
Santi diantarkan Brian ke rumahnya.Saat itu sudah jam delapan malam.Santi masuk setelah mengucap terimakasih pada Brian,disambut bi Minah di beranda.
"Tumben malam mbak,lembur,ya?"tanya bi Minah..
"Nggak kok bik,pergi tadi dengan temen,"kata Santi.
"Mas Indra?"
"Bukan,bi,Mas Indra sudah tidak bisa dihubungi,bi,"kata Santi."Masuk dulu,ya,bi?Mau mandi,gerah nih,dari tadi pagi juga."
"Perlu air panas,mbak?"
"Nggak,bik,air dingin aja,biar segeran,"kata Santi.
"Baik,mbak,"kata biMinah."Mbak Santiau makan?"
"Nggak,bik,habis mandiau langsung tidur aja,capek,"kata Santi.
"Ya sudah kalau gitu bibik tidur juga ya,mbaj,selamat malam,"kata bi Minah.
"Selamat malam,bi,"kata Santi.
Santi masuk ke kamarnya lalu mandi.Selesai mandi dia merebahkan diri di ranjangnya.B Aru mau memejamkan mata,hpnya berbunyi,vc dari Brian.Dengan tersenyum diapun menggeser icon video itu ke atas,terlihat Brian yang rebahan di ranjangnya sementara dia duduk di tepi ranjangnya.
"SudH mu tidur,dik?"tanya Brian,membuat dia tersipu.Ternyata Brian menepati ucapannya dengan memanggilnya dik.
"Iya,mas,sudah capek aja,nih,mau rebahan mas Brian sendiri juga rebahan,kan?"
"Habis nggak tahu mau ngapain,dik,yaah,tiduran aja.Oh,ya,dik,himana kalau Minggu depan aja aku melamar kamu,kan kata kamu waktumu tinggal empat bulan lagi?"
"Minggu depan?"tanya Santi kaget.
"Iya,kan makin cepat makin baik,"kata Brian."Nggak ngrepoti,mas?"
".nggaklah,cuma nanti yang ngelamar pak RT ya,dik,kan aku yatim piatu."
"Nggak apa apa,mas,kalau mas Brian gak repot."
"Nggaklah,apa sih yang nggak buat kamu,"kata Brian keceplosan."Apa mas?"tanya Santi kaget.
"Eh,ah,nggak....Nggak..dik,maksudku,apapun akan kulakukan untuk membantumu melepaskan diri dari pamanmu."kata Brian."Ya sudah,dik,tidur,besok aku jemput ya,jam enam."
"Oke,mas,sarapan di sini aja,ktanya Mas tinggal sendiri."
"Iya,sih,dan biasanya ku sarapan di kantin kantor,tapi kalau besok dapat undangan sarapan gratis dN masakan rumahan sih,oke banget kayaknya.Ya udh dik,met tidur....mimpiin aku,ya...."
"Ciih....maunya....bye Mas..."tawa Santi menanggapi rayuan Brian.
Santi tersenyum lalu meletakkan ponselnya dimeja.Brian beda dengan Indra,kalau Indra cenderung rendah diri,diam,tak banyak bicara,kalau Brian sangat hangat,ceria dan suka sekali bercanda.D ia bahkan tak pernah membayangkan Brian akan jadi penyelamatnya.Akh....Santi mendesah resah...Seharusnya Indra yang jadi penyelamatnya,tetapi entah kemana lelaki pujaannya itu kini,jarena seperti hilang ditelan bumi.
Brian segera mempersiapkan dirinya,unyuk acara lamaran besok Minggu.Dia seherawnuju rumah pak RT yang Ak jauh dari rumahnya.Setelah mengetuk pintu,Brian dipersilakan masuk oeleh anak pak RT dan disuruh untuk menunggu sebentar.Sepulih menit menunggu akhirnya Pak RT datang juga lalu mereka berjabat tangan.Sejurus kemudian Bu RTkeluar dengan dua gelas teh dan sepiring pisang goreng.
