AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
TRIPLETS Mau Launching ...


__ADS_3

Suasana makan malam yang sudah sangat kemalaman itu berjalan dengan sangat akrab.Bahkan kedua adik dan ipar mereka juga ikut menikmati momen memenuhi ngidam wanita hamil itu.Mereka juga sangat takjub dengan ngidam kakaknya itu,yang selalu melibatkan kedua orangtuanya.Seolah baby triplets dalam perut Santi ingin menunjukkan betapa sayang mereka pada Kakek dan neneknya itu.Santi cukup puas dengan nasi uduk buatan ibunya.Dia bahkan sampai nambah satu piring karena belum terpuaskan keinginannya makan masakan ibunya itu.Betapa ibu dan bapaknya sangat senang karena ternyata anak mereka makan dengan lahap tanpa gangguan mual dan muntah,aapalagi ini sudah masuk trisemester akhir,tinggal menunggu HPL nya dan triplets akan launching.Eleh...elehh...launching,ya...Ya...Hari hari ini tinggal menunggu waktu di mana ketiga bayi itu akan lahir ke dunia ini.S emua perlengkapan untuk menyambut kelahiran mereka sudah disiapkan,baju baju yang perlu dibawa ke rumahsakit sudah siap,dan kamar mereka juga sudah sangat siap.Bahkan Merry dan Wahyu yang melihat kamar yang diperuntukkan untuk triplets pun kagum dengan persiapan keluarga kakaknya menyambut kelahiran buah hati mereka.


"Mah,apa boleh kalau afanza nya di bawa adek adek?Daripada di sini nganggur,biar dimanfaatkan di kampung,"kata Brian saat mereka sudah duduk bersama di ruang tengah.


"Kalian mau?"tanya Santi."Kalau nggak mau,bisa ditukar tambah kok,cuma nunggu triplets dulu,ya..."


"Akh...itu aja cukup,mbak..."sahut Merry.


"Bukan begitu,dek...kalau itu kan cuma satu,maksud aku,bagaimana kalau kita tukar biar jadi dua,meskipun ditambah sedikit.Tapi nunggu triplets lahir dulu,takutnya uang kami nggak cukup nanti.Nggak apa apa,kan?"


"Sudahlah,mbak,itu saja sudah cukup,nanti kalau mau ditambah satu lagi,kita bilang mbak Santi,deh,"kata Joko.


"Bukan begitu,dek,"sahut Santi."Sebenarnya aku sudah kepikiran itu,mau aku tukar,biar bisa dapat dua,tapi nunggu lahiran dulu.K an adik aku dua,kalau Mas Brian kan nggak ada adik ya,Pa,jadi memang kami mau kasih kalian mobil satu satu,biar bIsa buat kemana mana,lagi ngantar bapak dan ibu juga."


"Kami jadi nggak enak sama Mas Brian,nih,mbak,"kata Merry.


"Loh,kok nggak enak?Kalian nggak anggap aku kakak kalian juga?Apa kalian anggap aku orang lain?"


"B...bukan begitu,Mas,tapi kan nggak enak kalau harus dibelikan mobil..."


"Bukan dibelikan,dek...tapi satu ditukar biar bisa jadi dua,sekarang banyak juga kok yang harganya seratus duapuluh sampai seratus limapuluh.Nah kalau mobil mbakmu itu dijual,atau ditukar tambah biar bisa jadi dua,paling tinggal nambah beberapa puluh juta aja,gimana,terserah kalian aja,mau tetep itu tapi satu atau ditukar biar bisa jadi dua,tapi lebih murah dari itu."


"Mas Brian ini....semurah murahnya mobil,pasti lebih dari seratus juta to,mas?"


"Ya iya...kalau kalian puas satu itu ya,monggo,kami nggak masalah,tapi kalau mau dua,kami juga akan usahakan."


Nampak Joko dan Merry berpikir,mereka sangat kagum dengan keluarga kakaknya ini.Brian bahkan tidak berpikir dua kali untuk memberikan mobil yang masih sangat bagus itu kepada mereka yang notabene hanyalah adik ipar,tetapi Brian sangat menyayangi mereka dan menganggap mereka adik kandungnya sendiri.


"Begini saja,Mas...Sementara biar kami bawa dulu aja mobilnya,ya,kan dek?"kata Merry."Kalau nanti debay sudah lahir,baru kita pikirkan lagi aja,kasihan mbak Santi nya kalau nanti justru terbebani masalah ini.

__ADS_1


"Setuju,mbak..."sahut Joko."Kami sangat berterimakasih sekali karena kakak kakak berikan mobil yang tidaK murah ini untuk kami.Kami akan merawatnya dengan baik,mas,mbak."


Dan pembicaraan mereka tentang mobil itu berakhir sudah.Mereka kemudian ngobrol panjang lebar tentang masalah masalah ringan dalam keluarga mereka,kebanyakan mengobrol kan tentang si kembar dan triplets yang akan lahir,tingval menunggu hari,sampai merwka melihat ibu menguap lalu Brian melihat jam di pergelangan tangannya.


