AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA

AKU TERLUKA AGAR KAU BAHAGIA
AKU MILIKMU SEUTUHNYA


__ADS_3

Brian menatap istrinya itu penuh cinta,yang dibalas dengan senyum oleh istrinya.Tanpa sadar,dia menarik Santi dalam pelukannya dan mendaratkan ciumannya di ou cak kepala istrinya itu.Santi balas memeluk Brian,meyakinkan lelaki itu kalau dia memang sudah mengambil keputusan untuk berjalan bersama dengannya sejak mereka mengucapkan janji suci itu.L Ama mereka dalam posisi itu sampai akhirnya Brian melepaskan pelukannya.


"Mau jalan jalan keluar dulu sambil nunggu bi mae siap?"


"Sudah siap ,Mas,makan malamnya,silakan,"kata Bi Mae yang sedari tadi menunggu agar majikannya itu melepaskan pelukannya dulu,karena dia tidak enak kalau mengganggu momen pengantin baru tersebut.


"Oh,sudah siap,ya,bi Mae?Baiklah,kita makan dulu,baru anti akan jalan ke


mall di ujung jalan,"kata Brian lalu menggandeng tangan istrinya menuju ruang makan.Mereka duduk berdampingan,dan Santi seolah tahu tugasnya,mengambil piring Brian lalu mengambilkan nasi dan lauknya untuk Brian,menaruhnya di depan Brian dan mengambil untuknya sendiri,lalu setelah berdoa sebentar mereka mulai menikmati masakan bi mae.


"Gimana?Enak?"tanya Brian saat istrinya sudah menyuapkan satu sendok ke mulutnya.


"Mmmmmm,enak....seperti masakan bi Minah,"kata Santi .


"Coba deh punyaku hambar ini,"kata Brian,lalu membuka mulutnya,meminta disuapi oleh istrinya.Santi yang tertegun itupun tanpa sadar menyuapkan sesendok makann dari piringnya ke mulut Brian abg terbuka,dan Brian tersenyum senang."Mmmm....beneran enak...Kalau gitu suapi aku,dong,dik,ini hambar,enak kalau disuapi punyamu itu."


"Hmmmm....modus,yaaaa....masa masakan satu mangkuk bisa itu hambar dan ini enak?Tapi nggak apa,sih,tahu gitu tadi pakai piring satu aja,biar nggak banyak piring kotor."


"Mulai besok kita makannya sepiring berdua aja,ya?"kata Brian manja.


"Dih,harusnya aku yang manja kenapa jadi Mas Brian yang manja?"protes Santi.Brian tertawa ,kapan lagi makan disuapi,batinnya.


"Gantian sini,aku suapi kamu,biar kita sama sama manja,"Kat aBrian di sela tawanya laku mengambil sendok di tangan SNti dan menyuapi istrinya itu.


Suasana yang akrab terjalin di meja makan.Mereka saling menyuapi sampai makanan di piring Santi dan Brian habis tandas.Santi mereguk air putih di gelasnya lalu menaruh gelas yang ti vgal separo itu.Brian mengambilnya dan meminum sisanya membuat istrinya itu menggeleng gelengkan kepalanya.


"Ini beneran kamu,mad?"tanyanya ternganga tak percaya dengan ti dakan absurd suaminya.


"Apapun bekasmu rasanya manis,"kata Brian.


"Gombal,"kata Santi tersipu.Senang dan tersanjung dengan tindakan Brian barusan.


"Oh,ya,sayang,tanya bi mae apa yang harus kita beli buat persiapan dapur,lalu kita ke mall,jalan kaki aja,ya,biar romantis,"kata Brian tersenyum menghisap istrinya.


"Deket,ya?"tanya Santi.Bruan mengangguk."Oke,aku ke belakang sebentar."

__ADS_1


Brian ke kamarnya untuk mengambil dompetnya.Santi yang akan masuk kamarnya dicegah Brian.


"Aku ambil dompet dulu,mas,"kata Santi.


"Nggak usah,kamu istriku,aku yang akan membayar belanjaan.Mulai sekarang kamu tabung aja uang kamu,untuk masa depan anak anak kita kelak,dan biaya rumah tangga biar aku yang urus,ya?Aku kan suamimu,"kata Brian.


SNti nhanya angkat bahu menanggapinya lalu mengikuti langkah suaminya yang sudah menggandengnya untuk segera jalan jalan ke mall,yang senang hanya sekitar seratus meter saja dari rumah Brian.Mereka seger menuju ke bagian baha. bahan kebutuhan dapur.Brian mendorong teoli dan Santi bervayut di lengannya.Benar benar pemandangan romantis yang mengundang banyak mata memandang mereka dengan berbagai tatapan.Ada yang iri,ada yang lagi.,ada juga yang mencibir,tapi mana mereka peduli.Tokh mereka tidak merugikan orang lain.Selesai dari bagian kebutuhan dapur,mereka ke bagian susu,dan Santi mengambil beberapa kotak susu hamil,membuat Brian menatapnya bingung.


"Kok beli susu hamil,sayang?"tanyanya.


"Iya,kata temenku yang dokter kandungan itu,kalau kita mempersiapkan kehamilan,kita bisa muai dengan mengkonsumsi susu untuk kehamilan,biar nanti anak yang ada dalam kandungan sehat dan terpenuhi gizinya,jadi aku nurut aja.Kamu masih ingat dengan temanku yang berbaju cream kemarin,kan?Dia dokter kandungan terbaik loh,"kata Santi menjelaskan alasannya membeli beberapa kotak susu hamil,membuat Brian terperangah.


"K...Kamu mempersiapkan ini untuk kehamilan,sayang,"tanyanya takjub.


