
Satriya dan Surya adalah dua anak laki laki yang luar biasa.Mereka terlahir istimewa dari kedua orang tua yang sama sama sangat cerdas dan itu membuat mereka menjadi anak anak yang sangat cerdas.Bahkan di antara teman temannya yang ada di sekolah mereka,mereka sangat jauh di atas rata rata teman temannya,yang membuat guru kadang kadang harus memberikan tugas tambahan,setelah mereka menyelesaikan tugas yang sama dengan teman temannya dalam waktu yang sangat cepat.Mereka sangat disayangi gurunya dan bahkan banyak orang tua murid yang tak ragu menunjukkan rasa sayang mereka pada duo tampan putra pasangan Brian dan Santi.itu.Selain cerdas,mereka juga sangat baik hati,sopan dan peduli pada sekelilingnya.M mereka akan dengan cepat tanggap kalau ada teman yang membutuhkan pertolongan.M mereka juga dengan senang hati membantu guru mereka untuk membantu teman teman mereka yang kesulitan dalam menerima pelajaran atau kesulitan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mereka.
Itulah sebabnya mereka sangat disayangi oleh guru mereka.
Setiap hari mereka selalu berangkat sekolah diantar mama mereka sambil berangkat bekerja,karena memang yang jam kerjanya sama dengan jam sekolah adalah mamanya.Sementara papanya selisih setengah jam dari jam masuk sekolah mereka.Itu sebabnya mereka hampir lebih sering diantar mamanya daripada papanya.Dan mereka memang cenderung lebih dekat dengan sang cinta pertama bagi anak anak lelaki,yaitu mama.Dan kadang karena iseng,Brian sering menggoda mereka.
Seperti pagi ini,ketika semua sudah siap di meja makan,Brian langsung duduk di sebelah istrinya dan ada diantara Satriya dan istrinya,membuat anak laki laki itu cemberut.
"Kok cemberut,boy?"goda Brian.
"Papa jauhan dikit Napa dari Mama?"cebik Satriya memanyunkan bibirnya tak suka.
"Dih,kenapa?Ini istri papa,loh..."
"Maaaaam...,"rengek Satriya,membuat sang Mama hanya melirik suaminya dengan gemas.
"Bisa nggak sih,yang,sekali aja nggak godain my boys?"
"Kenapa?Kan emang benar kalu kamu istri aku,suka suka aku kalau aku duduk di sebelahku,kan?"
"Papaaaaa.....,"Rajuk Satriya lagi.
"Kakak....sudah....sudah ...Biarin aja makan ini Papa Deket Mama,ntar kan kalo berangkat sekolah Mama jadi milik kita ...Ayuk cepetan makannya,trys kita tinggalin Papa seperti biasanya,ya,kan,Ma?"
Santi tertawa mendengar kata kata Surya.Memang,meskipun Surya adalah adik kembar,tetapi dia lebih dewasa dari Satriya,jadi dia selalu bisa menjadi penengah dan pendamai bagi kakak dan papanya itu.
Satriya langsung diam,dia langsung makan sarapannya dengan tanpa bersuara lagi,membuat Brian jadi tersenyum jahil pada anak sulungnya itu.
__ADS_1
"Kak ...barang Papa mau?"
"Nggak...."
"Kenapa?"
"Enakan barang Mama,akh....nggak asyik kalau bareng Papa.Ntar dijahilin Mulu,ya,kan,dek?"
Surya hanya tersenyum dan mengangguk anggukkan kepalanya.Mereka makan dengan lahap dan akhirnya selesai sarapan juga.Duo tampan itu berdiri hendak berlalu,tetapi dicegah sang Mama.
"Halo jagoan....pamit your papa,please...."kata Santi menghentikan langkah kaki keduanya."Mohon doa papa,biar jadi anak yang pintar dan sukses,oke?"
"Mama yang terbaik...."kata Sateiya sambil mengacungkan dua jempolnya pada sang Mama lalu mendahului Surya mengambil tangan papanya dan menciumnya dengan penuh hormat.
"Kakak sekolah dulu,ya,Pa,doakan kakak,biar pintar,sukses dan selalu baik hati."
"Aamiiin....Iya,kak...Jangan lupa tetep selalu jagain adeknya,ya?"
Kedua orangtuanya tertawa mendengar perkataannya.Ya,memang Sateiya cenderung lembut hatinya,beda dengan Surya yang tegas dan bisa melindungi kakaknya.Meteka lalu berlalu,setelah Santi juga mencium tangan suaminya dan berakhir dengan Brian yang mencium keningnya,menuai protes dari Sateiya.
"Yaelah....pakai dicium juga Mamaku..."
"Isteoku kalau kau lupa,kak."
"Ya tapi nggak gitu juga kali,pa."
