AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Mau makan burger yang sudah dimakan si kembar


__ADS_3

Mereka akhirnya tidur dalam keadaan perut kenyang.Apalagi Brian,entah kenyang atau kekenyangan,Santi sampai tak habis pikir karena suaminya makan banyak sekali ikan bakar tadi.A ndai seember dibakar semua,mungkin saat ini Brian masih sibuk makan.K edua orangtua Santi malah Sanga senang karena beberapa waktu yang lalu Brian tidak bisa makan apa apa,karena efek ngidamnya.Kalau sekarang Brian makan banyak itu adalah suatu yang menyenangkan kedua orangtua Santi,yang sudah menganggap Bilrian bukan hanya sebagai menantu,tetapi seperti anaknya sendiri.Mereka sangat senang.Apalagi sekarang sekeluarga menginap disini.Mereka sangat bahagia,apalagi Merry dan Joko beserta anak istri mereka yang sangat senang dengan kehadiran si kembar.Jadilah rumah mereka seperti posyandu,karena dua anak Santi yang berusia tiga tahun,anak Merry dua tahun dan anak Joko baru enam bulan.Keluarga itu riuh oleh celoteh anak anak.Betapa kebahagiaan Kesu orangtua Santi sangat lengkap,karwna semua anak cucu menantu berkumpul semua di.rumah.


Keesokan harinya,keluarga SNti harus pulang,karena tidak mungkin Santi dan Brian ijin terlalu lama.Merekapun pulang,dibekali dengan beberapa ekor ikan bakar,dan berjanji kalau liburan nanti mereka akan menginap lama.Si kembar nampak enggan pulang karena adik adik merwka nampak lucu.Tetapi kedua orangtuanya berhasil membujuk mereka dengan janji akan dibelikan burger yang mereka inginkan.Jadilah,mereka pulang dan kedua bocHah kecil itu selalu berceloteh lucu,sehinggabuat kedua orangtua dan babysitternya tertawa dwngan kelucuan mereka.


Sampailah mereka di gerai burger yang cukup terkenal.Mereka berenam masuk ke gerai tersebut,lalu memesan sepuluh buah burger untuk dibawa pulang,s sebenarnya Santi mau turun sendiri,tetapi si kbar berisik mau ikut turun,jadilah mereka turun rame rame.


Brian duduk di samping si kembar.S I kembar ngotot ingin makan di tempat,sehingga Santi minta tiga burger makan di tempat,karena babysitternya menolak untuk makan di tempat.Jadi hanya si kembar dan Brian yang makan di tempat.Kedua bocah kembar itu makan dwngan dibantu babysitternya mereka.Brian hanya memandangi saj burgernya,tanpa memakannya.Santi mengernyit bingung karena tadi suaminya minta makan di tempat tapi sekarang malah cuma didiamkan saja.Apalagi yang diinginkan suaminya itu?Atau akan ada drama apalagi dengannya?Brian memandangi anak anaknya yang tengah makan dwngan mata berbinar,tetapi membiarkan burgernya begitu saja.


"Kenapa,Pa?"tanya Santi padanya.


""Burger merwka sepertinya enak,Ma,"kata Brian sambil menunjuk burger yang digigit anak anaknya.


"Lah,kan sama saja dengan burger si depanmu,pa?"


"Nggak....itu lebih enak,"kekeh Brian.


Santi menghela nafas panjang.Agak kesl sebenarnya dia tetapi dia sadar itu mungkin bawaan ngidam suaminya.


"Terus?Maksud Papa apa?"


Mereka memang menggunakan panggilan Mama Papa,kalau ada di depan si kembar,karwna pernah Sulu mereka menggunakan panggilan sayang,dan si kembar juga mengikuti panggilan itu,jadi merwka sepakat kalau di depan si kembar panggilannya menjadi Mama Papa.


"Boleh nggak Papa minta burger merwka."


"Apa?"kaget Santi.


"Iya...Aku nggak mau makan yang baru...Aku mau yang sudah dimakan si kembar....Aku mau makan bekas gigitan mereka...."Rajuk Brian.

__ADS_1


"Boys...."kata Santi."Boleh nggak kalau sisa burger kalian Mama tukar dwngan burger Papa yang baru itu?"


"Emang kenapa,Ma?"tanya Surya dwngan mulut penuh.


"Papa ingin makan yang ada di piring kalian,boys....Ntar punya Papa biar Mama bagi dua buat kalian,boleh?"


"Kan sama ,Mama...kenapa harus ditukar?"


"Karena adik bayi minta yang dimakan kakaknya,boleh?"


Surya dan Satriya saling bertatapan,melihat burger si tangan merwka yang audah tinggal sedikit,mungkin dua atau tiga kali gigitan sudah habis,lalu Mandang burger punya Papa merwka yang masih utuh,lalu memandang Mamanya dan seolah bertanya,kwnapa harus ditukar?


