AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
Kekasih


__ADS_3

Santi merebahkan dirinya di atas ranjang empuknya..Matanya terpejam,ingatannta kembali ke sore tadi,saat baru pulang dari kantor,dua sudah ditunggu oleh nenek dan pamannya,yang terus mendesaknya untuk menerima perjodohan mereka.B bahkan sang nenek cenderung memaksakan kehendaknya,agar mereka segera menikah.Dalam hati ia berdoa agar ada keajaiban,setidaknya Indra datang ,sehingga bisa dipakai untuk meredam kemauan sang Paman yang terus saja mengejarnya.


Diluar dugaannya,Indra memang benar datang,dan tentu saja dia sangat bahagia,dan Karen rasa bahagia yang luar biasa bisa menghindari desakan nenek dan pamannya itu,dia mengatakan kalau dia mencintai Indra,membuat semua terkejut,termsuk dirinya sendiri yang tak menyangka akan mengatakannya.Beruntungnya dia,Indra tidak mendebtnya,twtapi seperti mendukung keputusannya itu.Dan di akhir pertemuan mereka ,justru dia memberanikan dirinya untuk mengajak Indra pulang menghadap kedua orangtuanya,dan diluar dugaannya pula Indra setuju.Akh....Santi mendesah sambil tersenyum. malu.


Apa yang akan dikatakan orangtuanya nanti?Apakah mereka akan menerima Indra untuk menjadi pendamping hidupnya,ataukah mereka menolaknya?Akh....Santi kembali mendesah.Apa yang akan terjadi nanti,biarlah terjadi,yang ia tahu,ia harus melepaskan diri dari paksaan pamannya.untuk menikahinya.Rasanya tak sanggup kalau dia harus menjadi istri dari pama nnya,adil sepupu ibunya itu.Meskipun semua orang setuju,keluara besar mendukung,tapi dia tak bisa.


Keesokan harinya,Santi berangkat ke kantor dengan motornya,seperti biasa.Dia lebih suka naik motor karena lebih gesit,kecuali kalau musim hujan,di akan mengeluarkan mobilnya.


Di perempatan lampu merah,Santi berhenti di sebelah mobil Avanza hitam.Dia tidak begitu memperhatikan mobil itu,ketika tiba tiba kaca mobil itu dibuka.


"Pagi,mbak,"sapa Brian ramah.


"Heiii....pagi ,Pak Brian,baru berangkat juga?"sahut Santi tersenyum.


"Iya,mbak...Eh,rumah Mak Santi mana?Barangkali saya bisa mampir,ayau kita bareng berangkat kerja,mbak,kan searah,saya tiap hari melewati kantor mbak Santi,"kata Brian.


"Nggak usahlah,pak,ntar ada yang marah kan repot,"kata Santi.


"Siapa yang marah,mbak?Nyamuk kali,"kata pak Brian lalu yertaw lebar.


"Duluan,ya,pak,sudah hijau,"kata Santi langsung tancap gas,menyelip nyelip di antara kendaraan di depannya membuat Brian hanya menggeleng gelengkan kepalanya,meloat motor Santi sudah jauh di depan.


Sudah sejak beberapa bulan yang lalu Brian mengagumi sosok Santi,wanita mandiri,cerdas dan berkarakter.Bahkan dia menyimpan foto foto wanita itu,yang didapatnya dari setiap acara semi ar yang diadakan,karena sebagai sama sama orang keuangan pasti selalu ada,kalau semi ar seputar keuangan,dan seringnya Santi duduk di meja pembicara,iru yang membuat Brian kagum.Tetapi wanita itu sangat sulit diraih,entah apa yang ada di pikiran wanita itu,tapi hampir semua usaha pdkt nya tak berpengaruh.


Santi sendiri segera ke ruang kerjanya,lalu membuka laptopnya.Dengan penuh ketelitian,dia mengamati angka angka di laptopnya dan mengangguk puas.Beberapa hari uang lalu dia berhasil membongkar kecurangan kepala bagian pembelian,dibawah Selvie,yang menggelapkan hpir 200juta rupiah ke dalam rekening pribadinya,kini kasusnya sedang bergulir dan kepala bagian itu ditahan di kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.Sejak itu,tak ada yang berani mencoba berbuat curang,dan Santi makin dihormati,babkan makin disayang sang CEO,yaotu Pak Bagas,yang sudah dia anggap seperti orangtuanya,pun Pak Bagas selaluengamghap Santi sebagai anaknya.


"Mbak,dipanggil nu Linda,"kata asistennya.


"Hmmm?Ada apa,ya?"


"Tahu,mbak,dapt bonus kali,"sahut asistennya sekenanya."Ntar kalau beneran dapat bonus,kita kita ditraktir,ya,mbak?"


"Oke,"kata Santi sambil mengacungkan ibu jari dan jari telunjuknya membentuk huruf o,lalu bergegas menuju tinggalkan ruangannya,menuju ruang HRD.


