
Pagi yang cerah,aecerah wajah yang ceria menyambut hari.Dua barita kecil yang heboh dengan celotehan mereka,kejar kejaran dwngan babysitternya mereka.Bibi yang sibuk memasak dibantu Santi,dan pak Dodo yang sedang mencuci mobil sambil bersenandung.Lengkap sudah kegiatan penghuni ruamh hari ini.Hanua Brian yang masih ada di dalam kamarnya.Entah apa yang dilakukan lelaki itu dalam kamar,semwntara anak-anak dan istrinya sudah menyibukkan dirinya dengan rutinitas harian mereka.
Ketika Santi masuk ke dalam kamar,di sangat terkejut karena mendapati Brian yang npak pucat dan terbaring di atas ranjang.Nampaknya Brian sakit.Dirabmya kening sang suami,twtapi normal,tidak panas,jadi mungkin bukan demam,tapi memgapa wajahnya sangat pucat?
Brian membuka matanya dan melihat Santi,lalu dengan manja memeluk istrinya dan menyisipkan wajahnya di dada istrinya.
"Kamu kenapa,yang?Sakit?"
"Nggak tahu....Dari bangun tidur tadi aku muntah terus dan rasanya sangat malas buat bangun.Tolong kamu ijinkan aku ke akantor,hari ini aku nggak masuk dulu,ya....Badanku lemes banget."
"Kamu nggak makan di luar,kan,yang?"tanya Santi,takutnya suaminya salah makan,karena kaalu masakan di rumah dia tahu semua.
"Nggak,manaungkin aku makan di luar tanpa kalian,kecuali acara kantor,"sahut Brian tetep memeluk istrinya.
"Trus kenapa?Kamu pusing gitu?"
Brian mengangguk dalam pelukan istrinya.Santi mengelus punggung suaminya yang masih ada di pelukannya.
"Ya sudah kalau begitu,nanti aku mampir ke akantormu danengijinkan kamu untuk istirahat',dua hari,ya?Nanti aku bawa mobil sendiri aja,biar bisa pulang cepat,takutnya kalau nunggu taxi bisa lama.Sekarang kita sarapan,yuk,aku sudah selesai masak sama bibi."
Brian malas malasan bangun,lalu menggelendot manja di bahu istrinya itu melangkah ke ruang makan.Yang ada di ruang makan sontak menengok bersamaan,dan nampak heran dengan wajah pucat dan manja Brian.Bahkan dua anaknya protes bersama.
"Papaaaah....itu mamqku...."rengek Surya.Ya meskipun mereka belum ada tiga tahun,twtapi bersyukurnya mereka tidak terlalu cadeljadi merwka sudah bisa bicara jelas.
"Mamaku kakaaaaak...."rengek Satriya.
"Iya sayang,ini Mama Surya dan Satriya,tapi ini papa lagi nggak enak badan,jadi perlu Mama unrtuk menopang takut jatuh,nak"kata Santi sabar menghadapi dua batitanya dan bayi besarnya.
"Papa sakit?"tanya Surya lalu turun dari kursi dan berjalan ke arah papanya yang duduk di sebwlahamanya lalu memanjat ke paha mamanya dan lalu mengulurkan tangannya ke dahi ayahnya."Nggak panas,Ma....Bohong yaaaa....Papa mau boongin kita yaaaaa?"
"Papa nggak demam,boy...Papa xuma lemes aja,makanya nggak panas,"sahut Brian.
Surya turun dari paha mamanya,dibantu sang Mama,lalu kembalo lagi ke kursinya dengan wajah bingung khas anak anak.
__ADS_1
"Bisa gitu,ma,sakit tapi nggak panas?"tanyanya polos membuat Santi dan yang lainya,kecuali Rian yag cemberut, tertawa.
"Bisa,sayangnya Mama....Tidak semua sakit harus pakai panas,nak...tapi memang kebanyakan sakit diaertia panas."
"Ooooo....ada gitu ya,sakit tapi nggak panas...,"celetuk Satriya sambil tangannya diletakkan di dahi,seolah sedang berpikir keras,membuat para orang dewasa yang melihatnya tertawa.
