AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
ADA APA DENGAN BRIAN


__ADS_3

Indra tetap bersedih,tetap bergelut dengan luka hatinya,dan Aldi tetap setia menemani.Kiara makin kehilangan sosok Paman tercintanya,tetapi makin akrab dengan keluarga baru Sinta dan Brian.Hampir setiap akhir pekan dia berusaha untuk berkunjung ke kediaman Brian,sekedar melepas rindu dengan tantenya itu.Brian tak pernah keberatan.D ia juga menganggap Kiara sebagai ponakannya,sepeetu Santi menganggap Kiara demikian.


Pagi ini,seperti biasa,Santi menyiapkan secangkir kopi untuk suaminya.Sudah beberapa bulan ini,dia belajar menjadi istri yang baik untuk suaminya,dan selalu menyiapkan sendiri sarapan untuk mereka berdua.Tetpi ada yang aneh pagi ini.Brian yang biasanya menghirup kopi buatan sang pujaan hati,pagi ini mendadak merasa aneh dengan aroma kopi itu.Dia merasa sangat mual dan akhirnya berlari masuk kamar mandi dan muntah muntah di sana.Santi yang melihat suaminya berlari,mengikutinya dan sangat khawatir dengan yang dilihatnya.Dipijatnya twnvkum sang suami dengan wajah cas yang berlebihan.diusap usapnya punggung Brian yang masih muntah muntah di wastafel di kamar mandi mereka.


"Kamu sakit,sayang,?"tanyanya cemas.


"Nggak tahu,beib....,"keluh Brian pucat.Santi segera membersihkan bibir Brian dengan tissue,lalu membimbing suaminya keluar dari kamar mandi."Aroma kopi itu benar benar sesuatu,deh,mengaduk aduk perutku seperti ini."


"Kenapa?Bukannya tiap hari aku buatkan itu sebelum kita sarapan,sayang?"tanya Santi."Itu kopi biasanya yang kamu suka,loh."


"Nggak tahu aja,tiba tiba aku merasa sangat mual hanya menghirup aromanya,"kata Brian pelan.Merwka kini dusuk di meja makan."Boleh aku minta twh saja,beib?"


"Tentu,saang,apapun untukmu,asal jangan sakit,kamu membuatku sangat cemas."


Santi segera menyeduh secangkir teh manis untuk suaminya yang segera diterima dan disesap dengan penuh nikmat,membuat Santi heran,karwna tak biasanya Brian minum teh di pagi hari,pasti kopi,tapi hari ini lain sekali.


"Beib....boleh aku minta sesuatu untuk sarapan?"


"Hmmm?"

__ADS_1


"Aku mau nasi goreng seafood,"kata Brian,lagi lagi membuat Santi terperangah.Bukan apa apa,tetapi suaminya paling benci dengan nasi goreng,apalagi nasi goreng seafood kesukaannya.D an pagi ini???"Ayo,dong,beib,ingin sekali ini....pleaseeee..."


"T.. tapi aku nggak ada persiapannya,sayang...biasanya kamu nggak suka sih,"kata Santi pelan,mencoba menawar.


"Emang nggak ada seafood di kulkas?"


"Kamu mau nungguin aku masak lagi?"


"Mau...mau...mau...Aku mau lihat kamu masak nasi goreng seafood di depanku."


Santi menarik nafas panjang dan menghabiskannya dengan agak kesal.Sepagi tadi dia.sudah berusaha menyiapkan makanan kesukaan suaminya,a yang bumbu kecap dan sambal petai,yang selalu membuat suaminya lahap makan,tapi kali ini ditolak,demi nasi goreng seafood yang biasanya dihindarinya.Diapun melangkah ke kkas,lalu mengeluarkan beberapa jenis seafood dari sana,lobster,cumi,kerangdan salmon,yang memang selalu dia sediakan di kulkas,karena dia sangat suka dengan makanan.makanan itu.Dengan cekatan dia mulai membuat nasi goreng seafood yang diinginkan suaminya,kurang dari setengah jam,nasi goreng yang diinginkan sang suami selesai.Dihidangkannya di depan sang suami yang dengan mata berbinar cerah segera menerimanya,sambil mengecup keningnya sebagai ucapan terimakasih,lalu mulai melahap nasi goreng itu,semwntara sang istri hanya memandang penuh heran,lalu dia sendiri mulai sarapannya,sesekali melirik suaminya,yang terlihat sangat menikmati sarapannya.Tak lama,sepiring besar nasi goreng habis tandas tanpa sisa,membuat mata istrinya sedikit membulat dan mulut sedikit ternganga.Baru kali ini seorang Brian makan begitu banyak,biasanya hanya sekedar pengganjal perut untuk memulai aktivitas harinya,tetapi pagi ini,sesuatu yang sangat membuat istrinya tambah terheran heran,ketika dia dengan antusiasnya menghirup isi cangkir tehnya,sampai tandas tak bersisian.Biazanya dia tidak suka teh manis.


"Kamu sudah selesai sarapan,beib?"tanyanya,dan Santi mengangguk."Kita berangkat,ya?Aku antar kamu dulu,baru nanti ke kantor.Jangan capek capek,ya,aku nggak suka itu.Jaga kesehatanmu."


