AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Hampir Saja....


__ADS_3

Indra harus masuk rumah sakit lagi Karen kondisinya yang semakin melemah.Meakipun di sudah menyerah,tetapi Albi tentu tidak tega membiarkan dia terbaring saja tanpa perawatan,karwna itu waktu Indra pingsan,dia tetap melarikannya ke rumah sakit,dan dokter sngat terkejut dengan kondisi Indra.


"Dia benar benar kuat,mas,"kata dokter itu pada Albi."Dalam kondisi ini dia masih bisa bertahan,dan saya sangat kagum dengan temannya."


"Iya,dokter,dia bertahan hanya untuk mastikan kalau kekasih hatinya hidup dengan bahagia,"sahut Albi lirih.


"Luar biasa sekali,mas....apakah kekasihnya sekarang sudah bahagia?"


"Sangat,dok,kekasihnya sangat bahagia sekarang,dan itu yang mbuat dia menyerah sekarang,karwna sudahastikan hidup kekasihnya berbahagia."


"Dia laki laki yang hebat,"kta dokter itu."Bagaimana dengan kekasihnya?Apakah dia tahu kalau dia sedang sekarat?"


Albi menarik nafas panjang lalu menghembuskannya dengan berat.Bagaimana Santi akan tahu keadaan Indra yang saat ini memang bisa dibilang sedang sekarat,sedangkan dari awal saja Indra mencoba menyembunhikan kenyataan kalau dia sakit dan tak terobati?Entahlah apa yang akan Santi lakukan seandainya dia tahu keadaan Indra yang tak baik baik saja saat meninggalkannya,yang jelas sekarang wanita itu sedang berbahagia dengan kehadiran anak anaknya.Memang saat pertama kali Indra menghindar Santi sempat sedih,terluka dan terpuruk,tetapi ada Brian yang datang menjadi penyelamatnya,yang meskioun sebelumnya dia tidak mencintai Brian,twtapi dengan berjalannya waktu akhirnya diaemxintai suaminya yang terlebih dulu mencintainya dan selalu menyanjungnya.Sekarang dia menjadi wanita yang paling bahagia,setelah saat saat terburuk dalam hidupnya ditinggalkan kekasih hari tanpa penjelasan.


"Wanita itu bahkan tidak tahu keadaannya,dok,"keluh


Albi.


"Hmmmm?"


"Ya,dok,wanita itu hanya tahu kalau Indra sangat jahat dan tega meninggalkan dia dalam keadaan terluka.W anit itu Bahakan belum bertemu lagi dengannya setelah dia dinyatakan menderita kanker,dok.Sampai akhirnya dia menikah dengan orang yang sama sejak tidak dicintainya,d n sekarang mereka telah sak ng mencintai dan miliki sepasang anak kembar."


"Wow....ini ...ini luar biasa sekali..."

__ADS_1


"Begitulah,dok...Saya sempat menyarankan dia untuk menemui wanita itu,tetapi malah dia marah dan kondisinya langsung drop."


"Terbuat dari apa hati temanmu ini?Dia merelakan wanita yang dicintainya untuk bahagia dengan yang lain,semwntara dia sendiri sedang dalam keadaan yang buruk.S aya bahkan tidak bisa membayangkan sekarang apa yang sedang ad dalam hati temanmu ini."


"Tentu saja dia sangat bahagia,dokter.Meskioun mungkin hati nya sakt saat melihat wanita itu dengan keluarganya tetapi dia sangat bahagia.Dia hanya tidak ingin wanitanya menjadi janda kalau dia meninggal,itu sebabnya dia merelakan wanita itu menikah dengan yang lain,asal wanita itu terbebas dari perjodohan keluarganya dn bisa hidup bahagia.Dan sekarang wanita itu sudah sangat bahagia,dok,dengan suami yang sangat mencintai dia dan sepasang anak kembar.Aku yakin wanita itu sangat bahagia,karwna suaminya adalah seorang yang sangat mencintai dia,bahkan sebelum wanita itu mencintainya dan menwrima pernikahan itu hanya untuk lwps dari perjodohan keluarganya."


"Sungguh saya sangat salut dengan apa yang dilakukan oleh temanmu itu.Semoga pengorbanannya tidak sia sia.Sayang sekaligus lelaki seperti dia harus kehilangan cintanya karena penyakitnya.Tetapi mang sekarang kami tidak dapat melakukan apa apa lagi.Sudah tidak ada obatnya,da ditambah semangat hidupnya yang sudah padam,mbuat kondisinya benar benar memprihatinkan.Hanya mujizat yang bisa menyembuhkannya."


"Benar,dok,tetapi kalaupun mujizat itu terjadi,dia sudah kehilangan harapannya.S aya hanya berharap dia tidak terlalu lama dalam penderitaannya ini,dok,agar dia tidkemderit lebih lama lagi,saya merasa ikut sakit melihat kondisinya."


