
Hari Senin,PT Cahaya Mentari,tempat Santi bekerja masih seperti biasa.Beberapa orang lalu lalang,beberapa cleaning service ang melakukan tugasnya,beberapa bagian yang sudah berdatangan termasuk Santi dan Selvie.Mereka ada di ruang tamu ruang kerja Bu Elissa,karena sejak dari rumah,mereka sudah di wa agar menunggu di ruang tamunya Bu Elissa.Mereka duduk dengan santai,tetapi Selvie nampak agak gugup juga.
"Tenang,Vie,aku sudah bicara dengan ibu kemarin,dan beliau juga tidak akan memecat Yanti,tapi mungkin dia tidak lagi menjabat kaur pembelian lagi,emtah nanti kebijakan ibu."
"Kalau aku harus terima sp lagi,mampus aku,San,tau kan kamu,bagaimana aku menggantungkan hidupku dari kerjaan ini?Ayahnya anak anak tidak bisa diandalkan,meskipun dia juga bekerja."
"Tenang saja,Vie,ngak akan terjadi apa apa,"kata Santi menenangkannya.
Tak berapa lama Bu Elissa datang dan mengajak mereka masuk ke ruang kerjanya.Beliau lalu duduk di kursi kebesarannya dan Santi dan Selvie duduk di depannya.
"Selamat pagi,Santi,Selvie,"zapa belIau hangat.Lalu beliau menatap Selvie."Vie,aku bangga dengan hasil kerjamu,karena ketelitianmu,perusahaan tak jadi mengalami kerugian.Kalau hanya lima juta,nanti aku bisa Carikan solusi terbaiknya untuk Yanti.Meskioun aku tidak memecatnya atau melaporkannya kepada polisi,tetapi aku harus bertindak,memberi dia peringatan yang tidak akan dipandang remeh olehnya."
"**...tapi,bu,"kata Selvie kebingungan.Bahaimana mungkin dia yang harus dapat SP malah dapat pujian?Yang benar saja.
"Iya,Vie,Sanfi sudah menceritakan semuanya,bagaimana kamu dengan teliti nya menemukan kejanggalan laporan anak buahmu dan mengajaknya meng audit data yang dibuat oleh anak buahmu.Ini,sebagai tanda twriamaksihku,jangan dipandang jumlahnya tapi pandanglah bentuk penghargaan ku karena kinerjamu yang baik.Terus tingkatkan kinerjamu dan jalinlah kerjasama yang baik antar divisi.Kalian boleh keluar,dan kalau Yanti sudah datang,tolong suruh dia mwngadapku,jangan HRD,bisa merembet kemana-mana mana."
"Terimakasih,bu,"kata Santi dan Selvie lalu keluar dari ruang kerja Bu Elissa.
Selvie menatap sahabatnya itu tak percaya.Dia yang seharusnya pagi ini mendapatkan lagi SP,tapi justru dia mendapat hadiah dari bosnya.Dia memeluk Santi sambil menangis.Santi menepuk nepuk pundKnya,menenangkannya.
"Terimakasih,San,kamu yang terbaik,"kata Selvie di sela isakannya."Ini milikmu,aku tak mu mengambilnya karena ini milikmu.Cukuo aku tidak di sp apalagi dipecat.Aku tidak butuh hadiahnya."
"Berikan pada anakmu,dia yang membutuhkannya,semoa dia lekas sembuh,dN kamu kembali menjadi Selvie yang dulu lagi,teliti,tegas dN disiplin.Jangan sampai anak buahmu menggunakan kelemHanmu untuk keuntungan mereka.Yuk kembali ke ruangan,kamu juga harus memanggil Yanti,kan?"
"Makasih,ya,San,entah apa jadinya kalau bukan kamu manager keuangannya,"kata Selvie lalu mereka berpisah,Santi ke ruangannya dan Selvie pun ke ruangannya.Setelah menaruh amplop coklat itu,dia lalu menuju ruangan pembelian dan melihat Yanti duduk tertunduk di depan meja kerjanya.
"Yan,dipanggil ibu,"kata Selvie datar.
Yang dipanggil hanya melirik sinis lalu meninggalkan ruangannya dan menuju ruang CEO nya.Bu Elissa masih duduk terpekur di kursinya dan mpersilakannya masuk ketika dia mengetuk pintu.Pelan Yanti membuka pintu lalu masuk dan menutupnya pelan pula.