"Tumben,nih,mas Brian,"kata Bu RT."Minum,mas,mumping masih anget."
"Terimakasih,bu,"kata Brian."Ada perlu dengan bapak,bu."
__ADS_1
"Perlu apa,mas?'tanyanya pak RT ramah.
Brian menata hatinya untuk mengutaakan maksudnya.Pak RT mempersilahkannya minum lebih dulu,dan setelah menyesap teh hangat itu,Brian menghela nafas panjang.
"Mmmm....begini,nih,pak,"kata Brian."Saya mau minta tolong sama pak RT kira kira bisa nggak,ya?"
"Minta tolong apa,ya,mas?Kalau saya bisa pasti mau,lah,mas,kayaknsama siapa saja,mas Brian ini."
"Minta tolong supaya pak RT melamar seorang gadis buat saya,"kata Brian pelan,tapi pak RT dan Bu RT malah kaget."Rencananya,saya akan melamar kekasih saya,kan,pak,cuma bapak kan tahu kalau saya sebatangkarajsebatangkara jadi tolong,ya,pak,bu.Sekaliiiiii ini saja."
"Lah,Mas Brian lucu,namaya nglamar ya sekali,mas,kalau berkali kali,namanya Maruk,mas,aneh aneh saja,sampeyan ini,"kata Bu RT disambut tawa ketiganya.
"Iya,ya,bu,"kata Brian meringis."Maksud saya,minta tolong bapak dan ibu,mewakili saya,kan nggak lucu,saya datang sendiri melamar,pak,bu.""
"Kapan rencananya,mas?"tanya Pak RT.
"Besok Minggu ini,pak,"jawab Brian."Nanti paka8 mobil saya saja,pak."
"Boleh ajak teman nggak ini?"tanya Bu RT.
"Bu,kita bukan mau piknik,loh,"kata Pak RT."Kita mau melamar gadis untuk Mas Brian,kok ngajak temen."
"Biar kelihatan keluarga besar,ya,mas?"sahut Bu RT ngeyel.
Brian tersenyum menanggapi perkataan Bu RT.Masuk akal juga usulannya.Tapi kalau dengan mobilnya,paling banyak hanya delapan orang saja muatnya.
"Boleh,sih,bu,cuma mobilnya cumauat delapan orang saja,tapi kalau nanti dik Santi mau bareng,mobilnya juga bisa muat delapan orang,bu.Monggo lah kalau mau ajak teman ,Bu,tapi jangan banyak banyak,ya,ngvak enak juga sama keluarga dik Santi."
"Oooo,namanya Santi,ya?Cantik?"
"Relatif,bu,kalau memurut saya cantik,sih,entah kalau nanti menurut bapak dan ibu."
"Oh,kalau gitu,biar dik Santi bareng kita sekalian,kan dia yang tahu jalan ke rumahnya,"kata Brian semangat."Baik,pak,saya permisi dulu,maaf menganggu waktunya."
"Ah,Mas Brian ini,lho,nggak ngganggu,maz,"jawab pak RT.
Brian pun pulang ke rumahnya lalu chat Santi,mengatakan kalau besok Minggu dia benar benar akan datang melamar,dan Santi akan dijemputnya jam delapan pagi.
Santi nampak sedikit ragu,pernikahan bukan barang yang bisa dia permainkan,tetapi dia terdesak dengan waktu yang semakin mepet,semwntara kekasihnya sendiri malah memutuskan mundur dan menghilang,membuat luka hatinya makin dalam.E ntah apa yang sebenarnya terjadi,Santi sendiri juga tidak tahu.K iara yang biasanya ada di pihaknya malah juga ikut ikutan menghindar,bahkan keluarganya juga ikut ikutan bersikap dingin,hingga dia mundur sendiri,m enelan luka hatinya sendiri.Tak ada yang tahu beyapa terlukanya hatinya dengan keputusan Indra.Hingga Brian datang membawa secercah semangat padanya.Diapun berjanji dalam hatinya,akan menerima Brian dan belajar mencintai Brian karena sekali lagi,dia menganggap kalau pernikahan itu terlalu sakral untuk dipermainkan.
