AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Kamulah satu satunya...


__ADS_3

Santi meninggalkan restonya dan kembali ke rumah,karena dia meninggalkan triplets nya sudah lebih dari satu jam.Perasaanya campur aduk,setelah mengetahui kenyataan kalau ternyata Indra melepaskannya untuk meraih kebahagiaan karena dia yang merasa tidak berdaya.Rasa sakit ditinggalkan entah mengapa menguap tiba tiba,berganti dengan rasa haru dan sedih mengingat semua yang telah dilakukan oleh Indra untuknya.Sekali lagi,dunia ini hanyalah panggung sandiwara,sudah ada yang menentukan setiap peranan yang akan dijalani oleh setiap insan,yang hanya dapat satu peranan dan harus memerankannya dengan sempurna,sampai saatnya tiba Sang Sutradara menyudahi perannya.Tak peduli masih bayi,anak anak,remaja,dewasa,tua,bahkan jompo sekalipun kalau Sang Sutradara berkehendak,setiap insan tak bisa menolaknya.Hanya harus patuh dengan semua peran yang dimainkannya.D an hidup seperti mempermainkan hati seorang anak manusia yang kini tengah dilanda kegalauan.Ya... Santi galau karena selama ini yang dia tahu adalah Indra yang pergi meninggalkan luka untuknya,tetapi ternyata justru Indra pergi dan menelan luka.H Al yang tidak oernah dia bayangkan selama ini.Selama ini dia hanya menyesali.tindakan Indra yang pergi tanpa pesan.Sekarang,setelah kenyataan sebenarnya dia ketahui,dia tertampar dengan itu dan mulai merasakan bersalah karena dia memang telah salah menilai.


Dia masuk ke dalam rumahnya dan segera ke kamar untuk membersihkan diri,dan berganti pakaian sebelum dia memeluk kelima anaknya yang sangat menggemaskan itu.Tak mungkin dia langsung dari luar memeluk kelima buah hatinya,takutnya dia membawa virus ataupun kotoran yang menempel di dirinya setelah beraktifitas diluar.Selwsai mbersihkan diri,dia segera ke kamar triplets dan benar dugaannya kalau kelima anaknya ada di kamar itu dwngan pengawasan ketiga babysitternya dan juga bi Minah yang ada di tengah tengah mereka.


"Loh,mbak Santi?Sudah pulang?Kok nggak denger kapan datang?"tanya bi Minah tersenyum melihat majikannya itu masuk sudah segar,swpwrtinya baru selesai mandi.


"Bibi kan di sini,aku ngucap alam juga nggak ada yang jawab,ya sudah,mandi dan ganti baju,trus segera ke sini.Bagaimana kabar anak Mama?Kakak kakak baik baik saja sepulang sekolah tadi?Maaf ya,Mama nggak bisa jemput,karena ke resto,Mbak Diah ingin bertemu Mama,katanya ada yang mau boking resto besok Sabtu,buat acara perusahaan."


"Waaah...semoga lancar terus ya,bu,berkatnya melimpah terus,biar kita juga tetep dpt kerjaan,"kata Sus Mira,babysitter Kiran dan Karis.


"Amiiin....Makasih ya,sus...berkat doa kita semua nih,restonya makin maju.Kata Mbak Diah,dia juga butuh tenaga lagi,buat bantu bantu belanja,barangkali ada yang mau cari kerja,sus,atauungkin tetangga kita di desa mau kali,bi?"


"Waaah....mengapa bukan mamanya Kiara saja,mbak?Pan kapan hari Kiara telpon kalau mamanya sekarang sudah di PHK,butuh kerjaan?"kata Bi Minah.


Santi menepuk jidatnya sambil tertawa.Dia baru ingat kalau kemarin itu Kiarawnanyakan pekerjaan untuk ibunya yang kena PHK,karena tempat kerjanya bangkrut,jadi buruh pekerjaan,dan berharap kalau Santi bisa membantu.


"Oke,bi...nanti aku telpon. Kia saja.Daripada nyari orang baru,mbak Anik kan lebih kita kenal,itung itung kita bantu Kiara."


Santi lalu mendekati kelima anaknya dan mencium mereka satu persatu.


"Ma...Kaka Kia mau kerja sama Mama?"tanya Satriya.


"Bukan kak Kia,sayang,tapi mamanya kak Kia."kata Santi sambil mengelus kepala putra sulungnya itu."Tapi Mama harus membicarakannya dengan Papa dulu."


"Kenapa harus bilang Papa dulu?Kan kota sudah kenal dengan Kak Kia dan mamanya?"


"Sayaaang....,"kata Santi lalu mengangkat putranya ke pangkuan."Kalau kita sudah jadi Papa sama Mama,semua keputusan itu harus kita bicarakan berdua,tidak bisa Mama putuskan sendiri,itu namanya tidak menghormati Papa,dan Mama nggak mau itu,sayang"

__ADS_1


"Mama sayang papa?"


"Sayang....Mama juga sayang sama kakak kakak dan triplets."