"Selamat pagi,bu,"sapanya dengan suara yang sedikit bergetar.
"Duduk,"kata Bu Elissa."Kamu tahu kenapa aku memanggilmu?"
"Tidak,bu,"sahutnya berusaha sesantai mungkin.
"Yang benar,Yan?"tanya Bu Elissa mengerutkan keningnya.Matanya yang tajam memandang Yanti,mencoba mencari kejujuran di wajahnya,tetapi yang terlihat adalah wajah yang gugup tetapi berusaha ditutup tutupi.
"Kamu tidak merasa melakukan sesuatu yang salah gitu?"
"Saya ini salah apa,bu?Saya hanya dijadikan korban oleh orang yang sedang mencari popularitas saja,bu,lalu mengapa saya harus meras bersalah?"
Bu Elissa kaget dengan sikP Yanti.Tak salah kalau dia memecatnya,tefapi Sabtu sore itu Santi memohon agar dipindahkan saja karena kasian kalau dipecat,sedangkan dia bekerja saja masih kurang,apalagi kalau nanti dia dipecat.Tetapi melihat sikap Yanti,Bu Elissa jadi geram juga.
"Yan,asal kamu tahu,ya,orang yang kamu ruduh mencari popularitas itulah yang menolong kamu,tapi sikapmu sungguh mengecewakan aku,"kata Bi Elissa.
Yanti mendongak dan menatap CEO nya itu dengan tertegun.Bu Elissa melipat tangannya di depan dadanya dan menatapnya tajam.
"Maksud ibu apa?"
"DengR sendiri,deh,kemarin tak sengaja percakapan kami terekam oleh hp saya.Dengar dan berpendapatlah sesuai hati nuranimu,"kata Bu Elissa lalu meletakkan ponselnya.
(Kurang ajar sekali Yanti melakukan ini,San)
(I...iya,bu,mungkin terdesak dia,bu)
(Aku nggak mau tahu,San,aku akan tetap proses dia,seperti Anton,biar dia tahu kalau dia salah.)
__ADS_1
(Bu...dia belum mengambil uangnya secara keseluruhan,biarlah uang yang limajuta itu Santi yang tanggung,bu,kasihan dia,bu,anaknya tiga,dan suaminya hanya karyawan biasa,kalau dia diproses,apa keluarganya tidak akan tambah kacau balau,bu,tolonglah.Aku yang akan mengganti limajutanya,bu)(Lalu menurutmu aku harus apa?)
(Jangan diipecat,bu,apalagi dilaporkan,kasihan,dipindah baGian aja,bu,mungkin ini lebih bijaksana.)
+Aku nggak habis pikir denganmu,San.)
(Bu,ini hanya kesalahannya sah menyikapi masalah,karena mungkin sudah buntu jalannya,tolong ibu pertimbangkan permohonan saya,ya,bu,tolong,bu.)
Hp mati dan Yanti terisak Isak di kursinya.Dia yang kemarin menjbak danenampar Santi karena jengkel,sekarang harus menerima kenyataan kalau ternyata Santi sangat baik.Dia bahkan tidak berani menatap bosnya lagi.
"Bagaimana?"tanya Bu Elissa ."Masih menilai di mencari popularitas?Dengar ,Yan,klo saja Santi tidakohon kemarin,munvkin hari ini kamu sudah ad di dalam penjara."
"Ibu....,"kata Yanti menangis lalu bersimpuh di kaki bosnya itu."Tolong saya,bu,benar kata Mbak Santi,kalau keluarga saya akan tambah kacau kalau saya kehilangan pekerjaan ini,apalagi sampai di penjara,bu.S a ya mohon,bu,tolonglah saya."
"Saya sudah pikirkan usulan Santi semalam,dan saya akan pindahkan kamu ke bagian admin saja,daripada kau saya pindah ke bagian cleaning service,"kata Bu Elissa.
"Terimakasih,bu,"kata Yanti lalu berdiri.
"Jangan berterimakasih padaku,berterimakasihlah pada Santi,"kata Bu Elissa ."Sekarang kamu boleh keluar,saya beri kamu waktu tiga hari untuk menyelesaikan sisa pekerjaanmu,dan ingat,kamu berterimakSih pDa Santi karena lima jutamu sudah diselesaikannya."
