AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
HADIAH TERINDAH


__ADS_3

Hari berganti hari,Santi makin pusing dengan kelakuan aneh sang suami.Bahkan Brian membangunkannya tengah malam,hanya untuk dibuatkan sup ayam yang harus dilihatnya sendiri saat sang istri memasaknya.Pusing dengan tingkah suaminya,meskioun dia menurutinya,krena sang suami akan merengek kalau tidak dituruti.Tambahan sudah seminggu ini setiap bangun pagi Brian selalu myal dan mu tah muntah,tetapi kalau keinginannya dipenuhi,ia akan makan dengan sangat lahap.Seminggu ini pula,kopi diganti teh manis,ayam kecap lenyap dari menu,berganti nasi goreng seafood,yang selalu sukses membuat suaminya makan lahap.


Seperti juga pagi ini,Santi sudah selesai dengan request menu sarapan Brian,bubur dengan lauk sambal goreng hati,yang dengan telaten dibuat Santi.Dihidangkannya di atas meja,lalu menunggu suaminya dia masuk kamar,mandi dan bersiap menemani sarapan,tapi saat dia kembali ke meja makan,di sampai menggeleng tak percaya,suaminya sudah duduk di sana,makan bubur yang disiapkannya dengan keringat yang bercucuran di keningnya.D ihapusnya keringat itu lalu duduk menemani suaminya makan dan dia sendiri hanya mengambil dua lembar roti dan selai,lalu mulai menikmati.ati sarapannya,tak lupa segelas susu hamil,yang selalu diminumnya dua kali sehari,sejak dia menikah dengan suaminya.


"Suka buburnya?"tanya Santi tersenyum,dijawab anggukan kepala suaminya."Jangan banyak banyak,nanti sakit perut."


"Nggak,ini enak sekali,"sahut Brian."Kamu memang istri yang luar biasa,beib....udah pintar di kerjaan,pintar masak pula.Ahhh....beruntungnya aku bisa menjadi suamimu."


"Kamu bisa aja,sayang,"kata Santi tersipu.Bagaimanapun dia tersanjung juga dengan pujian suaminya."Tapi kamu beneran nggak apa apa,kan yang?Beneran aku bingung loh,karena sudah seminggu ini kamu berubah."


"Aku baik baik saja,kok,beib,tapi aku sendiri juga nggak tahu loh,kenapa aku begini,"sahut Brian lalu mereguk teh manisnya dan meletakkan mangkunya yang sudah licin tandas."Tahu nggak?Aku ini ingin sekali makan,yang Jalu tidak dituruti,rasanya sangat sedih sekali loh,jadi pengin nangis aja.Untungnya istriku yang cantik ini selalu bisa memenuhi setiap keinginanku.Makasih,ya,beib...you are so sweet to me...."


Santi sampai meleleh dibuatnya.Pujian suaminya sungguh sesuatu baginya.Jantungnta sampai berdebar tak karuan dengan ekspresi wajah sang suami yang menatapnya penuh cinta itu.Tak kuat lama lama ditatap seperti itu,Santi akhirnya menyudahi acara makan paginya dan mengajak suaminya berangkat ke kantor,karena memang sudah jam tujuh.Brian juga akhirnya mengikuti istrinya.Sepanjang perjalanan,dua tak berhenti menggenggam tangan istrinya dengan satu tangan yang bebas,membuat si empunya tangan jadi heran.Tak biasanya seperti ini juga.


"Kenapa?Ada masalah?"tanyanya membalas genggaman tangan suaminya.


"Nggak ada apa apa,cuma ingin selalu menggenggam tanganmu,beib,rasanta tenaaaaaang banget gitu saat tanganmu ada di genggaman ku."


"Kamu makin ke sini makin aneh,sayang,aku jadi makin bingung ini."


"Nggak tahu,ya,aku tuh ingin selalu ada di dekat kamu,menghirup aroma wangimu yang selalu mengganggu konsentrasi ku,selalu menggenggam tanganmu dan aaah...pokonya aku nggak mau jauh jauh dari kamu."


