
Santi nampak terbelalak dan kecewa,ketika gadis itu tanpa rasa bersalah memeluk Indra yang nampak terkejut tapi lalu terbiasa.Gadia itu usianya sekitar 17tahunan,cantik,tinggi semampai,rambut panjang tergerai dan nampak seperti anak sekolahan.Yang lebih membuat Santi terpana adalah sikap Indra,yang tampak biasa biasa saja,bahkan lalu membelai velai rambut gadis itu.
"Kapan datang?Kok aku nggak lihat kamu datang?"tanya Indra.
"Baru saja,oom,eeh,ada tamu?"gadis itu baru menyadari kehadiran Santi,lalu melepaskan pelukannya,dan mengulurkan tangannya pada Santi."Kiara,tante..."
"Eh,....Sa...Santi,"sambut Santi tergagap.
"Maaf...,"katanya manja."Aku nggak lihat ada tamu,maaf,ya Tan?"
Santi tersenyum kecut.Dimatanya gadis itu sangat manja,denan turur kata yang merengek rengek,membuat Santi mengerutkan keningnya,dan Indra menyadari kejadian itu.
"Maaf,ya,dik...Ini adalah keponakanku,yang paling menyebalkan.Dia suka sekali seperti jelangkung,datang tak dijemput,pulang tak diantar.Dia suka sekali memeluk aku,karwna dia sudah tidak punya ayah,dik,ayahnya pergi entah ke mana,dan akulah yang dia jadikan sebagai penggantinya ayahnya.Kia,kamu masuk sana,tumben tidak bersama Cemara?"
"Cemara nggak mau,oo.,katanya mau besok aja,"kata Kiara lalu berlalu masuk tanpa permisi.
"Maaf,ya,dik?"
"Akh...nggak pa apa,mas, kenapa arus mi ta maaf?"sahut Santi."Dia cantik."
"Iya,sayang sekali dia ditinggalkan ayahnya waktu masih berusia 5tHun,dan sampai sekarang kami masih belum tahu di mana ayahnya.Kakakkulab yang mbesarkan dia sendirian.Dia sangat manja dengan semua pamannya,karena dia hanya ingin ayah.Pali g manja kalau denganku,karena tidak ada yang direpotkan katanya.Boasanya dia ke sini dengan. anak kakakku yang satunya,tali entah kenapa dia ke sini sendiri."
"Kasihan,ya,mas?"
,"Yaaaah...kasihan nggak kasihan,memang seperti itu kenyataannya.Dia juga berpesan padaku,kalau cari istri yang bisa menerima dia juga sebagai anakku,"kata Indra lalu tertawa kecil."Gadis itu memang membuat aku berpikir dua kali untuk menikah."
"Mengapa?"tanya Santi.
"Aku belum menemukan orang yang mau menerima semua keadaanku,dik,yang yaaah....hanya seperti ini keadaannya,dengan latar belakang keluarga yang bermacam macam,yang carut Marut,bahkan kakakku yang sulung,yang menambah masalah dalam keluargaku."
"Mengapa?"lagi lagi hanya kata tanya itu yang keluar dari mulut mungil Santi,membuat Indra tertawa kecut.
"Dia selingkuh dengan adik iparnya,dan gilanya,dua adik iparnya diselingkuhi sekaligus,bisa bayangkan situasinya?Dia yang serakah,tiga orang kakak beradik dia jadikan istri,mwmalukan.Itu yang membuat aku lalu pergi dari rumahku dan merantau,meskipun tidak jauh,swtidaknya aku tidak selalu dengar omongan tetangga."
Santi berdecak ngeri mendengar kisah Indra.Gadis itu tak dapat membayangkan betapa kehidupan Indra sangat tidak menyenangkan meskipun bukan di yang melakukannya tetapi kakaknya,pasti membuatnya ikut menanggung malu juga.
"Eh,maaf,ngelantur kemana mana....mau minum apa,dik?"tanya I dra.
__ADS_1
"Air putih hangat saja kalau ada,"sahut Santi.Indra beranjak ke dapur lalu menuang air putih dari dispenser dan membawanya ke depan,meletakkannya di depan Santi.
"Minum,dik,"katanya.
Santi mereguk separo isi gelasnya dan meletakkannya lagi.I ndra tersenyum menatap wanita di depannya.
"Maaf,ya,dik,tidak ada apa apa,maklum tinggal sendiri,dan tidak tahu akan kedatangan tamu."
"Akh,tak apa,mas,air putih ini cukup kok,"kata Santi."Apa Juara menginap?"
"Kalau hanya sendirian,tidak,dik.Kalau mau menginap,biasanya dia dengan kakaknya."