Albi lalu meninggalkan dokter itu dn dia hampir berteriak kaget,ketika berbalik dan berpapasan dengan pasangan yang baru saja dia bicarakan dengan dokter.Siapa lagi kalau bukan Santi dan Brian.Santi menatap Albi yang salah tingkah.


"Mas Albi?"apanya bertanya.


"Eh....ini....ini...sahabat Mas Indra,Pa."


"Ooo....,"sahut Brian Ber o ria.


"Santi? Ada apa dengan kedua anakmu?"


"Nggak ada apa apa,mas,hanya imunisasi saja.Mas Albi nungguin saudara?"


"Eh...i...iya,San....sepupu aku sakit,"sahut Albi gugup.

__ADS_1


"Sakit apa,Mas?Siapa apa aku kenal?"


"Akh...Nggak....Nggak...Nggak....Kamu nggak kenal kok,ini sepupu aku dari Surabaya,datang datang langsung sakit.Kamu sudah selesai?"


"Santi dah,Mas..."


"Sebaiknya segera bawa anakmu pulang,tidk baik bayi terlalu lama di rumah sakit,sistem imun mereka belum kuat."


"Mas Albi masih berhubungan dengan Mas Indra?"tanya Santi.


Albi dan Brian nampak kaget dengan pertanyaan itu.Santi nampak biasa saja setwlahwnanyakan perihal I ndr pada Albi.Albi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal demi menghilangkan rasa gugupnya mendengar pertanyaan itu,semwntara Brian menatap istrinya dengan wajah cemburu.Ya,bagaimanapun dia tahu kalau Indra adalah kekasih Santi yang pergieninggalkan Santi saat Santi sedang sayang sayangnya,dan itu meninggalkan luka yang dalam pada hati Santi.


"Aku sudah lama nggak ketemu,San memangnya kenapa?Bukankah kalan sudah lama pisah ya?"


"Ah,nggak apa apa,Mas,cuma kalau Mas Albi sempet ketemu sama Mas Indra,tolong katakan kalau sekarang aku sudah move on,sudah bahagia dengan Mas Brian dan ditambah bonus dua kesatria ganteng ini.Malah kalau Mas Albi mau,Mas Albi bowh fotoin kami lalu tunjukin sama Mas Indra.Katakan saja sama Mas Indra kalau Santi bukanlah wanita lemah,yang rapuh karena ditinggalkan kekasihnya.Santi bisa bangkit dan meraih bahagianya sendiri tanpa Mas Indra.Sudah,hanyaniru saja.Mas Albi bawa hp kan?Ayo dong fotoin kami lalu kalau ketemu dengan Mas Indra bisa ditunjukin keluarga bahagia aku."


Albi meringis,hatinya teriris.Seandainya kamu tahu,San,bisknya dalam hati,tapi tak urung diaemgwluarjan ponselnya dan motret keluarga kecil yang bahagia itu.Beberapa potret dia ambil lalu diaasukkan lagi ponsel itu ke saku celananya.


"Makasih,Mas,saya permisi.dulu...."


"Iya...iya,San...silakan,hati hati."


Brian menggandeng tangan istrinya dengan tangan yang bebas dari menggendong Satriya,semwntara Santi memggendong Surya.M ereka meninggalkan Albi yang masih berdiri mematung di tempatnya.

__ADS_1


"Akh....hampir saja...."keluhnya,lalu melangkah masuk ke ruangan Indra yang masih belum sadarkan diri.Laki laki itu terbaring lemah di atas brankar ruang ICU,tanpa bergerak sama sekali.Hanya bunyi monitor yang berbunyi yang masih menandakan kalau masih ada kehidupan.Albi berdiri sedih di samping tempat tidur itu.D itatapnya wajah pucat dan rapuh itu dengan wajah muram.Hampir saja ketahuan Santi,kalau di menunggui Indra.U untungnya dia punya alasan yang tepat untuk mengelabui Santi.Tetapi hatinya seperti teriris sakit saat ingat lagi perkataan Santi yang terakhir.Seandainya Santi tahu...Akh...Albi mendesah resah...Indra....Kamu terluka dan rapuh demi Santi.bahagia...Pengorbanannya tidak sia sia...keluhnya dalam hati sambil menitikkan air mata.D digenggamnya tangan kurus dan pucat itu dengan wajah yang sangat bersedih.Dia yang tahu semua pengorbanan Indra demi kebahagiaan Santi,dia yang tahu bagaimana terlukanya Indra melihat Santi bahagia,tetapi Indra tetap berharap Santi terus bahagia,tanpa Santi tahu kebenarannya.Entah apa yang terjadi pada Santi kalau suatu saat nanti dia tahu keadaan yang sebenarnya...Entah...Albi hanya menggeleng pasrah.


__ADS_2