
Albi baru keluar dari kantornya.Sudah hampir sebulan dia kehilangan Indra.S udah sebulan pula dia kbali kerumahnya setelah selama beberapa bulan di selalu menemani Indra di kos kosan,dem menyembunyikan diri dari keluarga Indra.S sekarang dia sudah hidup normal,dalam artian di hidup bergaul dengan orang orang selain Indra.
"Mau pulang,bro?"tanya temannya yang melihatnya berjalan menuju parkiran.
"Iya...capek,Ran,mau segera mandi dan istirahatlah ini."
"Tumben....biasanya kamu sudah ngacir dari tadi dan nggak peduli mandi atau nggak."
Semua sudah berlalu,Ran...sebulan lalu saudara aku.yang membutuhkan perawatan ku sudah meninggal,jadi aku sudah tidak harus tergesa gesa pulang untuk segera merawatnya."
"Maaf....Aku ikut berduka,Al,maaf,aku nggak tahu."
"Santai saja, R an,emang sudah waktunya aja.Kasihan juga karena digerogoti penyakitnya itu.Lihat aja aku ikut merasakan sesaknya,tapi sekarang aku lega,dia sudah terlepas dari penyakitnya itu."
"Trus ini langsung pulang kamu?"
"Iya,capek banget,mau istirahat' aja.Yk,Ran,duluan."
"Oke....hati hati..."
Albi berlari kecil menuju motornya lalu Dengan sekali sentakmotornya melaju meninggalkan pelataran parkir kantornya.
Menyusuri jalanan yang agak ramai karena ini jam pulang kantor,sia dengan hati hati dan waspada melajukan motornya dn berhenti di lampu merah.Dia menatap ke depan,tetap ada sepasang mata indah yang memperhatikannya,danengerutkan kening laluenurunkan kaca mobilnya danenegurnya.
"Albi,kan?Al....,"kata Santi ya...sepasang mata tadi milik Santi.
"Hei....Santi....Mas Brian...."sapa Albi."
"Al....besok istirahat' siang aku mau ketemuan sama kamu di cafe anggrek bulan,ya....jangan nggak datang,aku tunggu."
"Untuk apa?"
"Lihat besok aja...."
"Dih,bikin penSaran istrimu ini ,Mas..."
__ADS_1
Tin.....
Tin....
Tin...
Klakson mobil dan motor di belakang mereka riuh karena lampu sudah hijau.A lbi dan Brian segera menjalankannya kendaraan mereka.Albi melambaikan tangantanganya lalu meninggalkan mereka denganudah karena motornya yang bisa melaju lebih gesit dibanding dengan mobil Brian.
"Masih penasaran,ya,yang?"tanya Brian pada istrinya."Sekali ini saja,ya,yang,pleaseeee....setelah ini aku akan fokus sama keluarga kita.Rasanya ngganjal banget gitu.Kamu lihat sendiri kan gimana kondisi tubuhnya almarhum?Masak iya sakit sebulan badannya habis gitu,nggak percaya banget akunya.Kalau sudah dapat jawaban,aku nggak akan penasaran lagi."
"Kamu nggak bisa move on,yang?"
Eh?
Santi terhenyak.Baru dia sadari kalau dia sudah melukai harga diri suaminya.Dipeluknya lengan suaminya dengan manja lalu dia menyandarkan kepalanya di bahu suaminya.
"Aku nggak mengingat lagi orangnya,sayang,hanya penasaran."
"Apakah harus dituntaskan rasa penasarannya iru,yang?"
"Nggak,buat apa marah?hanya nggak nyaman aja tahu kamu masih sibukencari tahu tentang mantan kamu itu."
Sant miemghela nafas panjang.Dielus elusnya lengan Brian,menwnamgkan suaminya itu yang mungkin terluka harga dirinya.
"Kalau kamu nggak ngijinin,aku juga nggak nekat kok,yang,"kata Santi memgalah.
"Aku ngga apa apa....datang aja,setelahbitu ener bener lupakan semuanya."
"Iya,sayang,initangterakhir aku mwcaritahutentangmasalaluku."
"Sebenarnya aku nggak masalah dwngan masa lalu,tetapi akan lebih baik kalau kita tidk hidup untul masa lalu."
"Iya sayang,aku mengerti,maafkan aku."
Brian mengangguk pasrah karena sepertinya dia harus merelakan istrinya untuk meperjelas penyebab kematian Indra.Meskioun ada sesuatu yang mencubit hatinya mengetahui istrinya masih penasaran dengan masa lalunya,tetapi dia tidak akanelarangnya,karean dia sangat mencintai istrinya dan tidak ingin membiat istrinya kecewa.Apaun akan dia lakukan agar istrinya bahagia.
