AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Cinta Ini....


__ADS_3

Albi masih sering a berdiri di samping tempat tidur,menunggu saat saat Indra sadar.Tangannya tetap menggenggam tangan kurus Indra dn tatapannya tetap sedih,menatap wajah sahabatnya.Wajah yang dahulu selalu dihiasi senyum,selalu teduh,sekarang nampak kuyu,dan pucat.S udah sehari semalam Indra tidak sadarkan diri,d an selama itu pula Albi selalu ada di sampingnya.A lbi bahkan belum memberitahu keluarga Indra mengenai kondisi terakhir Indra.Keluarga sahabatnya itu hanya tahu kalau Indra sudah dalam fase menyerah pada penyakitnya,tetapi belum tahu kalau saat ini Indra pingsan dan berada di rumah sakit.Sungguh,Albi adalah shabt terbaik bagi Indra.Tak kenal lelah,cowok yang juga masih jomblo itu selalu mendampingi Indra.D ia tahu sedalam apa cinta Indra pada Santi,dan Seperti apa cinta Santi,dan bagaimana frustasinya Santi ketika dengan tanpa sebab Indra memutuskan tali asmara mereka.Dia tahu kalau Brian hanyalah pelarian Santi,tetapi sekarangpun dia tahu kalau Santi sudah mulai mencintai suaminya itu,karena dia masih tidak tahu penyebab Indra meninggalkannya.lngin rasanya Albi memberitahukan pada Santi tentang penyakit mematikan Indra yang membuatnya melepas Santi,tetapi janjinya pada Indra utukerahasiakan itu membuatnya hanya bisa pasrah.


Indra membuka matanya lelah,ya,setelah pingsan dia baru saja mbuka matanya,meraih kesadarannya,yang membuat Albi tersenyum gembira.Denan gugup Albiemwncet tombol di atas ranjang Indra untukanggil dokter,dan sejurus kemudian dokter datang dan memeriksa keadaan Indra.Nampak wajah pasrah dari dokter itu,yang menular pula pada Albi yang berdiri agak menyingkir untukemberi ruang pada dokter itu.Albi juga sudah pasrah kalau waktu Indra telah habis,karena dia juga tidak ingin sahabatnya itu menderita lebih lama.Dokter menatap Albi dengan wajah sendunya.


"Bagaimana keadaanya,doktwr?"


"Hanya mujizat yangembuatnya bertahan sampai hari ini.A ku sudah memvonisnya hanya punya tiga bulan kan?Tapi lihatlah,dia bertahan sampai sekarang,tetapi nampaknya sekarang dia sudah menyerah,mas."


"Karena kekasihnya sudah menemukan kebahagiaannya,dok,"kata Albi dengan senyum miris,mengingat lagi pengorbanan Indra.


Indra menatap Albi yang nampak bersedih.Dilambaikannya tangannya dan Albi mendekatinya.Dengan suar yang sangat pelan Indra mengatakan sesuatu pada Albi.


"Kalau Waktuku tiba,jangan menangis,aku tak mau kamu antar kepulangan dengan air mata,antarkan kepulanganku dengan senyuman."

__ADS_1


"Ndra....Kamu pasti kuat,"kata Albi dengan suara bergetar.


"Aku sudah puas melihatnya bahagia,Al,"kata Indra."Sekarang aku sudah siap kalau harus dipanggil pulang."


"Ndra...."


"Al....melihatnya bahagia adalah satu hal yang paling aku inginkan saat ini.Kebahagiaanya adalah ketenanganku.Senyumnya adalah kekuatanku selama ini,kekuatan untuk bertahan menunggu sampai dia menikam penggantiku.Kebahagiaanya adalah akhir dari tujuan hidupku.Mencintainya adalah anugrah terindah yang telah Tuhan berikan padaku,maka itulah bahagia ku.Dia adalah nafasku,dia adalah detak jantungku,dia adalah cahayaku,dia adalah segalanya bagiku,dia adalah hidupku.Sekarang aku sudah bisa twnang karena dia sudah sangat bahagia.K aku lihat,kan,Al,dia sudah punya keluarga yang sangat bahagia,suami yang sangat mencintainya dan dua lelaki kecil yang menggemaskan,bukan dengan pamannya tetapi dengan lelaki yang lain yang bisa menggantikan aku mengambil tanggungjawab itu.Aku lega,sangat lega,Al,sangat bahagia,meskipun jauh di dasar hatiku juga sakit,sangat sakit karena aku telah mengingkari cintaku padanya,meninggalkan dia tanpa keterangan,mwlukai hatinya yang suci,tapi aku bisa apa?Aku tak ingin meninggalkan dia dalam luka.Aku hanya ingin melihatnya bahagia,"keluh Indra lemah.