"Sudah,ayo....kota berdoa untuk makan,Kakak mau berdoa?"tanya Santi.
"Kemarin kakak,ma,sekarang adek deh,"kata Surya.
"Baiklah,ayo adek....silakan berdoa..."
Dengan gaya kepalanya Satriya tersenyum lalu melipat tangan dan mimpon doa makan pagi itu dengan kata kata yang sederhana.
Merekaulai makan dengan tenang,tetapi baru beberapa suapan,Brian nampak tertegunatanya berkaca kaca,lalu dengan panik berlari ke kamarandi dekat dapur,karwna iru yang paling dekat dengan ruang makan.Di kamar mandi dia memuntahkan makanan yang baru saja dimakannya itu,lalu bersandar lemas di dinding kamar mandi.
Santi ikut mengejar suaminya danengelua elua baju suaminya itu.Brianenatapnya dwnagn tatapan satu dan mohon dikasihani.
"Mas nggak apa apa?"taya Santi iba.
"Mas mau akan apa?Biar aku yag siapin,"kata Santi.
"Mas nggak mau makan,mas mau tidur aja..Sudah,sayang,kaubwragkat aja,takutnya terlambat,mau apir ke kantor kujuga kan"
"Tapi beneran ggak apa apa aku tinggal?Kalau ada apa apa,minta bibi hubungi aku,ya?"
"Iya..
"Ayo kuantar ke kamar dulu."
Setelah mengantar Brian ke kamar,Santi pamit Dengan dua jagoannya,mencium pipi mereka dengan sayang,lalu berpesan pada bibi untuk sesekali menengok Brian.Setelah berpamitan,diapun segera berangkat,karena mang sudah jam setengah tujuh,kantornya masuk jam tujuh.Dengan santai dia menyetir mobilnya,karena sudah lama dia tidakenyetir.sendiri,aelalu diantar dan dijemput suaminya.Sebwnarnya sia.lebih baik naik motor,bisa gesit melaju dalam kondisi jalan yang padat,tetapi sudah lama motornya dia kirim ke kampung untuk adiknya.pakai.Jasilah sia menyetir mobilnya kembali.Dalam hari dia masih bertanya tanya apa yang terjadi dengan Brian.Ada apa dengan suaminya itu?Sudah lama keluarga mereka tidak pernah ada yang sakit,tetapi sekarang tiba tiba Brian sakit,dan cukup aneh sih,sakitnya,karwna dia hanya mual dan mu lalu lemas,malas dan hanya ingin tidur saja.Sungguh sia tidak habis pikir,karena setahunya Brian tak pernah mengeluh apapun.Apa karena diawmgidap asam lambung,atau mungkin punya gejala maag?Akh....Samtiendesah,nanti sepulang kerja dia akan bawa Brian ke dokter,biar diperiksa,,takutnya kalau sakitnya terlambat ditangani.
Seharian ini Santi bekerja dengan gelisah,karwna masih kepikiran dengan suaminya,tetapi yangbuatnya cukup tenang adalah tidak ada telepon dari rumah,yanh artinya sakit Brian tidak semakin parah.Itu audah cukup mbuatnya agak tenang.Dia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat berharap waktu segera berlalu dan dia.akan bisa segera pulang.Pekwrjaanny asekaeangvtwntu membutuhkan lebih banyak kejelian dan ketelitian,karwna tanggungjawabnya lebih besar dari saat dia jadi manager Sulu,tetapi dia tidak menemukan kendala yang berarti.Siaemang selalu profesional.
__ADS_1
Sore harinya,Santi segera pulang dan begitu sampai rumah,seperti biasa disebut anak anaknya,dianhanya yltwrsenyim padaerwka ,mencium pipi alu menuju karuntukelihat suaminya.
"Sayang,bagaimana keadaanmu?Sudah lebih baikkah?"
Brian tersenyum menatap istrinya itu.Wajahnya memang pucat,tetapi senyum tak luntur dibibirnya lalu menepuk sisi kosong ranjang t empatmya berbaring.Santi susuk si tempat yang ditunjuk itu.
"Bagaimana?"tanya Santi lagi.
"Kamu minta testpack gih,sama bibi,"kata Brian,membuat Santiemgerutkan keningnya.
