
Indra membawa Santi ke rumahnya,yang ada di dekat pasar.Sepanjang perjalanan mereka hanya saling diam,temggelam dalam pikiran masing masing.
Saat sampai di toko,terlihat beberapa orang yang duduk di depan tokonya.Indra langsung memarkir motornya dan menyapa mereka lalu berpaling pada Santi.
"Masuk,dik,"katanya.
Santi mengangguk lalu tersenyum pada orang orang yang ada di depan toko Indra dan melangkah masuk mengikuti Indra .Mereka naik ke lantai dua,dan Santi mengedarkan pandangannya mengelilingi tempat itu.Sebuah ruangan yang nampak dengan beberapa perabotan,dua buah kamar,yang pintunya tertutup,dan agak menjorok ke belakang,nampaknya dapur dan segala perlengkapannya.
"Duduk,dik,"kata Indra.
Santi mengangguk lalu melangkah menuju sofa dan menghempaskan tubuhnya di sana.Dia masih tetap mengamati ruangan di mana dia berada.S ementar Indra yang duduk di seberangnya meliriknya.
"Ada apa,dik?"
"Eh,ah...enggak....nggak apa apa,mas...,"sahutnya gugup."Beneran Mas Indra sendirian di sini?"
"Kadang ada yang mau nemenin juga,dik.Anak anak kakak saya kadang menginap di sini."
"Oooo..."kata Santi Sambil mengangguk kan kepalanya,tanda dia mengerti penjelasan Indra."Seneng,ya,ada keponakan?Aku belum pu ya keponakan..."
"Seneng nggak seneng,dik,kaxang mereka suka resek,godain aku terus,yang katanya bujang lapuk lah,limited edition lah,barang langka lah...ha ha ha....mereka benar kali,ya?"kata Indra sambil terus tertawa kecil.
Santi tersenyum simpul mendengar Indra.D ia hanya melihat bahwa lelaki di depannya memang sudah dewasa,sudah lebih dari 30 th usianya,dan dia sendiri sudah 28 th,yang seharusnya dia juga sudah berkeluarga,tetapi karena dia harus membiayai adik adiknya kuliah,dia belum berkeluarga hingga saat ini.
"Dik...,"kata Indra memecah kesunyian.
"Hmmm?"sahut Santi.
"Apa benar dik Santi ingin dicarikan teman hidup?Mono bilang,dik Santi tidak mau mencari orang yang hanya mau berpacaran dengan dik Santi,tapi yang mau serius menjalin hubungan dengan dik Santi,'kata Indra,menatap Santi tajam,membuat wanita di depan ya menunduk tersipu.
"Iya,mas,"jawab Santi pendek."Aku sudah tua,sudah tidak pantas lagi pacaran,pantasnya menikah,tetapi aku juga tidak begitu gegabah,kenal langsung nikah.Butuh waktu beberapa lama,mwsikupun aku ingin tidak lama,untuk saling mengenal sebelum benar benar memutuskan untuk menikah.Aku ingin pernikahanku sekali seumur hidup."
__ADS_1
Indra tersenyum menatap Santi lebih intens.Wanita di depannya,meskipun tidak terlalu cantik tetapi cukup manis,dengan rambut sebagainya yang hitam legam,bibir merahnya yang disapu lamat lipstik,b enar benar menu nukkan betapa sederhananya wanita itu,tidak riasan pensil alis,maskara,bulumata palsu,semua tampak alami.Tetapi justru itu yang membuatnya betah menatapnya lama.Wajah yang tertunduk dan ******* ***** jari,membuat Indra benar benar gemas menatapnya.
"Dik Santi tidak kecewa,seanfainya kita nanti berjodoh?"tanyanya,membiay wanita di depannya menengadahkan kepalanya,menatapnya lalu tersenyum.
"Mengapa kecewa,mas?"tanyanya.
"Yaaaah....dik Santi lihat sendiri,kan?Aku bukan lelaki kaya,hanya seorang pemilik toko bahan bangunan sederhana,dengan ruko yang kecil,tidak seperti dik Santi yang kata Sri,seoranh manager,punya rumah besar,punya motor bagus,bahkan punya sebuah mobil dibatasi,sedangkan aku,motor hanya satu satunya,irupun motor jelek,"kata Indra.
Santi nampak tidak suka dengan kata kata Indra.Dia menarik nafas panjang laluengjbuskannya dengan kesal.
"Menurut Mas Indra,apakah segala sesuatu harus dinilai dari kekayaan?"tanyanya tidak suka.
"Hari gini loh,dik,"kata Indra tersenyum.
"Aku juga tidak munafik,mas,"kata Santi."Siapa sih yang nggak suka dengan lelaki kaya,mapan,tampan,sempurna?Tapi apa iya kita nggak bisa instrospeksi diri?Siapa sih aku ini,yang menginginkan lelaki sempurna seperti itu?Apa aku juga sudah menjadi wanita sempurna?"
"Maksud dik Santi?"
"Aku juga hanya wanita biasa,mas,bukan wanita kaya,a ku bukan bos perusahaan,aku sadar aku juga tidak cantik,tidak menarik,tetapi yang bisa aku banggakan adalah,aku wanita mandiri,berhasil membuat orangtuaku bangga dengan menjadikan kedua adikku sarjana,hanta satu yang belum berhasil aku penuhi dari keinginan orangtuaku,menikah,membangun rumahtangga,karena jujur aku akui,aku tidak pernah menjalin hubungan serius dengan lawan jenis,aku hanya menganggap mereka sahabat,takut terluka,takut kecewa."