Yanti bergegas keluar dari ruangan BunElissa lalu langsung ke ruangan Santi.Beberapa anak bah Santi nampak heranelihat matanya yang sbab seperti habis menangis,dan lebih heran lagi mereka ketika sebenarnya kemudian mereka mendengarnya menangis meraung-raung Raung di ruangan Santi.
"Mbak Santi,pukul aku sepuasnya,mbak,pukul,mbak,jambak aku,maki aku,aku memang pantas mendapatkannya,"tangis Yanti di ruangan Santi.
"Sudahkah,semua sudah selesai,kan?Dipindah je mana kamu?Nggak dipecat kan?"
"Nggak,mbak,mulai besok Kamis aku di bagian admin,terimksih sekali,ya,mbak,maafkan semua salahku,mbak,"katanya menghiba.
"Sudahlah,lain kali kalau punya masalah,coba bicarakan pada orang yang kamu percaya,suoaha ketemu jalan keluarnya,ya,sudah kbalilah kamu ke ruanganmu."
"Ya,nas,ada apa?"
"Tante,ini Kia,Oom Indra ada di rumah sakit sejahtera,pingsan tadi sampai sekarang belum siuman."
"One Kia,kanu tenang dulu,sayang,Tante akan segera ke sana,ya,tenang dulu.Kua sama siapa?"
"Sendiri, Tan.K ua takut dan tidak tahu harus menelpon siapa,yang terlintas hanya Tante.""Oke,Kua,jamu benar sayang,tunvgu sebentar lagi Tante sampai di sana,ta,Tante harus ijin dulu,ya."
"Makasih,Tan."
Santi segera membereskan mekjanya,Disimpannya laptopnya dalam tas lalu dia keluar,ke HRD,minta ijin,lalu langsung mengendarai motornya dengan kecepatan lumayan,karena jam sepi,jadi jalanan seperti milik sendiri.Duapuluh menit dia sampai di rumah sakit yang dimaksud Kiara lalu segera ke IGD.Dilihatnya Kiara yang mondar mandir.Segera dihampirinya keponakan Indra itu dan Kiara langsung meluknya dan menangis keras di pelilukannya.Dibelainya rambut gadis itu untuk menenangkannya.
"Apa yang sebenarnya terjadi,Kia?"tanyanya.
"Kia ngak tahu,Tan,waktu Kia datang tadi,bawa bubur ayam karena Oom minta dibawakan bubur ayam,tiba tiba Oom pingsan.Kia bingung,lalu Kia bawa Oom ke sini pakai taxi,Tan.Kia nggak tahu harus apa."
"Sudah,sudah,sayang,ada Tante di sini,ya.Kia tenang,mau minum?Nih,tanye bawa airinum."
Kiara menerima air mineral itu dan meminumnya.Dia lalu duduk di samping SNti yang terus menenangkannya.
"Keluarga pak Indra Prastawan,"kata dokter si depan pintu IGD.Kiara dan Santi berdiri."Tolong ini obatnya diambil dulu,ya,pasien membutuhkannya sekarang."
"Tan,Kia nggak punya uang,"tangis Kiara meledak lagi.
"Kia,kamu tenang,sayang,ada Tante,kamu tunggu Oom kamu ya,Tante tebus obatnya dulu."
Santi meninggalkan Kiara dan menuju ke apotik untuk menjadi ebus obat,lalu kembali ke IGD dan menyerahkan obat itu pada dokter.
__ADS_1
"Tunggu dulu,ya,bu,kalau setelah dii jeksi dengan obat ini pasien bisa sadar,kalau sudah tidak lemas lagi,dia boleh pulang,tidak perlu dirawat.Sepertinya dia kecapekan."Hampir setengah jam menu ggu,akhirnya Indra sadar juga.Santi menuntun Kia masuk ke ruangan di mana Indra terbaring.
"Mas...,"hanya itu yang bisa diucapkannya."Mas Indra kenapa?"
"Entahlah,dik,perutku rasanya sakit sekali,seperfi diremas remas,"keluh Indra dengan wajah pucat."Kia kenapa menangis?"