"Ya ampun,sudah jam setengah satu ini,pantesan ibu sudah mengantuk.Ayokita tidur saja,besok kita lanjutkan mengobrolnya.Ayo,Ma,kamu juga harus banyak istirahat',kasihan debay ini.Mari semuanya segera istirahatlah saja,monggo pak,bu..."


Merekapun bubaran dan menuju ke kamar masing masing.Bapak dan ibu ke kamar tamu yang ada di sebelah kamar si kembar,Merry dan Joko ke lantai atas,di mana di sana juga ada kamar tamu untuk merwka.Biasanya kamar Brian dan Santi juga di lantai dua,tegapi karena kondisi Santi yang sudah sangat kepayahan,mereka pindah ke lantai satu.Malam ini mereka beristirahat,ubtuk besok pagi keluarga ibunya kembali ke kampung.


Keesokan harinya,saat masih jam enam pagi,saat ibu dan Bi Minah sibuk di dapur membuat sarapan,tiba tiba Santi datang dan duduk di meja makan,dekat dapur.


"Bu,masak apa?"tanya Santi.


"Ini...ibu masak nasi goreng ,ndhuk...Kamu mau makan apa Memangnya?"


"Boleh minta bubur,bu?Dengan sambal goreng kacang merah dan krecek?"


"Iya mbakyu,begitu lebih baik.Tapi santannya apa masih cukup,mbakyu?"


"Ya terpaksa kita bagi dua saja.Nanti kita ke pasar,ya,dek?Padahal sedianya saya mau buat sayur lodeh untuk nanti siang,tapi cucuku pengin bubur,ya sudah,nanti siang kita ke pasar beli kelapanya."


"Iya,mbakyu,nanti saya Antar ke pasar,buat belanja."


Merekapun segera memasak pesanan Santi,dan setelah matang,wanita hamil itu tidK sabar untuk menunggu yang lain.Dia segera menikmati bubur dengan sambal goreng.Dengan lahapnya dia makan bubur pesanannya itu,dan setelah menghabiskan sepiring penuh bubur,dia duduk dengan bersandar di sandaran kursi.


"Makasih ya,buk,bik,wh,kenyang sekali ini."


Santiengelus elus perut buncitnya lalu meringis,mbuat ibunya sangat khawatir,lalu menghampirinya.


"Kenapa,ndhuk?Sakit?"

__ADS_1


"Sebentar,bu...Kok sepertinya kontraksi ini..."


"HPL nya kapan?"


"Sebenarnya kurang tiga mingguan lagi,bu,tapi ini....huuiftttt...aduuuh...ssssshhhttt....sakit banget,buk.. "


"Ya sudah,coba tarik nafas dulu....keluarkan dari mulut pelan pelan,ayo tarik nafas lagi....ya...begitu,pintar....bagaimana,ndhuk?"


"Lumayan,bu...Akh...mungkin cuma kontraksi palsu seperti biasanya,bu..."


"Ya sudah,nanti kalau masih datang lagi dan lebih sering,kita periksakan ke rumah sakit,ya?Ibu akan memanggil adik adikmu dulu,biar sarapan sebelum pulang."


"Mereka mau pulang ya,buk?"


"Iya,bapak juga ikut pulang,tapi ibu mau menemanimu menanti kelahiran si kembar tiga ini.Rasanya ibu ingin segera menggendong mereka...Akan seperti apa cucu cucuku ini,di dalam perut saja sudah sangat sayang sama Kakek dan neneknya."


"Pasti mereka menyayangi bapak dn ibu...Ya sudah,buk,aku ke teras depan dulu,ya..."


"Iya..."


Dan setelah sarapan,Andri,Merry,Joko,Wahyu dan kedua anak mereka. juga bapak pulang dengan mobil Santi yang sudah dihibahkan ke mereka.Ibu tinggal untuk menunggui Santi menanti kelahiran triplets.S sepeninggal kedua adiknya dn ipar serta ayahnya,Santi kembali merasakan kontraksi,dan sekarang lebih sering.Brian sudah berangkat ke kantor.Ibu jadi agak panik karena di rumah hanya ada dia dan Bi Minah saja.Pak Dodo sedang mengantar si kembar ke paud mereka.


"Sakit banget,ya,ndhuk?"


"Shhhhtt...lumayan,bu...nunggu pak Dodo dulu aja,nggak usah ngabari mas Brian dulu,paling juga baru kontraksi ,belum saatnya lahiran.Nanti kalau sudah lebih sering,baru kita ke rumah sakit,bu."


"Ya,ndhuk...ayo,ibu temani kamu di sini..."


Santi duduk dengan begah dan ibunya dengan penuh kasih mengelus elus perutnya,agar rasa sakitnya bisa sedikit berkurang.

__ADS_1


__ADS_2