
Beberapa hari kemudian,suasana di rumah Brian dan Santi nampak selalu riuh,karena ada beberapa anak yatim piatu dari panti asuhan yang sengaja didatangkan ke rumah,untuk berbagi kebahagiaan.Setiap hari selalu berganti anak anak panti itu.Setiap hari setidaknya ada sepuluh anak yang menemani keseharian si kembar dan Santi.Itulah cara mereka berbagi kebahagiaan.Tetapi ada yang berbeda hari ini.Santi tidak punya nafsu makan.Dari pagi dia hanya mondarandir melihat anak anak yang berceloteh gembira,tetapi dia tidK merasa lapar sama sekali.Brian yang memang tidak masuk kerja karena ini weekend dan lobur,jasi heran dengan kelakuan istrinya.Seperti ingin sesuatu tetapi tidK tahu harus apa.
"Yang,kamu kenapa?"tanyanya sambil mengajak istrinya itu duduk di kursi teras.
"Aku nggak tahu,yang...kayak pengin makan sesuatu tapi...."
"Katakan saja,kamu mau makan apa?Aku pasti mencarikannya untukmu,"kata Brian lagi.
Santi mengerutkan keningnya,sepwrti berpikir berat.Dia nampak menggigit bibir bawahnya sambilenagap di kejauhan,seperti sedang memikirkan sesuatu.B Rian menggemggam erat tangannya seolah memberitahu kalau dia siap memenuhi semua keinginan istrinya itu..Santi menatap suaminya lama lalu menu Duk dan bersuara lirih.
"Aku ingin makan nasi uduk yang dimasakai ibu.Nasi uduk dwngan lauk ayam kuning,telur kuning dengan arwh kelapa yang dibubuhkan diatasnya,"sahut Santi lirih.
"Baiklah,sayang,aku akan ke rumah ibu,"kata Brian.
"Tapi aku ingin ibu masakanya di depanku,"kata Santi lirih.
"'Oooh....anak anak papa kangen nenek,ya?Baiklah,sayang,papa akan jemput nenwk dan kakek,kalau perlu dwngan Tante Merry dn Oom Joko sekalian Kakek,ya?"
"Ayah dan ibu saja,yang...Merry dan Joko pasti repot.Aku hanya kangen makan masakan ibu,tapi aku harus tahu saat ibu memasaknya."
"Baiklah,kesayangan Papa....Papa berangkat sekarang,ya,biar nanti sore audah sampai di sini lagi,dN kalian segera dapat makan masakan nenek,ya?"
"Kamu sendirian,yang?"
*Tidak...aku akan ajak pak Dodo untuk mememani aku,kalau capek kan bisa gantian nyetirnya."
"Oh,baiklah...hati hati,ya,sayang,aku telepon ibu dari sekarang,biar ibu bisa siap siap dan jugaemcari bahan bahannya."
"Baiklah,aku berangkat dulu,ya,sayang,doakan kami sampai sebelum malam,"kata Brian lalu segera menemui pak Dodo dan mengajaknya ke rumah Santi.
Sementara Santi menelepon ibunya dan mberitahukannya kalau Brian akan datang menjemput.Semula ibuya nampak kaget,namun setelah diberitahu tentang keinginan anaknya itu,beliaupun mengiyakan sambil akan mencari dulu bahan bahannya sambil menunggu Brian.B eliau juga mengajak suaminya untuk ikut ke rumah anak sulungnya itu yang diiyakan dwngan senang hati,karena akan bertemu lagi dengan kedua cucunya kembarnya yang tampan dan pintar.
__ADS_1
"Apa aku boleh ikut,bu?"tanya Merry,yang kebetulan dia main ke rumah ibunya itu.
"Suamimu bagaimana?"
"Diajak aja sekalian,bu...Kan Mas Andri.juga belum pernah ke rumah mbak Santi."
"Ya kita lihat saja nanti,mas mu bawa mobil apa,muat tidak?"
