AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Berita Duka


__ADS_3

Setelah hari itu,Santi menghubungi Kiara,menanyakan kondisi neneknya,yang memang baru saja keluar dari klinik,menginap beberapa hari karena darh tingginya kambuh.Untung saja Santi tidK bertanya di rumah sakit mana,kalau bertanya pasti kebohongan Dewo ketahuan.


"Nenwk baik,kok,Tan,hanya capek dan darah tingginya kambuh,tapi sudah baikan,kok.Tante apa kabar?Jagoan jagoanku juga apa kabarnya, T an?"


"Mereka baik,Kia,kamu main dong ke sini,biar akrab dengan keponakan keponakanmu.Sudah lama loh kamu nggak kesini,terakhir kamu kesini kan pas acara ucapan syukur si kembar,ya?"


"Iya,Tan,maaf,Kia sibuk ini,t api nanti kalau pas agak longgar Kia main deh ke rumah.Slam buat Oom Brian juga<,Tan..."


"Iya...Oom kamu juga nanyain kabar kamu loh..."


"Iya,Tan,ntar deh Kia usahain main ke rumah Tante.Kangen banget sama adik adik kembar aku."


"Oh,ya,Kia,ngomong ngomong sampai sekarang kami belum tahu kira kira Oom Indra di mana?"


"Belum,Tan,kata ibu ada di Kalimantan,Tan,sedang kerja dan di sana katanya sudah punya kekasih juga,maaf,Tan kalau Kia buat Tante sedih ingat Oom I ndra."


"Akh...Nggak apa apa sayang ,nggak usah diambil hati,ya....Tante sudah ikhlas kok,cuma ingin tahu aja dia sekarang bagaimana khabarnya,nggak ada maksud lain lagi kok.Ya,udah sayang,Tante tutup teleponnya,ya....Kamu belajar yang rajin,biar cepet lulus ntar Tante rekomendasi deh,kalau kamu mau kerja di tempat Tante."


"Iiiih....maaciiiiih....Kia cayaaaaaang banget ma Tante.Tante yang terbaik deh..."


"Gombal kamu Kia.Ya udah,tante tutup, ya,bye...."


"Bye....my lovely auntyyyyyyyyy...."


Santi tertawa kecil menanggapi Kiara.Ya....hanya Kiara keluarga Indra yang selalu dekat dengan dia,bahkan saat Indra sudah meninggalkannya sekalipun.Gadis itu sangat baik,dan sekarang sedang kuliah jurusan IT,karena dia sangat tertarik dengan dunia itu.Dan Santi juga sudah menjanjikan akanerekomaendasikan dia ke perusahaan kalau di lulus nanti.Hubungan mereka sangat baikKiara bahkan tak peduli kalau Indra sudah meninggalkan Santi.Baginya Santi adalah tetap kekasih Inde dan Tante terbaik untuknya.Santi sendiri juga menganggap Kiara adalah keponakannya yang sangat dia sayangi.Brian tak keberatan dengan itu,tokh Santi tidak selingkuh juga,hanya menjalin hubungan baik dengan keluarga mantan kekasihnya dan dia tidak keberatan dengan itu karena Tokh Indranya juga sudah tak pernah lagi menampakkan Batang hidungnya.S sampai sekarang bahkan Santi tidak tahu di mana Indra berada,karena keluarganya benar benar menutup rapat informasi keberadaan Indra dari Santi dan Kiara.


Pagi yang cerah ini Santi dan Brian duduk di teras rumah bersama dengan kedua baby kembar mereka.Hari ini Minggu,dan mereka baru saja pulang dari ibadah,lalu bercengkrama bersama.Saat itulah Kiara dayang dengan wajah sembab,seperti habis menangis.Santi langsung berdiri menyambut gadis itu,yang langsung memeluknya erat dan menangis keras,membuat baik Santi maupun Brian kebingungan.D dengan lembut Santi membelai punggung Kita dalam pelukannya.Dbawanya gadis itu duduk di dekat sang suami yang juga ikut kebingungan.


"Kia.....Kia kenapa?Ada masalah,sayang¿"tanyanya lembut.


Kiara hanya mengangguk tetapi masih menangis.Dan setelah mulai.bisa menguasai dirinya ,Kiara melepaskan pelukannya.Dia menghapus air matanya dengan tissue yang ada di meja dekatnya.

__ADS_1


"Mas....tolong bawa anak anakasuk dulu,kasohkan pada mbak mbak,biar dibawa tidur aiangkalau Mas nggak keberatan Mas bisa kembali ke sini."


"Iya,dik...KiaOomasuk dulu,ya....Kia mau minum apa?Oom ambilin deh,"kata Brian lalu berdiri dan segera menggendong kedua kembarnya .


"Apa aja,Oom,Kia makasih banyak ya,Oom..."


"Santai aja,Kia...Oom masuk dulu,ya."


Brian lalu masuk ke dalam rumahnya dan sebentar kemudian keluar lagi dengan sebuah nampan,dengan teh manis dan beberapa toples camilan,lalu meletakkannya di meja.


"Minum dulu,Kia,lalu cerita sama Oom dan Tante,"kata Brian.


"Makasih banget,ya,Oom,Oom baik,sepwrti Tante.Kia makin sayang dengan Oom dan Tante."


Brian dan Santi tertawa mendengarnya.Gadia itu lalu meminum tehnya lalu menaruh cangkirnya lagi ke meja.Dia nampakenghela nafas danenatap Santi dengan sedih.


"Kenapa?Ada masalah apa?Biaya kuliahmu?Atau masalah apa?Tante sama Oom bisa bantu nggak?"tanya Santi karena Kiara menatapnya dengan sedih.


