
"Ayo,Mama,silakan berbaring,ini kakak kakak sudah tidak sabar mau ketemu sama adik adik nih,"kata dokter Mina ramah,lalu dibantu seorang perawat Santi berbaring di atas brankar lalu bagian bawahnya diselimuti,dan baju atasnya disingkapkan,lau diolesi dengan gel bening dan dokter Mina mendekat dengan alat ditangannya,lalu dia mulai memggerak gerakan alat tersebut.
"Nih,ya,kakak kakak,Mama,Papa....Ini beneran triplest,"kata dokter Mina.
"Triplek dokter?Kok adik adik triplek?Kayu dong dokter?"
Keempat orang dewasa yang ada di situ tertawa mendengar kata kata Surya yang sekenanya itu.
"Bukan triplek kakak,tapi triplets,artinya,adiknya kakak kakak nggak cuma satu,tapi ada tiga...Nah,sekarang kita mau lihat jenis kelaminnya,ya?"kata Dokter Mina laliemggerak gerakkan alatnya lagi."Mmmm....ini....mmm yang dua ini ....jelas perempuan,tapi yang satu ini kenapa malu Malu begini,nggak kelihatan ini....Ayo,nak....tunjukkan dirimu....Mmmm....waduuh
..sepertinya dedek yang satu ini masih malu malu buat dilihat.Jadi kita belum bisa pastikan,ya....Tapi yang jelas yang dua ini perempuan,kakak,mama,papa."
"Puji Tuhaaaan....akhirnya ada anak perempuan si keluarga kita,"kata Brian semangat.
"Jadi adik adik perempuan,ya,Pa?Yaaah....Nggak asyik ini,nggak bisa diajak main bola,dong,"kata Surya kecewa.
"Eit,kakak jangan sedih,dong,"kata Satriya.Anak ini mang selalu positif thinking,meskipun masih kecil."Anak perempuan juga bisa loh,main bola,ya kan ,Pa?"
"Benar sekali,sayang...."sahut Brian sambil mengusap kepala Surya dengan. sayang,karwna Satriya lebih dekat dengan mamanya.
"Jadi adik yang satu belum kelihatan yasok?"tanya Surya."Ya,Tuhanku,saya mohon agar asik bayi yang masih malu nanti cowok,amiiin."
Santi dan Brian juga ikut mengaminkan doa Surya,membuat anak itu tersenyum bahagia,lalu memeluk lengan ibunya.
"Ini sehat sehat semua,loh...Coba dengerin nich,detak jantungnya yang bersahutan,kaan....Kan...Dengerin nggak kak?"tanya dokter Mina.
"Yang dug...dug....dug....itu ya,bu dokter?"tanya Satriya.
__ADS_1
"Betul sekali....itu suara detak jantung adik bayi kalian.Sehat kan?"
"Iya...keras sekali....dag...dug...dag...dug...."
"Naah...kita ketemu lagi nanti,ya,s sekarang Mama harus dibersihkan suu perutnya,oke?"
Kedua anak kembar itu lalu mengangguk dan segera kembali ke tempat duduk di depan meja kerjanya dokter Mina.Brian lalu dusuk de dekat ank anaknya.Perawat membersihkan perut Santi,lalu membantu Santi turun dari atas brankar,dan duduk di samping Brian.M ereka duduk dengan baik,mendengarkan penjelasan dokter Mina.
"Jadi....karena adik adik bayi semuanya sehat,makanya Mama hanya saya kasih vitamin aja,trus susu hamilnya tetep diminum,dan
makanan bergizi dan tetep ikuti senam hamil seperti biasa,ya?Semua baik baik saja,kok...."
"Terimakasih,dok,kami kembali dulu,maaf,kalau anak anak sedikit banyak bertanya...maklum saja,mereka sedang aktif aktifnya,selalu saja ada yang membuat mereka ingin tahu..."
"Nggak apa apa,Ma...Justru anak anak seperti merwka itu akan jadi orang orang yang kreatif,yang bisa menyampaikan pendapat mereka tanpa rasa takut,kalau kita bisa membimbing mereka agar bisa terbuka dan berani menyampaikan pendapat mereka."
"Nah,ini resepnya,Pa...Bisa diambil di apotik samping seperti biasa,ya?Kakak kakak,jaga Mamanya ,ya....Ingatkan untuk selalu minum susu,ya,biar adik adik selalu sehat,oke?"
"Oke,bu dokter,"sahut kedua bocah kembar kompak.
"Kami pamit,,Bu dokter,"kata Brian,lalu mereka berempat berjalan keluar dari ruang periksa dokter Mina.
