AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Aku bahagia asal kau bahagia


__ADS_3

Jadilah hari yang rencananya acara ibadah penghiburan empat puluh hari,menjadi hari yang sangat menyedihkan dengan sepeninggal ibu Indra.Seliruh keluarga besar hanya terpekur,tqk ada yang mulai percakapan,semua hanyut dalam kesedihan dan penyesalan,mengapa tak bisa meluangkan waktu untuk sang bunda yang ditinggalkan oleh ayah mereka,sehingga rupanya sang bunda memilih menyerah dan memenuhi panggilan Yang Kuasa,itu menurut pemikiran mereka.Diantara mereka,Indra lah yang paling terluka.Dia tidK bisa berbaur dengan keluarga besar untuk melepas kepergian ibunya.Dia harus menangis dalam diam,karena keputusannya untuk menjauh dari keluarganya.Hanya beberapa keluarganya yang tahu keadaan sebenarnya darinya,selwbihnuaemyalahkan dia karena sudah semenjak kepergian ayahnya,dia bahkan tidakenampakkan Batang hidungnya,dwngan alasan pekerjaannya tak dapat ditinggalkan.Hampir semua keluarganya mengutuknya,karwna sepertinya dia adalah anak durhaka yang lebih mementingkan pekerjaan dibanding mengantar kepergian orangtua ke tempat peristirahatan terakhirnya.Tanpa mereka tahu kalau orang yang mereka kutuk sedang ada d dalam kamar dengan semua duka dan nestapa yang diciptakannya sendiri.Kalau saja dia tidak menghindar,kalau saja dia tidak lari dari kenyataan,tentu sekarang akan beda ceritanya.Tetapi dia tidak pernah memyesali semua keputusannya.


Langit masih sama seperti saat dia mutuskan untuk meninggalkan kekasih hatinya.Masihbada matahari yang bersinar dengan cerah,masih ada kicau burung yang ceria,masih ada bunga bunga yang indah.Waduk tempat mereka mengikrarkan janji bersatu juga masih sama.Yang berbeda sekarang adalah kenyataan yang ada di depan mata.Sudah tidak ada lagi wanita cantik yang selalu ada setiap dia ataupun keluarganya membutuhkan.Sudah tidak ada lagi kebebasan untuknya berinteraksi dengan keluarganya


Sudah tidak ada lagi keakrabannya dengan keponakan keponakannya yang selalu bermaknja padanya.Semua tak lagi sama,meskipun langit masih sama.Semua tak lagi sama,tetapi dia tidK pernah me yesalinya.Bahkan dia sangat bahagia melihat kekasih hatinya sekarang sudah sangat bahagia,bersama dengan keluarga kecilnya.Bersama dengan suami yang sangat mencintainya dan dua malaikat kecil yang sangat membuat suasana menjadi bahagia.Tak pernah terbayang kalau seandainya dia jadi menikahi Santi,pasti hidup kekasihnya tidak akan seperti sekarang ini,begitu pikirnya.Pasti yang ada bukan kebahagiaan,tetapi hanya kesedihan.Itulah yang ada dalam pikirannya.


Hari hari berikutnya dilalui dengan selalu t ersenyum saat melihat kebahagiaan Santi,meskipun jauh di lubuk hati yang paling dalam dia sangat terluka karena bukan dia yang mendampingi sang kekasih mengarungi hari hari yang bahagia.T Ak ada yang dapat dia lakukan kecuali mendoakan kekasihnya agar selalu bahagia,selalu ada dalam keluarga yang lengkap,tanpa kekurangan kasih sayang,meskipin disini dia sedang merana karena berbagai kejadian yang menguras airmata.Dari awal melihat Santi yang menikah dengan orang lain,melahirkan dua orang anak yang sangat tampan,samapai akhirnya dia harus dihadapkan pada kenyataan pahit,kehilangan kedua orangtuanya,dalam waktu hanya empat puluh hari saja.Sekuat kuatnya orang,paati tbang juga kalau diterpa kesedihan demi kesedihan.Dan inilah dia sekarang,terbaring lemah tak berdaya di ranjang rumahsakit.Kembali dalam kondisi yang paling buruk saat ini.Kakaknya dan Albi menungguinya dengan wajah yang tak dapat digambarkan lagi kesedihannya.


"Ndra....,"bisik Albi pelan."Bertahan,ya....Kamu sudah bertahan sejauh ini,aki yakin kamu pasti masih sanggup bertahan."


"Jangan beri aku kesedihan lain,Dik....,"desah Dewa memelas."Kepergian ayah dan ibu SudH menghancurkan sebagian hatiku,jangan Ki tambah dengan kehilanganmu."


"Rasanya sudah cukup,Al,Mas..."bisik Indra lemah."Kalian lihat betapa bahagia kekasihku,apalagi yang aku harapkan?"

__ADS_1


"Jangan menyerah sekarang,Ndra...."kata Albi dengan suara serak.Matanya sudah merebak airmata yang menggenang."Kumohon,bertahanlah."


"Bertahan untuk apa?Aku sudah sangat bahagia karena dia sangat bahagia.Percayalah hanya itu yang ada dalam pikiranku saat ini.Tak ada yang lebih membahagiakan daripada melihat orang yang kau cintai hidup bahagia,Al...."