"Kenapa dengan Kakek?Sakit?"


"Kakek meninggal,,Tan..."kata Kiara pelan,tetapi mampu membuat Santi terkejut.


"Kapan,Kia?"


"Tadi malam,Tan,rencana mau dimakamkan hari ini,jam duaan nanti,itu sebabnya Kia kemari,karena Kia ingin ngabarin Tante sama Oom."


"Maaas...,"rengek Santi sedih.Brian tahu maksud istrinya.


"Mas antar kamu melayat,sayang,jangan takut,Mas nggak kenapa Napa kok,santai aja."


"Makasih,ya,Mas..."

__ADS_1


"Iya sayang...Kamu ganti baju gih,biar kita segera berangkat.Mas juga akan ganti baju dulu.Kiaau bareng atau sendiri?"


"Kia pakaiotor kok,Oom,ya udah kalau gitu Kia pulang dulu,,ya Oom,Tante.malasih loh tehnya."


"Hati hati,ya,Kia....Tante sama Oom nyusul nanti,"kata Santi lalu memgantarkan Kiara sampai di pintu gerbang.S setelah itu dia masuk dn berganti baju lalu bersama dengan suami tercinta segera melayat ke rumah Indra.


Di rumah yang pernah menjadi tempat ternyaman Santi kala itu,nampak sangat ramai dengan para pelayat.Semua mata tertuju pada Santi saat wanita itu bersama suaminya datang danulai berjabat tangan dengan keluarga besar Indra Mereka seperti menyimpan sesuatu saat menyalami Santi.Wanita itu lalu mengajak suaminya untuk masuk karena ibu Indra ada di dalam,di samping peti jenazah ayah Indra.Kegika Santi masuk,Kiara yang lebih dulu melihatnya segera menggandeng tangan Santi dan mengantarkannya kepada neneknya.Santi memeluk ibu Indra dan wanita renta itu menangis dalam pelukan Santi,yang dulu digadang gadangmya jadi menantunya.Brian hanyaenatap semua itu dengan diam.Dia juga tahu kalau dulu Santi memang sangat mencintai Iki ndra dan hubungannya dengan keluarganya juga sangat baik.Segelah agak lama nertangis tangisan akhirnya ibu Indra melepas pelukannya dan menyalami Brian.


"Maaf,ya,nak,saya terbawa suasana,"katanya parau karena mungkin terlalu bamyak menangis."Bapaknya nggak sakit apa apa,tahu tahu semalam sesak nafas dan waktu mau dibawa ke klinik sudah tidak tertolong lagi.Maaf kalau saya memeluk Santi dengan sedih,sebab saya sudah menganggapnya seperti anak saya sendiri.Anak tidak keberatan,kan?"


"Jangan terlalu formal ibu....saya Brian,panggil saya Brian.Terimakaaih ibu mauenganggap istri saya seperti anak ibu sendiri.Kalau begitu saya susuk di sana dulu,bu...Dik kamu di sini saja,temani ibu,ya..."


"Makasih,ya,Mas..."


"Iya...Mas ke sana dulu..."


Brian lalu menuju kursi kosong yang ada di sana sedang Santi susuk disebelah ibu Indra.Kiara menempel di samping Santi.Mang Kiara paling dekat dengan Santi.Bahkaneakipun Santi sudah tidakenjalon hubungan dengan Indra,Kiara tetap dekat dengan Santi.Tak jarang bahkan dia diberi uang oleh Santi maupun Brian.


"Oom kamu beneran nggak pulang ini,Kia?Bapak meninggal gini dia tetep nggak kelihatan,"bisik Santi.


"Nggak tahu,Tan...Kata ibu Oom nggak bisa pulang,karena mas8h terikat dengan kontrak."


"Masa nggak bisa ijin sih,in terakhir kali loh,lihat bapak,"kata Santi."Tapi nggak tahu juga,ya,Kia..."


"Oom memang susah dihubungi,Tan...Kia juga bingung kenapa begitu.Malah rukonya juga sudah dijual loh,Tan,kata ibu buat modal berangkat ke Kalimantan."


"'Oooh...."


Waktu terus bergulir dan tiba saat pelepasan jenazah ayah Indra ke tempat peristirahatan terakhirnya.Semua mengantar ke pemakaman,hanya ibu dan Kiara yang ada di rumah,ditwmani Santi dan Brian.Wanita tua itu menangis terisak Isak setelah jenazah suaminya dibawa ke pemakaman.Kiara dan Santi memeluk wanita tua itu,sekedar memberi kekuatan.


Tanpa ada yangenyadari kalau dari dalam sebuah kamar,sepasangata menatap penuh rindu pada Santi yang nampakengjibur ibu Indra.Yaaa....sepasang mata Indra.Laki laki itu sebenarnya memanga da di sana tetapi dia tidak mau kalau sampai.Koara maupun Santi melihatnya.D ri semalam dia sudah datang diantar Albi dan langsung bersembunyi dari Kiara.Dia juga sedih dengan kepergian ayahnya.Dia bahkan ingin memeluk ibunya sejak semalam,teyap tidK mungkin karena Kiara selalu ada di samping neneknya,membuat Indra hanya menatap sedih ibunya dari dalam kamarDan sekarang dia menatap penuh rindu pada wanita yang tengah meluk ibunya.Wanita yang selalu sangat dicintainya tetapi yang tak dapat dia miliki karena keputusannya untuk meninggalkannya beberapa tahun yang lalu.Dia hanya tidak Inggris n wanita yang dicintainya itu menderita sepeninggalnya.

__ADS_1


__ADS_2