"Let's go,bro..."teriak Surya menengahi kakak dan papanya yang masih berdebat itu Kalau dibiarkan pasti akan panjang dan nggak akan berangkat nanti.Sateiya lalu berlari mengejar Surya,diikuti Santi yang hanya tersenyum sambilenggeleng gwlwngkan kepalanya karena ulah suaminya itu.Mrmang tak ada yang bisa membuat keluarganya hangat selain mereka sendiri.Meskioun nampaknya protes,tegapi Satriya sangat menyayangi papanya.Dia yang selalu membantu papanya membawa tasnya sepulang kerja,meletakkan sepatu di rak setelah dilepas papanya,lalu Surya yang membawa segelas air putih untuk papanya.Mereka memang selalu hangat dalam keluarga.Meskipunang kadang ada sedikit keributan,tetapi sebisau gkin mereka selalu menyelesaikannya dengan baik dan hubungan mereka kembali membaik.
__ADS_1
Setelah Samti pergi dengan membawa duo tampannya,Brian masuk ke kamar triplets.Dia menyempatkan diri bercanda dengan anak anaknya yang sudah bisa merespon perkataannya.Keenan nampak sangat antusia ketika melihat papanya.Sementara Kiran dan Karis hanya tersenyum cantik sambil memainkan kaki kaki mungil mereka.Keduanya tampak seperti dua peri cantik yang penurut ,sementara Keenan nampak sangat aktif.Brian lalu mengangkat Keenan dan menciumi pipinya yang gembul.Ya,dari ketiganya memang Keenan npak paling gembul pipinya,sementara dua gadis cantik itu hanya sedikit chubby saja,tidak terlalu gembul seperti Keenan.
Setelah menciumi ketiganya,Brianpun berangkat ke kantor Itulah kebiasaannya sekarang,selalu semangat melangkah ke kantor,demi keluarga kecilnya yang selalu bahagia itu Ada dua peri cantik dan tiga pangeran tampan yang selaluenjadi semangatnya,begitu pula dengan ibu ratu yang selalu membuatnya jatuh cinta berkali kali setiap hari,hingga makin dlaamlah dia mencintai istrinya itu.
Di sekolah ternyata ada lomba sains untuk anak anak.Dan tentu saja duo tampan itu pasti ikut,dong kalau sudah lomba yang mengandalkan kepintaran itu.Mereka lomba bahasa Inggris ,berhitung dan pengetahuan alam sederhana.Meskipun dari TK A,tetapi ternyata duo tampan itu mampu menjadi yang terbaik,mengalahkan anak anak dari TK B.Jadilah mereka juaranya.Semua guru juga sudah memprediksinya,karena memang keduanya punya IQ yang bagus dan diatas rata rata.Mereka mendapat hadiah dari kepala sekolah dan hadiah itu tidak mereka buka.
"Kok nggak dibuka?"tanya Pretty,teman sebangku mereka.
"Buat Mama sama Papa,"sahut Surya .
"Kan yang menang kalian,kenapa hadiahnya buat mama dan papa?"
"Iya,Pretty ...ini hadiah buat mama dan papa,karena mereka yang sudah mbuat Ki jadi anak pintar seperti ini,begitu juga dengan Miss,tapi kan ini hadiahnya buat mama dan papa.Buat Miss Alora,terimakasih banyak karena sudah membimbing kami jadi yang terbaik,tapi ini hadiahnya buat mama dan papa ya,Miss..."
"Iya,kakak...."sahut Miss Alora,guru mereka."Miss bangga pada kalian semua.Hari ini mungkin Sateiya dan Surya yang jadi juara,te yg api kalian harus terus rajin belajar,siapa tahu berikutnya kalian juaranya.Mau?"
"Mau Miiiiiiiisssss....." sahut anak anak itu kompak,dan merekapun segera melanjutkan tugas dan belajar denga ceria.
Ketika pulang sekolah,kedua kembar tampan itu dijemput Pak Dodo seperti biasa.Sopir itu heran karena keduanya keluar diikuti dua guru yang membawa bungkusan hadiah yang lumayan besar,padahal setahu beliaukedua majikan kecilnya kan tidak ulang tahun.
"Maaf,Miss,ini apa,ya?Kakak dan adek kan tidak ulangtahun,ya,kok pulang bawa kado?"
"Oooh....ini hadiah lomba pak,"sahutisa Alora."Jadi tadi kita mengadakan lomba kecerdasan,dan keduanya yang jadi juaranya,pak
Anak anak yang lain sudah dibuka hadiahnya,tetapi kembar nggak mau,katanya hadiah ini untuk Mama dan Papa.Ini,pak,mohon diterima."
"Terimakasih,Miss,mari silakan masukkan saja ke dalam.Sekali.lagi terimakasih,ya,Miss sudah mbamtu kakak dan adek membawa hadiahnya."
__ADS_1
"Sama sama,pak."
"Kami pulang dulu,Miss..."kata Satriya dan Surya melambaikan tangan dibalas oleh Miss Alora dan temannya.Mwreka meninggalkan sekolah itu dan pulang ke rumah.