
Sepulang dari kediaman orangtua Santi,hubungan mereka semakin dekat.Indra bahkan hampir setiap sore berkunjung ke rumah Santi,berbincang bincang,mencoba untuk saling mengerti dan memahami.
Seperti juga sore ini,Indra datang ke rumah Santi saat Santi sedang mandi,ditemani Pak Dodo,dan kopi panas dan sepiring pisang goreng,mereka berbincang akrab.
"Jadi bapak ini tetangganya Santi,ya?"tanya Indra sambil menaruh cangkir kopinya.
"Benar,mas,kami mang sudah lama ikut mbak Santi,mungkin sufah lebih dari sepulih tahun.Awalnya kami hanya numpang tinggal,karena kamu kerja di pabrik dengan gaji yang kau dari umr,jadi tidak bisa bayar yang kontrakan,eeeh...lagi Luntang Lantung di jalan ketemu mbak Santi,trys diajak pulang,awalnya kami tetep kerja di pabrik,tapi lama lama mbak Santi bilang kalau kami kerja Sam mbak Santi aja,ya...Kamu langsung terima,dong,mas,kan itung itu g balas jas juga.Mbak Santi orangnya terlalu baik,mas,disiplin dan mandiri.Adik adiknya juga kan yang biayai kuliahnya Mbak Santi,"kata pak Dodo panjang lebar.
"Saya juga tahu itu,pak,dia benar benar wanita yang hebat.Ngomong ngomong,kenapa dia belum punya pacar atau pendamping g selam ini?""pancing Indra.
"Dia orangnya tertutup,mas,selama ini,selama say ikut di sini,baru Mas Mono dan Mas Indra,loh,laki laki yang diijinkan datang di rumah ini.Kalau perempuan sih,sering,bahkan kadang ada yang menginap,kalau laki laki tidak pernah sama sekali,kecuali mas Mono,suaminya mbak Sari itu.Mereka seperti saudara,sering datang kemari,sekedr menjenguk.T api ini kok sudah lama mereka nggak kemari,ya?"
"Sibuk mungkin,pak,aku sendiri juga sudah lama tidak bertemu dengan Mono,kok,"kata Indra.
Tak lama Santi keluar,dengan wajah yang lebih segar,aroma sabunandi yang harum,mwngganhgu penciuman Indra.Gsdis itu duduk dengan santainya di dekat pak Dodo,lalu ikut menikmati pisang goreng.Dia Makai kaos putih bergambar Teddy bear,celana jeanz seluguy warna navy,rambutnya yang diikat keatas,menampakman lehernya yang jenjang.I dra hampir tak berkedipengayi sosok didepannya,sangat manis,dengan mulut mungilnya yang bergerak gerak saat mengunyah pisang goreng,sungguh merupakan pemandangan yang indah bagi Indra.
Santi sendiri nampaknya tidak menyadari kalau dia jadi obyek pandangan Indra,asyik dengan pisang gorengnya .
"Pak Dodo tinggal dulu,ya,"kata Pak Dodo lalu berdiri.
"Eeeh,mau kemana,pak?"tanya Indra.
"Lanjut kerja,mas,jan tadi cuma nggantiin mbak Santi,lha ini yang digantiin sudah datang,ya,saya lanjut kerja.Mari,mas Indra,mbak Santi,"kata pak Dodo lalu masuk ke dalam.
"Maaf,ya,mas,lama ya nu ggunya?"
"Aah....nggak apa apa,daya juga yang salah karena kan seharusnya saya datangnya agak nanti seperti biasanya,jadi dik Santi sudah selesai mandi dan istirahat,maaf ini mlah ngganggu acara istirahatnya dik Santi,kan,"
__ADS_1
"Ahhh...kok seperti pejabt,punya acara,saya kan hanya karyawan biasa,mas,paling juga tiduran sebentar,trus nonton tv sampai bosan,tidur deh,"kata Santi tersenyum.
Sungguh,senyum itu mampu membuat Indra deg deg an.Jantungnya berdetak lebih kencang melihat senyum wanita didepannya,
'Besok Minggu ada acara,dik?"tanya Indra."Sepertinya sih tidak,mas,kenapa?"
"Aku mau ajak kamu bertemu orangtuaku,mau?"
Santi tersedak kopinya,karena agak kaget dengan kata kata Indra.Dihapusnya sisa kopi dini irnya dengan tissue yang selalu ada di meja ruang tamunya.Indra nampak sangat khawatir meliht itu.
"Dik Santi nggak apa apa,kan?"tanyanya cemas.
"Nggak....nggak....nggak.apa apa,mas,hanya kaget aja,kok,"sahut Santi.
