
Sudah sebulan sejak mereka berkenalan dan sudah beberapa kali juga Indra datang ke rumah Santi Lim sebaliknya Santi ke rumah Indra.Mereka benar benar memanfaatkan waktu untuk sLing mengenal lebih dekat.
Seperti juga hari ini,Indra datang ke rumah Santi,tetapi kebetulan di rumah Santi seperti ada tamu.Seperti biasa Indra memarkir sepeda motornya di garasi Santi lalu menuju pintu dan mengucap salam.Santi langsung berditlri dan keluar menyambut Indra,lalu menggandengnya masuk,membuat Indra heran.Tak seperti biasanya Santi melakukan ini,tetapi Indra tK banyak tanya,mengikuti langkah Santi.
Sampai di ruang tamu,wrlihat seorang wanita tua,denganbtatapan tidak suka,seorang laki laki dewasa,yang jugaenatap Indra tidak suka,apalagi melihat tangan Santi tak lepas dari tangan Indra.
Dengan agak gugup Santi me.bawa Indra duduk dan di duduk di sebelah Indra,menu udukkan keplnua.
"Siapa dia,San?"tanya wanita tua itu tak suka.
"Mmm,ini....ini....ini calon suami Santi,nek,seperti yang Santi katakan tadi,"**** DNti melirik Indra,seoah minta dukungan.elaki di depan Santi nampak suka,menatap tajam ke arah Indra,seolah jendakemgulogi tubuh Indra,membuY Indra jadi salah tingkah juga.
"Kerja apa dia,San?"tanya lelaki itu.
"Mmmm....dia...dia....,"kata Santi ragu ragu.
"Saya buka toko bahan bangunan,Pak,"sahut Indra,melihat Santi ragu."Lumayanlah hasilnya."
"Ibu dengar?"kata lelaki itu mengejek."Santi,apa kamu sudah pikir masak masak,mau menjadikan dia yang hanya punya toko bahan bangunan menjadi suamimu,yang akan bertanggungjawab. pada keluargamu kelak?"
"Apa salahnya dengan itu,Oom?"lirih suara Santi."Aku mencintainya."
Meskipun pelan,tetapi suara itu sanggupembuat dua lelaki yang ada di ruangan itu kaget.Indra yang tidak menyangka Santi akan mengTakan hal itu dan lelaki yang disebut Oom itu,yang fidakenyangka penolakan Santi hanya karena alasan cinta.
"Apakah kamu mau menghidupi keluargamu dengan cinta?"bentak neneknya.
"Nenek,maafkan Santi,nek,"kata Santi pelan."Santi tidak bisa menerima perjodohan ini,bukan hanya karena Santi mencintai Mas Indra saja,tetapi karena Santi tidak bisa,nek,kalau Santi harus menikah dengan Oom Priya.Tolong mengertilah,nek."
"Mengapa,San?"tanya lelaki yang disebut Oom Priya itu agak marah.
"Maaf,Oom,dari kecil aku selalu menghormati Oom sebagai pamanku,adik ibuku,kalau sekarang aku harus tiba tiba menjadi istri Oom,aku tidak bisa,Oom,selamanya aku hanya menganggap Oom sebagai pamanku,tidak bisa lebih,Oom."
"Omong kosong,"kata lelaki itu ketus."Aku bukan adik ibumu.Kita saudara jauh,dan kamu bisa andalkan aki untuk masa depan mu yang lebih baik.Aku bisa memenuhi semua kebutuhanmu,apa yang kamu inginkan bisa aku penuhi."
__ADS_1
"Mohon maaf,Oom,meskipun kita saudara jauh,tetap saja Santi menganggap Oom itu Paman Santi.Sampai kapanpun Santi tidak bisa menjadi istri Oom Priya,tolong mengertilah posisiku,Oom.Oom bisa cari wanita yang lebih baik dri aku."
"Hah,"kata nenek lalu berdiri."Sia sia saja kita kesini,Priya.Dari dulu dia tidak pernah menganggapnya.Ayo pulang,obu akan Carikan wanita yang jauh segala halangan dari dia."
Lalu tanpa basa basi,tanpa pamit mereka pulang,bahkan Priya menendang kersi di depannya,hinvga terbalik karena kemarahannya.Santi hanya mengelus dada,semwntara Indra berdiri lalu membetulkan posisi kursi yang ditendang Priya.Terdengar suara mobil yang dijalankan dengan kencang keluar dari halaman rumah Santi.
"Maaf,ya,Mas,aku lancang
menjadikan Mas I ndra sebagai alasanku menolak pamanku.Aku benar benar tidak punya cara lain untuk menolaknya,Mas,mereka selalu memaksa aku.Tadi Paman bilang,ini sudah tepat bulan dari waktu yang diberikan oleh mereka,untuk aku mencari suami,dan mereka ingin aar aku menerima saja perjodohan ini,tapi aku nggak bisa,Mas.Mas I Dea bisa ngerti apa yang aku rasakan?Dia itu Paman aku,adim ibuku,meskioun adik sepupu jauh,twtap saja dia pamanku,kan?"
Indra menghembuskan nafas kasar.Ditatapnya Santi dengan lekat,gadia itu nampak sangat sedih,mungkin sedih karena telah membuat nenek dan pamannya marah.
"Dik Santi nggak usah mi ta maaf,dik Santi nggak salah,kok,"kata Indra.
