AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Aku Masih Anakmu,Bu...


__ADS_3

Santi masih belum ibunya Indra.Brian hanya duduk di dekat mereka,mengamati interaksi istrinya dengan ibu mantan kekasih istrinya itu.Ada sedikit rasa cemburu si hatinya,meskipun sekarang Santi sudah jadi istrinya.Bagaimana dia tidak cburu,Santi nampak sangat mengasihi wanita tua yang notabene ibu dari mantan kekasih istrinya itu.Meskipun Indra sudah tidak pernah enpakkan diri terapi dia tetap sedikit banyak merasa kalau Santi pernah menjadi bagian dari keluarga ini,dan itu membuatnya sedikit tidak nyaman.Snti yang melihat itu jug menjadi bingung sendiri,pasalnya ibu Indra masih belum mau melepaskannya


Wanita tua itu masih tetap meluknya erat,sampai Santi.merasa sedikit iba.


"Maaaa...."kata Santi pelan.Brian menatapnya lalu mendekat karena aisyarat istrinya itu."Sbwntar lagi,ya....nunggu keluarga yang lain datang dari pemakaman dulu.Nampaknya.ibu sangat terpukul ini."


"Iya sayang,nggak apa apa,"kata Brian.


"Mas Brian nggak apa apa,kan?"


"Nggak apa apa,sayang....sanatai aja,"sahut Brian lalu berusaha tersenyum,agar istrinya tidak merasa bersalah.Dia lalu kembali ke tempatnya tadi duduk.


Kiara berdiri dan masuk ke dalam rumah,lalu keluar lagli membawa nampan dengan empat gelas teh hangat diberikannya pada Brian sagu lalu uang tifa dibawanya ke dekat sang nenek.yang masih betah berada di pelukan Santi.Brian meminum teh itu,sekedar membasahi tenggorokannya yang riba tiba t erasa kering melihat pemandangan di depannya.Dalam hati diapunulai berpikir,apakah Santi juga akan sangat mengasihi ibunya seandainya dia masih punya ibu.Akh....dia menarik nafas panjang mengingat dia hanyalah anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan.


Dari dalam kamar yang tertutup Indra menatap Santi dengan hati yang tercabik cabik.Dia menyadari ketulusan wanita yang pernah dan masih sangat dicintainya itu.Meakioun diaenyakiti hatinya,tetapi wanita itu tetap mengasihi ibunya,dantwtap mau datangelayat ayahnya.Tanpa sadar air matanya menetes di pipinya.Seandainya penyakit ini tidak ada,seandainya dia punya keberanian,seandainya....Akh....banyak seandainya uang ada dalam hati Indra yang mbuatnya semakin menangis.Dia bahkan menatap Brian dari celah uang dibuatnya di kamar itu.Dia menatap dengan kagum lelaki yang menggantikannya memberikan kebahagiaan untuk kekasih yang sangat dicintainya.Dalam hati dia merasa berterimakasih pada Brian yang mau menggantikannya memberi kebahagiaan kepada Santi.Meakipun dia juga sangat terluka saat dia ingat bagaimana kebahagiaan lelaki itu saat pemberkatan nikah,saat resepsi pernikahan dan Bahakan saat menantikan kelahiran dua Nak kembarnya.Semau selalu dipantaunya,dan dia sangat terluka melihat itu.Meskioun dia ingin Santi bajagia,tetapi dia juga tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau dia sangat terluka karena itu.Dia hanya bisa menangis sedih kalau mengingat semua yang telah terjadi.Tubuhnya yang semakin lemah,membuat dia sedikit bahagia dengan kebahagiaan Santi dan Brian.Dan sikap manis Brian mbuatnya lebih bahagia lagi karena dengan begitu dia.yakin kalau Santi sangat bahagia dengan suami yang sangat mencintainya itu.


"Buuuu....,"kata Santi melerai pelukannya."Ibu yang sabar,ya..."


"Kamu sangat baik,ndhuk....sayang kamu sudah bukan anakku lagi..."keluh ibu tua itu.


"Ibu jangan bilang begitu...Aku masih anakmu,bu...Sampai kapanpun aku masih anakmu,kalau ibu masih mau menganggap aku anakmu."


"Tapi anakku menyakiti hatimu,aku sangat sedih karenanya.Aku bahkan tidak berani memberi kabar kematian bapak.Lalu siapa yangberitahumu?"


"Kia yang dTang,bu....Mengapa ibu tidak mauberitahuki?"


"Karena terus terang aualu sama kamu.Kamu yang sangat baik sampai disakiti oleh anakku."

__ADS_1


"Ibuuuu....Aku sudah melupakannya,ibu tidak perlu merasa begitu tak enak hati,bu,aku nggak apa apa.Malah sekarang aku sudah punya suami yang baik,bu."


"Itu dia,ndhuk....ibu sangat sedih,ibu tidakau kalau suamimu menjadi tidak nyaman saja kala ibu tetap menganggapnya sebagai anakku."


"Suami aku baik,bu..."kata Santi lalu berpaling pada suaminya."Maaaaas...."