Hari berganti hari,dan ini adalah hari Minggu,hari di mana seorang temannya yang baik hati merelakan diri menjadi penyelamat baginya.Dia sudah memberi kabar ke arahnya di desa,kalau hari ini keluarga kekasihnya akan melamar.Dan perwakilan saja,empat orang,sehingga dia tahu,pasti keluarganya sibuk mempersiapkan diri menyambut tamu yang akan datang dengan misi penting itu.
Jam delapan Bran benar benar sudah ada di beranda rumahnya.Santi keluar dengan
memakai setelan celana navy,blouse warna khaky,dan blazer navy,senada dengan celananya.Sungguh,Brian terpesona dengan ini.Santi terlihat sangat cantik baginya.Make punya npak natural dan dia hampir tak berkedip melihatnya.
"Berangkat sekarang,atau mau sarapan dulu,mas?"tanya Santi .
"Langsung aja,dik,sudah pada nungguin kok,"kata Brian.
Santi lalu ijin bi Minah dan Pak Dodo.K Ali ini dia tidak mengajak mereka,seperti waktu pulang dengan Indra,karena sudah ada yang menemani,beda saat dengan Indra hanya ada dia dan Indra.
Perjalanan yang sangat menyenangkan bagi Brian,tetapi sangat mendebarkan bagi Santi.Bagaimana tanggapan orangtua dan adik adiknya kalau melihatnya pulang dengan lelaki yang berbeda?Pacarnya siapa yang melamar siapa,pasti akan menimbulkan banyak tanya bagi keluarganya,tetapi dia akan menjelaskan semuanya dengan hati hati.
Mobil yang di bawa Brian berhenti di halaman rumah orangtua Santi.Mata Santi memicingkan karena Priya berdiri berkacak pinggang di beranda.Santi mendekatkan kepalanya ke Brian.
__ADS_1
"Itu pamanku,mas,kamu nggak apa apa,kan?"bisiknya.Nrian menggeleng sambil menatap laki laki yang nampak gusar itu."Dia pasti akan membuatmu,mas,siap siap telinga dan hati,jaga emosi."
Selesai membisikkan itu,Santi turun diikuti Brian,yang berjalan di sampingnya,pak RT dan istrinya dan Pak Darma dan istrinya.S anti berjalan bergandengan dengan Brian,membuat mata Priya makin melotot tak suka,tapi Santi cuek,begotu juga denan Brian.
"Ooh,sudah ganti pemeran utama pria lagi kamu,buat menghindari aku?"bentak Prita,membuat Santi terkejut.
"Apa maksud Oom Priya?"tanya Santi.
"Kemana penjual bahan bangunan itu?Sudah capek ya membantumu berpura pura?"
"Oom nggak usah ngawur deh,"kata Santi.*Ini bukan pura pura,yang dulu sudah putus,sekarang ini aku akan dilamar.Kenalkan Oom,ini Mas Brian,calon suami Santi."
"Hah,Santi,Sangi,kamu itu tidak bisa ya,menghindari aku.Memangnya aku ini kurang apa di matamu?Aku pria mapan,kaya,aku jga nggak jelek,bisa membuat hidupmu bahagia,nggak usah kerja,biar aku yang kerja,kamu cuouk melayani aku sebagai istriku,masih kurang baik?"
"Oo. itu pamanku,mana mu gkin aku mau menikah dengan Oom?Berapa kali aku katakan kalau aku tidak sialu dengan harta?Kayak nggak ada wanita lain aja,oom?"
"Banyak,San,wanita yang mau Oom nikahi,tapi Oom maunya sama kamu."
"Tapi aku nggak mau,dan ini calon suamiku,maaf,oom,kalau Santi nggak bisa menuruti keinginan Oom Priya."
"Dasar keras kepala!"maki Priya lalu masuk.Santi mempersilakan tamu tamu yang masuk.
