
Seminggu setelah kejadian itu,Indra hampir tidak pernah lagi berkunjung ke rumah Santi.Santi dua kali datang ke rumah Indra,da. kesehatannya memang berangsur membaik.Tetapi kesibukan membuat Santi tidak bisa setiap hari harus selalu bisa mengunjungi Indra,apalagi kalau pulangnya sudah jam lima sore,mana mungkin dia berani mengunjungi Indra.Dia juga tidak lagi dapat chat manis dari kekasihnya itu.Indra akan balas chat Santi,tapi dia tidak pernah chat duluan seperti biasanya.Ininyang membuat Santi heran.
Siang ini di kantin,Santi duduk makan dengan Sri dan Selvie.Mereka memilih kursi paling pojok untuk bisa makan dengan tenang sambil berbincang bincang.
"Gimana kabarnya hubunganmu dengan Indra,San?"tanya Sri.
"Baik,sih,cuman akhir akhir ini agak aneh.Sejak dia sakit,sikapnya agak berubah,Sri,sepwrti menghindar dari aku."
"Mengapa begitu?"
"Tahu lah,Sri,"kata Santi,sedih."Sepertinya dia tidak mU bertemu denganku.Dua kali aku ke rumahnya,dia hanya menemuiku sebentar lalu pamit untuk istirahat', ha bis itu nggak keluar lagi sampai aku pamit pulang."
"Ada apa,ya?Atau aku nanti minta Mas MONO main ke sNa,ya?"
"Nggak usah lah,Sri,ntar dikira aku yang nyuruh Mas Mono,jadi nggak enak kan?"
"Emang sakit apa,sih dia?"
"Kata dokter cuma kecapekan aja,nggak ada yang perlu dikhawatirkan."
Mereka lalu melanjutkan makan lagi.Sri juga penasaran sih dengan cerita Santi,karwna setahunya,Santi dan Indra sudah serius untuk menjalin hubungan yang lebih daripada pacaran,mengingat usia mereka yang sudah cukup untuk menikah.Dari Santi pula dia tahu kalau Indra sudah bertemu orangtuanya dan Santi juga bertemu dengan orangtua Indra,bukankah itu sudah cukup untuk mengukur keseriusan hubungan mereka?
"Besok pagi aku akan coba berkunjung lagi,Sri,mudah mudahan sudah sembuh,"kata Santi.
"Boleh ikut?"tanya Sri antusias.
"Jangan,deh,ntar nggak enak aja sama keluarganya Mas Indra,"kata Santi.
,"Ya udah,"kata Sri.
"Balik yuk,"ajak Selvie pada dua rekannya itu."sudH selesai kan?"
"Ayuk,'jawa. Sri diikuti Santi.
Mereka berjalan bersisian bertiga lalu berpisah menuju ruang kerjanya masing masing.
__ADS_1
Minggu pagi,jam sepulih,Santi sudah menuju ruko Indra,teyapi sampai d8 dan yang ada hanya Kiara,dan gadis itu bilang oomnya tidK ad di ruko.
"Pagi,Kia,"sapa Santi.
"Pagi,tan,"sahut Kiara ramah."Wah,ada angin apa ini,Tan?"
"Oom Indra di sini?"
"Nggak tuh,Tan,aku di sini sama Cemara,sudah seminggu ini,Tan,"sahut Kiara."Di rumah eyang ,Tan,kan sejak dari rumah sakit itu belum pulang dri ru.h eyang."
"Kia mau ikut ke rumah eyang?Tante bonceng,yuk,"kata Santi.
"Wh,sebenarnya mau ,Tan,kasihan Ce.ara,ditinggal sendirian,"kata Kia.
"Tahu gitu tadi Tante bawa mobil,ya,Kia?"
"Tante sendiri nggak apa apa,kan?"
"Nggak apa apa,Kia,Tante pergi dulu,ya?"
Santi meninggalkan ruko Indra.Dipikirnya Indra sudah pulang ke rukonya,karena terakhir bertemu kemarin Indra terlihat sudah membaik.T api ternyata masih di rumah orangtuanya.Duapuluh menit perjalanan Santi dari ruko ke rumah orangtua Indra.Setelah mengucap salam,Santi menunggu pintu dibuka.Lumayan lama,biasanya begitu mengucap salam,tak berapa lama pintu dibuka,tetapi ini hampir sepuluh menit menunggu,ointu masih tertutup.S anti mengulangi mengucapkan salam,baru terdengar suara orang yang mendekati pintu,lalu pintu terbuka dan memunculkan sosok ibunya Indra yang tersenyum ramah.
