
Malam itu semua berjalan seperti biasa,k kemarahan Mono dan Sri sudah surut.Mereka maklum kalau keadaanlah yang membuat keluarga Indra sampai lupa memberi kahabar pada mereka.Dan selepas acara itu,Brian dan Mono ditemani Dewa berbincang di beranda sementara para wanita berbincang di dalam rumah,beralas tikar.
"Mas sudah mengenal Santi lama,ya?"tanya Mono memecah keheningan."Maksud saya sebelum menilkah."
"Saya pengagum beratnyaMas.Dia wanita yang luar biasa.Dedikasi dan pengabdiannya pada bidang pekerjaannya pantas diacungi jempol,bukqn hanya dua jempol tangan,Mas.Dia sangat cerdas,dia sangat berkompeten,dan dia tidak pelit ilmu,itulah yangembuat saya sangat mengaguminya.Dan kekaguman itu lama lama berubah menjadi cinta,Mas,tapi saya harus puas denganencintai dia dalam diam,karena ternyata saya.kalah duluan dengan almarhum Mas Indra."
"Wah....berarti pas Santi patah hati dan butuh sosok suami sebagai pengalih Mas Brian kayak dapat durian runtuh dong,"canda Mono diikuti tawa Brian dan Dewa.
"Begitilah,Mas....Sudah sepantasnya saya mengucapkan terimakasih karena Mas Indra dulu meninggalkan Santi,sehingga dia tanpa pikir panjang langsung menerima saya,bahkan langsung meminta saya untuk menikahinya.Itu adalah anugrah luar biasa yang saya dapat seumur hidup saya,mesakipun saat itu saya sangat tahu kalau dia tidak mencintai saya,tapi peduli amat,penting dia jadi milik saya dulu,urusan cinta belakangan."
"Waaah....luar biasa sekali ya....beruntung banget itu Santi dapet suami yang sangat mencintai dia."
"Obat luka,Mas,"sahut Brian."Saya tahu saat itu dia sedang terluka dan tidak baik baik saja,makanya saya bertekad untuk menjadi pengobat lukanya.Dan Tuhan tidak tidur,Mas.Sekarang kami saling mencintai,saling mendukung dan saling berbagi.Jerih lelah saya menaklukkan hatinya sudah membuahkan hasil."
"Waaah....luar biasa sekali...."teriak Mono."Nggak nyangka kalau gitu kejadiannya.Santi emang beruntung banget."
"Saya uang beruntung,Mas...."kata Brian dwngan senyum lebar."Saya sangat beruntung mendapatkan dia.Setelah sebelumnya saya harus patah hati,tetapi tak lama kemudian saya dapat kesempatan untuk memilikinya,apa namanya kalau bukan beruntung?Ya saya mau aja ketika dia minta untuk menikah langsung.He....he....he...."
"Ini ceritanya kan Mas Brian yang dapat keuntungan di atas retaknya hubungan adik saya dwngan Santi.Saya juga nggak tahu alasan apa yangembuat adik saya tiba tiba mutuskan untuk meninggalkan Santi.Kami sekeluarga juga sangat kecewa dengan keputusan itu.Ayah saya bahkan sampai maraharah setiap hari karena berpikir kalau Indra itu bodoh,tolol dwnganemutuskan hubungan dengan Santi.Kalau ibu hanya diam,tak banyak komentar dan lebih menyerahkan urusan anak anaknya pada mereka masing masing.K Ami sendiri saudara saudaranya sangat menyayangkan keputusannya itu.Lwbih lebih Kiara,dia sangat terpukul.Mas Brian tentu kenal Kiara,kqn?"
"Kia adalah keponakan kesayanganku,"kata Brian tersenyum."Gadis itu sangat manis dan menegaskan.Dia sering main ke rumah,saat kami baru menikah dulu,twrlwbih saat tahu kalau istriku hamil,hampir tiap hari dia datang dwngan membawa makanan makanan yang mungkin diinginkan istri saya.Hanya akhir akhir ini dia jarang datang lagi,mungkin karena dia sibuk dengan kuliahnya."
"Ya,saya tahu,mungkin anak itu sangat sibuk.Saya dengar juga dia sering dibantu istrimu untuk biaya biaya kuliahnya,apa kami juga tahu itu,Mas?"
"Itu kesepakatan kami,Mas.I strisaya selalu membicarakan semua adalah dalam keluarga kami.Da kami sepakat untukbantu sedikit biaya yag diperlukan Kia,anak itu sangat cerdas dan penuh semangat,karea itu kami sepakat mendukung kemajuan ya."
"Anak itu sangat beruntung.Dia dulu sangat menyayangi Santi dan Indra,tetapi sempat takut bertemu Santi karena Indra yang memutuskan Santi,tapi yang saya dengar mereka baikan lagi dan sampai sekarang anak itu sangat bergantung pada Santi.Mas Brian yang sabar,ya dengan keponakan saya itu."
"Akh....Mas Dewa santai aja,dia juga keponakan aku.Senang rasanya ada yang menganggap aku ini Oomnya,padahal aku hanya sebatangkara."
__ADS_1
Mereka asyik berbincang sampai ketika Santi dan Sri keluar diiring Kiara dan Ruri.