Albi hanya bisa tersenyum tipis,senyum prihatin,karena melihat kondisi sahabatnya yang tidak baik baik saja.Kalau boleh memilih,Albi memilih memberitahu Santi tentang kondisi Indra saat ini.Tetapi Indra sudah mewanti wanginya agar tidak memberitahu Santi tentang kebenaran dari dirinya.Dia tidak ingin Santi menyesal karena sudah menikah dengan lelaki lain,selain dirinya.Dia dari awal tahu penyakitnya hanya ingin melihat Santi bahagia dengan yang lain asalkan bukan dengan pamannya,itu sebabnya dia selalu memantau Santi dan dia sangat bahagia saat Santi memutuskan untuk menikah dengan Brian.M meskipun hatinya teriris sakit,tetapi dia tetap selalu mendoakan yang terbaik untuk Santi.Semua yang terjadi dalam hidupnya membuatnya mengambil keputusan untuk meninggalkan kekasihnya yang dicintainya itu.Dia tidak ingin meninggalkan luka untuk kekasihnya,dia hanya inginwlihat kekasihnya bahagia.Dalam hidupnya sekarang,kebajagiaan Santi adalah tujuannya,dan ketika tujuan itu sudah tercapai,maka dia sangat bahagia,meskipun kebahagiaan Santi bukan bersamanya.Albi menatap sendu sahabatnya itu.Dia yang paling tahu bagaimana sakitnya Indra ketika Santi menikah dan akhirnya mempunyai anak kembar.Tak ada yang tahu luka hati Indra,yang dibuatnya sendiri.Keputusan yang sangat menyakiti hatinya sendiri,tetapi tetap dia lakukan.


"Ya,Ndra,ada yang kau inginkan lagi?"


"Tidak,Al,aku hanya akan sangat berterimakasih padamu kalau sampai kapanpun,jamgan pernah katakan apapun pada Santi.Aku akan sangat berterimakasih padamu,kalau kamu mau menyimpan cerita cintaku sampai kapanpun."

__ADS_1


"Aku janji padamu,Ndra,kamu jangan khawatir,aku akan tetapenjaga cerita ini sampai kapanpun."


"Cinta ini sangat menyakitiku,Al..."keluh Indra.


"Kalau menyakitimu,seharusnya kamu katakan saja yang sebwnarnya,Ndra,"kata Albi.


"Hhhhhh....."Indra mendesah pasrah."Kamu nggak tahu seberapa khawatirnya aku,Al....Aku hanya ingin dia bahagia,iru sudah sangat cukup bagiku."


Indra menarik nafas panjang lagi lalu menghembuskannya dengan berat.Sejak sadar dari pingsannya,dia sudah merasa kesulitan untuk bernafas dengan lega,dadanya seperti terhimpit beban berat,yang mbutnya kesusahan bernafas.Dokter sendiri sudah menyerah,karwna tindakan apapun yang akan dilakukan,tidak akan bisa mengurangi penderitaan Indra.Albi juga sudah tahu kalau dokter sudah menyiapkan dan sekarang hanya obat pengurang rasa nyeri saja yang diberikan pada INdra,untuk mengurangi sakitnya.S sekarang yang dia tahu,Indra mungkin sudah sampai pada batas maksimal kekuatannya.Wajahnya semakin pucat dan tubuhnya semakin kurus.Sebenarnya Albi sangat iba dengan kondisi Indra,tetapi tak ada yang dapat dilakukannya.Indra terlalu keras kepala dan tak mau mendengar nasehatnya.


Cinta yang Indra miliki memang luar biasa.Dia merelakan kekasih hatinya untuk bahagia meskipun dia sendiri terluka parah dan bahkan mungkin sampai kapanpun kekasihnya tidak akan tahu pengorbanannya.Tetapi itu semuabuat Indra sudah sangat bahagia.Melihat Santi bahagia,rasanya dia lebih bahagia.Tak ada yang lebih mbahagiakannya selain melihat kekasihnya bahagia.Ondra tersenyum dalam sakitnya.Digenggamnya tangan Albi erat erat.


"Terimakasih sekali ya,Al...",ucapnya sekali lagi.

__ADS_1


"Mau berapa kali kamu berterimakasih,Ndra?Aku melakukan semua ini dengan tulus,demi persahabatan kita yang sudah seperti saudara ini,jadi berhentilah berterimakasih.Istirahatlah agar kondisinya bisa pulih seperti kemarin.Kalau kami sudahbaik,aku akan mbawamu untuk melihat si kembar,walau dari jauh."


Air mata Indra menetes,membasahi pipinya.Swharusnya si kembar miliknya tetapi cinta ini sekali lagi mbuatnya merelakan posisinya diganti dengan yang lain.Dia hanya berbisik dalam doanya,aupaya hidup Santi selalu bahagia dan tak akan ada duka yang menghampiri.Xinta ini memang terasa indah meski menyakitkan.Tetapi tetaplah cinta ini indah dan penuh dengan pengorbanan.Mencintai bukan berarti harus memiliki,twtapi merelakan yang tercinta bahagia dengan yang dicintainya.Biarlh sedikit berkorban,asal kekasihnya bahagia.Indra melepaskan tangan Albi lalu memejamkan mata.


__ADS_2