"Dik Santi nggak mau ya ke rumahku?"tanya Indra khawatir.
"Motor aja,ya,dik,biar nggak bikin geger tetangga,maklum tinggal di kampung,pa dikit tetangga yang ribut."
Santi etresnyum mendengar kata kata I ndra.Benar sekali,soalnya rumah orangtuanya yang sudah seperti kota kecil aja,juga tetangga suka ribut sendiri kalau ada tetangganya yang berbeda,atau katakanlah apapun bisa dijadikan bahan gunjingan.
"Deket,ya,mas?"tanya Santi.
"Deket,cuma sepulihenit dari pasar tempatku jualan,kalau dari sini mungkin setengah jam lah,kalau ngebut mungkin dua puluh menit nyampai.Seratus meter dari rumah bapak ada waduk ,dik,bagus buat spot Selvie,sering dijadikan tempat pacaran abg,"kata Indra.
"Oooo....bagus,dong,jadi ingin lihat,"kata Santi antusias.
"Boleh,xik,nanti kalau sudah selesai berkenalan dengan keluargaku,aku antar dik Santi kesana,"kata Indra tersenyum.
__ADS_1
"Mmmm,mas...."kata Santi ragu.
"Ya?"
"Apa....ibumu galak?"
Indra tertawa terkekeh mendengar pertanyaan Santi.
"Kenapa?Takut yaa,punya ibu mertua yang galak?"godanya membuat Santi tersipu."Ibuku wanita yang hebat,dik,pendiam,penurut,penyayang,tidak pernah aku lihat ibu mrah dengan bapak,meskioun kadang bapak menjengkelkan,tetapi ibuku tetap sabar saja menghadapi bapak,beliau selalu mengutamakan kepentingan bapak dan anak anaknya.Lagipula,dik,kalau nanti kita berjodoh dan membina rumahtangga,kita nggak akan tinggal bersama ibu dan bapak,kok,kan bisa tinggal di ruko ku,atau.kalau dik Santi nggak suka dengan ruko,bisa tinggal disini?"
"Iya juga,ya,mas..."kata Santi."Baiklah,mas,bezok Minggu aku ke ruko Mas Indra."
"Aku jemput di sini saja,dik,nanti kita berangkat dri sini,"lkata Indra.
"Baik,mas,aku tunggu,"kata Santi.
Indra tersenyum membayangkan tanggapan kedua orangtuanya.Mereka pasti tidak akan mengira kalau Indra sudah mengbil komitmen untuk menjadikan Santi sebagai pendamping hidupnya,sepwdti yang selama ini diharapkan kedua orangtuanya,karena sampai saat ini Indra belum berumahtangga,padahal keponakan keponakammya malah sudah berumahtangga lebih dulu.Indra memang pernah terluka,dan sejak saat itu dia tidak pernah mau bergaul dengan teman wanita,lebihiloh bergaul dengan bahan bahan bangunan di rukonya.Orangtuanya telah berulangkali mendesaknya,twtapi dia tidak pernah menggubrisnya,karena baginya hidupnya adalah miliknya.
Santi juga hanya diam,termenung,entah apa yang ada dipikirannya,tetali dia sendiri juga mulai merasa nyaman berjalan dengan Indra.Tokh meskipun dia belum pernah membuka hatinya untuk laki laki,dia merasa nyaman saatnSri dan Mono mengenalkannya dengan Indra.Ketakutannya akan dijodohkan dengan pamannya semula yang mendesaknya untuk segera membawa seorang teman laki laki ke rumah,twtali tentu dia juga tidak ingin membawa sembarang laki laki ke rumah, karena siapapun yang dia bawa,pastilah menurut orangtuanya itu yang akan jadi pendampingnya,mengantikan sosok pamannya yang makin hari makinendesaknya untuk segera menikah dengannya.Ciiih....seperti tidak ada perempuan yang lain saja,ntin Santi.
"Kalau begitu aku pulang dulu,ya,dik,mungkin besok aku tidak bisa main kesini,aku akan pulang dulu,ngomng sama ibu bapak,trus besok Minggu aku jemput kamu.Jam berapa?"
Biasanya sih acaraku selwsI jam 9,mas,jemput jam 10an aja,ya,"kata Santi.
"Oke,dik,aku pulang dulu,sampai ketemu besok Minggu,ya....jangan lupa dandan yang cantik..."
"Iiih,mas Indra bisa aja,"kata Santi tersipu."Nggak dandan juga sudah cantik,kan perempuan."
__ADS_1
"Oke,dik,aku pulang,"kata Indra lalu diapun meninggalkan rumah Santi,meninggalkan pemiliknya yang tersipu dan salah tingkah.