"Papa sangat ingin makan yang akalian makan itu,karwna adik bayi berbisik ingin makan yang kalian pegang itu melalui Papa,boleh?"


"Boleh,deh,Ma,ambila aja,ngga usah ditukar punya adek nih,"kata Satriya lalu eberikan potongan burgernya yang tinggal separo nggak ada.


"Bagaimana,Surya?Boleh,sayang?Tuh,kasihan papanya mau nangis..."


"Kan Papa sudah punya sendiri,Ma...."sahut Surya.Memang sifat kedua anak itu sangat berbeda,kalau Satriya sangat lembut perasaannya,berbeda dwngan Surya yang lebih tengil.


"Kakak berikan sajalah pada Papa,kalau kakak masih mau makan,tuh,makan punya ayah,masih utuh,adek nggak akan minta,biar buat kakak aja.Kasihan Papa."


"Adek nggak kasihan sama kakak?"tanya Surya cemberut.


"Kan kakak Untung,dari sedikit ditukar utuh,ya kan,Maaaa?"


"Iya sayang,papa cuma mau makan yang sudah digigit sma kalian aja,bolwhkan,kak?"

__ADS_1


Surya nampakasih berpikir,tapi sejurus kemudian mengiurkan sisa burgernya pada Papanya,meskipun dengan wajah yang sedikit tidak rela.


Santi sendiri juga bingung dengan ngidam sang suami.Semuanya sederhana,hanya cara memperolehnya yang bikin pusing.Sementara Brian menerima dua potong burger dari si kembar dengan mata berbinar,lalu mengulurkan burgernya pada si kembar,untuk bertukar.Dengan wajah yang sumringah dua menikmati burger sisa makan kedua anaknya itu.Santi hanya menatapnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya.Betaoa dia tak habis pikir si kembar yang harus mengalah pada keinginan papanya,bukankah itu rerbalik?Akh....siapa pula Yang mikir itu terbalik atau tidak,kan?Yang penting ngidam bapak bapak keren itu terpenuhi,yaitu makan burger sisa anak anaknya.Peduli amat kata orang,amat aja nggak peduliin dia kan?Penting dia sudah mendapatkan keinginannya yang memang aneh bin ajaib itu. Santi nampak menarik nafas panjang dan menghebusya dengan agak kasarl,alu mengajak mereka untuk segera melanjutkan perjalanan.Si kembar dibimbing olej babysitternya sambil sesekali disuapi potongan burger.Brian ada di balik kemudi dengan wajah berbinar puas.Santi duduk di sampingnya.M ereka melanjutkan perjalanan,dengan kembali di tingkah celotehan si kembar yang riuh di belakang.


"Paaaaa"katab SURYA.


"Ya,boy....?


"Kenapa Papa tadi milih makan burger bekas kami,sih?Kan nggak boleh,ya,kalau makan bekas orang?Kata Mama nggak sehat,kan,Ma?"


"Itu kalau bekas oranglain,sayang,tapi kan tadi bekas anak anak kesayangan Papa,dan adik bayi yang minta,jadi nggak apa apa,kalian ikhlas kan,tadi?"


"Iya,Ma,cuma tadi pas waktu mau kasih,Sirya ingat pesan Mama,kalau kita nggak boleh makan bekas orang lain,jadi Surya agak.nggak rela ngasih burger bekas Surya tadi,"kata Surya membuat Santi menarik nafas lega.Dipikirnya tadi Surya marah karena anak itu dengan tidak rela melepas sisa burgernya.


"Kalian emang jagoan jagoan Mama Papa yang hebat,"kata Santi bangga.


"Mama....boleh kami elus adik bayi?"


"Boleh,Papa bremti sebentar bisa?"


Brian menepikan mobilnya di bahu jalan yang untungnya tidak terlalu ramai,lalu Santi keluar dan masuk ke belakang,mbiarkan kedua bocah lelaki itu mengelus elus perutnya yang mbulat itu.


"Adik....kalau mau.minta mamam jangan yang bekas,ya,meakipun itu bekas kakak,minta yang baru aja,kan lebih enak,"kata Surya.


"Adik baik baik di perut Mama,ya....Ntar kalau adik dah keluar,kakak bakal bagi makanan apapun yang kakak punya buat adik...."kata Satriya.


Suasana itu membuat hangat hati para orang dewasa di mobil itu.Bagaimana tanganungil itu mengelus elus perut Mama mereka dengan sayang.Lalu Santi kembali lagi ke depan dan mobil kembali melanjutkan perjalanan.

__ADS_1


"Paaaa...."


__ADS_2