Benar saja dugaan Santi.Kedua orangtuanya dan kedua adiknya nampak heran melihat dan bingung melihat Santi datang dengan lima orang.Dan yang digandeng Santi bukan Indra!Tetapi kedua orangtuanya tak bertanya apa apa,dengan ramah mempersilakan mereka masuk dan duduk di sofa yang sudah ditambah dengan sofa di ruang keluarga.Mereka bernada basi sebentar,lalu Pak RT berdehem meminta waktu.
"Ekhem...,"dehsm pak RT."Maaf,bapak,ibu,kedatangan kami kemari,yang pertama tentunya bersilaturahmi,dan yang kedua ada keperluan.Kami sebagai perwakilan keluarga Brian,memebranikan diri untuk melamar Nak Santi,untuk menjadi pendamping Brian."
"Punya apa berani melamar calon istriku?"kata Priya mengejek.
Keempat orang sewaan Brian terperangah.Calon istri?Berarti Brian pebinor,dong,perebut bini orang,pikir mereka,dan mereka menatap Brian curiga.
"Oom,"protes Santi."Bisa nggak,oom nggak terlalu pede?Aku nggak mau nikah sama Oo.,kayak nggak ada orang lain aja,sih?"
"Priya,"yehur ayah Santi."Kita sudah sepakat,kan,kalau Santi bisa menikah dalam waktu setahun,maka kamu berhenti mengejarnya,bukan?"
"Aku berubah pikiran,mas,Santi sudah kehabisan waktu,Besok dia harus mau menikah denganku."
"Nggak mau,"teriak Santi ."Santiaunya nikah sama mas Brian,bukan sama Oom,bulan depan kami menikah,jadi aku sudah maju dua bulan dari batas waktu yang Oom berikan,nggak usah curang dwnganemgganti baas waktu,karena sampai kapan pun,aku nggak mungkin menikah dengan Oom."
"Dia kerja apa?Bisa nggak membuat ku bahagia,hidup kecukupan?"ejwk Priya.
"Dia manager keuangan sebuah perusahaan besar,gajinya cukup untukenghidupi aku dan keluargaku nanti.Dan satu yang perlu Oom Priya tahu,aku sangat mencintainya.Ingat Oom ,SANGAT MENCINTAINYA."
"Dasar gadis gila,"kata Priya marh lalu meninggalkan rumah Santi dengan marah.
"Maafkan kelakuan adik saya,ya,pak,bu,"kata ayahnya Santi.
""Adik?"sergah keempat tamunya kaget.
"I ya,"sahut ibunya Santi."Dia adik saya,sudah lama sekali menginginkan Santi untuk jadi istrinya,tetapi Santi nggakau,hingga dia diberi waktu setahun untuk menikah,kalau sampai setahun tidak menikah,mau tidak mau,suka tidak suka,Santi harus mau menjadi istrinya,pak,bu,maaf."
"Jadi bagaimana ini,pak,bu?"tanya Pak RT."Lamaran kami bagaimana diterima atau tidak?"
"Ooh,maaf....maaf...gara gara adik saya saya sampai lupa.Kami ini hanya orangtua,pak,bu,kami pasti ingin yang terbaik untuk anak Ki.Kalau Santi sudah membawa calon suaminya kemari,maka kamipun tak bisa apa apa,selain meurito semua keinginannya.Bagaimana,Nduk?Kamu terima lamaran Nak Brian?"
Santi dan Brian berpandangan sejenak.Santienemukan mata penuh cinta itu menatapnya dengan yakin.Dan tanpa keraguan,Samti mengangguk,tanda menerima lamaran itu.
__ADS_1
"Dan seperti dik Santi bilang tadi,pak,bulan depan kami menikah.",kata Brian mantap.
Akhirnya selesai sudah acara melamar itu dan baik Santi maupun Brian saling berjanji kalau mereka tetap akan saling belajar untuk menerima segala kekurangan dan kelebihan pasangannya dan belajar untuk saling mencintai.Setelah acar arah tamah ,akhirnya mereka pulang,karena sudah sore.Kedua orangtua Santi dan kedua adiknya melepSa mereka denan senyuman yang nampak bahagia.