"Pagi,nak Santi,ayoasuk,"sahut perempuan tua itu ramah.
Santi mengangguk lalu melangkah masuk dan duduk di ruang tamu.Ibunya Indra nampak kikuk juga menghadapi Santi,membuat Santi aak bertanya tanya.
"Mas Indra nya ad ,Bu?"
"Indra?Mmmmm....mmmmmm.....Indra.....Indra tadi....Tadi....Tadi pergi ,Nak dengan temannya,"sahut ibu Indra sangat yerlihT kalau dia gugup.
"Memang sudah sembuh,ya,bu?"
"Sudah lumayan,nak,jangan khawatir,di kan cuma capek,minum obat, istirahat,pasti cepat sembuh.Apalagi kemarin Nak SNti dRi sini,kan?"
"Kira kira pulang jam berapa,ya,bu?"
__ADS_1
"Kurang tahu,nak,soalnya baru saja perginya,heem,baru saja perginya.Nak Santi nggak papasan?"
"Tidak,bu,"sahut Santi."Mmmm,ya udah deh,bu,kalau gitu Santi pulang aja,ntar kalau Mas Indra pulang tolong sampaikan kalau saya ke sini.Santi pulang dulu,ya,bu"kata Santi lalu berpamitan pada ibu Indra.
"Hati hati,nak,"kata ibu Indra.
"Iya,bu,makazih,"kata Santi lalu meninggalkan rumah Indra.
Ibunya Indraasuk setelah menutup pintu,dia menuju kamar anaknya,dan menegurnya.
"Nggak baik,nak,kalau kamu bohongi Santi seperti ini?Mengapa tidak kamu temui saja dan katakan terus terang padanya,siapa ahu dia bisa bantu untuk biaya pengobatan kamu,"kata ibunya.
"Nggak,bu,ini yang terbaik buat kami.Aku nggak mau membebani pikirannya,"kata Indra sedih.
"Tapi kalau kamu menghindar terus seperti ini,justru membuat dia semakin penasaran untuk mencari tahu,nak,"kata ibunya.
"Selama kalian ada di pihakku,dia pasti tidak tahu yang sebenarnya,,Bu.Biarlah akuenghindar dari dia,asal setelah ini dia bahagia,tidak terbebani oleh penyyakitku."
'Memanvnya dokter bilang apa?"
"Aku terkena kanker usus,bu,stdium lanjut,itu sebabnya kemarin aku sangat kesakitan dan sampai pingsan.D okter bilang harus operasi,bu,ususku harus dipotong,kalau tidak akan men jalar ke tempat yang lain."
"Ibu nggak ngerti Nak soal penyakit,apa ini penyakit berbahaya?"
"
Nggak,bu,aku hanya perlu istirahat' yang banyak,ibu nggak perlu khawatir,hanya kalau Santi kemari,tolonh bilang kalau aku nggak ada,ya,bu,kumohon,"kata Indra.
"Sebenarnya cara kamu ini sangat salah,nak,,tapi ibu bisa apa?"
"Beritahu semua,bu,kalau aku nggak mau bertemu Santi,tolong,bu,ini penting untuk masa depan Santi."
"Iya,iya,nanti ibu bilang ke saudara saudaraku dan juga keponakan untuk berbohong pada Santi.Kamu keterlaluan,nak,bukqn begini caranya menyelesaikan masalah,jangan dihindari,hadapilah dengan berani."
"Maaf,bu,Indra nggak bisa,"kata Indra."Yang bisa Indra lakukan saat ini hanyalah menghindRinya,ahar kami tidak sering sering ketemu dan semakin dalam cinta di antar kami,sehingga nanti akan sangat menyakitkan."
__ADS_1
"Yaaah,ibu bisa apa kalau mang itu keputusanmu,ibu hanya menjaga perasaan Santi.Dia Adis yang sangat baik,sopan,pintar dan kataku dia orang penting di pekerjaanya.Tapi kalau kamu nggak mau jalan dengan dia dalam kondisi seperti ini,ibu bisa apa.Ya sudah,istirahatlah,ibu mau ke belakang."
"Terimakasih,bu,"kata Indra lalu kembali tidur.