"Aku tahu pasti Mas Indra tersinggung juga kan dengan penghinaan Oom Priya yang meremehkan pekerjaan Mas Indra?Dia pengusaha mebel Mas,yang selalu membanggakan kekayaannya,yang selalu meremehkan orang lain. yang lebih rendah dari diia.Maafkan aku karena Mas Indra jadi ada dalam situasi seperti ini."
"Santai aja,dik,nggak usah terlalu dipikirkan,aku nggak apa apa,kok,serius,aku nggak marah,memang kenyataannya dia lebih kaya dari aku,kan?"
"Dik,"kata Indra mecah keheningan diantara mereka.
"Maaf,mas,maaf,"kata Santi.
"Dik Santi nggak salah,mengapa harus minta maaf?Boleh aku minta kopi?"
Santi terperanjat mendengar permintaan Indra.Fia baru sadar kalau dari Adi Indra belum dibuatkan minum.Dia mengangguk lalu segera berlalu ke dalam dan keluar dengan secangkir kopi,meletakkannya di depan Indra dan Indra langsung menganhkat cangkir itu,menyesapnya dengan pelan,menikmatinya.
"Aku tadi kaget,loh,dik,"kata Indra.
"Mengapa,mas?"
"Saat kamu bilang kami mencintaiku,"kata Indra pelan,nun mampu mbuat Santi tersipu malu.Wajahnya merona merah,manis sekali."Aku harap aku tidak salah dengar tadi."
"Maaf,mas,aku tidak tahu lagi harus ngomong apa ke nenek,yang terus menerus mendesak,bahkan nenek bilang,ngvak usah setahun,ini waktunya habis buatku dan mau tidak mau harus menikah dengan Oom Priya.Aku pusing sekali,unrung Mas Indra datang,kalau tidak aku tak tahu harus ngomong apa sama nenek yang otoriter itu."
__ADS_1
"Tapi kalau benar dik Santi mencinyai akupun,aku sangat senang.Beneran dik,selama be erapa Minggu ini aku mulai berpikir kalau aku memang mulai menyukai dik Santi,dan kurasa tidak berlebihan kalau kita menjalin hubungan yang lebih,dik.Aku akan berusaha menjadi laki laki yang bertanvgunvjawab,dik,aku kan coba untuk menghentikan perjodohannya.Maukah dik Santi merima aku?"
Mata Santi terbelalak,seaka tidak percaya dengan apa yang didengarnya.Ditatapnya Indra dengan tatapan penuh tanya dan Indra mengangguk mantap.
"Apakah ....apakah...keluarga Mas Indra mau menerima aku?K...kalau keluargaku sih,meskipun belum tentu menerima Mas Indra,tokh tidak bisa menolak Mas Indra,karena itu pilihanku,"kata Santi pelan,mengharap.
"Untuk masa depan kota,apakah keluarga kita terlalu berpengaruh dalam menjalin hubungan ini,dik?Aku kan yakinkan keluargaku bahwa dik Santi adalah pilihanku,dan pilihanku adalah yang terbaik untukku."
Santi tersipu mendengar perkataan Indra.Dia sangat bahagia mendengarnya,apalagi,memang selama beberapa Minggu ini dia mencoba untuk menerima Indra untuk menjadi kekasih hatinya,mengisi hari harinya,dan terlebih lagi untuk menolak perjodohan itu.Dia benar benar tidak mau dijodohkan dengan pamannya.Kalau bukan pamannya mungkin dia akan berpikir dua kali,tapi ini orang yang sudah dianggapnya sebagai orangtuanya dan mau menikahinya.D ia tidak bisa,benar benar tidak bisa.
"Bagaimana kalau Minggu depan,saya anak Mas Indra pulang ke kampung halaman?"tanya Santi.
"Boleh,dik,jangamkani vvu depan,besok pagipu. takasalah,asalkan dik Santi mau."
"Akh....,"keluh Santi tersipu. "Mas Indra membuat aku malu,"
Indra tertawa lalu melempar Santi dengan tissue yang telah dipilihnya,membuat gadis itu makin malu.Direguknya sisa kopi dalam cangkirnya.
"Sudah malam,dik,aku pulang dulu,ya?"
Terimakasih,mas,sudah mau datang ke rumahku,"kata Santi,lalu berdiri,hendak mengantar Indra sampai di beranda.
Indra berhenti di beranda,melihat Santi yang berdiri di sampingnya,memberanikan diri meraih tangannya,membuat wanita itu makin tersipu.
"Jangan terlalu banyak berpikir,dik.Kita jalani saja,seandainyapun orang tuaku tidak setuju,aku akan tetap mpertahankanmu,ini angara kau dan aku.Yangenjalani hubungan ini adalah kau dan aku,bukan mereka.Dik Santi percaya padaku?"
"Akan aku coba,mas,untuk meyakinkan hatiku bahwa inilah yang terbaik untuk kita,untuk kau dan aku."
"Baiklah,aku pulang dulu,istirahatlah,jangan banyak pikiran,ya...,"kata Indra.
"Makasih ,Mas,hati hati di jalan,ya,"katanya.
Indra lalu menuju motornya,mengenakan helmnya dan meninggalkan rumah Santi.Santi masuk ke dalam rumahnya dan menutup pintu rumahnya.
__ADS_1