*Pulang,yuk,Mas
sudah malam,kasihan anak anak,dari pagi tadi mereka belum ketemu sama aku."kata Santi lalu berapa ng."Mbak Ruri,Kia,aku pulang dulu,ya....Kalau ada apa apa jangan lupa ngabari,ya...."
Akhirnya merekapun pulang,begitu juga Sri dan Mono juga ikut pulang.Deqa mengajak Ruri dan Kiara masuk sepeninggal merwka dan merekapun menutup pintu,karwn amemang hari sudah malam.
Setelah hari itu,semua kembali seperti sediakala kala.Kehisuoan keluarga Santi juga makin bahagia dengan perkembangan dua batita mungil dan menggemaskan itu.
Hari ini mereka ke mall untuk bermain dia arena permainan anak anak.Waktu masih belum terlalu malam,masih jam lima sore.Tadi sepulang kerja Santi minta suaminya menjemputnya lalu mereka menjput dua buah hati kesayangan mereka dan menuju mall untuk bermain.
"Mama ....Mama....Mama....masih bula..."pekik anak anak itu heboh dengan suara khas batita merwka.Dua bocah kembar itu sampai menarik narik tangan Mama mereka berlarian menuju arena mandi bola.Santi dengan senyum bahagianya berlari lari kecil mengikuti kedua anaknya.Brian hanya tertawa tawa melihat istri dn anak anaknya berlarianenunu arena mandi bola.Dia mengikuti mereka dan melihat istrinya sedang memberi pesan pada anak anaknya.
"Kakak jaga adik ya,jangan Samapi adik kenapa Napa di dalam sana....Adik,harua nurut sama kakak,ya,jangan bantah kakak,biar adik nggak kenapa Napa.Mama sama papa jagain kalian di luar.Kalau ada apa apa kakak bisa teriak panggil Mama atau papa,ya?Sekarang silakan bermain my prince.....having funy boy...."
"Yang,bukanyairu Kia,ya?Kok nggak yamperinkita ke sini?"
"Mana sih,yang?"sahutRian laluengikuti arah telunjuk istrinya,dan memang melihat Kiara berdiri agak jauh dan melihat ke arah mereka."Iya,iru Kia,kok bengong gitu."
"Kiaaaa...."teria Santi sambil melambaikan,membuat gadis itu terperanjat dn tersipu.Beberapa orang yang ada dinsana juga melihat ke arah Dari yang tiba tiba berteriak tadi.K ia mendekat ke arah mereka dwngan wajah tersipu lalu meluk Santi dan menyalami Brian dwngan sopan,sambil mencium punggung tangan Brian."Kok bengong di sana,bukqnnya nyamperin Tante sama Oom.Adik adikmu di dalam sana ,tuh."
"Kia malu,Tan,"kata Kia lirih.
"Malu?"tanya Santi heran."Kia pakai baju kan?"
"Akh....Tante mah bercandanya nggak lucu.Ya kali Kia ke mall nggak pakai baju?"
"Lah terus kenapa malu kalau kamu pakai baju?Yang malu itu kalau kamu ke mall tapi nggak pakai baju."
__ADS_1
"Kia malu sama Oom dan Tante."
"Lah,tambah heran Tante,kenapa kamu harus malu?"
"Kaaaan....K...Kia....bukan apa apanya Tante sama Oom?"
"Heiiii....siapa bilang Kia?"tanya Brian."Kamu tetap keponakannya Oom dan Tante...."
"Tapi....tapi kaaan....Oom Indraaaa...."
"Emang apa hubungannya kamu jadi keponakan kami dengan Indra?"sergah Brian cepat."Dari pertma aku jadi Oom kamu,kamu jkan tahu kalau aku tulus sama kamu.Bukan karena siapa siapa,tapi mang kami yang sayang sama kamu."
"Kia sayang....apapun yang terjadi sama kami dengan Mas Indra,kamu tetep keponakan kami yang tersayang,nggak akan berubah,jadi jangan pernah lagi berpikiran kalau kamu orang lain.Pantas saja sekarang kamu jarang ke rumah dan main Sama adik adikmu,twrnyata kamu punya pikiran seperti itu,ya?Kamu itu keponakan kami,dan akan tetap seperti itu."
"Makasih,Tan....makasih,oom....kalian emang yang terbaik...."
"Dih....dia bilang terbaik,tapi mau melupakan kita,yang,"kata Brianelwdwk mbuat gadis itu merengek manja seperti biasa.
"Dengerin Kia sayang.Apaun yang terjadi antar aku dan Oom kamu,kamu tetap keponakannya aku.Kita tetep kelurg sayang....Sudah sana temani adik adikmu main,biasanya kamu yang paling antusias kalau mandi bola,kan?"
"Makasih,Tqnte,makasih,oom,Kia sayang kalian...."
Gadis iru lalu melepas ransel kecil dari punggungnya dan memberikannya pada Santi lalu ikut Mauk ke wahana mandi bola dan mengejar Satriya dan Surya yang sudajlh lebih dulu ada di dalamnya.Mereka bermain penuh tawa,membuat Santi dan Brian yang melihat dari luar ikut bahagia melihatnya.
"Dia gadis yang baik,yang,"kata Brian.
"Iya...diaemang gadis yang baik...."
Mereka mengamati interaksi antara Kiara dan kedua putra kembar mereka dengan senyum merekah tak luntur dari bibir mereka.
__ADS_1