__ADS_1
Dan saat ini,siang Indonesia,Santi duduk di cafe anggrek bulan dwngan Albi.Mereka bertemu saat istirahat' makan siang.Sri dan Luna yang penasaran tidak digubris oleh Santi.
"Aku yang traktir ya?"kata Albi.
"Baiklah...."
"Ada apa ingin ketemu aku?"
"Cuma penasaran,swbwnarnya Mas Indra dulu sakit apa?"
"Maaf,San,aku juga nggak tahu.Dia ada di rantau dan tidak pernah memberitahu kalau dia sakit,"bohong Albi.
"Lalu kenapa tiba tiba dia pulang sudah kurus kering?"
"Seperti yang lainnya sayapun terkejut melihat kondiasinya,San.Dia hanya menwlpon untuk dijemput di bandara dan saat tiba dia sudah di tas kursi roda dwngan kondisi seperti itu.Siapa yang tidak kaget coba?Dia pergi dalam keadaan segar bugar dan pulang tinggal tulang.Akhornya aku menghubungi Mas Dewa,dan kami bawa ke rumah sakit tetapi sayang baru beberapa hari di rumah sakit,dia audah tidak tertolong lagi.Maafkan aku,San,nggak bisa menjaga dia."
"Ku nggak salah ,nggak perlukan nta maaf,Al....Makasih ,ya,kamu mau menemui aku.Sungguh,aku hanya penasaran sakit apa dia kalau hanya satu Minggu.bisa menghabiskan badannya,twtapi sekarang aku sudah tidak penasaran lagi.Makasih banget,ya Al..."
"Iya....Santai aja,aku juga ngga keberatan berbagi info denganmu.Tapi apa suamimu nggak apa apa kamu nyari info tentang Indra?"
"Sebenarnya dia sedikit nggak rela,tetapi akhirnya dia setuju juga,jadi aku menemui kamu.Kalau saja dia.tidak mengijinkan aku,aku juga nggak nekat,Al....Aku juga nggak mau gara garaasa laluku aku harus melukai masa depanku.BTW,makaaih banyaknya Al karena kamu mau meluangkan waktu baut aku."
"Ya,sama sama."
Mereka masih berbincang ringan sambilaoan siang,lalu setelah itierwkapun berpisah,kembali ke kantor masing masing.Samti nampak tersenyum lega karena sudah tahu sakit Indra ternyata sudah lama tanpa di tahu kalau dia dibohongi oleh Albi.Albi yang leg karena ternyata Santi tidak seperti yang dia takutkan,mwmcwcarnya dwngan banyak pertanyaaan,twtapivtwrnyata percaya saja apa yang dikatakannya meskipun itu kebohongan.Dia sudah terlanjur berjanji pada almarhum untuk merahasiakan semua ini sampai kapanpun,bahlanungkin sampai mati,agar Santi tidak mengalami.kekecewaan.Dia mungkin juga akan mengingatkan Mas Dewa,agar dia juga menjaga rahasia ini dari Kiara dan ibunya agar tidak bocor ke Santi.Dia tahi,membwritahi Kiara sMa saja dengan mbongkar rahasia itu pada SNti,karena Kiara sangat dekat dengan Santi.
Setelah pertemuan itu,baik Santi maupun Albi kembali ke kantor masing masing dwngan hati yang lega.
Sorenya Santi dijemput Brian seperti biasa.Suamiya itu nampak agak lesu,karena mengingat pertemuan SNti dengan Albi.Santi duduk di kursi penumpang dengan Brian yang ada di belakang setir.Merwka sama sama tidak ada yang mulai percakapan.Santi dwngan rasa bersalahnya,semwntara Brian merasa tidak berani mengusik istrinya itu.Sampai di suatu saat Santi yang tak tahan dlam keheningan.
"Mas,maaf banget,ya...tapi ini yang terakhir aku mencari tahu tentang mantan.Swmua sudah aku tahu dan aku tak pensarn lgi.Makaaih sudah jadi suami terbaik buat aku.Aku nggak kebayang kalau nggak ketemu sama kamu.Swkali lagi makasih banyak,ya,mas....Luv uuuu..
."
Pipi Brian memerah sampai di telinganya karena kata kata istrinya.Sungguh,hatinya meleleh karena rayuan garing istrinya.Diaerasawnjadi pria paling bahagia saat ini,meakioun sempat tadi dia merasa cemburu,tapo Mas cbieu dwngan orang yang sudaheninggal sih,di jadi agak geli juga......
__ADS_1