"Nanti siang kamu bisa makan siang denganku,beib?"


"Akh...Kamu jangan terlalu capek dulu,sa ya ng,pagi ini kamu agak sakit kayaknya,besok aja kalau sudah sembuh bener,ya?Bolak balik dari kantor kamu ke kantorku cukup melelahkan,loh,sayang,"tolak Santi halus,karena memang dia sangat khawatir dengan kondisi suaminya saat ini.T nampak wajah Brian yang masih sedikit pucat.


"Aku baik baik saja,kok,beib...ntar siang aku jemput ya...,"kata Brian,dan sebentar kemudian,mereka sampai di kantor Santi dan Brian penuh kasih mengantar istrinya sampai di gerbang lalu dia melanjutkan perjalanan ke kantornya.

__ADS_1


Bukan hanya Santi yang heran dengan keadaannya,karena dia sendiripun bingung.Ada apa dengan dirinya,sampai segitu bencinya melihat kopi kesayangannya,bahkan sampai mual dan muntah,sementara dia dengan penuh nikmat mereguk teh manis yang tidak disukainya sana sekali,apalagi nasi goreng....Hei....nasi goreng,yang tidak pernah terbayang akan dimakannya seumur hidup itu ternyata sangat nik.at menemani pagi ini,bahkan sampai habis tandas dari piringnya.Ada apa dengan dirinya?Ini sangat aneh,ini bukan dirinya...Dia masih terus memikirkan itu dan tiba tiba terbersit dipikirannya untuk menikmati lagi nasi goreng,tapi tetap harus sang istri yang memasak di depannya.Aah...dia tak habis pikir,ada apa dengan dirinya kali ini.


Hari ini tetap seperti biasa dilalui dengan penuh semangat,mengerjakan pekerjaan rutinnya,menghadapi angk angka yang ada di laptop di depannya.Tak terasa saja sudah jam dua belas siang,waktunya makan siang.Dia sudah berjanji pada istrinya untuk menjemputnya makan siang bersama.K arena itu dia menelpon Santi.Pada detik ketiga,telponnya tersambung dan sapaan lembut di seberang membuatnya sangat semangat.


"Siang,sayang,ada apa?Jadi makan siang bareng?Sudah sembuh?"


"Aku jemput sebentar lagi,ya,beib,aku tutup panggilannya."


Tut.


Telpon disimpannya lagi ke kantong celana lalu meraih kunci mobil dan segera berlalu ke kantor istrinya.Di depan gerbang,istrinya sudah menunggu dan mereka segera berlalu,tapi di dekat kantor sang istri dia tiba tiba menepikan mobilnya,dan berhenti.Eh....Santi sampai kaget dengannya.


"Ada apa,sayang?"tanyanya bingung.


"Ada rujak,aku mau rihak,"sahut Brian polos lalu turun dari mobil dan membeli 2 porsi rujak dibungkus.Ini bener bener rujak yang diserut,bukan hanya potongan buah,dia mi ta juga cabenya dua,agar terasa pedesnya.


Lagi lagi Santi harus melkbgo tak percaya.Sejak kapan suaminya suka rujak serut?Setahunya suami ya nggak doyan rujak,apalagi rujak serut,karena waktu dia dan teman temanya rujakan dulu,jangankan makan,dia bahkan menjauhi istrinya yang sedang asyik rujakan dengan teman temannya,tetapi ini???Eh,ada apa dengan Brian?Ini jelas bukan Brian yang selama ini jadi temannya dan berlanjut jadi suaminya.Ini Brian yang berbeda.Tapi dia hanya diam saja.Sekesai dari rujak,lagi lagi Santi harus terperangah tak percaya,ketija suaminya malah berbelok ke sebuah rumah makan,yang hanya menyediakan,bakso,soto dan mie,tiga makanan yang selama ini tidak ada dalam daftar menu makanan kesukaan Brian.Tetapi siang ini,Brian bahkan minta dua mangkuk baso komplit,dan itu sukses membuat mata indah Santi membulat sempurna.Entah ada apa dengan suaminya,tetapi dari pgi di dibuat terkejut ,heran sekaligus tak percaya dengan tingkah suami ya,apagi kini sang suami sudah menghabiskan dua mangkuk baso,dan dia baru menyelesaikan makannya ketika suami ya mulai menikmati rujak serutnya.D ia sampai geleng-geleng gekeng kepala ketika dua porsi rujak sudah masuk semua ke perut suaminya.Diusapnta tepi bibir suaminya dengan tissue,dan juga keringat yang memenuhi kening dan wajahnya.


"Kamu baik baik saja,sayang?"tanyanya cemas.

__ADS_1


"Mmmmmuuuaach....nikmatnya....,"kata Brian saat mereguk es teh di depannya,yang kembali sukses membuat istrinya melongo.


Ni.at?Ini es teh loh....minuman yang nggak pernah dinikmati suaminya,tapi?Ahhhh....ada apa dengan Brian?Apa ada yang salah dengan otak suaminya,sehingga semua yang dulu tidak disukai,sejarang digilai?Aneh,padahal Brian nggak jatuh,kan?Kepalanya nggak terbentur kan?Eh,dia malah bermonolog dalam hati seperti ini.Aaah....ada apa denganmu,Brian????


__ADS_2