"Tapi....Apakah sampai sekarang aku tak boleh memberitahu dia,Ndra?"


"No....Big no,Al....,"seru Indra mekik."Berjanjilah untuk tidak pernah memberitahu dia sampai kapanpun,Al....Bahkan meskipuningkin aku sudah kembali pada pencipta ku,jangan pernah katakan apapun padanya.Biarlah dia berpikir kalau aki pergi meninggalkannya,tak apa.Jangan sampai dia merasa bersedih dan bersalah karena keadaanku.Berjanjilah,Al...""Aku mungkin bisa berjanji,Ndra,tapi...."


"Berjanjilah untuk tidak mengingkarinya,Al....Kau adalah sahabatku,yang sudah seperti saudara bagiku.Tak ada yang tak kau tahu dari hidupku.Kautahu aki sanhat mencintainya dan tak mau melihat dia bersedih.Apaun akan aku lakukan agar selalu melihatnya terswnyum,Al,meakioun di awal mungkin dia sngat sakit hati,tapi aku yakin sekarang dia sudah sangat bahagia.Bahkan mungkin dia sudah lupa padaku."


Indra menghela nafas panjang dan menghebuskannya dengan pelan.S eolah ada beban yang sangat berat di dadanya,yang tak sanggup lagi dipikulnya.D dengan tatapannya yang satu,ditatapnya kakakya itu.


"Indra mohon,Mas....jangan sampai dia tahu.Indra hanya nggak ingin merusak kebahagiaan yang sudah diraihnya.Cukup Indra saja yang terluka,jangan sampai dia juga merasakan sakitnya.Cukup sekali Indra menyakiti perasaannya,tetapi tidak akan lagi.Indra sudah sngat senang dan ikut bahagia,sat melihat Kebahagiaanya.Tak ada yang lebihembahagiakan dari melihat kekasih kita bahagia,Mas.Berjanjilah untuk tidak memberitahunya."

__ADS_1


Dewa diam dn terpekur,meantap adiknya yang terbaring tak berdaya itu.Tak habis pikir dengan jalan pikiran sang adik,yang istri mengutamakan kebahagiaan Santi daripada kebahagiaannya sendiri.Albi juga diam dlam duduknya.Dia yang paling tahu apa yang diinginkan Indra untuk Santi.Indra Hany tak ingin Santi menderita kalau sewaktu waktu Indra dipanggil Tuhan,karwna memang kanker yang dideritanya sudah tahap lanjut,hanya muijizat yang membuatnya masih bisa bertahan.D an meskioun dia masih bertahan,rasanya tak mungkin juga dua bisa memberikan Santi kebahagiaan seperti yang diberikan suaminya Santi saat ini


"Mas...."kata Indra pelan."Aku hanya mau pesan,kalau seandainya aku sudah dipanggil Tuhan nanti,sekiranya mungkin,makamkan aku di samping ayah dan ibu.Sekiranya bisa,tidak usah ada acara melayat.Antarkan saja aku ke peristirahatan ku yang terakhir tanpa duka,tanpa airmata.Aku akan sangat berterimakasih,kalau hanya ada beberapa orang saja yang tahu keprgianku.Biarlah orang orang tetap dalam pemikiran mereka kalau aku ada di perantauan."


"Mas janji akanerahasiakan penyakitnya pada Santi,tqpi Mas nggak mau janji untukerahasiakan kepergiannya.Tidak,Dik....tidak....Mas nggak bisa."


Dewa sudah menangis sekarang.Bagaimana Indra meminta dia merahasiakan kepergiannya?Apa yang akan dikatakan oleh keluarga besarnya kalau nanti tahu yang sebenarnya?Bisa bisa dia dimusuhi dan dikucilkan oleh seluruh keluarga besarnya,dan dia tidak mau itu.I ndra mendesah resah.


"Bagaimana kalau kita katakan saja kalau kamu sakit di perantauan,Ndra?"tanya Albi,memberikan jalan keluar yang sekiranya masuk akal.


"Jadi kamu mau aku umumkan kalau aku sakit,Ql?Nggak....Nggak akan....Yang ada nanti Santi akan mencaritahu,dan aku nggak mau itu.Aku nggak u merusak kebahagiaannya.Aku sudah cukup bahagia melihat dia bahagia,Al."


"Yaaaah....apalagi kalau begitu?Otakku nggak bisa mikir lagi ini. Yg api bener Mas Dewa,kita nggak bisa merahasiakan kepergiannya.Kita akanengantarkan kamu ke tempat peristirahatan RT ahatan terakhir tidK dengan ambinyi sembunyi,meskioun kita akan tetapenyembunyikan penyebab kepeegianmu."

__ADS_1


"Akh....mengapa kita harus bahas ini,Dik?Semangat lah,masih ada hari esok.Kamu masih bisa sembuh."


IU ndra tersenyum.Kakanya masih tetap memberinya semangat di saat semangatnya tinggal seujung kuku.Dia sudah mulai menyerah dengan keadaan.Dia sudah menyaksikan sendiri kebahagiaan kekasih hatinya.'Aku bahagia melihatnya bahagia,dik,'batinnya tersenyum.


__ADS_2