"Karena orangtuaku yang menuntutnya,kalau tidak aku akan dijodohkan dengan pilihan mereka dan aku tidakau itu,"kata Santi pelan.
Indra mendesah mendengar Jawa an Sa ti.Tak disangkanya itu alasan Santi.Dia pikir karena Santiembutihkan pendamping,pelindung,tetapi ternyata hanya karena tuntutan orang tua.
"Aku pikir dia Santi butuh pendamping hidup,ternyata karena tuntutan orang tua?"desah Indra pelan.
"Butuh,sih,mas,tali sebenarnya juga nggak terlalu tergesa begini,tetapi ancaman orang tuaku yang membuat aku seperti ini,"keluh Santi."Aku takut dijodohkan dengan pilihan mereka,karena aku tahu siapa pilihan mereka."
"Apakah orangnya sudah tua,jelek,dan tidak mapan?"tanya Indra tersenyum.
Santi menggeleng sedih.Dia menggigit bibir bawahnya,menahan kesedihannya,lalu menatap Indra satu.
__ADS_1
"Dia pamanku sendiri,lelaki mapan,kaya,seusia kakaku lah,nggak terlalu tua,tetapi aku tidak bisa,dia pamanku,masak harus jadi suamiku?"keluh Santi membuat Indra terbelalak.
"Apa?"
Hanya itu yang keluar dari mulutnya,membuat Santi tersenyum tipis.Wanita didepannya itu menyibakkan rambutnya,lalu duduk bersandar di sofa nya.
"Kaget,kan?"katanya tersenyum."Itulah,mas,aku tidak ingin dijodohkan dengan pamanku."
"Apa yang ada di pikiran orang tua dik Santi,sehinvga mau menjodohkan dik Santi dengan adik mereka?Ini tidak benar."
"Sebenarnya nenekkulah yang punya ide ini.Dia adik sepupu nenekku,jadi ceritanya Paman jauh lah,tetapi dri kecil aku tahunya dia pamanku,karwan itu aku sangat menentang perjodohan itu.Nghak bisa aku bayangkan kalau dia jadi suamiku,tetapi nenek bilang,deipada hartanya jatuh ke tangan orang lain,lebih baik jatuh ke tanganku,yang masih ada hubungan kekerabatan,tapi aku nggak mau,aku nggak mau harta itu,aku nggak mau menikah dengan Paman,lebih gilanya lagi,pamqn malah memaksa orang tuaku memberi aku waktu setahun untukenikah,atau menerima perjodohan itu."
Indra tertegun.Tak disangkanya wanita didepannya mempunyai masalah yang sangat rumit.Meskipun cuma Paman jauh,tetapi seharusnya nenek dan orangtuanya memimirkan perasaan Santi,yang tidak bisa menerimanya.
"Lalu apa yang dik Santi harapkan dari aku?"tanya Indra bodoh.
Santi menunduk,meremas jari jarinya,menggihit bibirnya,menvumpulkan keberaniannya.
"Mas Indra sendiri,mengapa mau saja dikenalkan denganku?"tanyanya balik.
Indra tertawa pelan.Dia kembali ke be erapa hari yang lalu,dimana Mono menawarinya berkenalan dengan seorang wanita,yang mencari pendamping hidup.Karena dia sendiri juga jomblo,tidak punya kekasih,danmerasa sudah cukup dewasa,maka diapun mengiyakannya.Keinginan untuk berumahtangga muncul juga setelah Mono menawarinya itu.
"Aku sudah cukup umur,twtapi dik Santi tahu sendiri,sebagai penjual bahan bangunan,mana ada yang mau melirik,karwan itu waktu Mono menawari perkenalan ini,aku mengiyakannya.Aku pikir dik Santi juga sama denganku."
"Aku hanya takut,mas,takut kalau pa.anku benar benar nekat untuk menikahinya.Wktu stu tahun itu sangat cepat,karean ketakutanku itu ku menceritakan nazibku pada Sri,dan dia bercerita pada Mas Mono,kami sudah akrab,mas,karean itu,ketika Mas Mono bilang akan mencarikan yang terbaik,aku percaya saja.M as Indra nyesel,kenalan denganku?"
"Apaan dik Santi ini,"kata Indra serius."Seharusnya aku yang bertanya seperti itu.Apa dik Santi nggak nyesel kenalan denganku yang hanya penjual bahan bangunan ini."
"Aku sudah bertekanutuk menggagalkan perjodohan itu,mas,kalau Mas I dra mau mbantuku aku akan sangat berterimakasih,tetapi yang perlu Mas Indra tahu,aku tidakau bermain main dengan pernikahan.Aku mau pernikahanku sekali seumur hidupku,jadi kalau Mas Indra tidak bisa menerimaku,tidak apa apa."
"Mengapa dim Santi berkata begitu?"
__ADS_1
"Aku hanya takut kalau kalau di tengah perjalanan nanti Mas I dra kecewa dN menyesal dengan. semua ini,lalu mutuskan untuk pergi,"kata Santi.
Tiba tiba Masu seorang gadis,cantik,berkulit kuning Langsat,lalu tanpa bicara apa apa langsung memeluk Indra,membuat Indra terkejut dan Santi terbelalak.Gadis itu tidak mempedulikan Indra yang terkejut pun Santi yang terbelalak,lalu dusk disampingnya Indra,dengan tetap memeluknya.Santi menelan ludahnya,nampak sangat kecewa.