Ini aneh,deh,sayang,"kata Santi makin heran."Padahal dulu waktu kita baru nikah juga nggak gitu amat,kan?Kenapa?Apa aku melakukan sesuatu yang membuatmu posesif seperti ini?"


"Nggak....Nggak....Nggak.beib....kamu nggak salah,hanya aku jadi nggak bisa giru kalau jauh dari kamu...juga tiap pagi itu bawaannya pengin muntah aja gitu.Tahu ya,kenapa bisa begini."


"Kita je rumah sakit aja,sayang,aku nggak mau terlambat mw hwtahui kondisinya dan akan menyesal akhirnya.Kita segera ke rumahsakit aja,ke Harapan,ya...biar dokter Hendri yang memeriksanya,ayo,sekarang Kuta ke sana."


Brian menurut.Dia membawa mobilnya ke rumah sakit Harapan,rumah sakit rujukan kantornya dan kantor istrinya,dengan dokter Hendri yang Hadi pilihan mereka.S esampai di rumah sakit,ternyata antrian sudah lumayan panjang,mereka dapat nomer dua puluh satu.Sambil menunggu,Bruan tak sekalipun melepaskan tangan istrinya yang baru saja selesai menelepon. HRD untuk ijin,karena harus menemani suaminya chek up di rumah sakit,pun mengijinkan Brian.Saat Santi menengadahkan kepalanya,dia seperti melihat Aldi,sahabat Indra,yang selama ini ikut susah ditemui.Dengan memi ta ijin Brian,alasan ke toilet,dia mengejar Aldi dan berhasil menangkap tangan pria itu,yang terkejut melihat Santi


"S...s...Santi?"katanya gugup.


"Ya,aku,kenapa?Kok kaget sekali!Siapa yang sakit?Oh,ta,ke mana aja kamu selama ini?Kayak makhluk astral aja,tiba tiba lenyap dari muka bumi.Di mana Mas Indra?"


Pertanyaan yang disampaikan bertubi tubi itu makin membuat Aldi tercekat.Dia memang menemani Indra yang saat ini kritis di rumah sakit ini,tapi dia juga sudah berjanji pada Indra untuk tidak memberitahu siapapun kondisinya,jecuali kalau dia nanti sudah dipanggil Tuhan,biar keluarganya saj yang tahu tidak dengan Santi.D ua menatap Santi bingung.


"Aku juga nggak tahu di mana Indra,San,aju di sini karena majikanku sakit,maaf,aku harus segera ke sana,sudH ditunggu,maaf,"kata Aldi lalu meninggalkan Santi setengah berlari.Santi yang ingin mengejar urung karena dia melihat suaminya dari kejauhan,yabg nampak sangat gelisah.Dia segera kembali ke suaminya,mencoba melupakan Aldi.D ia laku kembali duduk di samping suaminya yang segera menggenggam tangannya lagi.Ditepuk tepuknya tangan suami ya dalam genggaman.

__ADS_1


"Don't worry,I'm here for you,"bisiknya menenangkan,dan memang sang suami tersenyum tenang mendengar bisikan itu."Sudah sampai nk.er berapa sayang?Masih lamakah?Kamu nggak apa apa,kan?Kamu nyaman?"


"Selama kamu ada di dekatku,aku selalu nyaman,beib,jangan jauh jauh dari aku,ya?Sebentar lagi giliran akuu,jangan tinggalkan aku sendiri,ya?"


Santi mengangguk,membelai lembut sisi kepala suaminya yang bersandar manja di bahunya,tak peduli beberapa pasang mata memandang ke arah mereka.Santi hanya mau suaminya nyaman,utu saja.Akhirnya gigitan mereka untuk masuk.Seorang suster yang ramah,mempersilakan mereka masuk,dan mereka masuk,langsu g bertemu dengan dokter muda yang sebaya dengan Brian itu.,yang tersenyum lebar melihat pasiennya.


"Hei... Brian,apa kabarmu?Siapa yang sakit?Kamu atau Santi?"tanyanya akrab.