Mereka lalu menuju apotik samping klinik untuk menebus vitamin yang sudah diresepkan oleh dokter Mina untuk Mama.Saat menunggu di apotik,mereka menjadi pusat perhatian,karena ketampanan kedua anak kembar itu.B ahkan dengan jenaka mereka bercanda dengan Mama dan Papanya,bahkan keduanya sering mencium perut Mamanya,sambil mengajak adik adik mereka berbicara,seolah adik adik merwka bisa mendengar mereka.Begiru lucu perbuatan mereka sehingga mengundang tawa orang orang di sekeliling mereka.
Setelah resep sudah ditebus,mereka segera menuju mobil.Sepanjang jalan kedua anak kembar itu saling tertawa,melihat hasil USG kedua,yang dicetak oleh dokter Mina tadi.Mereka sangat antusias melihat foto itu,bahkan anak anak itu saling menunjuk bentuk bentuk janin yang menurut mereka lucu bentuknya.
"Ini seperti balon balon yang berdesakan,kak,"kata Satriya diikuti dengan tawanya yang renyah berderai.
__ADS_1
"Huuuuush....mereka adik adik kita,bukan balon,sembarangan kamu,"sahut Surya sambil menjitak kening adiknya.
"Aduh....,"kata Satriya."Tangan kakak ini nakal.Sakit tahu...."
"Kenapa,nak?Diapain sama kakak?"tanya Santi.
"Disentil,Ma...Sakit ini...."sahut Satriya.
"Kakaaaaak...."tegur Santi,tapi disambut tawa Surya yang cengengesan,menanggapi teguran Mamanya.
"Nggak keras,Mama,"sahutnya."Habisnya dia sebut adik adik seperti balon."
"Memang,b entuk mereka seperti itu,sayang...Nanti kalau sudah USG etiga,kalian sudah bisa melihat bentuk adik adik bayi yang lebih jelas,terus lalu audah saatnya lahir,kalian akan bertemu dengan adik adik,ya....Sudah....jangan bertengkar,kakak kakak harus kasih contoh yang baik buat adik adik....Meskipun nanti.adik adiknya cewek,tetep harus dikasih contoh yang baik,diajak main,dijaga,jangan sampaierwka nangis,ya?"
Kedua anak itu mengangguk riang.Brian juga ikut tersenyum melihat anak anaknya mengangguk melalui spion di atas kepalanya.
Hasil USG memang menunjukkan kondisi keadaan ketiga bayi dalam kandungannya,yang menunjukkan kalau kondisinya sehat dan baik baik saja.B ahkan keadaan kandungan Santi juga dinyatakan sehat dan baik baik saja.Santi juga memperhatikan foto kondisi bayi bayi itu,betapa bahagianya dia,melihat bayi bayinya yang nampak sehat.B ahkan gerakannya sudah bisa dirasakannya.Bahkan anak anaknya sangat senang kalau dia meletakkan tangan mereka ke perutnya,kalau adik adiknya itu bergerak dalam perut Mamanya.Anak anak itu akan sangat heboh,kalau adik adik mereka bergerak dalam perut Mamanya.Mereka selalu berteriak teriak heboh,berjingkrak jingkrak,kalau ada gerakan di perut Mamanya.Mereka bahkan mengira kalau adik adiknya sedang berdesakan desakan,karena perut Mama sempit untuk mereka bertiga.Mama juga sangat senang kalau anak anaknya dalam kandungan bergerak gerak dalam perutnya.Itu tandanya anak anak itu sehat.Dan mereka kan sangat senang,karsna semua menanti kehadiran adik adik bayi itu segera lahir.
"Bagaimana rasanya,Ma?"tanya Brian.
"Yaaah....seperti saat hamil mereka dulu,Pa,cuma agak begah dikit,karena sekarang kan bertiga ini,tapi kayaknya mereka nggak berdesakan desakan seperti pemikiran kakak,nih....Perut Mama cukup luas buat mereka,"kata Santi.
"Puji Tuhan,ya,Ma...Kita akan jadi keluarga yang sangat bahagia,dengan anak anak yang salongenyayangi dan menjaga.Ini adalah anugerah yang sangat luar biasa buat kita.Aku yang sebatangkara,kini jadi sebuah keluarga yang luar biasa,banyak anak,banyak pengasuh,ada bibi dan Pak Dodo juga,aaaah....ada banyak keluarga kita belum bapak,ibu dan keluarga Merry dan Joko,aaaah......Luar biasa sekali hidupku ini....Bagaimana aku tidak akan bersyukur,Mama?Benar kan,anak anak?"
"Benar sekali,Pa....Kita akan kadi sangat banyak...."
Santi tertawa dengan jawaban anak anak itu.Mereka sangat bahagia karena hasil USG yang menunjukkan bahwa anak anak dalam kandungan baik baik saja.
__ADS_1