"Oooo...kalau gitu aku pamit pulang,ya,mas,takut kemalaman nanti,maklum,ini lumayan jauh loh dari rumahku."
"Iya,dik,mau kuantar?"
"Nggak usah kali,mas,ntar yang ada malah anrar antaran nggak selesai selesai.Aku biasa naik motor sendiri,kok,"kata Santi.
"Baiklah kalau begitu,hati hati,ya,dik,jangan ngebut.Lain kali kalau aku ke rumahmu,aku bawa motor sendiri aja,biar tidak merepotkan.Bolehka. ku ke rumah dik Santi lagi?"
"Boleh minta nomer hpnya?"
"Aaah....,"Santi tersipu."Lupa,mas,oke,mau dicatet atau langsung ke hp?"
"Kamu ping aku aja,dik,nomerku ini..."
Santi mengetik nomer Indra lalu mengklaimnya,dan nometnya otomatis masuk ke hp Indra.
"Dah,mas,aq permisi,yaaa...."
"Hati hati,dik,"kata Indra lalu menemani Santi turun dan sampai gadis itu naik motornya lalu Indra masuk lagi,metebahkan tubuhnya di sofa.
Kiara keluar dari kamar dan duduk di sofa tempat Indra berbaring.
"Pacar,Oom?"tanyanya julid.
"Kamu itu ya,Kia...lain kali lihat lihat dong kalau mau peluk Oom,main peluk aja,"omel In dra,membuat Kiara meringis,menampakkn deretan giginya yang putih.
__ADS_1
"Sorry,Oom..."katanya."Biasanya juga Oom sendirian,sapa suruh ngajak gebetan nggak bilang bilang.Orang mana,Oom,kerjanya apa,gadis atau janda?"
Indra menjewer telinga keponakannya dengan gemas karena pertanyaan yang bertubi tubi dilontarkan keponakannya itu,membut gdis itu menjerit jerit manja.
"Kalau ngomong itu dipikir,Kia..."kata Indra sebal.
"Salah?Siapa tahu aja Oom kesengsem janda,"kata Kiara.
"Dia masih gadis,kerjaanya manager keuangan,saudranya dua,orangtuanya dua,dia tinggal di rumahnya sendiri yang lumayan besar,hanya ditemani dua orang pembantu dan tukang kebun,a lalagi yang mau kau tahu?"
"Gila....,"decak Kiara kagum."Di mana Oom bisa kenal dia?Secara oo. aku tuh cuma penjual bahan bangunan,bisa dapat gebetan manager keuangan.Ini amazing Oom...Tancap gas aja langsung Oom."
"Maksudmu apa,ya,Kia?"tanya Indra.
"Elah,oom...oom...maksud Kia,nggak usah pake lama,lamar aja kalee...,"kaya Kia .
"Lamar pala Lo!"benak Indra."Kenal juga baru,m ain lamar aja."
"Yaaah,Oom Indra....keburu diambil orang uh,wanita mapan maam dia...."
"Kamu....,"kata Indra tertawa."Kamu pikir dia barang bisa diambil seenaknya?"
"Gini,ya,Oom aku yang super duper super,"kata Kiara lagi."Hari gini,seorang wanita mpan,dengan kerjaan yang bagus,sulit dicari,nah,ini Oom I dra dapat kesempatan e.as,kenapa nggak cepetan?Mikir apa lagi?"
Indra menggeleng gelengkan kepalanya Karen keponakannya menyebutnya super duper kuper.Baru kali ini ada yang menyebutnya kuper,itupun dengan embel embel super duper.
"Mulutmu itu perlu ditatR juga,Kia...Aku ini Oom kamu,ayah kamu,berani sekali kamu katain kuper?Nggak takut kualat kamu?"
"Iiiiih....Oom Indra makannta nasi,sama kek aku,nggak bakalan mempan itu sumpahnya,kecuali oo. Indra makannta bunga sama Kementan,"kata Kia dengan bibirnya dinanti kan mbuat Indra jadi jengkel juga.
"Kamu tuh,ya...Emang oom kamu ini setan,makan kembang?"
Kiara tertawa berderai lalu lari masuk kamar,takut dijewer lagi oleh oomnya.Sejurus kemudian dia nelongokkan kepalanya dari pintu,menggoda oomnya.
"Eh,oom,jangan kelamaan,lamar,ya,ya,ya,"katanya sambil menarik naikkan kedua alisnya lalu segera menutup pintu kamarnya sambil tertawa.
Indra hanya mendengus kesal kala kamar tertutup rapat.Kiara memang yang paling dekat dengannya,karena sejak ayahnya pergi,dialah yang selalu ada untuknya,sehingga gadis itu selu manja padanya.D iapun lalu merebahkan dirinya lagi di sofa dan memejamkan mata.
__ADS_1