Setelah mengetuk pintu,Santi mendorong pintu itu dan masuk ke ruang HRD,di mana di dan ada Bu Linda,manager HRD,tengah duduk di sofa menunggunya.B u Linda tersenyum menyambutnya.


"Hai,San,"sapanya ramah."Duduk,San."


"Ada apa,ya,Bu?"tanya Santi.


"Ada yang dititipkan Pak Bagas sebelum beliau ke Amrik,nih,"kata Bu Linda mengangsurkan sebuah amplop coklat yang tebal.Santi menerima.anya dengan penuh tanda tanya.


"Apa,ni,Bu?Jadi penasaran,"kata Santi.


"Buka aja,kali,daripada penasaran,"kata Bu Linda.


Santi menurut lalu membuka amplop itu dan matanya terbelalakelihat usia amplopnya.2gwpok uang merah ada dalam amplop itu.

__ADS_1


"Apa ini,Bu?"tanyanya kaget.


"Nggak usah kagwt gitu kali,"kata Bu Linda da."Kata beliau,itu dari Bu Anin,buat kamu,kafena berhasil menyelamatkan duaratus jutanya,jadi kamu kebagian sepuluh persennya."


Santi hanya menggeleng gelengkan kepalanya tak percaya.B u Anin adalah istri Pak Bagas yang baik hati,selalu membalas setiap apa yang dilakukan karyawannya,baik atau tidak baik,sesuai dengan kinerja mereka.


"Ntar siang makan makan di kantin,kamu yang bayarin,ya,San,"kata Bu Linda da."Kan dapat bonus."


"Eh,b...boleh,Bu,silakan bilang ke kantin agar tidak usah memungut bayaran untuk seluruh staff untuk makan siang hari ini."


"Oke,San,"kata Bu Linda.


"Saya kembali dulu,bu,"kata Santi.


Dengan langkah rinha. dia kembali ke ruangannya,Senyum bahabiaenvnoasi bibirnya,kebetjlan sekali,besokau pulang,eh,dapat rejeki nomplok.Siang itu seluruh staff kantor yang jumlahnya hampir seratus orang itu sngt gembira,pasalnua mereka bisa makan gratis di kantin depan kantor,yang makannta.ya lumayan enak dan sedikit mahal.Mereka berterimakasih pada Santi.Dan tiu menjadi bahan perbincangan di sela sela makan mereka,ada yang senang,ada yang biasa saja,ada yang iri,ahh...komplit deh,tapi Santi tetap. ahavia,bisa berbagi dengan teman temannya.


Paginya,seperti yang dijanjikan kemarin,Santi menunggu Indra untuk mengajaknya ke rumah oranguanya.Jam delapan pagi Indra sudah datang,karena kata Santi perjalan ke kampungnya memakan waktu empat jam.Santi mengajak Pak Dodo,sekedar jaa jaa kalau nanti dia kelelahan,yetapi malah tukang kebun serba bisanya itu mengambil alih tugasnya mengemudi.


"Biiiik,bibik di rumah sendiri nggak apa apa?Atau ikut sekalian,nemenin Pak Dodo?"tanya Santi pada ARTnya.


"Emang boleh ikut,mbak?"


"Kalau bibik mau,kenapa enggak?Urung irung piknik,ya,kan,pak?"


"Mbak Santi bisa aja,"kata Pak Dodo.


Jadilah mereka berempat berangkat ke kampung Santi.Sepanjang perjalanan ada saja yang membuat suasana jadi makin akrab.Bi Minah dan Pak Dodo yang memang sekampung dengan Santi berencana untuk menengok keluarga mereka,Santipun tak keberatan.Ibarat pepatah,sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui.


"Mas,aku harap,apapun reaksi orangtuaku,kamu nggak akan masukkan hati,ya?Jujur,aku sendiri tidak tahu apa reaksi mereka,tetapi kalau kita hadapi bersama pasti akan baik baik saja,"kata Santi.


"Dik Santi nggak usah khawatir,aku baik baik saja,kok,meskioun nanti orang tua dik Santi menolak sekalipun,yang penting kan dik Santi ada di pihakku,"kata Indra menenangkan Santi.


Tiga setengah jam perjalanan mereka,akhirnya Pak Dodo menghentikan mobil Santi di sebuah rumah yang cukup bagus dari lingkungan sekitarnya.Itu hasil kerja keras Santi,agar orangtuanya memiliki rumah yang bagus,seperti keinginan mereka.Dari dalam rumah,keluar sepasang suami istri paruh baya,yag nampak tersenyum ramah.Santi menghampiri mereka langsung menjabat tangan dan mencium punggung ta gan mereka lalu berpelukan haru.Indra juga mengikuti jejak Santi,hanya dia tidak berpelukan dengan mereka,lalu giliran Pak Dodo dan Bi Minah.


"Kaluan apa kabar,Do,Nah?Santi tidak merepotkan kalian bukan?"tanya Pak Danu,ayah Santi.


