maksudku?"Indra masih dengan emosi."Kamu ahu apa yang dikatakan dokter?Umurku hanya tinggal tiga bulan lagi,Al,dan aku nggak mau kalau kekasihku ku tinggalkan sebagai janda,kau tahu?"
Indra langsung terisak Isak.Penyakit matikan yang tidak ada obatnya ini sangat membuatnya terluka.Saat dia sedang berbunga bunga karena wanitanya menerima cintanya,merencanakan hari hari yang hbahagia,merenanakan pernikahan,saat itu pula dia diperhadapkan pada sebuah Kenyataan yang pahit,dia menderita kanker usus stadium lanjut,dan dokter memperkirakan umurnya hanya tinggal beberapa bulan lagi. Rasa takut,putus asa,kecewa,semua campur aduk jadi satu.Dia tidak mungkin melanjutkan pernikahan yang sudah direncanakannya dengan kekasihnya.Tidak!Dia tidak ingin meninggalkan kekasihnya sebagai janda.Dia tidakau me yematkan status itu pada kekasihnya.Dia tidak mau hanya melepaskan kekasihnya dari pamannya dan hanya beberapa bulan saja,lalu kembali kepada pamannya saat dia tiada.Pasti hati kekasihnya akan sangat terluka.Kalau dia tinggalkan dengan statusnya yang masih single,setidaknya sang kekasih masih bisa mencari orang lain yang lebih tepat untuknya.Tapi jangan ditanya bagaimana perasaan Indra selama Santi kelimpungan mencarinya ke sana ke mari.Sakit,sangat sakit.Tapi dia mengabaikan rasa sakit itu demi masa depan kekasihnya.Dia sudah menghabiskan semua miliknya untuk berobat.Bahkan rukonya,tabungannya,semuanya telah habis untuk berobat.Dan sekarang dia hanya tingval menunggu waktunya tiba,karena sudah tidak memiliki apa apa lagi untuk berobat.M akin hari kesehatannya makin memburuk.Seluruh kuarganya kecuali Kia dan ibunya,tahu keadaanya.Dia tidakberitahu Kiara dan ibunya karena gadis itu sangat menyayangi Santi.Kalau dia tahu keadaannya yang sebenarnya,dia pasti memberitahukannya pada Santi,dan dia tidak mau itu.Dia ingin kekasihnya melupakannya,membencinya,dan melanjutkan hidupnya.Itu tidak mudah.Setiap hari dia harus me wlan sakit hati,karena melihat kekasihnya yang terluka dan bersedih.Entah karena putus asa karena pencariannya tak pernah berhasil atau karena dia dikejar pamannya,akhirnya kekasihnya menikah juga.
Dia hadir di sana,melohat kekasihnya yang bersanding dengan bahagia bersama lelaki yang berhasil merebut hatinya.Dan dia sangat terluka.Hatonya porak poranda karena melihat ratu hatinya mengucap janji suci untuk orang lain.Seharusnya dia yang ada di sana,bukan laki laki itu.Twtapi ketidakmampuannya yang membuat dia menghilang dari dunia Santi,membuat wanita itu terpuruk,dan dia cukup bahagia melihat Santi menikah,meskipun jujur,hatinya hancur tak berbentuk saat melihat ikrar yang diucapkan kekasihnya untuk orang lain.Tetapi dia cukup bahagia karena keinginannya agar Santi menemukan kekasih yang lain sudah terpenuhi.Keinginannya agar dia tidak meninggalkan Santi menjadi janda juga terpenuhi.Kalau sekarang di Haris menikmati luka hatinya,itu bukan salah Santi,itu murni salahnya.Tapi apa dia salah kalau dia ingin kekasihnya bahagia,meskipun tidak dengannya?
"Aku akan membawa luka ini sampai aku pulang,Al,jangan beritahu siapapun lagi,"keluh I dra.
"Kamu terlalu pesimisbro,"kata Aldi.
"Lalu aku harus apa?"kata Indra."Semakin hari,aku semakin tak bisa merasakan apa apa kecuali sakit yang twramat menyiksa di perutku,padahal kamu tahu sudah berapa kali operasi yang aku jalani,sudah berapa kali ususku yang membusuk dipotong,bahkan sekarang aku tidak bisa buang kotoran lewat *****,tapi lewat pinggang yang dilubangi oleh dokter,apa itu kurang membuatku pesimis,Al?Ataukah aku harus tetap berharap Umurku masih panjang?Jangan mbuatku tertawa,Al.Kamu sendiri tahu,bahkan buburpun tak bisa dicerna oleh ususku,hanya susu yang harganya selangit yang bisa dicerna oleh ususku,dan sekarang bahkan aku sudah takampu lagiembelinya,kalau kamu tidak berbaik hati membelinya.Rasanya aku sudah sampai pada akhir perjalananku,Al."
__ADS_1
"Kamu ngomong apa sih?Bikin takut aja,deh,"kata Aldi."Kamu masih bisa sembuh,Ndra."
Indra hanya tersenyum masam.Pengobatannya sudah di hentikan,bukan karena putus asa,tetapi karena tidak ada lagi biaya untuk pengobatannya.Meskioun semyamenganjurkannya untuk mencari surat keterangan tidak mampu,dia menolaknya,tidak perlu,karena memang waktunya sudah habis.Dia putus asa dan sangat terluka,twtapi dia sudah sangat bahagia karena melihat kekasihnya bahagia di pernikahannya kemarin yang masih sempat dihadirinya,meskioun dia tidak menampakan diri di hadapan sang kekasih.Dia cukup bahagia melihat kekasihnya tersenyum bahagia bersanding dengan lelaki yang menjadi pilihannya.