"Apa hubungannya sakitmu dengan testpack?Kok bibi?"tanya Santi makin bingung.
"Sudahlah sama segera kamu minta,tadi aku sudah suruh beli sama bibi.Mungkin sudah kembali dia dari apotik,karwna barusan tadi aku minta tolong ya."
"Kok kepikiran beli testpack?"
"Seharian aku nggak bisa makan,sayang,xuma mual dan muntah terus,tetapi saat aku ingin makan nasi uduk,dobelikan bibi,aku makan dan nggak muntah,ingin bibir kacang hijau juga nggak muntah,tapi masakan bibi,mbuat aku mual setengah mati,makanya aku ingat waktu kamu hamil si knar,aku juga kan yang malam n morningsixkness nya?Barangkali sekRang kamu lagi hamil,makanya aku nggak normal gini."
Santi tertegun.Ya,memang seharusnya dia t ahu kondisinya sendiri.Setelah diingatnya,sepwrrinya sudah dua periode ini dia nggak datang bulan,tetapo karena dia sedang sibuk dan agak kelelahan akhir akhir ini,dia pikir karena efek kelelahan maka dia tidak terima tamu bulanannya iru,tetapi melihat gejala yang Brian alami,memang seperti saat dia hamil pertama dulu.Tiba riba dia tersenyum.Hatinya dipenuhi kebahagiaan yang luar biasa,meskipun dia belum tahu hasilnya.Dengan semangat dia mencari bibi dan setelah bertemu,dia meminta pesanan Brian lalu kbali ke kamarnya dan masuk kamarandi,beneraih sekalianwmgginakan testpack untuk mengecek kondisinya.Yang di luar nampak tegang,baik bibi maupun Brian,menunggunya selesai mandi.Bwfiru keluar kamarandi diaberikan testpacknya pada Brian,tanpa melihatnya,dia ingin Brianlah yang pertama melihatnya.Dan begitu melihatnya,Brian tersenyum bahagia.Dia yang tadi berbaring lemas,swkwtika berdiri,lalu memeluk istrinya dengan penuh kasih.Diputar putarnya istrinya itu dwngan tawa kebahagiaan.Santi hanya tersenyum,seolah sudah tahu hasil test nya.Dengan ekspresi Brian,Santi tahu,pasti hasilnya positif,dan benar saja,Brianwnunjukkan testpack yang bergaris dua itu pada istrinya sbil terus memeluknya.
"Aaaaah....Aku rela....Aku rela menderita morningsixkness lagi....Aaah....kalian terlalu sayang sama papa,ya anaka anak papa,makanya kalian ingin Papa yang pertama tahu kehadiran kalian ?Terimakasih sayang....terimakasih karena sudah mau menuruti permintaan ku untuk berhenti berlangganan kb.
..haei ini aku benar benar bahagia....Kamu memang anugrah yang luar biasa sayang,padahal baru setengah tahun kunberhenti kb,kan Terimakasih....terimakasih istriku.....kebahagiaan kita akan makin lengkap....I love you mor thany self,my sweety wife....always love you n more.
.."
Santi tersenyum bahagiaelihat kebahagiaan aionya.Sungguh,wajah pucat Brianemancarkan binar bahgia dari matanya dan itubuatnya ikut bahagia.Tak ada yang bisa menggantikan kebahagiaan ini.
"Kita periksa ke dokter Mina?"
"Terserah,sayang,asal itu yang terbaik....Aku akan selalu menjagamu....Aaah....Wellcome my child...."
Brianengelwus elus perut istrinya yang maaih rata itu danemciumnya dengan penuh kasih dan dengan kebahagiaan.
__ADS_1
Yaaa....kebahagiaan yang dia dapatkan bersama dengan Santi sangat luar biasa.Bagaimana tidak?Dia yang hidup sebatangkara,sekarang audah lengkap dengan seorang istri yang setia danencintainya,dua anak laki laki yang tampan dan sekarang?Sekarang istrinya sedangwngansung buah hatinya lagi....Akh.....kembali Brian mendesah dwngan wajah yang berbinar...YeeimalasihnTihan buat anigrau yang luar biasa....katanya dalam hati penuh rasa syukur.