"Oom membuat Kia takut,lalu Kia telpon Tante,karena Kia nggak tahu lagi harus telpon siapa.Yabg Kia ingat hanya Tante,"kata Kiara lirih.
"Maaf,dik,merepotkanmu saja,"kata Indra.
"Mas Indra kenapa bilang begitu?Aku justru senang karena Kia menghubungiku,"kata Santi.
"Kamu bolos kerja?"
"Ijin tadi,karena aku posisi sudah di kantor,kalau masih di rumah tentu aku bolos."
"Maaf,ya,dik,merepotkanmu,"kata Indra.
"Nggak apa apa,mas,aku nggak merasa direpotkan.Masih sakit?"tanya Santi lalu menggenggam tangan Indra.
"Sudah baikan kok,dik,kata dokter,kalau sebentar lagi aku.boleh pulang,tidK perlu dirawat."
"Pulangnya kemana?"tanta Santi.
"Ke rumH ayah dan ibu,dik kalau di ruko
nggak ada yang menemani."
"Mau pulang ke rumahku?Ada bi Minah dan Pak Dodo kalau siang,"kata Santi membuat Indra tersenyum apienggelengkan kepalanya.
"Tidak usah,dik,terimakasih,ke rumah orangtuaku saj,di dan banyak saudara saudaraku dan juga ayah ibuku."
"Kalau begitu Kia tungguin Oom dulu,ya,Tante pulang ambil mobil dulu,lalu Tante antar ke rumah,ya,"kata Santi.
"Naik taxi aja,dik,"kata Indra.
"No,kali ini tolong dengerin aku,mas,aku pulang ambil mobil dulu,nanti aku anar kalian pulang lalu aku antar Kia ambil motor di rukomu.Ini keputusan,jangan membantah ku,"kata Santi.,lalu menoleh pada Kiara."Kia,kamu tunggu Oom dulu,nanti Ante selesaikan admin nya terus kita pulang,ya,jangan pergi sebelum Tante datang."
"Iy,Tan,jangan lama lama,ya,Tan,Kia takut,"kata Kiara.
"Tenang,sayang,Tante ngak lama kok,k kalau dari rumah Tante paling setengah jam bolak balik,Kia,kamu jangan takut,ya?Kalau selama Tante tinggal ada apa apa,kamu langsung g hubungi Tante,ya?"
"Dik,kamu nggak usah repot repot begini,"kata Indra.
"Mas Indra ngomong apa?Aku selalu ada untukmu,mas,bagaimana mungkin kamu mengatakan itu?Aku ad untukmu,seperti aku harap kamu pun selalu ada untukku.Kita selalu ada untuk bersama,berhenti mengatakan kamu merepotknku.Tunggulah sebentar,aku akan segera datang mengantarkan kalian."
Setelah mengatakan itu Santi segera meninggalkan tempat itu dan menuju rumahnya,S setelah menaruh laptopnya,diapun segea mengambil kunci mobilnya dan segera memacu mobilnya ke rumah sakit.Setengah berlari di ke bagian admin,d an menyelesaikan administrasi llu segera ke ruang di mana Indra dan Kiara menunggu.Kiara menarik nafas lega ketika melihatnya datang.Mereka lalu keluar dari ruangan itu,Santiendorong kursi roda dimana Indra duduk.
"Terimakasih,ya,dik,"kata Indra sambil menggenggam tangan Santi yang mendorong kursi roda.
"Sudahlah,Mas,berapakali Adi Mas Indra bilang terimakasih?Kalau aku di posisinya,pasti Mas Indra juga akan melakukan hal yang sama,kan?Kita pulang dulu,lalu bagi aku akan mengantar Kiara mengambil motornya di rukomu."
"Kia naik taxi aja,Tan,"kata Kiara.
"Kamu ngomong apa,sayang?Tante akan antar kamu,kalau urusan dengan Oom Indra selesai,ya?Ayok,ntar Tante antar kamu."
Merekapun meninggalkan rumah sakit,menuju rumah orangtua Indra,dan setelah berbasa-basi basi sebnetar,Santi mengantar Kiara mengambil motor di ruko Indra.Hari ini dilaluinya dengan bahagia twtapi juga khawatir karena keadaan Indra,tetapi setelah menurut dokter semua baik baik saja,diapun tenang meninggalkan rumah keluarga Indra.
__ADS_1