"Kalau sayang itu harus saling menghormati ya,ma?"


"Yaaa....begitu sayang.. Kita harus selalu saling menghormati,saling menyayangi,kompak dan selalu bahagia,oke?"


"Oke Mama..."


Santi tersenyum hangat.Dia selalu mengajari hal hal baik untuk anak anaknya dn dia selalu menanamkan perlunya saling menghormati dan saling mengasihi antar sesama saudara ,pengasuh,art dan teman teman,swhingga tidak heran kalau anak anaknya tumbuh dengan penuh kasih.


Sorenya,ketika sedang duduk dengan Brian di kamarnya,Santi mencoba untuk beritahu keadaan sebenarnya dwngan hati hati ,takut menyinggung perasaan Brian.


"Yang... ,"katanya pelan.


"Hmmmm?"hanya gumaman yang diberikan Brian sambil mengalihkan atensinya ke istri kesayangannya itu.


"Oh,ya?Apa?Adakah yang terlewatkan"


"Ternyata....ternyata Mas Indra meninggalkan aku karena dia tidak mau aku menderita,"kata Santi lirih,membuat Brian mengerutkan keningnya.


"Maksudmu gimana,yang",taya Brian lalu menatap istrinya dengan intens.


"Ternyata...ternyata...dia sakit kanker usus stadium akhir,dan...dan..dia tidak ingin menikahiku,karena...karena...dia tidak ingin meninggalkan aku jadi janda..."


Santi sudah tak tahan menahan tangisnya,lalu menghamburkan diri ke pelukan suaminya dan menangis di dada bidang suaminya.Brian nampak ikut termangu.Dwngan penuh kasih dia membelai belai punggung istrinya,dan menenangkan istrinya.Dia ikut meneteskan air mata.Bagaimanapun dulu dia mendapatkan istrinya karena memang Indra yang melepaskannya.Kalau saja Indra tetap menikahinya,dia pasti tidak mendapat kesempatan ini.D ia ikut menangis sambil terus menangis sambil terus menenangkan istrinya tersebut.

__ADS_1


"Lalu apa yangbuatmu menangis,yang?Apa...apakah kamu kecewa karena menikah denganku?"tanya Brian sendu.


Santi langsung menarik diri dri.tubuh suaminya.Ditangkupnya wajah suaminya sambil terus meneteskan air mata.Dia menggeleng gelengkan kepalanya,membuat Brian menghapus airmatanya itu.


"Aku hanya menyesal karena sudah menilainya salah.Aku hanya sedih karena selama ini aku sangat sakit hati,padhal dia melakukannya untuk kebahagiaanku.Hanya itu,yang..."


"Kamu tidak salah,karena dia juga tidak pamit padamu.Kamu hanyawnilai dari yang kamu alami.A pakah kamueyesalenikah denganku?"


"Bagaimana mungkin aku menyesal ?Kehadiranmu membuatku menjadi wanita yang paling bahagia.T tidak ada kebahagiaan yang aku syukuri swlam ini Selin dipertemukan denganmu pada saat yang tepat.Mungkin memang aku egois kerena tidak mencari Mas Indra lebih giat lagi,tapi aku sudah sangat lelah saat itu,dn kamu dwngan semua cintamu,membuatku menjadi wanita yang sangat berbahagia."


"Terimakasih,sayangku....Terimakasih karena telahenwrima aku dengan tulus walaupun aku bukan cinta pertamaku,tetapi aku akan berusaha menjadi cinta sejatimu.Kita akanemua bersama,sayang."


"Terimakasih,"kata Santi lalu kembali memeluk suaminya.


"Aku percaya kamu juga mauenua bersamaku.Aku nggak mau bersaing dengan orang yang sudah meninggal,yang,itu akn melelahkan dan menyakitkan."


"Kamu tidak akan bersaing dengan siapapun,sayang...Percayalah,aku milikmu seutuhnya.Aku sudah menjatuhkan pilihanku padamu,itu artinya aku telah memilihmu untuk mendampingi aku sampai tua.Jangan ragu,percayalah,aku milikmu seutuhnya."


Brian menangis terharu karwnnya.Dia memeluk istrinya dwngan erat dan menciumi puncak keplnua dengan penuh kasih.Mereka hanyut dalam rasa yang menguasi mereka dan mereka tetap saling memeluk,saling menguatkan dan saling memahami.Cinta yang tulus telh meleburkan rasa mereka dan membuat mereka saling melengkapi.


"Kamulah satu satunya yang selalu ada dalam hatiku,sayang..."kata Brian dengan menjauhkan tubuh istrinya lalu menghapus airmata dari pipinya.


"Kamu juga satu satunya bagiku,sayang....tapi...."


"Tapi apa?Apa kamu ragu?"


"Bukan...kamulah satu satunya bagiku,tapi sekarang ada lima copy anmu ang juga butuh kasihku."

__ADS_1


"Kamu mang yang terbaik,sayang...."


Mereka kembali berpelukan dengan rasa yang bahagia.


__ADS_2