"Aku dan Wahyu ikut juga,ya,buk...sekalian liburan..."
Joko yang baru masuk langsung ikutan nimbrung pembicaraan ibu dan kakaknya.
"Kita lihat saja nanti,ko,"sahut Merry."Sekarang kita berbenah dulu aja,perkara bisa ikut atau tidak urusan belakangan"
"Naik,mbak,aku ajak Wahyu dulu,"sahut Joko lalu masuk dan pergi ke arahnya di samping rumah ibunya.Begitu juga dengan Merry yang segera pulang ke rumahnya.M ereka bersiap siap.Ketika Brian Samapi kemudian,baik ayah,ibu,Merry,Andri,Joko dan Wahyu tampak tersenyum lebar,karwna ternyata Brian membawa mobil Toyota Alphard nya,yang lega.
"Wah,jadi ikutan aku,bu,"kata Merry diikuti tawa mereka.
"Loh,pada mau ikutan juga?"tanya Brian.
"Muat,kok,,ya sudah,pak, bu,langsung berangkat saja kalau Sekarang Joko dan dek Andri bisa nyetir.Biar aku dan pak Dodo duduk paling belakang.Mana yang mau dibawa,bu,aku taruh bagasi dulu."
Dengan semangat mereka mengatur bawaan ibunya si bagasi lalu Joko duduk di belakang setir dengan Wahyu,istrinya duduk di sampingnya,sementara anaknya yang masih kecil dipangku ibunya,yang susuk Dengan ayahnya.Lalu Mereka duduk Dengan Andri dan anaknya.Setelah siap merwka segera berangkat,karena yang menyetir sekarang adalah Joko.Memang Joko dan Andri pekwrjaannya adalah sopir,jadi mereka sudah biasa menyetir mobil.M ereka berangkat dengan gbora.Sepanjang jalanereka bersenda gurau dengan akrab.Brian nampak sangat senang.Dia yang hanya hidup sebatang kara sebelumnya kini merasa menemukan keluarga utuh yang sempurna.K edua orangtua Santi juga sangat menyayangi dia seperti menyayangi anak anak mereka sendiri.
"Oh,ya,dek Joko,kalau nanti diijinkan kakakmu,k aluan bawa mobil yang satunya aja,sayang nggak pernah dipakai lagi.Kan kalau kalian bawa bisa kepakai.Nanti aku bilang sama kakaknya dulu,ya?"
"Memang mobilnya ada berapa,yan?"tanya ibu.
"Tiga,kan,bu?Yang satu dipakai pak Dodo buat kegiatan rumah tangga,bibi dan mbak mbak maksud saya,yang satu ya ii yang selalu aku bawa,yang satu itu jarang sekali dipakai,sayang,biar bisa dimanfaatkan aja.Tapi hanya satu nggak apa apa,kan,ya,dek?Bisa buat keluarga maksud saya.Ntar kalau ada berkat lebih,biar aku belikan satu lagi."
"Satu aja cukup,mas...,"sahut Andri."Mobilnya apa?"
__ADS_1
"Afanza,dek,"sahut Brian."Kalau yang Innova suka dibawa pak Dodo.""Wah,mobilnya jenis MPV semua,ya,mas?"
"Kakakku kan suka kalau mobil keluarga gitu,dulu mobil mungilnya ditularkan dengan Innova itu.Sekaranv kan dia pulang pergi dijemput,jadi nggak perlu bawa mobil sendiri."
"Iya juga ya,mas..."
Setelah hampir dua jam menyetir,Andri menawarkan diri.memggantikannya,namun Joko bilang tidak apa apa,beaok saja kalau jadi pulang bawa mobil,biar Andri yang menyetir.Dan Merekapun akhirnya sampai si rumah Santi.Wanita hamil itu tengah duduk di teras sitwmani suo tampannya,dan betapa heboh duo tampan itu ketika melihat kaek nemek Oom dan tantenya turun dari mobil.Mereka berlari lari menyambut dengan pelukan hangat dan tertawa tawa ketika Oom mereka menggendong mereka sambil menciumi pipi gbul merwka.Sanri segera menyalami orangtuanya dwngan takzim,lalu berpelukan dengan asik dan iparnya,dan bersalaman dengan Joko dan Andri.