"Ini,kak,aku bingung loh dengan perubahan Mas Brian,"kata Santi.


"Perub ahan apa?"tanya dokter Hendri me wrutkan keningnya."Suamimu masih normal,kan?"


"Itu dia,kak,"sahut Santi.Mereka memang berteman akrab."Dia itu tiba tiba jadi aneh,tahu nggak?Tiap pagi dia munfh muntah,permintaanua aneh aneh,apa yang di hindari,justru itu yang dia cari,kslau keinginannya tidak dipenuhi,jadi meliw gitu,bikin nggak tega aja,apalagi beberapa hari ini suka bangun tengah malam,minta dimasakin sesuatu dan itu harus.Ini penyakit apa coba?Pusing kan,kak?"


Dokter Hendri mengerutkan kening mendengar penuturan Santi.Dia melihat wajah Brian yang memang agak pucat,t api mendengar cerita Santi,seoertinya tanpa pemeriksaan dia bisa menjawab keluhan sahabatnya itu.Diapun berdehem untuk mengurangi sedikit ketegangannya.


"Dan,sepertinya tanpa memeriksa Brian,saya sudah tahu penyakitnya.Brian,benarkah kamu sangat mencintai Santi?"


"Apa hubungannya,bri?"tanya Brian."Ini aku sakit apa?Apa gegar otak kali,ya?Tapi sumpah demi apapun,aku nggak jatuh apalagi terbentur,masa iya aku gagar otak?Kalau masalah cinta,dari melihat istriku pertama kali ada meeting gabungan,aku sudah jatuh cinta sama dia,dan berharap bisa jadi pendampingnya."


"Ini....ini...beneran,kak?"tanya Santi kaget."J...jadi Mas Brian nggak sakit tapi ngidam?"


"Analisa sementara itu,San,makanya kamu ke dokter obgyn dulu,deb,pastiin,aku dokter umum,nggak bisa yg terluka spesifik."


"Oh,loke,kak,kalau gitu aku ke dokter obgyn dulu,makasih,ya,kak?"


"Sama sama,San,mudah mudahan aku benar,"kata dokter Hendri tersenyum.


Mereka meninggalkan ruangan dokter Hendri dan menuju ke dokter obgyn.Untungnya di dokter obgyn tidak antri,jadi Santi langsung dipersilakan masuk.Disambut seorang dokter cantik,Santi dan Brian duduk dengan hati berdebar.


"Selamat pagi bapak,ibu,ada yang bisa dibantu?"tanya dokter Nay ramah.


"Mmmmm...gini,dokter,kami mau memeriksakan kandungan istri saya,"kata Brian semangat 45.


'Oooh...Kapan mens terakhir,bu?"


"Mmm....Japan,ya,lupa tanggal ya,dok,tapi....kayak ya memang dua bulanan ini saya tidak mens,dok,eh...kenapa baru ingat,ya..."jawab Santi lalu menutup mulutnya,mengingat dua bulanan ini dia tidak mendapatkan tamunya.

__ADS_1


"Mmmm....baiklah,silakan ibu berbaring di tempat tidur,kita klskuknan dg USG,untuk mengetahuinya.'


Santi menurut,dia naik ke atas tempat tidur,lalu dokter Nay membuka sedikit atasannya,mengoleskan gel di perut Santi lalu mulai menggerakkan alat tranducer untuk melihat kondisi rahim Santi dan tersenyum.


"Ibu beneran hamil,lihat,ini usianya. kira kira tiga bulan,dan lihatlah ini adalah janin yang sangat kuat.Seoertinya ibu mengkonsumsi susu hamil sebelumnya,ya?"


"Iya,dokter,kata temen saya,kau mempersiapkan kehamilan,sebaiknya memang minum susu hamil,biar siap katanya,"sahut Santi dengan wajah berbinar.