"Iya....apa ada yang salah,mas?"tanya Santi bingung dengan sikap Brian.


"Eh,**...tidak,sayang,tidak ada yang salah,hanya aku kagum saja,kamu ternyata sudah siap unruk hamil anak aku,"Kat aBrian membuat Santi tertawa,menampakkan deretan giginya ya g rapi dan putih berseri itu.Hmmm,sudah seperti iklan pasta gigi aja.


"Mas Brian ini lama lama buat aku bingung,deh,"katanya di sela tawanya."Aku istrimu,ya jelas lah akan hamil anakmu,kok malah gitu,sih?Atau Mas Brian mau aku hamil anak orang lain?"


Santi tertawa dan mencubit pipi suaminya itu dengan gemas,membuat Brian sedikit mengasuh karena cubitan itu.


"Kok dicubit sayang,dicium kek,"protes Brian,membuat Santi makin tertawa di buatnya.


"Tante?"kata seorang gadis mw ghwnrikan langkah mereka.Sanri melihat gadis itu dan tersenyum.


"Kia?Ini kamu sayang?"sapa Santi."Apa kabar,sayang?Oh,maaf,mas,kenalkan ini Kia,kepo akan Mas Indra,Kia,ini Oom Brian,suami Tante."


"Tante sudah menikah?"tanya Kia terkejut.Santi mengangguk."Kapan?Kok nggak ngabari Kia?"


"Aku sudah kirim undangannya ke rumah nenek kamu,loh,sayang,tapi tak ada satupun yang datang dari keluargamu,aku juga nggak bisa terlalu berharap kan?Oh,ya,gimana kabar Oom kamu?"


"Oom Indra aku nggak tahu di mana dia sekarang,tan,"kata Kia dengan sedih."Ruko itu juga sudah dijual apa Tante tahu?"


"Tahu sayang,"kata Santi mengelus kepala Kia dengan penuh kasih."Oom kamu ninggalin Tante tanpa kabar,tanpa memberi alasan yang jelas,berminggu Minggu Tante mencarinya dan tak pernah ada dari keluargamu yang mau memberitahu ke mana oom kamu pergi.Tante dikejar waktu,Kia tahu kan kalau Tante harus menikah sebelum setahun,agar tidak dijodohkan dengan Paman Tante?Dan di tengah ketakutan Tante,oom Brian yang datang menyelamatkan Tante dari perjodohan yang tak masuk akal itu.Tapi Kia nggak usah sungkan sama Tante,tante tetap Tante Santi yang dulu,jalau Kia butuh bantuan,Kia bisa datengin Tante.Masih simpan no.er Tante,kan?Atau ikutan blokir nomer Tante seperti yang dilakukan Oom kamu?"

__ADS_1


"Tidak Tante,Kia sayang Tante,mana mun gkin Kia blokir,"kata gadis itu dengan mata yang berkaca kaca.


"Ya udah,ni mau belanja apa?Sendirian saja?"


"Iya,tan,sendiri,Cemara nggak ikut,t Adi masih sibuk buat lamaran."


"Ya udah,sayang,ada nggak uangnya buat belanja?"


"Ada,tan,ada,kalau nggak bawa uang mana mungkin Kia belanja,mana tahu ketemu Tante,Kia kangen Tante."


Mereka berpelukan sebentar lalu berpisah.Santi kembali dengan suaminya dan Kiara mengamati dari kejauhan.Ada sedikit sesal di hati anak itu karena dia sangat mengharapkan Santi jadi tantenya karena dia sudah sangat menyayangi Santi,tetapi entah apa yang membuat Indra me tinggalkan Santi,dia sendiri tidak tahu.


Brian dan Santi berjalan bergandengan meninggalkan mall itu,di tangan mereka ada belanjaan yang mereka jinjing bersama.Sampai di rumah,mereka menaruh belanjaan di meja di daour dan Santi menaruh belanjaan ya di rak dekat daour.Brian berinisiatif untukbuatkan susu hamil untuk istrinya itu dan mengangsurkan nya pada istrinya membuat sang istri tersenyum


"Makasih,mas,moga ini awal yang baik,"katanya.


"Iya sayang,ini akan jadi awal yang baik buat kita."


Santi menghabiskan susunya laku diapun segera mengajak Brian meninggalkan dapur.Mereka duduk berdampingan di sofa."Nggak mau tidur?"tanya Brian."Sudah malam ini,nvvak capek?"


"Tidurnya sekamar boleh?"tanya Santi memggoda suaminya,membuat sang suami tersipu."Boleh nggak?"


"Asal kamu nggak keberatan kalau aku meminta hak ku sebagai suami,"balas Brian meringis,membuat Santi tersipu.


"Kenapa harus keberatan?Sejak kita ikrarkan janji suci itu,aku milimu seutuhnya dan kamu milikku seutuhnya,tidak ada yang dapat memisahkan kita kecuali maut,b enar,mas?"


"Benar sekali,sayang,aku mencintaimu,"kata Brian tersenyum senang.


"Aku juga mencintaimu,mas,"balas Santi tersenyum.


"Iih,kelihaan bokongnya,"kata Brian mbuat Santi merenggut."Kapan kamu mulai mencintai aku?"


"Sejak Mas Brian melamar aku dan membebaskan aku dari Paman,aku sudah berjanji untuk memberikan seluruh cintaku pada Mas Brian.Percayalah,aku milikmu seutuhnya."


Brian nampak tersenyum puas.Dia lalu menggendong tubuh istrinya masuk dalam kamarnya,yangwmbuat sang istri tersipu danenyembunyikan wajahnya di dada sang suami yang sangat bahagia itu.

__ADS_1


__ADS_2