"Kok jadi rombongan gini?"tanyanya setelah acara alam salaman kelar.
"Asik adikmu ingin ikut,ingin lihat keponakannya dan juga calon keponakan yang kata merwka sangat menyayangi Kakek dan neneknya karena ngidam aja harus masakan neneknya.Nggak papanya nggak mamanya,semua ingin makan masakan nenek."
Santi tertawa.Diaemgiyakan perkataan ibunya.Dulu di awal kehamilan Brian ngidam makan ikan nila bakar yang dibakar di depannya,dan harus dari kolam bapaknya,sekarang Santi I ngin makan nasi uduk yang dimasakai di depannya.Bemar kata ibu,anao anaknya rupanya sangat menyayangi Kakek dan neneknya,meakipun jauh,ternyata tetap diinginkan.
Jadilah menjelang malam ibu memasak nasi uduk pesanan Santi.
"Entah nanti jam berapa masaknya ini,*kata ibu yang dibantu bibi.
"Yaah...kalau dimakan banyak sih nggak apa apa,mbakyu,"kata bibi"Kalau sudah capek capek,terus cuma dimakan sesendok?Hmmmm....gemes nggak coba?"
Ibu tertawa mendengar keluhan bi Minah itu.
"Kayaknya pernah digituin,ya?"tanya ibu di sela tawanya.
"Pernah,mbakyu...Mas Brian ingin makan ketan dengan bubuk kedelai,tapi nggak mau dibeli,harus aku yang masak,sudh ribetnya minta ampun,befitu masakxuma makan satu suapan terus pergi...huuiift....untuk banyak temennya sekarang.Kalau Sulu hanya aku dan bapak,sekarang tambah mbak mbak itu dn sekRang juga perawat anggreknya sering nginap di paviliun belakang,jadi makin banyak temannya."
"Anggreknya banyak ya,dek?"
"Banyak mbakyu,macem amcem juga,pernah tuh ada yang laku jutaan,heran aku...kalau aku kok pilih dibeliin emas daripada bunga..."
"Kita kan memang taunya hanya emas,dek,mana tahu kembang?"
__ADS_1
"Iya...eeeh....itu mbakyu,arehnya....arehnya....Haduuuh,keasyikan ngobrol kita."
Ibu tertawa menanggapi gerutian bi Minah.Tetangganya yang audah ikut dwngan anaknya sejak lama iruang sudah seperti keluarga sendiri.Dan setelah berkutat hampir tiga jam di dapur,sekarang nasi uduk,ayam kuning,telur kuning,sambal goreng labu Siam,areh putih dn juga areh kuning telah siap.Dibantu bi Minah ibu membawa semua hasil masakannya ke meja makan.Semua orang ikut berkumpul di meja makan ,karena memang mereka juga belum makan.J am sudah menunjuk angka sembilan,tetapi keluarga besar itu duduk mengelilingi meja makan,minus si kembar yang sudah tidur begitu juga anak anak Joko dan Merry,sudah pada tidur.S anti tampak berbinar binar matanya melihat makanan yang diinginkannya telah selesai dieksekusi oleh ibunya di depannya,meakipun dibantu bi Minah,takasalah.Dia langsung makan dwngan lahapnya,membuat ibu dan bapak nampak sangat gembira.Anak sulung mereka ini selalu jauh dari mereka karena sudah sejak lulus SMA merantau kuliah sambil bekerja tidak pernah membebani kedua orangtuanya.D an kesuksesan yang diraihnya berkat kegigihan dan keuletannya.M ereka makan dengan lahap karenaelohat Santi yang juga makan sangat lahap.