"Itu bagus,dan ini juga mempengaruhi kondisi janin ibu,lihat ini,yaaa...ini,titik hitam ini adalah janin ibu,kobdusinya kuat untuk trisemester pertama ini.Sata akan berikan vitamin dan juga kalsium,ya,bu,semuanya baik baik saja,kok,tekanan darah ibu juga baik,tak ada yang harus dikhawatirkan.Kita selesai dengan pemeriksaan,ya,bu,kita akan menegoknya lagi bulan depan,"kata dokter Nay laku membersihkan gel di perut Santi dengan tissue.


Mereja kembali ke tempat duduk,dan dokter menuliskan resep yang diterima Brian dengan gembira,bagaimana tidak?Dia akan menjadi seorang ayah.Ada kehidupan dalam diri istrinya yang bahkan mereka tidak sadari.Mereka keluar dari ruangan dokter Nay,menuju ke apotik.Brian mendudukkan istrinya di kursi tunggu lalu dia segera ke loket apotik mengantrikan resepnya,lalu kembali duduk di sebelah istrinya.D digenggamnya tangan istrinya,entah mengapa dia sangat nyaman kalau sudah menggenggam tangan istrinya,membuat si empunya tangan tersenyum bahagia,ya,bahagia itu terpancar di wajah istrinya.


"Selamat,baby...ini bener bener kejutan,hadiah terindah buat aku,aku akan menjadi papa,benar benar menjadi papa,aku tidak sebatangkara lagi vaby,aku ada yang menemani nanti,"kata Brian penuh emosi dan bahkan menitikkan air matanya.


"Aku juga bahagia,sayabg,akhirnya ternyata kamu nggak kenapa Napa,aku sangat takut kalau kehilangan kamu,sayang,twrnyata suami tersayang ku ngidam,makasih,ya,sayang,harusnya aku yang ngalamin itu,tapi justru kamu yang menggantikan aku.Pasti rasanya nggak nyaman banget,ya?"


"Aku justru senang karena aku bisa menikmati rasnya ngidam dan morningsickness,baby.Kalau perlu biar pas lahiran aku yang ngerasain sakitnya,ya..."


"Nggak gitu juga kali,sayang,itu sudah kodrat aku.Nggak apa apa ngidamnya kamu ambil,tapi kalau nikmat melahirkan,biar aku yang merasakannya,ya...Aku juga kan ingin tahu nikmatnya sensasi melahirkan,sayang."


"Nyonya Santi Aryandari,"panggilan dari loket apotik mengejutkan mereka.Brian segera berlari dan mendapatkan vitamin untuk istri dan calon anaknya.


Setelah mendapatkan vitamin,nerekapun segera meninggalkan rumah sakit tersebut,dan ketika di jalan,melewati pedagang pempek,tiba tiba Brian menghentikan mobilnya dan berlari lari kecil untuk membelinya,mebuat Santi benar benar tertawa sekarang.Baginya rak aneh lagi tingkah sang suami yang absurd itu,karena dia tahu,pasti Brian sedang sangat menginginkan makanan itu.Ya...entah bayinya ini maunya apa,tetapi justru semua yang dulu dihindari Brian,sekarang seperti menjadi favoritnya yang harus selalu bisa didapatkannya.


"Kamu mau,beib?Ini enak banget,loh,kamu mau?"


"Aaa....buat papa saja,ya...biar dedek nggak ileran nanti...,"kata Santi tersenyum.


"Apa,beib,kamu panggil aku apa barusan?"


"Papa....papa...papa..",kata Santi mengulangi panggilannya.


"Auuuuuuh.....ini panggilan terindah yang aku dengar,Mama....aaaah....Aku jadi Papa,kamu jadi Mama....ini benar benar hadiah terindah dari kesabaran ku menjaga cintaku padamu dari awal,Mama...terimakasih,Mama...I love you full."


"Love you too,Papa."


Mereka saling menggenggam tangan dengan penuh cinta,yaaaa...akhirnya Santi jatuh cinta juga dengan kemanisan Brian,sudh move on juga dri Indra yang sampai saat ini tak tahu rimbanya.

__ADS_1


__ADS_2