"Ya enggaklah,mas..."sahut Bi Minah."Bahkan mbak Santi memperlakukan kami seperti keluarga,bukan pembantu."


"Syukurlah,"kata Pak Danu."Ini....?"


Kata kata pak Danu menggantung tetapi matanya mengarah ke Indra.


"Indra,pak,kekasih Dik Santi,"kata Indra memperkenalkan diri.


"Oooo....,"kata Pak Danu."Kalian pasti capek,ya?Sudah hampir waktunya makan siang,coba kamu cek adikmu,nak,apakah dua sudah selesai dengan masakannya?"


Santi menurut,dia berdiri dan menuju ke dapur,diikuti bi Minah.Sampai di dapur,Merry dan Joko dua adik Santi nampak sangat gembira.Mereka berdua berlarian menyambut kakaknya itu.Mereka berpelukan bertiga.

__ADS_1


"Mana Abang iparku?"tanya Merry.


"Tuh,di depan,sedang sidang Eno,"sahut Santi asal.Dua adiknya segera ke depan u.tuk melihat kekasih kakaknya itu.Sebentar kemudian mereka kembali sambil berbincang ceria.


"Kapan nikahnya?"tanya Joko.


"Ntar,Ko,kenapa emang?"tanya Santi sambil menyiapkan piring,gelas dan sendok di meja makan,dibantu bi Minah.


"Kalau kakak udah nikah,baru kami boleh nikah,kak,kata ayah pamali lkalau kita mendahului saudara yang lebih tua,ntar hidup kita bakalan sengsara,"kata Merry.


"Maaf,ya,gara gara kakak kalian belum bisa nikah.Sudah ada calonnya?"tanya Santi.


"Ya sudahlah,kak,"kata Merry dan Joko bersamaan.


"Mmmmm,atau nikah barengan aja,"usul Joko,dan mau tak mau Meeeywmukul kepal adiknya dengan sendok sayur yang dipegangnya."Aduuuh,kenapa Kak Merry memukulku?"


"Kamu tuh,ya,kalau ngomong nggak pakai ini,"kata Merry sambil telunjuknya di letakkan di keningnya.".biar kak Santi dulu,baru aku,baru kamu,enak aja bersamaan."


Akhirnya mereka ke ruang makan,Pak Dodo,bi Minah,ayah,ibu,Merry,Joko,dan Indra.M ereka mulai makan bersama dengan akrab,sangat jauh dari perkiraan Santi dan I ndra,yernyata kedua orangtuanya menerima Indra dengan senang hati.S ehanis makan,bi Minah membantu Santi dan Merry membereskan peralatan makan,lalu bi Minah dan Pak Dodo pamit untuk menengok keluarganya.


"Bawa aja mobilnya,pak,jangan jalan kaki,lumayan jauh loh,"kata Santi.


"Nggak apa apa,mbak?"


"Lah,masak pak Dodo nggak percaya,sih,bawa aja,capek nar jalan kaki,kiya nanti nggak nginep loh,"kata Santi.


"Kok nggak nginep aja,sih,kak?"tanya Joko.


"Besok kakak kerja,Ko,mas Indra juga kerja,"sahut Santi.


Tiba tiba Priya datang dengan ibunya.Mereka segera bergabung dengan keluarga pak Danu,membiat ayah dan ibu Santi agak keder juga,karean bibinya,ibu Priya,kemarinendesak agar Santi segea dinikahkan dengan Priya.


"Danu,kami ini gimana,sih?"protes ibunya Priya.


"Maaf,bi,ini sesuai permintaan kami,kalau dalam setahun Santi belum bisa mendapat pendamping,maka dia haris menerima Priya,tetapi hari ini Santi pulang bawa kekasihmya.I ni Nak I ndra,kekasihnya Santi,yang akan jadi suami Santi,"kata Pak Danu mpwrkenalkan Indra.


"Sufah kenal,penjual bahan bangunan itu,kan?"ejek Priya.


"Lah,Oom Priya jangan sembarangan,ya,"kata Merry.Dia yang paling menentang perjodohan itu terang tegangan,karena Sam seperti Santi,masak Oom jadi suami."Biar kata jual bahan bangunan,itu halal loh.Apa salahnya,coba,kalau Kak Santi mau menerima?"


"Kamu sama aja,Mer,"kata Priya,lalu mereka pulang.


"Maaf,ya,Mas,"kata Santi merasa nggak enak dengan perlakuan pamannya.


"Tenang saja,dik,lebih parah saat ketemu di rumah dik Santi,"kata Indra.


Mereka tersenyum,tokh kedua orangtua dan kedua adik Santi sebagai keluarga di kat sudah menerima mereka sebagai pasangan kekasih,kalau orang lain tidak setuju,tidak jadi masalah.

__ADS_1


Akhirnya mereka kembali pulang saat jam menunjukkan angka 4 sore.Santi memberikan sepuluh juta dari bonusnya pada ibunya,yang membuat sang ibu menangis terharu.


__ADS_2