"Ya sayang?"


"Sini deh,deket ibu....ini juga ibuku,mas....Ibu merasa nggak enak hati sama Mas...sini,deket sini."


Brian mendekat pada istrinya dan duduk disebelahnya.Digenggamnya tangan keriput.ibunya Indra.


"Buuuuuk....apa yang membuat istri saya bahagia,akan selalu saya usahakanbu,jadi tidak usah merasa tidak enak pada saya.Kalau istri saya menganggap.ibu sebagai ibunya,maka saya.juga menganggap ibu sebagai ibu saya.Saya selalu berusaha agar istri saya nyaman dengan saya Bu....jadi tidak usah merasa tidak enak begitu bu.Bagi saya kebahagiaan istri saya yang terpenting Bu..."


"Terimakasih,nak....Kamu adalah suami terbaik untuk anakku.Yaaa....dia adalah anakku meskipun mungkin sekarang hubungan ini sebenarnya sudah tidak ada karena kebodohan anakku sendiri."


"I buuuuuu...."rengek Santianja."Ini jangan bilang begitu....Sanri tetap anak ibu,apapun yang telah terjadi."


"Tentu,bu....Saya akan sangat menjaga sia.Kalau ibuausaya bisa mengantarnya berkunjung kalau ini ingin bertemu,tidak usah sungkan ya,bu..."


"'Oooh....terimakasih,nak....Kamu sungguh sungguh baik....Beruntungnya kamu punya dia,ndhuk...Jaga hati,yajaga kepercayaannyajaga cintanya,ibu doakan agar kalian selalu bahagia selalu rukun dan selalu bersama sampai maut memisahkan..."


"Terimakasih doanya,bu...Sekarang ibu adalah ibu saya juga."


"Terimakasih,mas buat pengertian Mas Brian.Santi bangga punya Mas Brian di hidup Santi."


"Harusnya Mas yang bilang begitu,sayang...Ooh...itu sudah oada datang,sayang..."

__ADS_1


Keluarga beaarpun berdatangan satu persatu danerwka dusuk di dalam rumah itu ,memandang Santi dan Brian yang nampak sangat mesra,di dekat ibunya yang juga nampak sedikit berbinar di tengah dukanya kehilangan suami tercinta.


"Nanti malam ada penghiburan,San,"kata ibunya Kiara pada Santi.


"Yaaah...maaf,ya mbak....Santi sepertinya nggak bisa datang....Santi masih punya dua anak bayi,mbak...Nggak.apa apa,kan,yabu...Santi nggak bisa datang?"


"Sudah....Nggak apa apa,nggak usah merasa tidak enak begitu...kami tahu kalau kami punya dua anak bayi,Kiaea sudah cerita.Kamu datang melayat bapak saja i Bu sudah sangat senang ndhuk..."


"Iya Bu....maaf kalau Santi.nhgal bisa dtangbenwran kalau nhgakalam Santi pasti akan minta sui Santi nemenin Santi,tetpai kalau malam mohon maaf karena Santi harus jadi ibu karena anak anak Santi masih bayi."


"Nggak apa apa,San,saya hanya memberitahu saja,kok."


"Iya mbak...makasih sudah diberitahu..."


Brian melirik belok ditangannya yang audahenunjuk angka lima.Sudh hampir lima jam mereka disini,karena dari jam dua nelasanereka sudah sampai di rumah keluarga I ndra inielohat suaminya yang melirik arloji,Santi paham maksudnya.Diapun berpamitan pada ibu Indra.


"Ibuuuu....sudah sore,Santi pulang,yaaa...."


"Kenapa cepat cepat,ndhuk?Ibuasih ingin bersamamu,meakioun kamu tak jadienantuku,tetapi aku audahenganggapmu seperti anakku sendiri..."


"Akuasih anakmu,bu,twtapi sekarang aku harus pulang kasihan anak anak hanya ditemani babysitternya dirumah.Obu masih ada kakak kakak yang menin,juga ada cucu cucu yang nwnin,kasihan anak anak kalau terlalu lama saya tinggal.Ibu nggak apa apa kan?"


"Kamu anak yang sangat baik,ndhuk,terimakasih sudah mau datang lagi ke rumah ibu...Jangan kapok,ya,ibu tetap menganggapnya sebagai anakku.Nak.Beiantirip anakkkuya,jangan pernah kecewakan dia,,sayangi dan bahagiakan dia selalu,ya..."


"Brian janji akan selalu mengingat d anelaksanakan pesan ibu ini,bu...terimakasih sudah memperlakukan istriku dengan baik.Kami permisi pulang,yabu..."


"Hati hati di jalan,jangan ngebut."

__ADS_1


"Iya,bu...permisi semuanya,kami.pulang dulu."


Semua keluarga Indra serempakenjawab kata pamitan Brian itu dan Kiara mengantarkan mereka sampai di tepi jalan di mana mobil Brian diprkir,lalu setelah mobil itu mulai berjalan,Kiara segera kembali ke rumah.


__ADS_2